PRATAMA

PRATAMA
Episode 58 : Penyakit Anan


__ADS_3

Anan berjalan jalan menyusuri jalanan gang yang dipenuhi oleh para penziarah dan penjual aneka makanan, mainan dan peralatan sehari hari. langkah mereka terhenti di tukang es boba, Anan pun memesan empat es boba.


"Bang.. empat ya!!" ucap Anan.


Yashmine dan Kiya membeli cakue yang berada disamping tukang es boba itu, Yashmine lah yang mengeluarkan uang untuk membeli cakue untuk anak anak yang ada di rumah.


"Bang, sepuluh ribu ya!!" ucap Yashmine.


"Siap neng.. ini teh maaf mukanya kembar??" tanya abang itu.


Sambil menjaga jarak agar dirinya tak terlalu dekat dengan abang itu, Yashmine menjawab, "Iya, kita berdua kembar.."


"Es nya rasa apa saja??" tanya abang penjual es boba.


Anan menjawab, "Coklat dua, vanilla dua.."


"Oke.." jawab abang itu.


Anan duduk di sebuah kursi sambil memainkan ponselnya, "Pantas saja sudah banyak yang menginginkan aku jadi menantunya ternyata cerita punya kak Emir yang menjadi pemukul mundur mereka." gumam Anan.


Melihat Anan murung, Yashmine memberikan kode kepada Kiya untuk menemani Anan sambil menunggu cakue dan Es boba selesai.


"Kamu kenapa Nan???" tanya Kiya.


Anan menjawab, "Tidak apa apa kak.."


Kiya melihat isi tulisan di ponsel Anan, "Pantas saja, ternyata karena tulisan si Emir.


Emir yang merasa ada yang tidak beres memutuskan meninggalkan tongkrongan. "Arhan, Radit.. ikut saya dulu yuk!! Rendi, Jojo sama Ricko nanti menyusul."


"Kemana emang?? kita habis ini mau pulang.." tanya Rendi.


"Oh yaudah, hati hati ya!!! saya mau susul Anan dulu.." kata Emir.


"Oke.." jawab Rendi.

__ADS_1


Emir menyusul Anan yang semakin menunjukan sikap yang tak biasa, setibanya ia di tempat itu. tiba tiba Anan jatuh pingsan.


"Anan!!!!" teriak Yashmine dan Kiya yang panik.


Dengan sigap Emir membawa Anan pulang, Yashmine dan Kiya masing masing membayar


cakue dan boba.


"Ini mas.. terimakasih ya!!" ucap Yashmine dan Kiya.


"Sama sama.." jawab abang itu.


"Seharusnya kamu jangan dulu tahu soal ini.." gumam Emir yang menggendong adik perempuannya itu.


Saat Emir melintas di tukang bakso tadi, Rendi dan anak anak lainnya sudah pulang. ia pun menggendong Anan sampai ke rumah.


"Anan!!! kamu kenapa??" tanya mama Nadhira yang panik.


Emir menjawab, "Dia pingsan setelah melihat cerita Emir, yang waktu mama sama papa bertemu untuk pertama kali."


Emir segera membaringkan adiknya itu di tempat tidur, lalu ia mengoleskan minyak kayu putih di kepala Anan.


"Maafkan kakak ya!!" gumam Emir yang memilih keluar dari kamar, dan mama Nadhira lah yang menemani putrinya itu.


**********


Jam setengah dua belas siang


Anan membuka matanya perlahan, ia masih trauma atas kejadian yang menimpa dirinya tiga tahun lalu.


"Alhamdulillah, akhirnya kamu sadar juga.." gumam mama Nadhira.


Anan memeluk mama Nadhira, "Maa... aku takut!!"


"Kalian ingat ini!! jangan ada satupun yang membahas soal perjodohan itu!! memang Emir dan papa sudah jelas tidak akan memaksa kepada Anan. biarkan dia mendapat pendidikan yang cukup terlebih dahulu." pesan Emir pada semua anggota keluarga.

__ADS_1


Mama Nadhira menenangkan Anan, "Iya sayang, kamu kok kena lagi sih?? bukannya kata dokter sudah sembuh??" tanya mama Nadhira.


Flashback


Anan dan Anin sedang bermain di kamarnya, tak sengaja pak Rifnu dan Bu Clarissa datang lalu mengobrol dengan mama Nadhira dan papa Mustafa.


"Ada siapa??" tanya Emir yang sedang bermain playstation bersama Arhan.


Syilla menjawab, "Ada tamu, teman papa mungkin.."


Anan yang kebetulan berjalan menuruni tangga tak sengaja mendengar perjodohan dirinya dengan anak sahabat papanya. ia pun langsung terdiam dan mendengarkan percakapan itu lebih lanjut.


"Mereka sedang membicarakan apa sih??" gumam Anan.


"Begini pak, maksud kami kesini ingin memperkenalkan anak kami pada salah satu putri bapak yaitu Anandita." kata pak Rifnu.


Low, kucing belang milik Emir tiba tiba mengamuk dan menyerang keluarga itu.


"Meeooongggg!!!"


Emir dan Arhan keluar dari kamar, lalu Emir memisahkan kucing miliknya dengan pak Rifnu. "Low, kenapa kamu serang dia??" tanya Emir.


Pak Rifnu bangkit lalu pria itu ingin menampar Emir, namun dengan sigap Arhan menghalau pukulan itu.


"Buggg!!!"


"Kucing adalah hewan, dia bisa saja agresif pada siapapun yang dia anggap asing. mungkin anda ada niatan jahat sehingga ia marah." kata Arhan.


"Aku enggak mau!!!" teriak Anan yang menangis di kamarnya.


Emir dan Arhan segera menyusul Anan dan mengecek apa yang sebenarnya terjadi.


Flashback off


******

__ADS_1


Yuk Like, Vote dan Komen cerita ini...


__ADS_2