
Keesokan harinya sesuai dengan rencana, kelompok mereka melanjutkan perjalanan menuju ke dalam hutan desa Houye.
Dari desa membutuhkan sekitar 20 menit perjalanan hingga mereka sampai diperbatasan desa dan hutan.
Hutan itu begitu lebat dan terlihat sedikit menyeramkan. Sebelum tiba di sana, tim mereka kesulitan menemukan hutan karena kabut yang cukup tebal. Beruntung mereka mengikuti arahan dari penduduk desa sebelum pergi.
Benar saja, tempat ini bukanlah tempat yang dapat dikunjungi manusia biasa. Sepertinya kabut yang menghalangi tadi merupakan kabut buatan yang sengaja dibuat penduduk desa untuk mencegah orang masuk ke hutan
Setelah mereka melewati kabut mereka sampai tepat di depan perbatasannya. Tidak ada cahaya. Hanya ada kegelapan di tempat itu. Meskipun hari itu matahari sudah terbit, cahaya matahari tidak dapat menembus kelebatan hutan itu.
Tempat itu benar-benar tempat yang sangat cocok untuk para mist bersembunyi.
" Kalian harus dapat menjaga diri kalian masing-masing. "
Jian yi fan memperingatkan. Akhirnya mereka mulai membuat formasi dengan Jian yi fan di depan, di susul dengan jian yi su lalu hong man dan jian yi an berjapan berdampingan.
Formasi tersebut adalah formasi yang telah ditentukan sebelum mereka pergi dari desa. Tujuannya adalah untuk melindungi healer sebagai prioritas utama.
Tidak lama mereka masuk ke dalam hutan, Jian yi fan menemukan beberapa mist kecil yang menampakkan diri di hadapannya.
Itu adalah mist jenis tikus, tanpa ragu dia mengeluarkan pedang spiritualnya dan menyerang kumpulan mist itu.
Seluruh mist harus di musnahkan, tanpa terkecuali. Itu adalah tekat jian yi fan dalam ekspedisi kali ini.
Setelah beberapa lama hanya menemukan mist jenis kecil, jian yi fan merasa sedikit lega. Mereka tidak menemukan mist yang memiliki daya ancam tinggi. Dia mulai menganggap apa yang dikatakan kepala desa hanya melebih-lebihkan.
" Mist yang memiliki kemampuan berkembang? "
Meskipun Jian yi fan sedikit lega namun dia tidak bisa mengabaikan apa yang dikatakan kepala desa. Kemungkinan mist jenis itu muncul di sini memang kecil. Bukan berarti tidak mungkin. Dia harus tetap waspada terhadap ancaman yang mungkin akan membahayakan nyawa timnya.
Setelah beberapa jam, mereka hampir menjelajar seluruh hutan. Meskipun sejak tadi mereka hanya melihat kegelapan, mereka sadar kalau saat itu kemungkinan sudah malam.
Jian yi fan memutuskan untuk tidak meneruskan menerobos ke dalam hutan dan menyarankan untuk bermalam mencari tempat berlindung yang aman.
Jian yi fan mengeluarkan beberapa buah kerikil yang dia simpan dalam sebuah kantong kain yang ia bawa lalu menempatkan kerikil tersebut dan menatanya di tempat mereka memutuskan beristirahat.
Dia menusun kerikil dalam formasi lingkaran dengan enam buah kerikil mengitari sebuah kerikil yang besarnya cukup besar sekitar dua kali besar kerikil kecil.
__ADS_1
Setelah menyusunnya dalam formasi, dia menempelkan jari tengah dan telunjuk kanannya dengan jari lainnya menekuk, lalu membaca sebuah mantra dan mengayunkan tangannya.
Itu adalah mantra pelindung. Dengan memanfaatkan formasi kerikil di tengah, Dia membuat sebuah Array di sekeliling mereka. Dengan begitu, mereka tidak perlu takut kalau ada mist yang mengganggu waktu istirahat mereka.
Setelah memasang array, jian yi fan pergi keluar wilayah perlindungan untuk mencari kayu bakar.
Awalnya yi an dan hong man ingin mengikutinya, namun mereka tidak jadi dan membantu kakak yi su menyiapkan tempat untuk perkemahan mereka.
Mereka merapikan beberapa benda kotor di tanah, lalu menggelar beberapa tikar kecil untuk beristirahat. Mereka tidak memerlukan atap di tempat itu, itu karena kelebatan hutan itu sudah seperti atap yang akan melindungi mereka dari cuaca tidak terduga.
Tidak lama jian yi fan kembali membawa beberapa balok kayu bakar. Bukan hanya kayu bakar, beliau berhasil kembali membawa seekor rusa kecil yang sudah tidak bernyawa.
Melihat itu, Hong man langsung menghampiri jian yi fan dan membantunya membawa beberapa kayu bakar.
" Tuan muda fan ! Anda sangat berbakat berburu dalam waktu sesingkat ini. "
Sambil tersenyum Hong man membawa kayu bakar untuk di nyalakan.
" Kakak ketiga, izinkan yi an membantu. "
Jian yi an bermaksud membantu yi fan menyiapkan buruan yang di panggul yi fan di punggungnya.
Jian yi su yang baru saja selesai menggantung teko air kecil di atas perapian yang sudah dinyalakan Hong man mulai bangun dan menghampiri yi fan dan yi an.
Hong man juga tidak ingin kalah, setelah selesai menyalakan api Hong man juga berdiri menghampiri yi an lalu menaruh tangan kanannya ke bahu yi an.
" Tuan muda An, hari ini kita benar-benar akan makan besar!
Lihat yang di bawa Tuan muda Fan, itu adalah rusa! Rusa! "
Hong man mengulangi dan terdengar sangat gembira karena dia akan segera menikmati kelezatan daging rusa yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
Yi su menyiangkan rusa tersrbut dengan kemampuan pisau kecilnya. Dengan jari jari lentiknya, meletakkan pisau kecil di kedua tangannya kemudian dia memotong seekor rusa tersebut dengan sangat cepat tanpa meneteskan setetes darahpun. Itu merupakan kekuatan yang luar biasa.
Dengan lihai dia menyeset bagian demi bagian dari kulit rusa, memisahkannya dari bagian dagingnya dan tidak membiarkannya mengeluarkan darah segar dengan menggunakan teknik dalam di setiap sesetan menguncinya setelah memotongnya.
" Woahhh "
__ADS_1
Hong man merasa sangat kagum melihat teknik itu. Teknik itu adalah sesuatu yang sangat mengagumkan, hebat dan juga indah.
" Fan "
Yi su memanggil jian yi fan mengisyaratkan semua persiapan sudah selesai. Jian yi fan menyusun bagian-bagian dari daun di tanah, merangkainya menjadi sebuah alas. Lalu daging-daging yang berhasil di potong dengan halus, jian yi su meletakkannya ke atas susunan daun tersebut.
Setelah selesai memisahkan semua daging dengan kulit dan tulang, jian yi su meletakkan kembali kedua pisau kecilnya ke sarungnya yang dia ikat di samping pinggannya.
Hong man yang tadinya duduk berdua dengan jian yi an mulai berdiri dan bermaksud mendekat membantu mereka memindahkan daging untuk di bakar. Namun sesuatu yang tidak terduga terjadi.
Tiba-tiba saja ada sebuah getaran hebat dari dalam tanah. Lalu dengan suara " Wuzzzz " sebuah sosok besar melesat dari tanah ke atas menghancurkan tanah yang menjadi jarak posisi antara yi su dan yi fan dengan yi an dan hong man.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
" Kakak yi su, aku akan datang membantumu "
Ketika Hong man berdiri dan hendak menghampiri tempat Jian yi su yang selesai menyiapkan daging rusa, tiba-tiba saja sosok besar muncul dari dalam tanah. Itu adalah sosok seekor ular yang sangat besar. Tidak, itu bukan ular melainkan seekor cacing yang besarnya hampir sama dengan besar sebuah pohon besar.
" Yi an, Hong man! Menyingkir dari sana ! "
Jian yi fan yang menyadari gelagat monster yang mencurigakan memperingati yi an dam hong man.
Benar saja, tidak lama setelah kemunculannya, cacing itu menjatuhkan tubuhnya ke tanah tempat jian yi an dan hong fan berdiri. Untung saja mereka mendengarkan peringatan dari jian yi fan dan segera menyingkir dari posisi, mengambil jalur memutar untuk kembali ke formasi.
Hanya saja sangat disayangkan, Hong man yang malang. Ketika dia berlari mencari jalan memutar, pergerakan cacing raksasa itu tidak berhenti saat berhasil mengguncang tanah dengan tubuhnya, dia juga menggerakkan ekornya yang kebetulan membelok mengarah rute pelarian hong man dan " Bruk!! " Ekor tersebut menghantam tubuh Hong man dan membawanya terbang menghantam sebuah pohon besar yang membuatnya mulai memuntahkan seteguk darah.
" Tuan muda Hong! "
Melihat kondisi itu, jian yi fan tidak gegabah langsung menghampiri, dia melihat situasi dan ketika dia yakin jian yi an sudah berada di posisi, dia menyuruh yi an dan yi su pergi menyelamatkan Hong man dengan menggunakan dirinya sendiri sebagai umpan.
Yi su mengerti apa yang di perintahkan yi fan, dia kemudian menggenggam tangan yi an dan berlari setelah jian yi fan bergerak mengalihkan perhatian cacing raksasa itu.
" Clang Clang ! " Suara gesekan pedang dengan tubuh cacing raksasa itu.
Jian yi fan merasakan tubuh monster itu begitu keras seperti baja yang berhadapan dengan pedangnya.
Tidak perlu memprovokasinya terlalu lama, cacing raksasa itu benar-benar sudah terfokus dalam pertarungan melawan jian yi fan.
__ADS_1
" CLANG CLANG " Jian yi fan menyerang dan kemudian mundur mencari titik lemah dari monster itu.
Menyerang dari sudut manapun, monster itu tidak tergores oleh pedang spiritual milik jian yi fan, itu menandakan mist jenis ini memiliki pertahanan yang sangat kuat. Bukan hanya pertahanan, dia juga memiliki gerakan yang sangat agresif.