PRATAMA

PRATAMA
Episode 36 : Nonton Bareng


__ADS_3

Jam menunjukan setengah sembilan malam, Emir dan Arhan yang keluar dari masjid karena baru saja selesai melaksanakan ibadah shalat tarawih berjalan pulang menuju rumahnya.


"Kak Emir.." panggil Anan dan Anin yang menggunakan mukena dengan warna senada yaitu merah muda.


Emir menoleh, lalu ia menerima salaman dari dua adiknya itu. "Kakak kalian mana?? Syilla dan Kiya??" tanya Emir.


Anin menjawab, "Ada di belakang, kita kebagian di posisi paling akhir. jadinya kita bisa pulang duluan."


"Kalian pulang saja dulu ke rumah Arhan, kakak mau langsung pulang kerumah. nanti ba'da subuh kakak jemput." perintah Emir.


Anin mengangguk, "Baik, sekarang lagi tunggu apa dulu??" tanya Anin.


"Kunci rumah ada di Syilla, tadi sebelum tarawih dia sudah bilang kalau kunci rumah ada padanya." kata Emir.


Syilla menghampiri Emir yang sedang menunggu dirinya, "Nih kuncinya, nanti pagi jemput ya.. sekalian nanti antar aku kepasar."


"Iya.. kita berdua duluan ya!! Dahhh... Assalamualaikum.." ucap Emir.


"Waalaikumusallam.. ayo kita pulang!!" seru Syilla.


Anin dan Anan menjawab, "Iya, ayo kak."


Di kedai yang masih buka, Mentari yang selesai melayani pembeli menelepon Arunika karena penasaran dengan perkembangan Emir saat ini.


"Halo?? Assalamualaikum.. maaf menganggu ya Arunika.. takutnya kamu baru pulang kerja atau dari mushola." ucap Mentari.

__ADS_1


Arunika menjawab, "Waalaikumusallam.. enggak apa apa, lagian aku juga emang udah dari tadi dirumah. tidak ke mushola, tapi tetap melaksanakan ibadah shalat isya dan tarawih."


"Kenapa memangnya??" tanya Mentari.


Arunika menjawab, "Karena tadi aku sempat lemas dan hampir pingsan, untung tadi pas Lulu pulang dari tarawih langsung membelikanku obat dan alhamdulillah sekarang sudah baikan."


"Wihh.. kasihan!! kamu telat makan kali!! atau juga kelelahan!!" gumam Mentari.


Arunika menjawab, "Bisa jadi, tapi ya mau bagaimana lagi?? namanya juga cari uang tambahan."


"Iya sih, tapi aku mau tau dong!! Emir selama aku enggak ada melakukan apa saja?? aku penasaran nih." gumam Mentari.


Arunika menjawab, "Berhubung aku udah kenal sama dia sejak SMP, harus diakui bahwa dia punya kebiasaan unik."


Arunika menggaruk kepalanya, "Jadi gini, Emir sering ikut lomba. tapi alasan dibaliknya bikin aku bingung, dia ikut lomba karena cuman gabut dan sepi job. beda sama kamu yang sangat mengincar kemenangan."


"Benarkah?? unik sekali kalau begitu ya??" tanya Mentari.


Arunika mempertegas ucapannya, "Tapi sekarang aneh, dia mulai mengikuti lomba yang sesuai sama passionnya."


"Hmm... okelah, yaudah kalau begitu aku mau tidur. nanti sahur kesiangan, daahh... Assalamualaikum.." ucap Mentari.


Arunika menjawab, "Waalaikumusallam.. iya.."


"Sahur....Sahur!!! sahur...sahur!!" teriak anak anak muda yang berkeliling di komplek tempat Emir tinggal.

__ADS_1


Arhan dan Emir terbangun dari tempat tidurnya yang berada di ruangan yang berbeda, Arhan di kamar dan Emir di sofa ruang tengah.


"Ahh... saatnya menyantap menu sahur sambil menonton event sepakbola di eropa." gumam Emir yang berlari ke dapur untuk membuat ayam goreng.


Sementara Emir memasak ayam goreng, Arhan menyiapkan nasi sambil menonton acara turnamen lima tahunan itu.


"Mana lawan mana Han??" tanya Emir.


Arhan menjawab, "Emir, tim jagoanmu.. Jerman melawan Denmark.."


Emir memasukan ayam yang sudah dibumbui ke dalam minyak panas, lalu ia menggoreng ayam itu sambil mendengarkan perkembangan dari tim sepakbola favoritnya yang sedang bertanding.


Setelah ayam itu masak, Emir menangkat ayam itu lalu meniriskannya sebentar. kemudian ia memasukan ayam itu ke dalam piring, dan membawanya ke ruang tengah untuk disantap sambil menonton event sepakbola tahunan itu.


"Berapa skornya??" tanya Emir.


"Masih 0-0.. kita makan saja dulu.." seru Arhan.


Emir menjawab, "Oke.."


******


Ini saat Event Sepakbola Eropa tahun 2016


Jangan Lupa, Like and Votes cerita ini...

__ADS_1


__ADS_2