Protagonist Transmigration : Its Best If I Became A Villain

Protagonist Transmigration : Its Best If I Became A Villain
Keterkaitan (6)


__ADS_3

Huang Yun xi yang menerima laporan dari prajuritnya, bergegas pergi untuk melihat siapa orang lain yang dimaksud.


Pada akhirnya Yun xi kembali ke tempat dimana mereka menemukan mayat seorang general dan monster.


Dari kejauhan dia melihat sosok seseorang yang sedang memperhatikan tempat-tempat bekas pertarungan.


Orang itu memiliki rambut coklat kemerahan yang di kuncir sebagian. Mengenakan jubah berwarna emas.


' Ternyata bukan tuan Darius ! ' Hanya sekilas Yun xi sudah dapat mengetahui kalau orang itu bukanlah Darius sama.



Pria yang sedang melihat bekas-bekas pertempuran merasakan keberadaan orang lain. Dia melihat ke belakang dan menemukan yun xi yang ingin segera pergi dari tempat itu.


" Yun xi ?


itu benar-benar kamu ? " Pria itu memanggil nama Yun xi.


" Lama tidak berjumpa, dan kamu semakin cantik saja.


Sedang dalam tugas ? " Pria itu melangkah maju mendekati Yun xi.


" Tidak sopan memanggilku hanya dengan panggilan. " Yun xi nampaknya tidak menyukai pria itu.


" Dinginnya ...


Sikapmu padaku tidak pernah berubah. Huhuhu "


Pria tersebut berpura-pura sedih.


" Ah benar, mayat general yang ada di situ.


Apa kau yang mengalahkannya ?


Jendral Perang Yun xi memang benar-benar luar biasa. "


Pria tersebut memuji Yun xi karena berpikir Yun xi yang mengalahkan general mist tersebut.


" Aku tidak tahu,


Dia sudah seperti itu saat aku tiba di sini. " Yun xi menjawab tanpa melihat ke arah pria itu.


" Hoo..


Padahal tadinya aku ingin meminta izin membawa mayat itu untuk penelitianku.


" Keluarga Lu benar-benar memiliki ketertarikan terhadap mayat ? " Yun xi marah setelah mendengar kata-kata pria itu dan langsung melihat ke arahnya.


" ?


Kenapa dengan wajahmu ? "


Yun xi yang kaget melihat wajah orang di hadapannya yang babak belur sebagian.


" Ahaha , ini ?


Darius yang melakukannya " Pria itu menyentuh bekas pukulan di wajahnya sambil mengeluh kesakitan.


" Darius sama ? Kamu melihatnya ? dimana dia ? " Yun xi yang mendengar pria itu menyebut Darius menanyakan dimana keberadaan Darius.


Rupanya Lu Xinnian dan Darius IV pergi bersama untuk menyelidiki. Sehari yang lalu mereka pergi bersama ke kota Shuura dan hendak melewati gerbang pengujian.


Hanya dengan melihat kecantikan Darius IV dia langsung diperkenankan masuk tanpa mengetahui kalau mereka semua menganggapnya wanita cantik.


Lu Xinnian akhirnya memberitahukannya mengenai situasi kota Shuura dan Darius akhirnya menyadari apa yang tidak beres.


" Lancang kamu menyuruhku menjadi seorang gadis ? "


" BUK !! "


Darius IV yang mengetahui niat terselubung dari Xinnian akhirnya memukul Lu Xinnian tepat di wajahnya.


Karena luka yang di sebabkan Darius, wajah Lu Xinnian menjadi babak belur dan penyamarannya pun terbongkar. Dia langsung dimasukkan ke penjara khusus oleh General.


Keesokan harinya tepatnya di hari ini dia merasa ada yang tidak beres di luar, itu karena terlalu sepi, seperti..


Partisi ? jadi dia bisa keluar dari penjara kemudian melihat kalau kondisi di luar sudah seperti itu.


Pantas saja saat dia berusaha keluar dia cukup merasa kesulitan karena getaran dari pertempuran.


' Aku tidak menyangka kalau aku akan tersesat di tempat seperti itu ' Lu Xinnian tidak mengatakan kenyataan kalau dia kesulitan keluar karena tersesat.


" Lalu bagaimana dengan Darius sama ?! " Yun Xi tidak ingin mendengarkan keluh kesah dari Lu Xinnian.


" Hhmm entahlah. Aku babak belur begini kenapa malah menanyakan Darius ?!


Yun xi begitu kejam !! Huhuhu " Lu Xinnian mengalihkan pembicaraan.


Mengetahui sepertinya Lu Xinnian tidak akan langsung bicara mengeluarkan Cambuk dewanya.


Lu Xinnian yang melihat Yun xi mengeluarkan cambuk dewa miliknya dapat merasakan apa yang akan dilakukan Yun xi kalau dia tidak menjawabnya.


" Baiklah, baiklah


Aku hanya tahu kalau Darius tidak ikut tertangkap.


Mungkin dia sudah kembali ? " Lu Xinnian menjawab.


" ... " Yun xi akhirnya menarik kembali cambuknya membuat jubah merahnya terkibas.


" Masuk akal " Yun xi yang menanggapi jawaban Lu Xinnian berpikir demikian.


' Tapi itu karena dia, kalau saja dia tidak mengganggu Darius sama kami pasti akan bertemu di tempat ini ! '


Yun xi menatap tajam pada Lu Xinnian.


' Yun xi, tatapanmu sangat menjelaskan apa yang sedang kamu pikirkan lho .. ' Lu Xinnian berkeringat.


" Ah benar, mengenai mayat general. Kau yang mengalahkannya ? Bagaimana bisa ? " Lu xinnian kembali ke topik.


" Aku bertarung dengan salah satu dari mereka dan malah langsung di kalahkan dengan mudah "


" Bukan aku "


Yun xi langsung menjawab.


' Kalau kau yang di kalahkan itu sudah jelas. Pasti mereka menggunakan tipuan untuk mata keranjang sepertimu. ' Dalam pikiran Yun xi.


' Ngomong-ngomong aku bukan mata keranjang lho .. ' Lu xinnian yang bisa membaca suara hati yun xi hanya dengan melihat ekspresi wajahnya.


" Tapi kalau kau mau tahu apa yang terjadi, kamu bisa menanyakan pada orang yang sedang bertarung di coloseum.


Sepertinya dia yang mengalahkannya. Aku juga melihat mayat 2 general lain di sana." Yun xi memberikan petunjuk.


" Benarkah ? Siapa orang hebat yang dapat mengalahkan mereka semua sekaligus. Sendirian ? "


' Aku juga tidak tahu, kenapa kamu tidak melihatnya sendiri. Lagi pula, entah mengapa aku seperti pernah melihatnya entah di mana dan kapan .. ' Yun xi memikirkan orang yang dia lihat sebelumnya.

__ADS_1


" Pernah melihatnya ? Dimana? "


" Lu Xinnian ! Beraninya kamu membaca pikiranku?! " Yun xi yang menyadari kalau pikirannya terbaca.


" Aku tidak membacanya, ekspresimu menjelaskan semuanya. "


' Lucunya... ' Lu Xinnian tersenyum.


■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■


Bersamaan dengan percakapan mereka, telah terjadi sesuatu yang tidak terduga di Coloseum.


" Higan dono! Jangan bunuh dia!


Host membutuhkannya dalam keadaan hidup ! "


System yang berhasil kembali mengingatkan Higan dono.


Higan dono yang tadinya ingin membunuh Bangsawan Mist dengan pedang besarnya berhenti saat hampir mengenai Arios.


Arios yang terbaring babak belur dapat merasakan aura pedang besar yang hampir menusuknya.


Higan dono memanggil kembali pedang besarnya kemudian menengok ke arah datangnya suara system.


" Apa yang nak system maksud ? Mengapa nak xue li membutuhkannya dalam keadaan hidup ? "


" Butuh banyak waktu untuk menjelaskannya, untuk sekarang saya memohon kebesaran Higan dono untuk tetap membiarkannya hidup.


Demi host ! " System bersujud di hadapan Higan dono.


" Humph ! " Higan dono menulis sebuah mantra menggunakan jari yang bercahaya.


Dia melemparkan tulisan itu ke arah Arios dan membuat Arios terikat oleh mantra itu.


" Aku akan menuntut penjelasan saat kita kembali " Higan dono mengatakannya pada System.


" Kenapa tidak langsung mengakhirinya ? Apa sekarang seorang Higan memiliki belas kasihan ? "


Tidak lama suara orang misterius terdengar entah dari mana.


Higan dono dan system mencoba melihat sekitar untuk mencari sosok orang dibalik suara tersebut namun tidak menemukan.


" Siapa Itu ?! Keluar kalau kau bukan pengecut ! " Higan dono menggertak.


" Apa anda yakin ingin mengetahui siapa saya ? Kalau begitu izinkan saya membantu menghabisi sampah itu terlebih dahulu "


Suara itu kembali terdengar.


Apa yang dimaksudnya sebagai sampah? Mungkinkah!


Higan dono melihat kearah Bangsawan mist. Dia baru menyadari dia telah kehilangan tawanannya.


" Kurang ajar ! "


Higan dono mengepal tangannya.


" JLebbb !! " terdengar seperti suara pedang yang menembus sebuah tubuh.


Higan dono tidak asing mendengar suara itu. Suara itu berasal dari atas.


Higan dono melihat ke atas dan mendapati seorang pria misterius menggunakan jubah hitam bertudung menusukkan sebuah pedang tepat ke jantung Arios.


Arios yang sekarat berusaha melihat sosok yang menusuknya.


" K.. kau ?!! Uhuk uhuk "


" Peng


khi


a


nat... " Arios terbunuh hanya dengan sekali tusukan.


Tubuh Arios akhirnya di lepas oleh pria misterius itu dan dia jatuh dari ketinggian 5 meter.


Higan dono dan system tidak percaya apa yang mereka lihat.


Saat tubuh Arios terjatuh, sebuah cahaya keluar dari tubuhnya dan melayang ke arah sosok misterius.


" Itu adalah?! "


" Higan dono! Itu adalah pecahan kekuatan milik host !


Ternyata aku tidak salah merasakannya ! "


" Siapa kamu?! Tunjukkan dirimu ! " Higan dono kembali menggertak.


Higan dono kembali mengeluarkan pedang besarnya bersiap untuk bertarung.


" Jangan panik, saya tidak bermaksud bertarung dengan anda.


Bagaimanapun juga kita pernah menjadi rekan. " Pria misterius itu kembali berbicara.


Kemudian dia melihat ke arah system.


" Jadi kamu system. Sekarang kamu sudah memiliki wujudmu.


Bagaimana dengan kabar hostmu? " Pria itu bertanya dengan akrab.


" Host ? "


' Dia mengenal host ? Siapa dia ?! '


System memikirkan dalam-dalam, memperkirakan siapa pria itu. Bagaimanapun dia memiliki feeling kalau pria itu bukan rekan.


" Begitu ya,..


Sepertinya dia baik-baik saja.


Dan sepertinya dia masih berusaha mengumpulkan kepingan ingatan dan kekuatannya. " Pria itu kembali berbicara.


System yang mendengar ucapan pria itu tidak percaya. Bagaimana dia bisa tahu mengetahui apa yang dilakukan hostnya belakangan ini.


" Kembalikan ! Benda itu adalah milik host! " System berteriak.


" Memang benar ini miliknya. Tapi..


Maaf saja, aku tidak akan membiarkan kepingan kepingan ingatan dan kekuatan kembali padanya. " Pria itu menggenggam kepingan bercahaya itu dan cahayanya menghilang.


" Kurang ajar !


Siapa kau sebenarnya ? " Higan dono mencoba menyerang dengan menerbangkan pedang besarnya.


Hanya saja, sangat disayangkan pria itu berhasil menghindar. Efek dari lemparan pedang besar itu hanya membuat tudung hitam pria itu terkibar sedikit memperlihatkan sedikit wajah dari pria misterius itu.


" !!! Tidak mungkin !! " Higan dono yang melihat sedikit wajah dari pria misterius itu sepertinya mengenal wajah itu.

__ADS_1


" Wajah itu ?


Tidak mungkin! Harusnya dia sudah mati ! " Higan dono mencoba menenangkan diri, dia memanggil kembali pedang besarnya.


" Kau salah, aku belum mati. "


Pria itu meletakkan tangannya pada tudung hitamnya dan mulai membuka tudungnya memperlihatkan wajahnya.


Wajah yang sangat tampan, juga terlihat cantik. Meskipun dia mengenakan sedikit topeng di mata kirinya, tidak menutup kenyataan kalau dia memiliki wajah yang cantik. Rambut birunya sebiru langit, berkibar tertiup angin dan berkilau seperti lautan. Matanya biru sebiru lautan dalam.


" Darius sama ?! " System mengenali wajah itu, tapi entah mengapa, dia merasakan hal lain dari orang itu.


Perasaan ini? Perasaan yang sama seperti sosok orang di balik kabut yang menyerang host secara diam-diam saat beliau sedang bertarung dengan rubah hitam.


" Bukan!


Dia adalah pendahulu darius yang sekarang,


Darius III " Higan dono menjelaskan dengan yakin.


Awalnya dia tidak yakin, tetapi setelah melihatnya lebih jelas, dia mulai yakin siapa pria misterius itu.


" Sungguh suatu kehormatan, masi di ingat oleh seorang Higan dono " Pria misterius itu tersenyum.


" Apa yang sebenarnya terjadi?! Seharusnya kamu sudah mati ! " Higan dono menggenggam erat pada gagang pedang besarnya.


" Kenapa anda begitu kaget ? Bukankah seharusnya anda senang kalau saya masih hidup ? " Darius III tersenyum sambil melihat ke arah Higan dono.


" Oh aku lupa.


Siapapun tidak akan merasa senang kalau mengetahui.


Orang yang berusaha dia bunuh, ternyata masih hidup. hahaha "


Darius III tertawa.


System mendekati higan dono.


" Higan dono.


Orang itu, dia yang memaksa host memencarkan ingatan dan kekuatannya.


Aku tidak memiliki bukti, tapi aku yakin kalau dia..


Adalah orang yang sama " System mulai mengatakan apa yang ingin dia beritahu pada Higan dono.


" Apa yang sedang kamu rencanakan ?!


Apa yang kamu inginkan dari pecahan ingatan dan kekuatan nak Xue li ?! " Higan dono ingin memastikan sesuatu.


" Tentu saja, Anda pasti sudah memiliki petunjuk sebagai jawaban.


Sebenarnya aku ingin berbincang lebih lama, tetapi..


Aku tidak dapat berlama-lama disini.


Masih banyak yang harus ku persiapkan. " Darius III membalikkan badannya.


Higan dono kembali melemparkan pedang besarnya ke arah Darius III, namun pedang itu terhenti dan bergetar hebat saat akan mengenai Darius III.


" Agresifnya..


Aku tidak ada mood bertarung denganmu.


Ah aku melupakan sesuatu.


Rubah kecil yang di sana, kuharap kamu dapat menyampaikan salam dariku untuk tuanmu "


Darius sama meninggalkan tempat itu dengan memasuki sebuah lubang hitam.


" BOOOMMMM ! "


Setelah kepergian Darius III pedang besar milik higan dono melanjutkan arah serangannya dan akhirnya jatuh ke tanah dan membuat lubang dan suara benturan yang cukup besar.


System bersembunyi di belakang Higan dono untuk menghindari efek kerusakan yang terjadi karena pedang besar itu.


" Apa yang terjadi ? " Lu Xinnian dan Yun xi yang baru saja tiba kaget dengan getaran besar yang terjadi.


Mereka melihat ke arah asal getaran dan melihat sesuatu tertutup debu yang sangat tebal.


" Benda itu ?! " Lu Xinnian kaget saat melihat benda yang mulai telihat setelah beberapa saat debu mulai menipis.


Dia melihat sebuat pedang besar dengan satu mata dan memiliki corak dan ukiran merah di sisi tumpulnya.


" Chihongsu ?! " Pedang merah itu bernama Chongsu. Pedang terkenal yang dimiliki oleh salah Raja neraka, Higan.


" Kalau begitu orang yang itu ? "


' Tidak salah lagi, dia adalah raja neraka yang cukup terkenal. Higan dono


Apa yang beliau lakukan di tempat seperti ini ?! '


Yun xi memang tidak mengenal jelas tentang orang yang dia lihat, tapi dia mengetahui dengan jelas pedang besar yang terkenal itu.


Dia jadi memiliki gambaran, siapa sebenarnya orang itu.


Pada akhirnya Lu xinnian dan Huang Yun xi memberikan penghormatan pada Higan dono. Namun Higan dono mengabaikan mereka.


Sepertinya suasana hati Higan dono sedang buruk. System membantu menjelaskan pada Yun xi dan Xinnian.


Setelah itu Lu xinnian meminta izin untuk mendapatkan sample dari para general dan bangsawan untuk dijadikan bahan penelitian. Dia juga menanyakan mengenai mayat general yang ada di luar.


' Connie ? Dia berhasil mengalahkan satu general ? ' System awalnya kaget, tetapi dia kemudian menjelaskan kalau mereka semua dikalahkan oleh Higan dono untuk menutupi keterlibatan TWIS.


" Kalau begitu aku boleh membawa mereka untuk penelitian ? Higan dono ?! " Lu Xinnian meminta izin.


Higan dono hanya mengangkat satu tangannya tanpa membalikkan badan ke arah Lu Xinnian.


" Terima kasih !


Kalau begitu saya tidak akan sungkan " Lu Xinnian melihat ke arah beberapa mayat kemudian menyeterukan.


" Chain "


Tiga buah kertas mantra di keluarkan dan dilemparkan menuju ketiga tubuh tersebut.


Hanya saja, ternyata masi ada satu general yang masih hidup! Dia berpura-pura mati untuk menghindari luka lebih besar dari melawan Higan dono.


Suzan menghindari kertas mantra dan dengan segenap tenaga dia pergi melewati gerbang dimensi yang ada di belakangnya.


" Kejar ! " Yun xi yang melihat kejadian itu menyuruh pasukkannya untuk mengejar.


Lu xinnian juga ikut pergi mengejar setelah mengikat 2 mayat lainnya dengan mantra pengikat.


System beralih ke Higan dono, namun higan dono tidak bereaksi. Jadi system mengikuti arah kaburnya general itu.


' Ternyata gerbangnya ada di sana ! ' System mengingat gerbang yang di maksud pria dari penjara.

__ADS_1


Setelah mereka memasuki gerbang, mereka memukan kalau mereka berasa di tempat lain. Sejauh mata memandang, mereka hanya melihat kumpulan mist jenis Naga di sekitar mereka.


__ADS_2