Protagonist Transmigration : Its Best If I Became A Villain

Protagonist Transmigration : Its Best If I Became A Villain
Malam natal menjelang pelelangan


__ADS_3

" M-e-r-r-y C-h-r-i-s-t-m-a-s~,.. Carol "


Edward mengucapkan merry christmas kepada adiknya tercinta sambil menunjukkan kado yang telah dia persiapkan.


" Marry christmas, kak "


Xue li membalas ucapannya, dia melihat kado-kado yang telah dipersiapkan Edward. '


Padahal hanya hadiah natal, tapi kenapa dia menyiapkan sebanyak itu ?!


Asal kamu tahu saja,


Aku benar-benar tidak membutuhkannya, terima kasih!


Benar-benar kado yang sia sia '


Xue li menentang dalam hati melihat segunung kado yang dipersiapkan Edward.


Setelah memperlihatkan kado untuk adiknya Edward bersiap-siap. Apa yang sedang dia periapkan?


Wajahnya tegang seperti orang yang sedang menunggu kejutan. Melihatnya xue li sedikit paham apa yang sangat edward harapkan.


Sebelum aku sempat mengeluarkan kado yang kupersiapkan Connie mendekat dan memberikan ucapan selamat natal beserta memberikan sebuah kado kecil.


" Selamat hari natal, Putri ! "


Kepala pelayan Gill juga memberikan ucapan selamat natal dan memberikan sebuah kado.


" Selamat natal juga, Connie.


Selamat natal juga kepala pelayan Gill "


Xue li membalas ucapan connie dan kepala pelayan gill dengan senyuman.


" Tuan putri, apakah anda bersedia membuka kado saya terlebih dahulu? "


Connie menbuat sebuah permintaan. Mendengarnya xue li menyetujui untuk membuka kado dari connie terlebih dahulu.


Sebelumnya Edward menentangnya bersikeras untuk membuka semua kado darinya terlebih dahulu.


Yang benar saja!!


Butuh waktu lama untuk membuka dan memeriksa semua isi kado itu.


Jadi dengan bijak Xue li memutuskan untuk membuka kado dari Connie dan kepala pelayan Gill terlebih dahulu.


Agar lebih adil, Xue li membuka kado dari kepala pelayan Gill terlebih dahulu. Di dalamnya terdapat sebuah gelang. Melihat gelang yang cantik Xue li terkesima.


Selama ini xue li tidak pernah melihat gelang dengan desain secantik ini. Modelnya begitu fresh, kombinasi warnanya juga sangat cocok. Seperti gelang yang dibuat khusus oleh profesional.


Harganya mungkin juga sangat mahal. Melihat hadiah yang di berikan oleh seorang kepala pelayan ternyata seberharga ini xue li tidak dapat menerimanya begitu saja. Dia menolak hadiah tersebut dengan baik. Dia merasa tidak enak dengan kado mewah seperti ini.


" Nona carol, anda tidak perlu mengembalikan benda ini.


Tolong terimalah. Benda ini ,..


saya membuatnya sendiri dengan membayangkan nona carol yang cantik. "


Kepala pelayan Gill mencoba menjelaskan.


Mendengar kata


' Buatan sendiri '


Xue hampir tidak dapat percaya.


Benda seperti ini sudah seperti buatan seorang pro lho. Lagi pula kalau buatan sendiri, itu artinya benda ini hanya ada satu di dunia?!


Kau pasti bercanda?!


" Memang tidak diragukan lagi,


kemampuan kepala pelayan Gill. Memang benar-benar sebuah mahakarya.


Tahun ini anda memutuskan untuk membuat gelang kah?. "


Edward yang kagum mengomentari hadiah dari kepala pelayan Gill.


" Tuan muda terlalu melebih-lebihkan.


Untuk tuan muda saya juga sudah menyiapkan hadiah spesial. "


Gill berjalan menuju arah baluran kain hitam.


Lihatlah tuan muda !


Patung ukir nona carol ekslusif bertemakan malaikat. "


Gill menarik kain hitam yang menutupi benda besar di belakangnya.


Di balik kain hitam itu ternyata ada sebuah patung setinggi 2 meter yang mirip seperti carol dalam wujud malaikat.


Sejak kapan benda itu ada di sana?! dan lagi, ini sudah bukan lagi buatan tangan manusia, ini benar-benar sebuah mahakarya !!

__ADS_1


" Gill anda memang luar biasa !


Seperti apa yang diharapkan dari seorang gill, tahun ini pun sebuah mahakarya!


Kira-kira di taruh dimana ya ?


Apa aku taruh di ruangan koleksi seperti biasanya.


Ah, khusus untukmu Gill, aku sudah mempersiapkan bonus "


Edward berfikir sambil disibukan dengan memfoto patung tersebut.


Xue li masih tidak bisa berkata-kata. Sebenarnya Gillbert itu, pelayan kan ?


" Ah , maaf connie.


Sekarang aku akan membuka kado darimu. "


Xue li mengambil kesempatan saat Edward di sibukkan dengan hadiahnya.


Xue li mulai membuka kado dari connie. Saat dia membukanya, dia menemukan sebuah ornament rambut yang sangat indah. Berkilau seperti bintang-bintang di langit.


Jangan bilang ini juga buatan tangan?


Xue li melihat ke arah connie dan mulai berfikir kalau benda ini mungkin buatan tangan connie juga?


Connie mulai tersenyum setelah menyadari tatapan tuan putrinya.


Connie bisa memperkirakan apa yang di pikirkan tuan putrinya dan menjawab


" Maaf tuan putri, saya tidak membuatnya sendiri.


Apa hal ini membuat anda kecewa ? "


Connie mulai berwajah muram.


" Tidak connie, bukan itu yang ku maksudkan.


Ornament rambut ini.., indah sekali.


Terima kasih connie "


Mendengar jawaban kalau connie tidak membuatnya sendiri membuat xue li sedikit merasa lega.


Kalau dia benar-benar membuatnya sendiri, bukan keluarga pelayan lagi namanya, tapi keluarga Jenius !!.


" Tuan putri, izinkan saya memasangkannya "


Connie menawarkan diri untuk memasangkan ornament rambut itu ke rambut Xue li.


Sebelumnya Xue li ingin mengatakannya namun dia menyerah. Tidak ada salahnya dia membiarkan connie memasangkannya kali ini.


Xue li menyerahkan ornament rambut tersebut pada connie menandakan persetujuannya.


Setelah menerima ornament rambut itu, Connie mulai menata rambut tuan putrinya dengan sangat hati-hati sampai hingga akhirnya ornament rambut tersebut terpasang pada rambut Xue li.


Luar biasa, tangan connie begitu lincah dalam menata rambut. Sadar setelah melihat pria lain menyentuh rambut adiknya, Edward merasa kesal, namun setelah melihat style rambut baru adiknya yang sangat cantik, dia melupakan kemarahannya.


" Cantik sekali,


Adikku memang cantik !


Connie, Good Job ! "


Edward mulai di sibukkan dengan pemotretan.


" Ah , aku lupa.


Aku juga sudah menyediakan hadiah untukmu Connie. "


Mendengar kata kata adiknya Edward menatap connie dengan tatapan membunuh.


" Tentu saja aku menyiapkan untuk kakak, juga kepala pelayan Gill "


Xue li menyadari hawa cemburu edward yang mengarah ke connie.


Xue li mulai mengeluarkan beberapa hadiah.


Untuk kepala pelayan gill, xue li menyiapkan sebuah bantal pijat. Kepala pelayan Gill sangat terharu mengetahui tuannya memperhatikan kesehatannya.


Untuk Edward sendiri, Xue li menyiapkan sebuah syal buatan sendiri.


" Hari semakin dingin. Semoga syal ini dapat menjaga kakak dari suhu dingin.


Jangan sampai sakit, kak "


Xue li memakaikan syal yang dia buat ke leher Edward.


" Aku senang pada niat baik adikku.


Tapi,.


Apa aku boleh menanyakan sesuatu? "

__ADS_1


Edward meminta izin bertanya.


" Hmm ? "


" Untuk ukuran sebuah syal,..


apa ini tidak terlalu panjang? "


Edward menanyakannya dengan hati-hati melihat syal yang di lilitkan ke lehernya sangat panjang seperti selendang.


" ahahaaha ,


hanya perasaan kakak saja.


Ini tidak terlalu panjang kok kak,


sungguh. "


Xue li memalingkan matanya dari edward.


" Sebenarnya,..


saat aku membuatnya dan berfikir panjangnya sudah pas, aku tidak bisa berhenti merajutnya.


Tentu saja karena aku merajutnya dengan memikirkan kakak "


Xue li membual.


Sebenarnya saat merajutnya, karena takut rajutannya akan berantakan kalau dipotong, jadinya dia meneruskan merajut sampai bola benang rajutnya habis.


Connie menahan tawanya. Edward yang menyadari kalau connie tertawa menatap tajam pada connie membuat connie membungkam mulutnya.


" Kalau untuk connie,..


Sebenarnya aku tidak ingin menyerahkannya sekarang karena belum selesai.


Tapi karena hadiah natal harus segera di berikan saat natal itu juga jadi ,.. "


Xue li memberikan sebuah kotak kado kecil ke hadapan connie.


Connie tidak menyangka kalau dia juga akan menerima kado langsung dari tuan putrinya.


Dia bergegas membuka kadonya dengan senyuman ceria di wajahnya. Di dalamnya terdapat sepasang sarung tangan rajut.


" Apa saya boleh mencobanya? "


Connie memastikan, xue li mengangguk.


Connie meletakkan kotak kado ke atas meja dan mulai memakai sarung tangan yang di berikan tuan putrinya.


Melihat apa yang di dapatkan connie, edward mulai tertawa terbahak-bahak.


Mendengar Edward yang tertawa lepas membuat Xue li sedikit kesal, dia menatap tajam kakaknya.


" Sudah kuduga,


maaf connie, aku tidak jadi memberikannya,


Aku akan menyiapkan hadiah lain secepatnya. "


Xue li mencoba meminta kembali hadiah yang diberikannya.


Tentu saja siapa yang mau sepasang sarung tangan musim dingin yang belum jadi.


Bagian satunya sudah selesai dirajut, namun bagian satunya...


pada bagian jarinya belum selesai sehingga menyisakan lubang-lubang untuk jari tangan.


" Tidak boleh ! "


Mendengar xue li yang meminta hadiahnya kembali connie menentangnya.


Ini pertama kalinya connie mengatakan tidak.


" Anda sudah memberikannya pada saya, saya tidak akan membiarkan tuan putri mengambilnya kembali.


Saya akan menjaganya dengan baik.


Terima kasih atas hadiahnya, Tuan putri "


Connie yang tersenyum terharu seperti ingin menangis karena bahagia.


Melihat connie yang seperti itu membuat xue li sedikit lega, tapi juga sedikit merasa bersalah karena dia tidak sempat menyelesaikan rajutannya.


Selain mendapatkan hadiah dari 3 orang spesial ini, hadiah lain datang bersama dengan karangan bunga besar ketika kami sedang menikmati makan malam natal.


Xue li tidak mengetahui siapa pengirimnya, namun benar tertulis nama Carol Bardsley di nama penerimanya.


Dia masih harus membuka hadiah yang dia dapatkan dari Edward. Malam natal ini akan menjadi malam yang panjang.


Waktu acara pelelangan semakin dekat. Xue li harus segera mempersiapkan diri untuk mengikuti acara tersebut.


Targetnya adalah " Green Witch Ring ". Sebuah cincin dengan batu permata hijau yang cantik.

__ADS_1



__ADS_2