PRATAMA

PRATAMA
Episode 27


__ADS_3

Sepulang dari warung, Arhan memberikan barang belanjaan ke bu Nadhira. mama Emir itu terkejut karena jumlah barang yang dibeli oleh Arhan terlalu banyak.


"Astagfirullah, kamu belinya banyak sekali!!" kata bu Nadhira.


Arhan menggarukan kepalanya, "Aduh, maaf tante... dari tadi pikiran Arhan kosong. mungkin kurang tidur, tadi saja malah liat lelembut."


"Iya sih, kamu begadang tadi sama Emir.. yaudah kamu mandi dulu sana, nanti lanjut tidur lagi. si Emir aja lanjut tidur lagi di kamar tante." kata bu Nadhira.


Arhan menjawab, "Ya, baiklah tante.."


Arhan berjalan ke lantai dua rumahnya, lalu ia pergi mandi. setelah mandi, ia mengenakan celana jogger dan kaos oblong berwarna hitam kemudian ia melanjutkan tidur di kamarnya.


Di depan rumah Rendi.


Sebuah tabrakan beruntun antara mobil sedan, Bus, truk dan dua motor terjadi tepat di depan rumah Rendi.


"Brakkkkk"


Rendi keluar dari rumahnya bersama Ashira adiknya yang berusia sembilan tahun, karena ibu tirinya yang bernama Rani masih menjaga anaknya yang berusia tiga tahun.


"Astaghfirullah.. bapak bapak, ibu ibu segera bawa mereka semua ke rumah sakit atau hubungi petugas dan ambulan untuk membawa mereka." perintah Rendi.


Rendi bersama warga lainnya bahu membahu mengevakuasi korban kecelakaan itu ke pinggir jalan, saat seorang pria memeriksa isi ponsel yang masih menyala. tiba tiba ia merasakan emosi, lalu ia membawa ponsel itu menggunakan sepeda motornya.


"Dia kenapa ya?? bapak bapak dan ibu ibu urus mereka semua, yang luka ringan bawa ke rumah sakit dan yang luka parah dan meninggal dunia tunggu ambulans tiba. saya mau mengejar pria itu dulu.." perintah Rendi.


"Ashira, kamu diam di dalam ya.. jangan kemana mana.." perintah Rendi.


"Baik kak.." jawab Ashira yang berjalan masuk, lalu Rendi menyalakan mesin motornya lalu mengejar pria itu.

__ADS_1


Sempat kehilangan jejak, namun akhirnya Rendi berhasil menyusul pria itu yang berhenti di depan sebuah rumah dan masuk tanpa mengucapkan salam.


"Bugggg!!!!"


"Papaaaaaa!!!!!" teriak seorang gadis anak pemilik rumah itu.


Rendi menyusul ke dalam, lalu ia berusaha menenangkan semua anggota keluarga rumah itu yang nampak panik.


"Tenang semuanya!! mas.. serahkan ponsel itu!! saya ingin melihat isi chatnya!!" perintah Rendi.


Pria itu menyerahkan ponsel yang tadi ia ambil, lalu Rendi membaca pesan singkat itu.


AB : Bos, cairan itu sudah saya sebar..


Bos : Bagus...


Bos : Bagaimana hasilnya??


Bos : P


Bos : P


Rendi menatap pria itu, "Maksudnya bagaimana??"


"Dia sudah berusaha membunuh saya dengan memerintahkan anak buahnya untuk menebar cairan di jalan Semboja. agar saya mengalami kecelakaan.." kata Pria itu.


Rendi menelepon polisi, "Halo?? pagi pak.. izin melaporkan ada upaya pembunuhan yang dilakukan seorang pria yang tinggal di jalan Kemangi no 24, pelaku sudah saya amankan.. beserta barang bukti pesan chat."


Tak lama, polisi datang lalu membawa pria yang penuh luka di wajahnya itu. Rendi menenangkan pria itu, lalu ia menghubungi Jojo untuk menemani dirinya ke rumah sakit.

__ADS_1


"Jo, ke rumah sakit sekarang.." kata Rendi.


Jojo menjawab, "Baik Ren.."


"Sekarang kamu ikut saya ke rumah sakit," perintah Rendi pada seorang gadis anak pria yang di hajar tadi.


Gadis itu menjawab, "Baik.."


Rendi pergi ke rumah sakit bersama pria tadi, lalu gadis itu mengikuti dari belakang menggunakan motornya.


Sesampainya di rumah sakit, Rendi bertemu dengan Jojo. lalu ia berjalan ke dalam areal rumah sakit itu.


"Permisi sus, korban kecelakaan beruntun di jalan semboja dibawa kesini bukan??" tanya Rendi.


Suster itu menjawab, "Iya, benar sekali.. ada salah satu anggota keluarganya bukan??" tanya balik suster itu.


"Tidak ada, tapi ada seorang gadis yang ingin melihat jenazah korban.. kali aja dia mengenali wajah para korban." kata Rendi.


Suster itu keluar dari ruang resepsionis, lalu mengantarkan Rendi, Jojo, dan gadis itu ke ruang jenazah.


gadis itu membuka kain penutup jenazah itu, lalu ia menangis histeris setelah mengetahui sahabatnya juga turut menjadi korban kecelakaan itu.


"Ariani!! kenapa kamu meninggalkan aku?? bukankah kamu sudah janji kalau bakal liat aku menikah nanti?? atau kita saling menjadi pagar ayu??" tanya gadis itu.


Rendi dan Jojo hanya terdiam, lalu mereka berdiri diluar kamar jenazah itu.


*****


Yuk Like, Vote dan Komen Cerita ini..

__ADS_1


__ADS_2