
Setelah dilakukan penanganan pada luka di tangan Anton, lelaki berusia 16 tahun itu diperbolehkan pulang oleh dokter.
"Anton, nanti pulangnya dibonceng sama Andra. motormu sudah saya antar ke rumahmu." kata Emir.
Anton menjawab, "Oke, maaf sudah merepotkan Mir.."
Emir tersenyum, "Enggak, aman kok.. semoga lekas sembuh lukanya. ingat, kejadian tadi jangan sampai keulang lagi."
"Iya Mir.." jawab Anton yang pulang bersama Andra.
Emir memberikan kode kepada Arhan untuk pulang, "Gass, hayu urang uih.." seru Ezra dengan logat sundanya.
"Oke.." jawab Arhan.
Saat dalam perjalanan, rintik hujan mulai turun dan mengenai tangan kanan Emir. "Air apaan ini?? Ahh... hujan, cari tempat berteduh dulu."
"Tik...tik...tik.."
Hujan semakin deras, Emir dan Arhan pun memutuskan mengambil air wudhu di pancuran air hujan yang mengenai paralon warung kelontong yang sedang tutup itu.
"Semoga saja setelah shalat ashar, hujannya lekas reda.." ucap Emir yang akan bersiap shalat dan menjadi imam.
Arhan menjawab, "Aamiin.."
Lulu dan Arunika yang kebetulan sedang melintas melihat Emir yang sedang shalat berdua bersama Arhan, hatinya terenyuh saat mengingat saat kelas empat lalu. setelah Emir dan Arhan kalah dalam lomba cerdas cermat, mereka berdua pergi ke gunung lalu shalat ashar hingga magrib disana.
"Kita kan lagi enggak halangan, lagipula kita juga kan bawa mukena. kita shalat juga yuk!!" seru Arunika pada Lulu.
Lulu menjawab, "Kamu benar, ayo.."
__ADS_1
Setelah Emir melakukan shalat ashar bersama Arhan, Arunika dan Lulu menghampiri kedua lelaki itu.
"Assalamualaikum, halo Emir.. boleh pinjam alas korannya?? kita juga mau shalat disini." ucap Arunika.
Emir menjawab, "Waalaikumusallam, boleh.. tapi nanti kalau sudah, buang ke tempatnya ya!!"
"Oke.." jawab Arunika.
Demi menjaga pandangan mereka, Emir dan Arhan memutuskan pergi ke lapak sebelah yang juga sedang tutup dan terhalang oleh dinding pembatas antar lapak toko.
"Aaaaa!!! kak Anan, Kak Kiya, kak Syilla!!" teriak Anin yang melihat berita di breaking news bahwa terjadi tanah longsor dan banjir bandang di kampung Mangga.
"Ada apa??" tanya Kiya.
Anin menjawab, "Ini kampung halaman kita, untung bang Emir dan bang Arhan sudah bawa kita ke kota ini."
"Innalillahi, mungkin keputusan Emir bawa kalian berdua kesini adalah suatu tindakan yang sangat tepat. mungkin juga itu hukuman bagi mereka, karena sifat mereka." gumam Syilla.
"Untung kita udah balik Han.." kata Emir.
Arhan bertanya, "Ada apa emang??"
Emir menjawab, "Ada tanah longsor dan banjir bandang di kampung halaman kita, puluhan orang meninggal dalam kejadian itu."
"Mungkin itu sebagai peringatan terakhir, semoga saja mereka menghilangkan tradisi perjodohan paksa itu. karena hal itu merupakan faktor penghambat pertumbuhan di kampung kita." kata Arhan.
"Iya, kamu benar Han... ayo kita lanjutkan perjalanan. hujannya sudah mulai mengecil, kita pakai jas hujan saja." seru Emir.
Arhan menjawab, "Baik.."
__ADS_1
Kiya membuka matanya perlahan, lalu ia melepaskan tangan Anan yang masih tertidur lelap. ia tadi sempat mendengar suara motor, walaupun samar samar ia masih ingat bahwa suara motor itu milik Emir dan Arhan.
"Suara motor tadi itu beneran punya Emir dan Arhan bukan sih??" tanya Kiya yang berjalan keluar kamar sambil mengucek matanya.
Emir yang sudah mengenakan kaos bola dan celana jogger keluar dari kamar dan untuk kesekian kali membuat Kiya terkejut.
"Aa!! Ezra... ini udah kesekian kali kamu membuatku terkejut!! sejak kapan kamu pulang??" tanya Kiya.
Emir menjawab, "Setengah jam yang lalu, hei ini sudah jam setengah lima.. yang lain bangunkan!!"
"hah?? setengah lima??" tanya Kiya..
"Iyalah, kamu pikir jam berapa emang??" tanya Emir.
Kiya berlari ke kamar lalu membangunkan anak anak yang lain, "Anan, Anin, Syilla.. bangun!! sudah jam setengah lima.. kita belum sempat menyediakan makan malam untuk Emir dan Arhan."
"Whoammm... yaudah ayo.." jawab Syilla yang keluar dari kamar bersama Kiya.
Di rumahnya Jojo, Yashmine yang baru saja selesai memasak sedang mencuci peralatan sisa memasaknya.
"Banyak sekali yang kamu masak, itu yang dipisahkan untuk siapa??" tanya Bu Rossa.
Yashmine menjawab, "Itu untuk Adzkiya, boleh ya ma??" tanya balik Yashmine.
Bu Rossa menjawab,"Yaudah, nanti mama pesankan ojek online untuk mengantarkannya ke rumah bu Nadhira."
"Ihh, terimakasih ya ma.." ucap Yashmine.
"Sama sama.." jawab Bu Rossa.
__ADS_1
****
Yuk, Like, Vote, Komen cerita ini!!!!