
Setelah melaksanakan shalat, Yashmine langsung menaiki angkot yang kebetulan sedang berhenti di depan mushola itu. sementara Emir dan kawan kawannya sudah lebih dulu ke lapak kwetiaw dan nasi goreng.
"Bang, Kwetiaw empat ya!!" ucap Emir
"Oke, ditunggu ya mas.." jawab abang tukang kwetiaw dan nasi goreng itu.
Emir menelepon Kiya untuk memberitahunya agar tidak perlu memasak. "Halo?? Assalamualaikum Kiya.."
"Waalaikumusallam Emir, ada apa??" tanya Kiya.
"Begini, saya sama anak anak kan lagi pada makan di angkringan, kamu sama Syilla tidak perlu memasak." kata Emir.
Kiya tersenyum, "Lagian siapa yang mau masakin kamu sama anak anak lainnya??" tanya Kiya.
"Yaudah sih, saya mau makan dulu.. Wassalamualaikum.." ucap Emir.
"Waalaikumusallam, hati hati.." pesan Kiya pada Ezra.
Pesanan milik Emir dan kawan kawannya pun tiba, "Nih mas, monggo.." ucap abang tukang kwetiaw yang ternyata merupakan orang jawa tengah itu.
"Terimakasih.." ucap Emir.
"Emir, saya penasaran... kok orang kampung masih ada ya yang masih menjodohkan anaknya karena uang?? memang secara mulut mereka demi kebaikan si anak itu, tapi hati mereka lain lagi." tanya Rendi.
Emir menjawab, "Ya itu karena keterbatasan pendidikan mereka, begini ya.. anak gadis usia SMA saja ada yang langsung disuruh menikah. dan saat mereka membantah, dan mereka ingin melanjutkan pendidikannya. orangtua mereka langsung memarahi mereka dengan dalih, perempuan itu tempatnya di dapur. tapi tidak ada satupun sumber yang melarang mereka kuliah dan bekerja."
"Oh iya, kayak kasus si Raihana tau gak mir??" tanya Arhan.
Emir berpikir sejenak, "Hmm, iya tuh.. yang pesawat mereka jatuh di laut itu bukan??" tanya Ezra.
"Iya, yang si Raihana dijemput disekolahnya.. lalu langsung dipaksa menikah.. untung pas dia mau pergi keluar negeri, si adiknya enggak ikut. padahal semua anggota keluarganya ikut." kata Arhan.
Rendi menyantap kwetiaw goreng itu, "Nama adiknya Raihana siapa emang??" tanya Rendi.
__ADS_1
"Agung, tinggalnya Di Cicurug kalau ga salah, di rumah kakaknya nenek saya.." jawab Emir.
"Kita kesana yuk!! sambil jalan jalan.." seru Jojo.
"Boleh, gasin kapan?? besok sabi ga?? nanti habis ini belanja dulu, udah itu kita lanjut ngedit." tanya Emir.
"Oke.." jawab Arhan dan anak anak lainnya.
Setelah menghabiskan makanan itu, Emir mengeluarkan uang seratus ribu dari dalam kantongnya, "Ini uangnya mas.."
"Oke, ini kembaliannya... terimakasih.."
"Sama sama.." jawab Emir yang pergi bersama kawan kawannya.
Yashmine turun dari angkot, lalu ia berjalan memasuki areal gang rumahnya yang menumpang dengan rumah Jojo.
"Kamu habis darimana??" tanya seorang ibu tetangga Jojo.
"Eh saya belum selesai bicara, kamu ya jam segini baru pulang.." kata ibu itu.
"Memang kenapa?? saya kan baru pulang dari rumah teman.." tanya Yashmine.
"Eh perlu kamu ingat ya!! sudah ada dua lelaki yang melamar dirimu.. dan semuanya kamu tolak, dan kamu memiliki kamu kesempatan lagi.. dan mitosnya kalau seorang perempuan menolak lamaran sebanyak tiga kali nantinya akan sulit lagi mendapat jodoh." pesan ibu itu.
Arkan, adik Jojo yang kebetulan melintas segera mengajak Yashmine pulang dan tidak mengindahkan apa kata ibu itu.
"Ayo kak pulang!!" seru Arkan.
Yashmine pun pulang bersama Arkan yang baru pulang dari minimarket membeli makanan.
Lulu dan Arunika sedang menonton video konten milik Emir, dimana isinya adalah dunia transportasi yang merupakan hobi Ezra dan Arhan.
"Ini kerjaan si Ezra, transportasi semua isi kontennya." gumam Lulu.
__ADS_1
Arunika menjawab, "Namanya juga lelaki, aku juga sebenarnya suka foto foto bus sama pesawat sama kayak Emir. cuman bedanya aku pakai HP, sedangkan Emir dan Arhan menggunakan kamera DLSR."
"Wow, pasti menyenangkan.." kata Lulu.
"Iya, mungkin besok aku bakalan spotting di terminal baranangsiang. kamu mau ikut gak??" tanya Arunika.
Lulu menjawab, "Iya, boleh.."
Emir dan kawan kawannya masuk ke dalam areal minimarket untuk membeli makanan ringan. karena ini merupakan pengalaman pertama Rendi yang selama ini tinggal di desa, ia mengetuk pintu minimarket itu.
"Tok....tok..tok.."
"Enggak usah diketuk, masuk aja... jangan bikin malu dong!!" kata Emir.
"Iya maaf.." jawab Rendi.
"Selamat malam, selamat datang di HanaMart." ucap kakak pelayan itu.
Emir dan yang lainnya mengambil beberapa makanan ringan, mie instant cup dan minuman ringan.
"Ini kak, untuk proses pembayaran digabung dan disatukan dalam satu paperbag saja... ini paper bagnya kak.." kata Emir yang memang sudah membawa paperbag.
"Okey, sebentar ya.. semuanya jadi tiga ratus ribu tujuh ratus saja.." kata kakak itu.
"Okey.. ini uangnya.." ucap Emir.
"Terimakasih, silakan datang kembali.." jawab kakak itu.
"Sama sama.. ayo pulang.." seru Emir.
*******
Maaf telat Up, sibuk banget nih🙏🙏🙏
__ADS_1