PRATAMA

PRATAMA
Episode 4


__ADS_3

Emir, Arhan, Ricko, Jojo dan Rendi sedang membuat file tentang susuman organigram ketua kelas dan para divisi


"Akhirnya selesai juga.." ucap Emir.


Sabrina menghampiri Emir, "Sudah selesai?? kalau sudah sini biar aku dan Arunika yang beli styrofoam dan double tipnya."


"Pipanya enggak??" tanya Ricko.


Emir menjawab, "Buat apa pipa?? tidak ada dalam kisah ini kawan.."


"Ya barangkali untuk hiasan saja, dan juga untuk saluran air di kelas ini." balas Ricko.


Sabrina menyimpan tangan di pinggangnya, lalu ia menjitak kepala Ricko. "Ngapain di kelas pake pipa segala??" tanya Sabrina.


"Yaudah ini uangnya, datanya sudah saya kirim via whatsapp.. nanti ubah ubah lagi aja dulu. soalnya saya edit dan desain di ponsel." jawab Emir.


Sabrina tersenyum, "Oke, terimakasih.."


"Sama sama.." jawab Emir.


Emir, Arhan dan kawan kawannya pergi keluar kelas untuk melaksanakan ibadah shalat ashar berjamaah di masjid yang letaknya masih di dalam areal sekolah.


Setelah mengambil air wudhu, Emir dan kawan kawannya langsung melaksanakan shalat ashar dengan membuat shaf baru karena shaf yang sebelumnya sudah selesai melaksanakan shalat ashar.


Emir keluar dari masjid, lalu ia pergi pulang bersama Arhan dan Ricko.


"Kita duluan ya!!" ucap Emir.


Rendi dan Jojo menjawab, "Oke, hati hati!!"


Di perjalanan, Emir menepi di jalan Dahlia untuk membeli gorengan. "Beli gorengan dulu!!" ucap Ezra.


"Oke, saya duluan ya.." ucap Ricko.


Arhan dan Emir menjawab, "Hati hati.."


Emir menghampiri abang penjual gorengan itu, "Bang saya beli sepuluh ribu.. bakwan, karoket, lontong, pisang goreng dan tahu isi ya.."


"Oke... bentar, ini den.." jawab abang tukang gorengan itu.

__ADS_1


Emir memberikan uang sepuluh ribu pada abang itu, "Ini uangnya bang.."


"Terimakasih den.." ucap abang itu.


"Sama sama.." jawab Emir.


Emir menaiki motornya, lalu memberikan sedikit gorengan itu pada Arhan. "Nih, biar otaknya agak rileks dikit."


"Oke, terimakasih.." jawab Arhan yang memakan karoket dan lontong diatas motornya.


Di kejauhan, ada seorang pria yang turun dari motornya. sambil membawa karung ke areal tempat sampah dijalanan itu.


"Ehh.. dia bawa apa itu??" tanya Arhan.


Emir memperhatikan pria itu, "Entahlah, coba kita hampiri dia.."


Mereka berdua menghampiri pria itu, sadar ada orang yang mengetahui perbuatannya. pria itu langsung berlari meninggalkan karung yang masih terbuka.


"Apa isinya ya?? kok gerak gerak begini??" tanya Emir yang penasaran.


Emir membuka bungkusan itu, ternyata ada kucing betina dan anak anaknya yang masih sangat kecil.


"Kasihan sekali.. kalian semua ikut saja dulu ke rumahku.. nanti disana cari tempat yang menurut kalian aman.. jika mau makan, berikan kode kepadaku." kata Emir.


"Ya saya nanti bikin pengumuman, jika ada yang mencari kucing ini. segera ke rumah saya, lagian saya bukannya mencuri.. tapi mengamankan kucing ini sementara waktu." jawab Emir.


Arhan mengangguk, "Oke, silakan naik ke motor kita berdua kucing kucing."


"Meonggg!!!" jawab kucing itu.


Kucing betina dan lima anaknya menaiki motor, kebetulan ada keranjang yang menempel di bagasi kanan belakang motor itu. sehingga empat kucing di Emir dan dua kucing lainnya di motor Arhan.


"Saatnya pulang.." ucap Emir.


Di perjalanan pulang, Emir berpapasan dengan orang mencurigakan tadi. namun dia sedang dikejar oleh sekelompok kucing.


"Aaaahhhhh..." teriak pria itu.


"Meoooonggg!!" sahut para kucing itu.

__ADS_1


Emir menghentikan motornya, lalu ia membiarkan sekelompok kucing itu agar menyeberang lebih dulu.


"Oke, sudah melintas semua.. ayo lanjut!!" seru Ezra.


Arhan menjawab, "Oke,"


Sesampainya di rumah, Emir memarkirkan motornya di garasi. lalu ia mempersilakan para kucing itu untuk tinggal sementara di tempat yang menurut mereka nyaman.


"Tinggallah sesuka kalian, jika saya tidak sempat beri makan. setidaknya kalian bisa mencarinya sendiri." perintah Emir.


Kucing kucing itu pergi mencari tempat nyaman untuk mereka tinggali sementara, Emir dan Arhan pun masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum.." ucap Emir.


"Waalaikumussalam... kalian sudah pulang?? nih minum dulu.. nanti kalian kalau mau mandi sudah aku siapkan air panas." kata Kiya.


Emir mengangguk, "Baik, terimakasih. oh iya, nanti dilemari gudang kan ada whiskas ya.. nanti kalau para kucing itu datang dan minta makan.. berikan saja itu."


"Kamu bawa kucing lagi??" tanya Kiya.


Emir menjawab, "Sementara saja, saya juga sudah membuat selebaran untuk yang bertanggung jawab atas kucing itu datang dan mengambilnya disini. Emir sendiri sama sekali tidak mencuri kucing itu."


Kiya tersenyum, lalu mengusap kepala Emir. "Aku enggak berpikiran kesitu kok, kan cuman bertanya saja. yaudah kamu mandi sana, badannya bau keringat banget."


Emir menangguk, "Iya.."


Emir dan Arhan pergi ke kamar masing masing untuk beristirahat sejenak.


Sementara itu, di rumahnya Lulu Indira Ramadhani sedang terjadi kepanikan karena kucing milik Lulu dibawa oleh pak Yogi bapaknya untuk dibuang karena Lulu dituntut oleh bapaknya untuk menjadi dokter. namun Lulu sendiri ingin menjadi guru serta tuntutan adat membuat ia harus tetap di rumah dan dijodohkan dan akan menikah jika usianya sudah cukup.


"Puss...Puss... Oyen kamu dimana??" tanya Lulu yang sudah mencari kucing kesayangannya.


"Sudah dibuang sama bapakmu." jawab pak Karto, kakeknya.


Lulu terdiam, "Dibuang?? br*ngs*k kalian.." balas Lulu dengan tatapan tajam.


Pak Karto memegangi baju seragam Lulu, "Masuk ke kamar dan bersiap siaplah.. nanti malam keluarga pak Andriawan akan datang kesini."


Lulu meneteskan air matanya, lalu ia pergi ke kamarnya.

__ADS_1


****


Yuk Like, Vote dan Koment Cerita ini..


__ADS_2