
Istana Surga Tingkat 9.
Seorang pria berambut putih bermata emas masuk ke sebuah ruangan.
Ruangan itu berantakan dengan banyak pecahan beling berserakan di lantai.
" Yan er. " Pria itu menyebut nama gadis familiar di depannya.
Gadis berambut keunguan seindah langit malam dan bermata amethys itu langsung berlari memeluk pria itu. Dia meneteskan air mata meski tanpa ekspresi.
" Siapa di sana ?! " Tiba-tiba terdengar suara penjaga di luar yang menemukan orang mencurigakan masuk ke wilayah istana surga tingkat 9.
" Hydra. " Dia memanggil kontraktornya. Tanpa di beritahu, itu menyuruh Hydra untuk menyelidiki apa yang terjadi, dan menangkap orang yang bersangkutan ke hadapannya.
" Hisui menghadap yang mulia Chu ye Jun. Kaisar surga Tingkat 9 yang Agung. "
" Kau masih di sini ? " Chu ye Jun melihat ke arah pintu yang baru saja di lewatinya. Di luar seorang pria berambut coklat bermata hijau berdiri memberi penghormatan.
" Yang mulia. Di luar sana saya menjadi buronan, bagaimana bisa saya pergi pada situasi seperti ini. Mohon yang mulia memberikan perlindungan.
Bagaimanapun, jika bukan karena saya, gadis tercinta yang mulia, Xue yan.
Saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi di istana surga tingkat 5 kemarin.
selain itu. Alasan saya menjadi buronan saat ini itu juga karena perintah yang mulia yang menyuruh saya mencuri item dari tangan kaisar neraka tingkat 5 dan Alam baka sehingga anda dapat dengan lancar menghidupkan kembali Xue yan." Hisui yang bersilat lidah, ada sedikit ancaman yang bercampur dengan kata-kata indahnya.
' Haha, Dengan berada di sisi orang ternama di istana surga tingkat 9, aku baru akan merasa aman.
Bagaimanapun, dia tidak akan bisa membuangku. Aku mengetahui rahasianya. Dia mangsa yang mudah aku manfaatkan. ' Pikir Hisui.
' Dia ingin membuatku berpikir kalau dia adalah benefaktorku sehingga aku tidak akan mudah membuangnya?. ' Chu ye Jun sedikit tersenyum.
" Lakukan sesukamu. Tapi ada satu hal yang harus selalu kamu ingat.
Bekerja keras untukku. Aku tidak akan menahan seseorang yang tidak bekerja, seseorang yang tidak berguna. "
" Anda tidak perlu khawatir.
Saya paham betul akan posisi saya " Hisui menggunakan kekuatannya untuk menyingkirkan seluruh pecahan beling yang berserakan.
Chu ye Jun menggendong Xue yan dan membawanya ke kasur tidak jauh dari tempat itu. Dia menyentuh kaki Xue yan, mengobatinya dengan mantra penyembuhan. Saat itu Xue yan sudah tertidur.
" Singkirkan semua barang yang terbuat dari cermin dan kaca." Perintah Chu ye Jun kepada pelayan istana.
" Kakau begitu, saya Hisui undur diri, Semoga istirahat anda menyenangkan.
Yang mulia " tersenyum.
Wajah Chu ye Jun membeku setelah melihat Hisui pergi dari hadapannya. Dia berpikir kalau dia juga harus menyingkirkan satu pengganggu lagi.
" Hisui. Dia membuatku kesal karena wajahnya yang mirip dengan orang itu. ( Higan ) "
__ADS_1
Tidak lama kemudian.
" Kau memanggilku ? Apa ?
Aku belum selesai menangkap penyusup sialan itu. " Hydra kembali ke rekan kontraknya.
" Hanya menangkap penyusup, sepertinya kau sudah semakin tua. " Kecam Chu ye jun.
" Hah ?! Kata-katamu. Apa kau meragukan kemampuanku ?! " Mendengar kata 'tua' dari mulut kontraktornya sedikit membuatnya kesal. Namun sejak tiba dia memang sudah kesal. Ada orang yang membuatnya kesal.
" Penyusup itu, dia terluka, namun masih bisa lolos dari kejaran naga Agung Hydra.
Apakah ini berarti, Pemilik dunia spatial terlibat ? " Chu ye Jun berkesimpulan.
" Hah? jadi karena itu kau segera menarikku kembali? "
Bisa Lolos dari kejaranku. Masuk akal, Itu berarti dia memasuki lubang tikus. Bermain kejar-kejaran denganku? Menarik. " Hydra memikirkan kesimpulan Chu ye Jun.
" Kalau memang pemilik dunia spatial memang benar terlibat. Apa tujuannya?
Apakah tujuannya adalah untuk Xue yan ? " Chu ye Juh berspekulasi.
" Dari pada itu. Bukankah ada yang lebih penting dari itu?
Informasi mengenai pemilik dunia spatial saat ini sangat rahasia dibanding saat Xue yan menjabat sebagai pemilik dunia spatial. "
Hydra berjalan menuju ujung kasur tempat Xue yan berbaring. Dia mendekatinya dan menyentuh rambut indah milik Xue yan.
" Tujuannya adalah Xue yan ? Jangan membuatku tertawa.
baik wajah, jenis kelamin, bahkan nama, informasi terkecil seperti itu tidak diketahui.
Selain sejak 7000 tahun orang itu menjabat sebagai pemilik dunia spatial, informasi lainnya tidak diketahui.
bahkan mereka yang pernah melakukan pertukaran dengan dunia spatial. Tidak mengingat informasi sekecil apapun bahkan informasi pelayan di dunia itu tidak diketahui. Bukankah itu sangat aneh ? " Spekulasi Hydra.
" Hal itu memungkinkan karena kontrak. Informasi mengenai dunia spatial sangat dirahasiakan dari dunia luar.
Hanya keturunan Darius yang berhak atas informasi itu. Selain itu, ada satu lagi. Higan.
Dia mengetahui pemilik dunia spatial? Haha, aku meragukan perkataan Hisui. Bukankah lebih masuk akal kalau dia sendiri adalah pemilik dunia spatial ? Mengingat kedekatannya dengan keturunan Darius. " Chu ye Jun menerangkan.
" Bagaimana jika membuat pertukaran tentang Xue yan ? Hanya minta bantuannya untuk masalah Xue yan.
Xue yan berhasil di bangkitkan, namun dia menjadi gila ? " Hydra menyarankan.
Chu ye Jun mengeluarkan pedang peraknya dan menempatkannya di leher hydra.
" Dia! tidak! gila ! " Chu ye Jun menegaskan.
" Woah, baik, baik,..
__ADS_1
Aku tidak akan menyebutnya gila " Bilah pedang itu sedikit menekan kulit leher Hydra. Hydra mengangkat tangannya.
" Kau dibuat terlalu sensitif. 10.000 tahun berlalu dan kau masih menjadi budak cintanya. Hah " tawa Hydra yang meremehkan melihat rekan kontraknya yang tergila-gila pada satu gadis sehingga membuatnya melakukan apapun untun gadis itu.
" Apa yang akan kau lakukan selanjutnya ?
Gadis itu, hah. dia mencoba menenggelamkan diri di danau lotus istana surga tingkat 5. Bukankah itu artinya dia tidak ingin hidup ?
Selain itu, dia memecahkan semua barang yang memantulkan bayangan wajahnya sejak dia di hidupkan kembali.
Ekspresinya juga. Hanya mampu meneteskan air mata tidak dapat tersenyum atau bahkan mengeluarkan emosi.
Kau ingin bilang dia mengenalimu? dia memelukmu saat kau datang? kau menyebut itu cinta hanya karena sebuah pelukan tak berekspresi? hahaa
Jika seperti itu, dia hanya akan menjadi sebuah boneka. Boneka yang hanya akan menjadi pajanganmu.
Apa kau yakin akan membuatnya seperti ini selamanya? " Ucap Hydra.
Chu ye Jun menurunkan pedangnya.
" Dia bukan boneka. Aku akan memgembalikan emosinya. Ekspresi yang ku ingat. Aku akan membuatnya memiliki perasaan itu lagi. Bagaimanapun caranya. " Chu ye jun membelai wajah Xue yan.
Xue yan membuka matanya kemudian meraih tangan Chu ye jun dan melekatkannya di pipi halusnya tanpa ekspresi namun air mata kembali mengalir.
" Haha, dari manapun aku melihat.
Aku sangat yakin, dia pasti sangat membencimu. Dia terus mengeluarkan air matanya meski tanpa ekspresi. " Hydra menertawakannya dan langsung menghilang.
##################################
Sudah hampir dua minggu berlalu di alam baka.
" Apa beliau sudah kembali ? " Tanya Oh Haebin pada Tuan Ho yang baru memeriksa kamar milik Keanne.
Tuan ho menggelengkan kepalanya.
Sudah hampir dua minggu Keanne menghilang sejak terakhir mereka tiba di penginapan itu, mereka tidak lagi bertemu dengan Keanne.
Tuan Ho juga mencoba menghubungi dunia spatial untuk mencari tahu keberadaan Xue li, namun Connie dan System lebih cemas. Mereka mengkhawatirkan host mereka. Kontak dengan Host mereka terputus sejak kejadian di jurang beberapa minggu lalu.
Sesekali tuan ho pergi ke tempat terakhir Xue li berada. Namun dia tidak menemukan lubang hitam yang didefinisikan Connie saat kontak terakhir dengan Xue li.
Mereka hanya dapat menunggu sambil berusaha mencari jejak sekecil apapun untuk menemukan host mereka.
Pelatihan di penginapan cukup berjalan lancar karena bantuan rekan Oh haebin ( Mo young dan Eun jae). Mereka yang awalnya hanya dapat membantu selama 3 hari akhirnya membantu selama 2 minggu penuh atas rekomendasi langsung dari tuan Ho. Mo young cukup rilex karena Keanne tidak ada.
Satu hari menuju pelatihan sesungguhnya. Mereka telah meringkas barang bawaan mereka untuk menuju gedung pelatihan yang berada di distrik J.
Para calon dewa kematian kali ini mempersiapkan perbekalan yang cukup mengingat apa yang mereka alami dalam perjalanan ke tempat itu. Hal itu membuat Han Seulgi sedikit bingung. Untuk apa mereka mempersiapkannya? Terlalu berlebihan.
Tentu saja, mereka berakhir menggunakan kereta cepat untuk sampai ke pusat alam baka. Perbekalan mereka cukup sia-sia, hanya menambah beban bawaan.
__ADS_1
Namun yang membuat mereka sangat kecewa adalah...
Mereka bahkan tidak tahu kalau di tempat ini memiliki kereta? Lalu atas dasar apa penderitaan yang mereka terima saat perjalanan ke penginapan ?