PRATAMA

PRATAMA
Episode 39 : Pergi Memancing


__ADS_3

Anin menghampiri kakaknya yang sedang bersiap siap untuk pergi ngabuburit sambil memancing ikan di danau.


"Han, Arfan bagaimana?? mau tidak??" tanya Emir.


Arhan menjawab, "Skip dulu katanya dagangan sama pembeli lagi ramai."


"Yaudah jangan dipaksa, bilang ke anak anak lain hari ini mau ajak adik ngabuburit dulu. kalau mau tetap ikut, jaga jarak dari tempatku dan Anin nanti. sesuaikan dengan aturan yang ada!!" kata Emir.


Arhan menjawab, "Oke, termasuk diriku juga kah??"


"Ya, kamu Anin siap siap saja dulu... pakai jaket dan bawa helm. helmnya ada di lemari dekat gudang." perintah Emir.


Anin menjawab, "Iya.."


Anin masuk ke dalam rumah, lalu Anan yang keluar dari dalam rumah.


"Kak, kata mama kita buka puasa mau menu apa??" tanya Anan.


Emir menjawab, "Bilang saja nanti kakak beli sate sama martabak, jika pulang kesorean minum saja dulu es kelapa."


Anan mengangguk, "Baik kak.."


Anin keluar dari kamarnya sambil membawa helm dan kamera milik Emir, lalu ia berjalan keluar menemui kakaknya.


"Sekarang giliran aku ya kak..." ucap gadis berkerudung merah itu.


Anan menjawab, "Yaudah hati hati, kalau sudah sore lekaslah pulang!!! jangan sampai seperti kejadian kakak kemarin."


"Baik kak.." jawab Anan.


Emir menyalakan motor Astrea miliknya, lalu Anin duduk tepat di belakang abangnya itu.

__ADS_1


Di rumah Arunika


Arunika membuka sebuah buku milik Emir yang ia beli di toko buku dekat tempatnya bekerja, ia pun membaca salah satu episode yang membuatnya penasaran.


"Emir, bisakah kita lalui jalur ini??" tanya Arfan.


Emir menjawab, "Seharusnya bisa, tapi saat ini kondisinya tidak bisa dilalui karena adanya erosi."


Anton mengecek kondisi jalur, lalu ia menemukan jalur pintas yang akan mereka gunakan sebagai trek keluar dari hutan itu.


"Kayaknya lewat sini bisa," kata Anton.


Emir mengangguk, "Yowes, kamu duluan Anton.."


"Hati hati Mir.." pesan Arhan yang berada di posisi paling belakang.


Keempat anak remaja SMP itu melintasi areal curam yang lumayan membahayakan keselamatan mereka, apalagi waktu sudah hampir gelap.


Sesampainya mereka diujung hutan itu, akhirnya mereka mulai bisa mendengar suara gema takbiran di seantero kota.


"Lihat ini, pemandangannya keren sekali!! apalagi di malam kemenangan seperti ini.." kata Emir.


Anton memeluk Emir, "Terimakasih Mir, perjalanan sulit yang tadi mengajarkanku akan arti dari kerjasama tim dan juga kesabaran dalam menghadapi ujian. mungkin ini maksudmu mengajak diriku kesini agar pikiranku teralihkan dari kekacauan keluargaku."


"Sama sama... selamat lebaran ya semuanya.." ucap Emir.


"Iya, mohon maaf lahir dan batin.." balas Arhan dan Arfan


****


Arunika meneteskan air matanya, tahun ini adalah tahun kelima ia harus merayakan lebaran tanpa ada satupun keluarganya. karena konflik beberapa tahun lalu antara kedua orangtuanya, penagih hutang dan keluarga dari suami kakaknya yang sama sekali tidak ia ketahui begitu jelas apa penyebabnya.

__ADS_1


"Arun, kamu kenapa??" tanya Lulu.


Arunika menjawab, "Tahun ini kelima kalinya aku merayakan lebaran seorang diri, rasanya sedih sekali hatiku.. biasanya ada kakak yang sering mengajakku jualan di bazar."


"Yang sabarnya, kan ada aku.. kamu enggak sendirian kok.." ucap Lulu.


Arunika menoleh, lalu ia memeluk Lulu dengan pelukan hangat.


"Terimakasih ya Lu.." ucap Arunika.


"Sama sama.." jawab Lulu.


Di danau, Anin panik karena umpan milik Emir disambar oleh seekor ikan besar. "Kak, ini tarikannya kuat sekali!!"


Emir dan Arhan meletakan kamera di dekat Anin, lalu Anin diminta mundur dan membawa kamera milik Emir dan Arhan.


"Satu, dua, tiga.." teriak Emir yang berhasil mendapat ikan gurame berukuran besar dibantu oleh Arhan.


"Besar sekali, kayaknya yang ini cukup.. itu yang ada di ember kembalikan saja lagi ke tempatnya. satu gurame ini saja sudah cukup untuk sahur nanti." perintah Emir.


"Baik siap Emir.." jawab Arhan yang mengembalikan ikan itu ke habitatnya.


Emir merapikan kembali alat pancingnya, lalu ia memberikan kode cut pada Anin.


"Stop, cut... kurasa ini sudah cukup.. sekarang kita cari makanan untuk berbuka." kata Emir.


"Baik.." jawab Anin dan Arhan yang pergi meninggalkan tempat itu.


******


Maap baru Up lagi..

__ADS_1


__ADS_2