
Jam setengah empat sore
Setelah berziarah di makam ketua tim yang gugur tiga tahun lalu, Rifan pergi ke rumah Emir untuk bersilaturahmi dengan adik kelasnya.
"Assalamualaikum, maaf numpang tanya rumah bu Yati dimana ya??" tanya Rifan yang berjalan seorang diri.
Mentari yang kebetulan sedang berjualan menjawab, "Waalaikumusallam, nanti keluar dari pemakaman sini.. belok kanan, ke depan dikit.. nah disitu, ada di sebelah kiri."
Rifan menjawab, "Baik, terimakasih. Wassalamualaikum.."
"Waalaikumusallam.." balas Mentari.
Lulu menghampiri Mentari karena ia sadar yang tadi itu adalah Rifan Syafiq Rizky, seorang tukang ojek online yang kini menjabat sebagai ketua organisasi mahasiswa di kampusnya.
"Tar, kamu enggak tahu siapa dia??" tanya Lulu.
Mentari menggelengkan kepalanya, "Enggak, siapa emang??"
"Dia itu mas Rifan, salah satu dari 15 orang yang memimpin proses penyelamatan waktu bencana di desa tiga tahun lalu. kebetulan Emir juga ikut, makanya dia tanya alamat rumah neneknya Emir." jelas Lulu.
Mentari terdiam, "Aduh, kenapa kamu enggak bilang??"
"Ya... aku aja lihat sekilas langsung sadar dia mas Rifan." gumam Lulu.
Mentari dan Lulu melanjutkan berjualannya, sedangkan Rifan melihat ada mobil Devran terparkir di depan rumah Dara.
"Mobilnya Devran nih!! Assalamualaikum Dara... si Devran titip mobil disini??" tanya Rifan pada Dara.
Dara menjawab, "Waalaikumusallam, eh iya minal aidin wal faidzin ya Fan!!"
__ADS_1
"Sama sama, kalau begitu saya ke rumah neneknya Emir dulu.. Wassalamualaikum.." balas Rifan.
Dara mengangguk, "Waalaikumusallam.."
Rifan berjalan menyusuri gang sempit, lalu ia akhirnya tiba di depan rumah neneknya Emir. "Assalamualaikum.." ucap Rifan.
Syilla membuka pintu, "Waalaikumusallam, eh mas Rifan... mau ketemu kak Emir ya?? dia lagi cuci mobil di parkiran dekat rel kereta.. mau kesana apa tunggu dia disini??"
"Yowes, saya susul dia kesana.." jawab Rifan.
Syilla menahan langkah Rifan, "Wait, mau minum apa??"
"Es sirup jika ada,.." jawab Rifan.
Syilla mengangguk, "Baik, nanti aku antar kesana.."
Rifan berjalan menuju sebuah areal luas di pinggir Rel kereta api, tempat elf milik Emir dan Arhan parkir.
"Wih pak Rifan tuh!!" kata Arhan.
Emir menoleh, "Pak Rifan!! minal aidin wal Faidzin ya!! mohon maaf lahir dan batin.."
"Wess... sama sama, rajin sekali cuci mobil.. yang punya mobilnya sudah mandi??" tanya Rifan.
Emir menjawab, "Sepertinya setelah ini, sudah diambilkan minum belum??"
"Sudah diambilkan oleh Syilla, nanti dia bawa kesini.." jawab Rifan.
Tak lama, Syilla datang membawakan minum untuk Radit, Emir, Arhan dan Rifan yang sedang duduk bersama di seberang rel kereta api.
__ADS_1
"Nih, silakan diminum.." kata Syilla.
Emir menjawab, "Terimakasih bocil, cepat kembali ke alamnya.."
"Iya.. gak sampe ke alamnya juga kali.." gumam Syilla.
Emir tertawa, "Ya maaf.."
"Kesini naik apa pak Rifan??" tanya Emir pada Rifan.
Rifan menjawab, "Naik angkot, lumayan tadi dijalan kena macet."
"Ohh begitu, silakan diminum.. sebentar lagi saya mau tutup jalur dulu, ada kereta mau lewat." kata Emir.
Setelah meminum setengah gelas es sirup itu, Emir dibantu Arhan menutup jalur karena deru kereta sudah mulai terdengar.
"Yuk tahan!! tahan!!" teriak Emir yang berjaga di jalur kanan, sedangkan Arhan di jalur kiri.
"Treenggggg!!!!!"
Kereta itu melintas dengan cepat, setelah kereta melintas Emir dan Arhan kembali ke rumah bersama Rifan dan Radit.
"Yuk Pak Rifan ke rumah.." seru Emir.
Rifan mengangguk, lalu ia membawa gelas yang masih ada airnya ke rumah neneknya Emir.
****
Yuk Like, Vote dan Komen Cerita ini....
__ADS_1