
Jam setengah dua dinihari
Dengan alat penerangan terbatas, Emir dan kawan kawannya berjalan menyusuri areal persawahan yang penuh lumpur dan licin. “Sampai juga akhirnya, kalian siapkan tenda saja dulu. Saya mau shalat tahajud disana.” Perintah Emir.
Arhan Menjawab,”Oke… nanti secara bergantian saja..”
Emir melaksanakan shalat tahajud, lalu Arhan dan anak anak lainnya menyiapkan peralatan untuk mereka spotting. Setelah selesai melakukan ibadahnya itu, Emir bergantian dengan anak anak yang lainnya.
“Semuanya sudah selesai shalat tahajudnya??” tanya Arhan.
Jojo menjawab,”Iya sudah, sekarang kita mau spot apa dulu nih??”
Emir menatap daerah selatan,”Kita spot bintang kejora saja dulu.. sudah terlihat cukup jelas kok. Fokus ke kamera masing masing.”
“Baik..” jawab Arhan.
Setelah menspot bintang kejora dan planet saturnus, kini giliran komet kamit melintas tepat diatas kepala mereka. “Gais, itu merupakan komet kamit yang selalu melintas di dekat bumi setiap dua ratus tahun sekali.”
"Di aplikasi ada pesawat jurusan Singapura - Perth.. akan melintas dalam tiga puluh menit." kata Jojo.
Emir menjawab, "Nah itu dia.. pesawat milik maskapai singapura menuju Perth. ketinggiannya sekitar 42.000 kaki atau setara dengan 11. 338 meter."
"Ahh tanganku pegal nih!! udah ah di zoom out saja kameranya.." gumam Jojo.
__ADS_1
Emir membalas, "Terserah... lagipula posisi pesawat sudah di daerah Cianjur.. saya zoom out juga ahh.."
"Sekarang kita backup dulu.." kata Jojo.
Emir menjawab, "Ayo.."
Di kamarnya, Vira masih menangis sedih sambil menatap gemerlap bintang dari jendela. hal itu tak sengaja didengar oleh Rion, yang membuat ia masuk ke dalam kamar kakaknya itu.
"Kakak kenapa??" tanya Rion.
Vira menjawab, "Enggak, kakak cuman sedang ingin sendirian saja. kamu mau ngapain kesini??" tanya Vira.
Rion mengelap air mata Vira, "Kakak kenapa menangis?? ada masalah apa?? sini bicara sama Rion."
"Enggak, kakak enggak sedih kok.. kakak hanya ingin menyendiri saja. kamu tidur lagi aja saja!!" perintah Vira.
"Kamu tau enggak Ri?? kakak tadi sudah mau dijodohkan... tapi akhirnya batal karena si laki lakinya merasa ketakutan. tapi yang jadi masalah, kakak tadi jadi bulan bulanan tuduhan masyarakat daerah sini karena batalnya perjodohan itu. apa yang harus kakak lakukan sekarang??" tanya Vira.
Rion menjawab, "Tenang saja, stigma negatif seperti itu muncul karena kurangnya akses pendidikan serta adanya tradisi masyarakat daerah sini yang masih percaya sama mitos. kalau waktu Rion belajar di pondok dulu, ada suatu hari dimana dunia ini akan hancur."
Vira membalas, "Jadi kita harus yakin sepenuh hati bahwa suatu saat dunia ini akan hancur??" tanya Vira.
"Iya.. itu benar dan pasti akan terjadi dengan kuasa - Nya." jawab Rion.
__ADS_1
Vira menatap Rion, "Jadi kakak lebih baik memperbaiki akhlak dulu, dan juga dengan sekolah kakak dulu??" tanya Vira.
Rion tersenyum, "Iya, tidak hanya itu. fokus juga dalam mengikuti kajian agar wawasan kakak semakin bertambah dan kakak bisa menjadi calon istri dan ibu yang baik di masa mendatang."
Vira tersenyum, lalu ia mengelap air matanya kemudian memeluk adik kesayangannya itu. "Terimakasih, adikku sayang." ucap Vira.
"Sama sama..." jawab Rion yang memeluk Vira dengan penuh kehangatan, walau ada satu rahasia besar yang masih ia simpan.
Adzan subuh berkumandang, Emir dan kawan kawannya mengambil air wudhu di saluran air di dekat sebuah mata air yang masih digunakan oleh warga setempat.
Emir pun memimpin shalat subuh itu, setelah selesai melaksanakan kewajibannya. kelima pemuda itu melanjutkan spotting mereka.
"Ada satu pesawat dari Auckland ke kuala lumpur yang akan melintas diatas ufuk timur." kata Rendi.
Emir menjawab, "Baik, Info saya terima.."
Tak lama, sebuah garis putih melintas tepat diatas ufuk timur. Emir pun menspot asap pesawat itu karena cuaca masih dalam keadaan terang bulan dan adanya fajar yang mulai terbit dari ufuk timur.
"Indahnya jadi Emir, jadi teringat waktu umur dua belas tahun lalu. suatu ketika gema takbiran sudah menggema dimana mana, baju baru aku miliki namun satu hal yang membuat air mata selalu menetes dari mataku ini adalah sebuah keajaiban seorang gadis cantik datang dan memberikan makanan ketupat dan opor ayam. lalu aku melewati masa masa lebaran dengan berjualan bunga dan berjualan aneka jajanan dengan uang saku yang kumiliki dari mama dan papaku. namun, kini gadis itu sudah menjadi bagian dari keluargaku. ya, dia adalah Tabitha Amanda Yashmine." ucap Jojo dalam hati.
Setelah pesawat itu melintas, Emir memasukan kamera ke dalam tas miliknya. "Yuk kita cari sarapan dulu." seru Emir.
"Ayo.. udah lapar juga nih!!" jawab Rendi.
__ADS_1
******
Maap Kelamaan UP nya... maklum Ide😂😂