
Jam menunjukan setengah lima sore, Emir dan kawan kawannya tiba di rumah Mentari. untuk melakukan penyelidikan atas apa yang sudah terjadi sebenarnya.
"Kondisi rumahnya sudah agak memprihatinkan dan terpasang garis polisi, tapi bisa terbilang cukup mewah juga rumah ini." kata Emir.
Arhan menjawab, "Benar juga, tadi kamu menemukan Mentari dengan keadaan seperti itu lalu apa yang terjadi di dalam sana??" tanya Arhan pada Jojo.
Jojo menjawab, "Disana ada wanita tua yang sudah meninggal, dugaanku sepertinya ada suatu hal yang sudah tersusun rapi dan terencana. kasarnya mungkin adalah pengkhianatan."
"Darimana kamu tau??" tanya Emir.
Jojo menjawab, "Begini, jika perampokan.. pastinya ada benda yang hilang dan juga seisi rumah itu dibunuh. tapi kenyataannya kok tadi saya dapat info dari pak RT sini kalau sempat ada keributan sebelum kejadian ini."
"Kita tunggu info dari pihak berwenang, sekarang kita makan saja dulu. lapar juga perutku ini." gumam Emir.
Arhan mengangguk, "Yaudah, saya sih menyesuaikan.."
"Kita ke Restoran Mamank Geprek, disana ada menu yang lagi promo." seru Rendi.
Emir menjawab, "Yaudah hayu gasskeun.."
Emir dan anak anak lainnya menuju restoran mamank geprek yang merupakan kedai makanan terkenal di kota itu.
"Sampai juga.." gumam Arhan.
Emir masuk lebih dulu, "Ehh ini bocah lagi pada disini.."
"Iya.. lagi mengasuh si Anan dan Anin. pada pengen jajan keluar katanya.." jawab Syilla yang sedang duduk bersama Kiya.
Emir tertawa, "Terserah kalian aja, yaudah saya juga mau pesan dulu.. lapar nih!!"
"Silakan pesan apa kak??" tanya pelayan restoran itu.
Emir menjawab dengan sekali nafas, "Sayap geprek, dengan sambal daun jeruk dan es teh panas."
"Oke.. ditunggu ya kak!!" jawab pelayan itu.
Emir memainkan ponselnya, lalu ia membuat status whatsapp dengan foto selfie dirinya dengan wajah datar.
__ADS_1
Tabitha Amandaa : Ngapain disitu mas??
Emir Pratamaa : Lapar, sekalian mengasuh anak anak..
Tabitha Amandaa : Bentar aku kesitu..
Emir Pratamaaa : 👍
Tak lama, pesanan milik Emir datang. "Ini mas.. silakan dinikmati!!"
"Oke.." jawab Ezra.
"Makan sama apa Emor??" tanya Arhan.
"Emir, kalau sambalnya tidak habis nanti buatku saja ya!! daripada mubazir." kata Rendi yang duduk di sebelah Emir.
Emir menjawab, "Yowes, ini ambil aja dulu sebagian sambalnya."
"Oke.. udah.." jawab Rendi.
Saat Emir sedang menyantap ayam geprek itu, Yashmine datang lalu duduk di tempat Syilla. karena peraturan yang tidak memungkinkan dirinya untuk duduk bersama Ezra.
"Waalaikumusallam, eh Yashmine.. tumben kamu kesini??" tanya Kiya.
Yashmine menjawab, "Tuh, tadi si Emir bikin status whatsapp dia lagi disini. daripada dirumah enggak ada kerjaan.. jadinya aku kesini."
"Pantes, eh iya.. kamu kenal Emir dari kapan??" tanya Kiya.
"Begini ceritanya.."
Flashback on
Beberapa hari setelah kematian kedua orangtuanya, Yashmine seolah seperti anak ayam yang kehilangan induknya. ia tak terurus dan berjalan sendirian di tengah hamparan ilalang yang tumbuh tinggi.
"Aku harus kemana lagi ini?? apakah aku harus ikut tinggal di rumah Jojo dan merelakan rumahku diambil oleh bank?? apa aku harus mempertahankannya??" tanya Yashmine.
Langkahnya terhenti saat melihat dua anak yang setahun lebih tua dibanding dirinya sedang memancing ikan di danau yang letaknya di tengah hamparan ilalang itu.
__ADS_1
"Yess... dapat!!" teriak Emir.
"Aku juga dong!!" kata Arhan sambil memasukan ikan itu ke dalam ember.
Emir dan Arhan berjalan meninggalkan danau itu karena hasil pancingan mereka sudah cukup untuk menghilangkan kesedihan mereka. di tengah perjalanan, keduanya bertemu dengan Yashmine yang sedang terdiam sendirian.
"Yashmine?? ngapain kamu sendirian disini??" tanya Emir.
Yashmine terdiam, lalu ia meneteskan air matanya lalu memeluk Emir. membuat Emir menjadi sangat terkejut.
"Kamu kenapa??" tanya Emir.
Yashmine menjawab, "Aku lagi bingung, pertahankan rumah aku apa pindah ke rumah saudara aku.."
Tanpa pikir panjang, Emir melepaskan pelukan Yashmine lalu memberikan penjelasan. "Saran aku sih lebih baik kamu ikut tinggal saudara kamu. soal rumah, nanti semoga saja ada gantinya yang lebih baik."
Yashmine mengangguk, "Terimakasih Ezra.."
"Sama sama.. dan satu hal lagi, tadi merupakan yang terakhir kamu peluk aku. kedepannya jangan main peluk saja, karena ada aturan dilarang memeluk seseorang yang diluar keluarganya." pesan Emir.
Yashmine terdiam, "Baik.."
Flashback Off
"Oh begitu, saat itu usia kamu berapa yas??" tanya Kiya.
Yashmine menjawab, "Aku sepuluh sedangkan Emir dan Arhan dua belas tahun. rasanya aku berhutang budi pada mereka berdua.."
"Yaudah, nanti kamu mau gak menginap dirumahku?? soalnya Emir bakalan tidur di rumah Arhan." seru Kiya.
"Boleh.." jawab Yashmine.
"Nanti ya, biar aku selesai makan dulu!!" balas Kiya.
"Oke." jawab Yashmine.
*********
__ADS_1
Yuk Like, Vote dan Komen cerita ini..