PRATAMA

PRATAMA
Episode 61 : Datangnya Devran


__ADS_3

Emir dan Anan tiba di lapak mie ayam langganan mereka, keduanya duduk bersama Radit dan Arhan yang berada di meja terpisah.


"Bu, mie ayam tiga ya!!" ucap Emir.


Arhan menoleh, "Tiga?? kamu enggak dit??" tanya Arhan.


Radit menjawab, "Saya beli soto ayam, sok aja kalian kalau mau beli mie ayam." balas Radit pada Arhan.


"Yowes.." jawab Emir.


Anan memainkan ponselnya, lalu ia menanyakan sesuatu kepada Emir. perihal peranan dirinya dalam evakuasi korban bencana di desa Sukajaya.


"Kak, emang kakak pernah ikut dalam proses evakuasi korban bencana badai siklon tropis di desa dulu??" tanya Anan.


Emir menjawab, "Iya, tiga tahun lalu kakak sempat ikut. dan kondisi jalur evakuasi pun sangatlah tidak mudah."


"Memangnya kenapa??" tanya Anan lagi.


Emir menjawab kembali, "Kakak harus mengevakuasi korban bencana, lalu dalam prosesnya terkendala dengan aturan setempat yang gadis gadis dan anak anak seusia kakak dulu tidak diperbolehkan keluar rumah."


Anan mengangguk, "Ohh, pantas saja kakak selalu risih jika ada orang yang ingin diperkenalkan dengan aku, kak Syilla, dan Anin serta kak Kiya. pasti karena hal itu, benar bukan??"


Emir tersenyum, "Iya.."


Abang tukang mie ayam itu memberikan mie ayam yang sudah jadi kepada Emir, Anan dan Arhan.


"Ini mas.." ucap abang itu.


Emir menjawab, "Terimakasih.. pakai saos enak kali ya!!"


"Woiya jelas, gantian dong saosnya.." gumam Arhan.


Emir menjawab, "Iya.."


Anin sedang membersihkan areal rumah bu Yati bersama Kiya dan Yashmine, sedangkan Syilla memasak di dapur bersama mama Nadhira.


"Ma, aku khawatir deh dengan Anan.. dia enggak apa apa jalan keluar sama kak Emir??" tanya Syilla.


Mama Nadhira menjawab, "Enggak apa apa kok... dia sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini."

__ADS_1


Syilla masih belum yakin, ia pun menghubungi Anan dengan videocall.


"Dreertrr"


"Halo... apa kak Syilla?? aku masih nunggu kak Emir dan kak Arhan selesai makan.. mereka bentar bentar berhenti karena ada beberapa bus yang melintas." kata Anan.


Syilla tersenyum, "Baguslah, berarti kamu enggak apa apa kan disana??" tanya Syilla.


Anan menjawab, "Enggak kok, lagian aku udah mulai membaik.. yaudah ya kak, aku masih menunggu trio ubur ubur ini."


"Iya, hati hati ya!!" pesan Syilla.


Emir mengelap mulutnya dengan tissue, lalu ia membayar mie ayam itu. "Ini mas, bertiga ya!!"


"Oke siap, terimakasih.." jawab abang itu.


Emir, Anan, Arhan dan Radit kembali masuk areal bazar untuk membeli jajanan lainnya.


"Mir, kira kira acara jalan jalan itu mau diselenggarakan kapan??" tanya Arhan.


Emir menjawab, "H+8 saja, biar tidak kena macet terlalu parah. kamu siapkan saja busnya, sudah saya pesan kok.."


Devran, sepupu Emir sedang dalam perjalanan dengan menaiki motor Byson miliknya. ia pun memberitahu Emir jika ia sedang menuju ke rumah neneknya.


Devran Beban : Mir, Ane dalam perjalanan ke rumah nenek... kamu lagi dimana??


Emir : Saya masih di bazar, ini bentar mau pulang..


Devran Beban : Oke.


Beberapa saat kemudian, Devran tiba di depan rumah bu Susan. ia pun turun dari mobilnya seorang diri karena baru saja pulang bekerja.


"Hai Devran!!" sapa Dara, anak bu Susan.


Devran membalas dengan sapaan, walau tatapannya dingin. karena ia sadar dengan aturan untuk bersikap kepada perempuan.


"Nitip mobil ya, saya mau ke rumah nenek dulu.." jawab Devran.


Dara menjawab, "Oke.."

__ADS_1


Devran melanjutkan perjalanannya ke rumah neneknya untuk menemui Emir yang belum sempat bertemu dengannya sejak awal masuk kerja.


Setibanya di rumah neneknya, Devran masuk ke halaman rumah dan menemui Anin dan Yashmine yang sedang berjemur.


"Assalamualaikum.." ucap Devran.


Anin menjawab, "Waalaikumusallam, eh kak Devran.. sendiri kesini??"


Devran menggaruk kepalanya, "Ya enggak juga, kak Devran kesini karena dikasih tau sama mama karena adik beserta suami dan keluarga besar besan mau pada kesini. yowes, kebetulan tadi baru pulang kerja jadinya kesini."


Anin mengangguk, "Ohh.. yaudah masuk dulu saja, nenek sudah menunggu." perintah Anin pada Devran.


"Oke.." jawab Devran.


"Assalamualaikum.." ucap Devran.


Mama Nadhira, Bu Yati, dan mama Fathira menjawab, "Waalaikumsallam, eh ini si Devran sudah datang."


"Iya, mama, papa, Azra dan Shafa menyusul. Zahra juga akan kesini bersama keluarga suaminya." jawab Devran.


Emir, Anan, Radit dan Arhan tiba di rumah. "Si Devran sudah datang??"


Anin menjawab, "Iya, pasti bakalan lengkap tuh penderitaan semua cucu perempuan nenek kalau kalian berempat sudah berkumpul."


"Ya saya sih bukan bagiannya ya!!" kata Arhan.


Anin membalas, "Kata siapa?? kak Arhan condongnya ke keluarga sini."


"Eh iya..." jawab Arhan.


Emir mencubit pipi adiknya pelan, "Kamu mau kemana sih?? udah cantik kayak begini.." tanya Emir.


"Ihh kakak, emang kalau aku udah dandan emang harus kemana mana gitu?? enggak begitu juga konsepnya kak." jawab Anin.


Emir mencium kening adiknya itu, "Iya.. maap ya adikku sayang.." kata Emir.


*****


Yuk Like, Vote dan Komen Cerita ini.. maaf lama Up nya

__ADS_1


__ADS_2