
Setengah enam sore
Arhan turun dari mobil yang ia tumpangi, lalu ia berjalan ke belakang truk dan menurunkan barang berupa tas, kardus dan koper yang berisi pakaian milik Raditya yang saat ini sedang di perjalanan bersama Emir.
"Assalamualaikum.." ucap Emir.
"Waalaikumusallam, panjang umur kalian berdua Emir, Radit.. nih barang barangnya bawa masuk!! mau tinggal disini tapi barangnya dibawain sama saya." batin Arhan.
Emir tersenyum, "Sabar Han.."
mereka bertiga masuk ke dalam rumah, sedangkan Rendi, Jojo, Arfan dan Ricko duduk diluar.
"Ehh Radit sudah datang!! tuh Syilla, si Radit sudah ada.. jangan di kamar mulu dong!! Kiya si Syilla ajak keluar!!" perintah mama Nadhira.
Kiya dan Yashmine membantu Syilla berjalan keluar dari kamar, lalu trio lelaki itu kembali berulah setelah Emir tak sengaja menginjak kaki Kiya.
"Aaaaawww!!! Emir!! kebiasann!!" batin Kiya.
Sambil membawa termos dan dua plastik Es buah, Emir, Arhan dan Radit keluar menuju teras lalu mempersiapkan menu berbuka hari ini.
"Nih Es buah kita bagi enam ya!! masukan ke gelas plastik ini!!" ucap Emir yang memberikan gelas pada masing masing temannya itu.
Rendi menjawab, "Oke, terimakasih Mir.."
Waktu berbuka tiba, Emir dan kawan kawannya membaca doa. dilanjut dengan memakan tiga buah kurma dan diakhiri memakan mie instant dalam cup.
"Tumben kesini.. ada apa??" tanya Emir pada Radit.
Radit menjawab, "Disana berat bro, asal kamu tau aja.. kehidupannya keras keras."
"Oalah.." kata Rendi.
__ADS_1
Radit menepuk bahu Emir, "Kiya sudah tau kan kalau dia bukan anak kandung bibi Nadhira?? atau bukan adik kandunhmu??" tanya Radit.
"Sudah, kan aku sudah janjikan dia untuk bertemu keluarga kandungnya. dan di dalam itu ada Yashmine, teman sekolahku. wajahnya mirip dengan Kiya, makanya aku beri dia izin untuk membantu Kiya menangani Syilla yang lagi sakit." jawab Emir.
Radit mengangguk, "Ohh begitu, tadi ulangan bagaimana??"
"Wihh... mengerikan, soalnya susah semua.." jawab Emir.
Radit tertawa, "Sama.. untung matematika sudah diawal.."
"Kamu tahu soal Kinara??" tanya Emir.
Radit terdiam, "Ya, dia anaknya bu Resmi yang meninggal karena kecelakaan lalu lintas. itu terjadi ditengah hujan badai yang sangat besar dan angin yang bertiup kencang."
"Tapi masalahnya, kenapa masih ada di depan rumahnya ya??" tanya Arhan.
Radit menjawab, "Kamu berarti kurang tidur, sehingga tidak fokus dan pikirannya kosong. makanya liat yang aneh aneh, yaudah ayo kita shalat magrib dulu." seru Radit.
"Oke.." jawab Emir dan anak anak lainnya.
Lulu mengompres kepala Arunika dengan lap basah, karena demamnya semakin meninggi. "Suhunya semakin naik, kamu kayaknya kena demam berdarah deh.. besok ke dokter mau enggak?? biar aku antar.." gumam Lulu.
Arunika menjawab, "Enggak mau, aku takut jarum suntik.."
"Terus bagaimana?? suhu tubuh kamu itu tinggi lho!!" tanya Lulu.
Arunika membalikkan tubuhnya, "Pokoknya aku enggak mau!!"
"Yaudah aku mau tanya tanya dulu ke tetangga sebelah.." ucap Lulu, lagi dan lagi Arunika melarangnya.
"Jangan!! nanti mereka malah menyarankan yang aneh aneh.." jelas Arunika.
__ADS_1
Lulu meneteskan air matanya, "Lalu harus bagaimana lagi?? badan kamu semakin lemah.. dan aku khawatir sama kamu.." batin Lulu.
Emir dan anak anak lainnya termasuk Radit melintas tepat di depan rumah Arunika, lalu mereka mendekati rumah Arunika untuk memastikan apa yang terjadi. karena tadi mendengar Lulu sedang menangis.
"Assalamualaikum.." ucap Emir.
"Waalaikumusallam.. Emir?? sebentar Arunika.." ucap Lulu.
Arunika tak mampu melarang Lulu, karena Emir adalah ketua kelas di sekolah. "Emir?? ada apa kalian kesini?? habis darimana??" tanya Lulu.
Emir balik bertanya, "Maaf, kondisi Arunika bagaimana??" tanya Emir.
"Makin parah, suhu tubuhnya sampai 38 derajat.. kira kira bagaimana ya biar Arunika mau berobat??" tanya Lulu.
Emir berpikir sejenak, "Oh iya, mama saya kan lumayan paham soal penanganan kesehatan. besok setelah sahur saya akan ajak mama kesini untuk mengecek kondisi Arunika."
"Enggak dipungut biaya kan??" tanya Lulu.
Emir tersenyum, "Tidak, justru saya dan mama saya akan senang karena bisa membantu orang. karena dulu penyebab saya bisa ada disini karena mama yang sudah dilatih untuk menjadi dokter sejak kecil bertemu papa yang merupakan petugas dinas penyelamat."
"Terimakasih ya Emir.." ucap Lulu.
"Sama sama.. kalau begitu saya pamit dulu.. Wassalamualaikum.." jawab Emir.
"Waalaikumusallam.." balas Lulu yang menutup pintu.
Arunika menghentikan langkah Lulu yang kembali dari ruang depan, "Tunggu!! Emir bilang apa ke kamu??" tanya Arunika.
"Nanti mamanya Emir mau kesini sehabis sahur, untuk mengecek kesehatan kamu. yaudah, kamu sekarang istirahatlah." jawab Lulu.
Arunika mengangguk, "Iya.."
__ADS_1
*******
Double Up hari ini!!🙏🙏😂😂