Protagonist Transmigration : Its Best If I Became A Villain

Protagonist Transmigration : Its Best If I Became A Villain
Treason (4)


__ADS_3

Berita mengenai runtuhnya dunia dalam sistem yang menjadi kabar duka meninggalnya pemilik dunia sistem menyebar dengan sangat cepat.


Tidak ada yang tahu penyebab sebenarnya. Mereka hanya tahu rumor yang mengatakan kalau pemilik dunia sistem membunuh putri sulung kaisar surga tingkat 5 karena pertarungan hebat.


Apakah pemilik dunia sistem menderita luka berat karena pertarungan itu juga sehingga dia juga tewas ? Namun ada juga rumor yang mengatakan kalau pemilik dunia spatial belum mati. Itu karena tidak satupun bukti menunjukkan kematian pemilik dunia spatial.


Tentu saja rumor tidak terbantahkan bahwa dimensi ruang dan waktu telah runtuh menandakan bahwa pemiliknya sudah tiada.


Setelah hari dimana Darius II berhasil melarikan diri dari reruntuhan sistem, dia kembali ke istananya membawa putri xue yan bersamanya.


Dia mengingat bagaimana buruknya keadaan mireuk. Mengapa dia melakukan hal seperti itu. Dia merasa sedikit bersalah karena sedikit banyak dialah orang yang menekan Mireuk. Meski dia ingin bersama Mireuk sampai dengan kondisinya membaik itu mendapatkan pertentangan dari Miryang.


" Ini bukan tanggung jawab anda.


Anda bisa tenang. Bawa anak itu dan pergi dari sini.


Mulai dari sini serahkan padaku. " Ucap Miryang menyuruh Darius II untuk segera meninggalkan mereka.


Tidak ada yang bisa Darius II lakukan di sini, jadi dia memutuskan untuk kembali ke kediamannya.


" Tunggu sebentar, yang mulia Darius II " Suara lemah Mireuk menghentikannya.


" Yang mulia ? "


" Mireuk "


Darius II berbalik menuju ke samping kasur mireuk yang sedang berbaring.


" Yang mulia Darius II,


Seperti yang anda ketahui, kalau yan er


melakukan tabu untuk membersarkan anaknya. " Mireuk mulai menjelaskan.


" Aku positif, bahwa saat ini tidak ada yang mengetahui berita kehamilan yan er selain anda. Apa itu benar? " Ucap mireuk.


" ... " Darius II mencoba menelaah kata-kata mireuk.


Berita kehamilan Xue yan ?


Itu benar, tidak ada yang mengetahui kehamilan xue yan. Kalau Darius II tidak secara kebetulan menemukan xue yan. Saat itu pasti ...


Selain xue yan memaksakan waktu pada anaknya, dia juga memaksakan waktu pada kehamilannya menyebabkan ketidak stabilan energinya.


Itu berarti.


" Saat ini hanya beberapa orang yang mengetahui rahasia ini? "


Darius II menganggukkan kepalanya.


" Aku harap kamu mampu menyembunyikan rahasia ini dengan baik. "


Uhuk Uhuk, mireuk mulai batuk darah. Miryang membantunya membersihkan darah kotor yang keluar.


" Pada situasi ini, aku tidak ingin membiarkan siapa pun mengetahui identitas anak itu, terutama aku tidak ingin beberapa petinggi mengetahuinya. "


Darius II menganggukkan kepala. Dia sedikit paham situasi yang belakangan ini di alami Xue yan. Itu pasti berhubungan dengan identitas pria yang menghamili Xue yan. Tidak banyak identitas yang cocok dengan situasi ini.


" Apa anda mengetahui siapa ayah sebenarnya dari anak ini ? " Darius II bertanya, namun mireuk hanya diam.


" Apakah sulit untuk menebak? Sejak awal tidak banyak pilihan untuk tebakan ini " Setelah beberapa saat terdiam mireuk mulai tertawa.


" ... "


" Namun hanya ada satu orang yang sangat kuharapkan kalau dia bukan orangnya. Itu sebabnya kita harus merahasiakan tentang kelahiran anak ini. " Jelas Mireuk dengan wajah pucat.


" Dan satu hal lagi. Aku akan menyuruh sisa clansmenku untuk menjemputnya. Mereka adalah immortal yang masih tinggal di dunia mortal. Sampai mereka tiba, tolong lindungi anak itu " Ucap mireuk.


" Aku mengerti. " Darius II mengangguk.


Kemudian Mireuk menatap miryang yang membantunya di sampingnya.


" Aku tahu apa yang harus kulakukan "


Miryang yang mendapati maksud tatapan mireuk mulai mengeluarkan sebuah pandant.


" Ini adalah ? "

__ADS_1


" Spirit fox pandant "


" Apa ? Bagaimana anda bisa memiliki ini ? "


" Ini sangat berguna suatu hari nanti. Aku ingin kamu membantuku menyegelnya di tubuh anak itu. Setelah saatnya tiba, dia akan dikenali sebagai pemilik baru dunia spatial dan akan menemukan pecahan lainnya. " Jelas Miryang.


" Tapi bagaimana bisa? bukankah ini "


" Percaya atau tidak, ada rahasia yang sangat terjaga mengenai dunia dalam sistem yang hanya di turunkan kepada keturunan khusus. Dan hanya keturunan khusus yang dikenali dunia dalam sistem sebagai tuan.


Anak itu adalah keturunan langsung Xue yan, aku yakin dia pasti akan mewarisinya suatu hari nanti.


Atau tidak sama sekali " Dengan senyum pahit.


" Tolong segel ini, pada anak itu. " Permintaan Mireuk.


" Saya mengerti "


Darius II menerima sebuah pandant berbentuk bola dengan patung tubah kecil di dalamnya yang terlihat seperti bergerak kemudian meninggalkan ruangan itu, membawa anak kecil yang masih tertidur lelap dan kembali ke kediamannya.


Setelah kepergian Darius II, Miryang menatap mireuk dengan tajam.


" Lalu bagaimana dengan mu ? "


Dengan senyuman pahir mireuk menjawab.


" Apa yang bisa kulakukan lagi selain menunggu kematianku?


Kamu masih bertanya padahal kamu sudah tahu itu. "


Mireuk hanya sedikit memperlambat biaya probabilitas yang menggerogoti tubuhnya. Sekarang yang bisa dia lakukan hanya melihat tubuhnya yang tergerogoti probabilitas sampai titik darah penghabisan.


Miryang membuka selimut yang menutupi tubuh mireuk. Dia mulai dapat melihat probabilitas sudah menggerogoti 3/4 bagian tubuhnya. Melihat hal itu miryang hanya dapat menggertakkan giginya.


Mireuk juga tersenyum pasrah melihat kondisi dirinya.


Setidaknya dia tidak perlu mederita sakit lagi akibat itu. Setelah dia berhasil di lahap probabilitas seutuhnya..


Setelah itu..


" Aku tidak bisa merasakannya. Ini aneh. Aku sama sekali tidak merasakan sakit. Aku sudah tidak dapat merasakan apapun ".


Mireuk tertawa. Barusan dia batuk darah, dia masih merasakan sakit sebelum itu, namun sekarang ? Tawanya mulai di iringi oleh air mata yang tiba-tiba saja menetes dari pipinya.


" Setidaknya masih ada satu hal yang bisa ku coba "


Miryang menarik wajah mireuk lembut dengan satu tangannya.


" Aku tidak akan membiarkanmu mati.


Setidaknya sampai kamu membayar semua hutangmu padaku. Aku tidak akan membiarkanmu mati dengan damai sampai dendamku terbalaskan ". Ucap miryang langsung menyentuh bibir basah mireuk dengan bibirnya.


[ Soul devouring technique ]


Mireuk yang kaget berusaha melepaskan diri dari miryang namun gagal karena saat itu dia tidak memiliki bagian tubuh untuk mendukungnya melepaskan diri.


Setelah teknik itu sukses, Miryang melepaskan tubuh mireuk yang kini hanya tinggal cangkang dan dengan cepat itu berubah menjadi pasir hitam kemudian menyebar dan menghilang.


Miryang terdiam sebentar memandangi tempat tidur yang telah kosong.


Belum lama, dia masih melihat sosok seseorang yang memiliki paras yang sama dengannya. Namun saat ini dia sudah menghilang.


Miryang mulai menyentuh jantungnya.


Jantungnya berdebar-debar dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Dia hanya tersenyum karena dia tahu, ini adalah detak jantung dua orang.


" Aku harap kamu bisa tenang sementara sampai aku dapat menyesuaikan diri "


Namun setelah senyumannya tiba-tiba wajah miryang mulai pucat, dia mulai batuk darah. Matanya mulai membelalak merasakan sakit yang luar biasa di sekujur tubuhnya. Tubuhnya serasa di tarik ke ratusan bahkan ribuan juta arah, kepalanya pusing dan dia mulai merasa mual,


" Hoi hoi, bohong bukan, aku sudah menekan sisa jiwanya dengan kekuatan kutukan namun masih bisa merasakan rasa sakit seperti ini?!


Inikah biaya probabilitas yang di terima si bodoh itu ? "


Miryang membanting tubuhnya ke lantai, dia mulai berguling guling dengan tangan kanan di jantung dan tangan kiri menekan kepalanya.


Beberapa perabotan yang ada di meja mulai jatuh karena benturan tubuh miryang yang menggeliat.

__ADS_1


Karena kegaduhan pelayan miryang memasuki ruangan dengan panik.


" Yang mulia ? " Dia berlari mendekati miryang.


" Arrggghhhh " Miryang mulai berteriak beriringan dengan teriakan pelayan miryang yang panik melihat keadaan tuannya yang kacau.


Miryang menggenggam tangan pelayannya dengan erat menyuruhnya untuk segera memindahkannya ke ruang pengasingannya.


Dengan sigap pelayan tersebut mengeluarkan kertas teleportasi dan membawa miryang ke ruang pengasingannya.


#################################


Sesuai janji, Darius II membawa anak perempuan Xue yan ke kediamannya.


Saat diperjalanan Darius II menanyakan beberapa hal kepada anak itu, Siapa namanya dan berapa umurnya. Kemudian anak itu menjawab bahwa namanya Xue li, 6 tahun.


Darius II sempat menanyakan detail lain, namun anak itu hanya menggelengkan kepalanya. Sepertinya Xue yan telah lebih dahulu menghapus ingatan anak ini. Tapi bahkan menghapus ingatan tentang dirinya sebagai ibunya sedikit...


" Xue li, nama yang cantik. [ seperti ibunya ]. Ingin ikut bersama paman ?


Paman berjanji akan merawat li li dengan baik " Darius II mengulurkan tangannya.


" Paman, apakah paman mengenal orangtua xue li ? "


" ...


maksudmu ayahmu ? "


Xue li menggelengkan kepalanya.


" Mama, Xue li ingin melihat mama. Xue li selalu bermain bersama mama, tapi aneh xue li tidak bisa ingat mama " Anak itu mulai meneteskan air matanya.


" Mama bilang xue li tidak boleh menangis, kalau menangis xue li anak nakal.


Mama tidak suka anak nakal. Apa karena xue li nakal makannya mama pergi ? "


" ... "


' Hhmm.. Rasanya pahit. Ini pertama kalinya aku berurusan dengan anak kecil. Apa yang harus kulakukan untuk situasi seperti ini? '


" Paman, apa paman bisa bantu xue li melihat mama ? "


Darius II meletakkan dua jarinya ke dahi xue li, menempatkan mantra pada anak itu.


Xue li mulai tertidur dan Darius II merangkulnya.


" Bukan, mulai sekarang kamu bukan lagi Xue li putri Xue yan. Akan lebih baik kamu melupakan segalanya dan memulai dengan identitas baru. Tapi aku tidak akan membuang namamu.


Xue li. Itu nama yang bagus anak kecil " Darius II membawa Xue li ke kediamannya.


Di kediaman beberapa pelayan kaget melihat majikannya membawa seorang anak kecil. Bertanya-tanya siapa dia.


Darius II mengatakan, dia adalah anak dari rekan yang menitipkannya padanya. Dia mengatakan mereka akan datang untuk menjemputnya nanti, jadi sementara anak ini akan tinggal di sini. Namanya Xue li.


Setelah Xue li bangun, dia mulai di layani oleh pelayan dengan sangat baik sebagai tamu kemuliaan.


" Namamu Xue li, dan kamu adalah putri teman dekatku " [ itu kebenaran ]


Meskipun sedikit linglung namun Xue li lebih dengan cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Terutama dia mulai menyukai Darius II yang selalu menemaninya bermain sebagai bukan orang asing lagi.


#################################


Saat ini, baik istana surga, neraka maupun alam baka mulai dilanda kekacauan besar. Sebagian besar kekacauan itu disebabkan oleh perang melawan Mist yang membuat sakit kepala.


" Kalau saja pada rapat waktu itu mereka memikirkan tentang perjanjian yang di ajukan Mist, tidak akan terjadi seperti ini. "


Kaisar Enyama mulai merasa kesal. Itu karena pihak yang terus menerus diserang oleh mist, sebagian besar adalah wilayahnya.


" Apa kerugian dari meminjamkan setiap roda renkarnasi hanya sekali? Kalau mereka memberi kesempatan untuk mendiskusikannya, mungkin juga kerugiannya tidak akan sampai pada tingkat ini. "


Para mist masih mengincar setiap roda renkarnasi itulah sebabnya beberapa istana langit dan neraka menerima serangan pasukan mist untuk merebut paksa roda renkarnasi dari tangan pemiliknya. Mereka yang tadinya hanya menginginkan beberapa wilayah di alam baka mulai menginginkan lebih. Saat ini beberapa wilayah di alam baka telah memasuki status perang. Kalau terus seperti ini....


Alam baka bisa hancur.


Atau Enyama yang harus terus memulihkan wilayahnya akan mulai kehabisan energi dan mati.


Enyama menggertakkan giginya.

__ADS_1


__ADS_2