
Balada Murid Baru
Emir dan Arhan berlari menuju kelasnya, seperti biasa mereka selalu hampir terlambat datang ke sekolah. untungnya bu Tati belum datang ke kelas sehingga Ezra dan Arhan bisa duduk dan mengatur nafas mereka.
"Hampir aja terlambat!!" gumam Emir
Disaat yang sama, bu Tati masuk bersama seorang gadis cantik yang merupakan murid baru dikelas itu.
"Selamat pagi anak anak!!" ucap bu Tati.
Emir dan anak anak lainnya menjawab, "Pagi juga bu!!"
"Kelas kita kedatangan murid baru, silakan kenalkan dirimu.." ucap bu Tati kepada seluruh murid di kelas itu.
Gadis itu menjawab, "Halo, Assalamualaikum.. namaku Nadia Arsyinta Fitriani. panggil aja Fitri atau Nadia.."
Emir menjawab, "Selamat datang di kelas IPS dan selamat bergabung di SkyTeam Production, saya Emir.. ketua SkyTeam.. kamu duduk saja dulu sementara di tempatnya mentari.. sambil menunggu info selanjutnya dari Mentari."
"Baik Emir.." jawab Nadia.
Emir kembali duduk di tempatnya, lalu ia meminum air yang dibawa oleh Arhan.
"Mentari bagaimana ya kabarnya?? ini sudah hampir sebulan loh!!" tanya Arhan.
Emir menjawab, "Coba nanti perwakilan dari perempuannya dipimpin oleh Sabrina datang ke rumah Mentari."
"Bagaimana ya?? iya deh nanti saya perintahkan perwakilan siswi kelas IPS untuk pergi ke rumah Mentari." balas Arhan.
Arhan bangkit dari duduknya, lalu ia pergi ke areal tempat duduk perempuan. "Sab, nanti kamu sama anak anak bisa ke rumah Mentari?? coba cari tahu lagi soal dia.. di chat tidak ada respon."
"Baik Han, nanti aku, Arunika dan Raihana nanti ke rumahnya." jawab Sabrina.
__ADS_1
Saat jam istirahat, Emir berdiri di depan kelas sambil memegangi ponsel dan kamera DLSR miliknya. sementara Arhan, Jojo dan Rendi melakukan hal yang sama di tempat lain.
"Ini ketua kelas kalian??" tanya Nadia.
Sabrina menjawab, "Ya memang, dan aku adalah ketua khusus perempuannya. wakilnya sendiri untuk perempuannya ada Dinda dan di laki lakinya ada Rendi."
Emir menoleh, "Kalian bisa bantu saya??" tanya Emir.
Sabrina menjawab, "Ya, bantu apa??" tanya Sabrina lagi.
"Nanti kalau kalian melihat ada garis putih berjalan dari arah sana bilang ya!! mau dispot nih.." kata Emir.
Nadia melihat ke segala penjuru, ternyata objek yang dimaksud Emir terlihat dari arah utara ke arah bandara soekarno hatta.
"Nah itu dia.." kata Nadia.
Emir menekan tombol merah di kamera miliknya, lalu ia mendapatkan penampakan pesawat terbang itu.
Emir menjawab, "Dari Auckland selandia baru ke Kuala Lumpur Malaysia.. tipe pesawatnya Airbus A350-945."
"Emang ya kalau udah suka mah, hafal nama pesawat dan tipenya. padahal aku loh yang udah biasa jalan jalan naik pesawat." jelas Nadia.
Emir tertawa, "Hahah, kamu yang sering naik pesawat.. kamu lupa dengan nama dan tipe pesawatnya."
"Apa manfaatnya coba aku hafalkan nama pesawat dan tipenya??" tanya Nadia.
Emir tersenyum, "Bercanda.. udah ah.. mau ke dalam kelas lagi.." ucap Ezra yang berjalan masuk ke dalam kelas.
Jam menunjukan setengah tiga sore, Sabrina bersama Arunika, Nadia dan Marsela tiba di depan rumah mentari. ditemani oleh Ricko, Rendi dan Jojo. ketiganya mengetuk pintu rumah bertingkat satu itu.
__ADS_1
"Assalamualaikum.." ucap Sabrina.
Setengah jam berlalu, namun tidak ada respon dari dalam rumah itu. Pak Kurniawan, ketua RT di wilayah itu datang dan menanyakan maksud dan tujuan kedatangan rombongan teman Mentari itu.
"Permisi, ada apa ya kalian datang kesini??" tanya pak RT.
Rendi menjawab, "Maaf pak, Mentari masih tinggal di rumah ini bukan??"
"Kemarin saya sempat dengar keributan, saat saya bersama para warga kesini. kata seorang wanita tua hanyalah kesalahpahaman saja, hanya saja saya pribadi curiga karena si ibu itu seperti yang menyembunyikan sesuatu. makanya hari ini saya kesini lagi, sudah ada respon belum??" tanya Pak RT.
Rendi menjawab, "Belum ada pak.."
Jojo dan Ricko berjalan mengitari rumah itu, lalu mereka menemukan suatu hal yang menarik perhatian. yaitu sebuah kaca yang pecah tertembus sebuah stik baseball.
"Kok bisa ya kaca rumah ini pecah?? ada apa disini??" tanya Jojo yang mengintip dengan memasukan kepalanya ke areal yang pecah itu.
"Aww!!" teriak Jojo yang kepalanya kejedot jendela.
Ricko menghampiri Jojo, "Ada apa Jo??" tanya Ricko.
Jojo menjawab, "Ayo ikut saya!!" perintah Jojo yang berlari ke halaman depan.
Jojo dan Ricko datang lalu menghadap ke Pak RT, "Pak, izin mendobrak pintu rumah ini!! mentari dalam bahaya.."
"Oh oke, satu.. dua.. tiga.." kata Pak RT yang mendobrak pintu rumah bersama Jojo, Ricko dan Rendi.
"Brakkkk!!!"
Rendi dan yang lainnya berlari menuju kamar, lalu sudah ada Mentari yang dalam kondisi terikat dan lemas tak berdaya. sedangkan disampingnya ada jasad seorang ibu setengah baya yang penuh luka.
"Mentarii!!!" teriak Sabrina dan Arunika..
__ADS_1
*****
Maaf ya jarang Up, sibuk Wkwkwk🤣🤣