PRATAMA

PRATAMA
Episode 33 : Belanja ( lagi )


__ADS_3

Sepulang dari sekolahnya, Emir memarkirkan motornya lalu ia melepas helm miliknya kemudian ia berjalan masuk ke dalam rumah sambil membawa barang belanjaan milik mama Nadhira.


"Assalamualaikum.." ucap Emir.


"Waalaikumusallam.." jawab mama Nadhira yang sedang memotong wortel untuk membuat gorengan bakwan.


Emir memberikan belanjaan itu, lalu ia berjalan ke kamar untuk ganti baju dan beristirahat.


"Kasihan anak mama kayaknya kelelahan, yaudah deh biar dia tidur lagi dulu." kata mama Nadhira.


Emir berjalan ke kamarnya, ia mengganti pakaiannya dengan kaos oblong dan celana jogger miliknya. lalu ia berbaring di tempat tidur dan melanjutkan tidurnya.


Flashback Rendi


Di tengah bulan ramadhan, Rendi dan anak lelaki itu berhenti sejenak karena waktu menunjukan waktu shalat dzuhur.


"Shalat dulu yuk!!" seru Rendi.


Anak lelaki itu menjawab, "Oke.."


"Eh kalau boleh tau, siapa namamu??" tanya Rendi.


Anak itu menjawab, "Namaku Arfan Adhi Prayoga, panggil aja Arfan. orang orang sini menjadi korban kedua orangtuaku bukan??" tanya Arfan.


"Sepertinya begitu, yaudah kita shalat dulu setelah itu kita beristirahat dulu disini.." kata Rendi.

__ADS_1


Arfan menjawab, "Baik.."


Rendi dan Arfan melaksanakan shalat dzuhur di sebuah saung pinggiran sawah itu, mereka berwudhu disumber mata air dan juga shalat di tempat itu.


"La..la..la.. eh itu bukannya Rendi ya?? ihh aku senang sekali melihat ia sedang shalat berdua dengan Arfan. anak pengusaha yang tidak ingin disebut anak manja." ucap Sahla, sepupu Rendi yang saat itu berumur sepuluh tahun.


gadis berkerudung merah itu melanjutkan pulang sambil membawa ranting kayu yang akan digunakan sebagai kayu bakar.


Flashback off


Emir terbangun dari tidurnya, lalu ia pergi ke mushola sendirian karena Arhan sudah pergi lebih dulu.


ia mengambil air wudhu, setelah itu berjalan ke dalam mushola dan melaksanakan shalat ashar sendirian karena ia datang terlambat.


"Si Emir tumben datang terlambat?? hmm.. lebih baik kutunggu saja diluar." gumam Arhan.


"Tadi kamu saya bangunkan susah.." kata Arhan.


Emir menjawab, "Ya maaf, tadi itu benar benar sudah kelelahan.. lihat diatas kepalamu ada pesawat lewat namun tak tahu pesawat apa soalnya kita enggak bawa handphone."


"Benar juga, yang pasti itu ketinggiannya hanya 36.000 kaki." balas Arhan.


Emir mengangguk, "Iya, kita pulang saja dulu. mau makan ngabuburit sama Anan, kamu sama Echa ke arah jam 7."


"Mengokey.." jawab Arhan.

__ADS_1


"Oke.." jawab Emir.


Sesampainya di rumah, Emir bertemu dengan mama Nadhira untuk mengajak Anan ngabuburit. sebenarnya bisa saja Emir mengajak dua adik kembarnya itu, namun ia memilih salah satu agar pekerjaan mama Nadhira tidak terlalu besar.


"Assalamualaikum Mama.." ucap Emir.


"Waalaikumusallam.. ada apa Emir??" tanya mama Nadhira.


Emir menjawab, "Ma, Emir mau ajak Anan ngabuburit boleh ya!!"


"Lha?? kok tanya mama?? tanya aja sama anaknya langsung.." balas mama Nadhira.


Anan menjawab, "Yaudah, aku ikut.. sebentar aku siap siap dulu.."


"Oke.. Anin, bantu mama ya?? besok giliran kamu yang ikut sama kakak.." kata Emir.


Anin menjawab, "Iya.."


Sekilas Info🙏🙏🙏


Ngabuburit atau mengabuburit (Bahasa Sunda ᮍᮘᮥᮘᮥᮛᮤᮒ᮪) adalah kegiatan menunggu azan magrib menjelang berbuka puasa pada waktu bulan ramadhan Kegiatan ngabuburit dapat berupa banyak hal, seperti jalan-jalan, bermain, bercengkerama, mencari takjil gratis, mendatangi pasar kuliner atau menghabiskan waktu di taman. Selain itu, kegiatan ngabuburit juga dapat berupa kegiatan keagamaan seperti mendengarkan ceramah ataupun mengaji.


Menurut Kamus Bahasa Sunda yang diterbitkan oleh Lembaga Bahasa dan Sastra Sunda (LBSS), ngabuburit (ᮍᮘᮥᮘᮥᮛᮤᮒ᮪) adalah lakuran dalam bahasa Sunda dari ngalantung ngadagoan burit (ᮍᮜᮔ᮪ᮒᮥᮀ ᮍᮓᮌᮧᮃᮔ᮪ ᮘᮥᮛᮤᮒ᮪), yang artinya bersantai-santai sambil menunggu waktu sore. Kata dasarnya, burit, berarti sore hari. Waktu ini biasanya antara usai salat asar hingga sebelum matahari terbenam. Akan tetapi, menurut sumber lainnya, ngabuburit berasal dari kata burit saja (bukan merupakan lakuran) yang mendapatkan imbuhan dan pengulangan suku kata pertama. Beberapa contoh kata bahasa Sunda lainnya yang memiliki unsur morfogis serupa, yakni ngabeubeurang (menunggu siang hari), ngabebetah (nyaman) dan ngadeudeket (dekat).


sumber : Wikipedia ( Cmiiw )

__ADS_1


****


Maaf ya jarang Up karena sedang sibuk kuliah..


__ADS_2