
" Jadi dimana Yang mulia sekarang ? Bukankah kalian sendiri yang bilang kalau beliau menuju dunia ini ?! " Huang Yun xi yang tadinya telah menyuruh beberapa pesuruhnya untuk mengikuti kereta kencana Darius IV baru saja sampai di salah satu dunia yang telah di tinggalkan.
Dunia itu adalah dunia yang sama dengan dunia yang di datangi Higan dono, connie dan system.
" Tuan putri, maaf, kami kehilangan jejak beliau " Seorang wanita dengan pakaian serba tertutup melaporkan. Dia adalah pimpinan mata-mata yang di tugaskan Yun xi untuk mengikuti Darius IV.
" Bagaimana bisa?!
Lalu, apa kalian melihat kearah mana beliau sebelum kalian kehilangan jejaknya ? "
" Ya, Tuan putri. Sepertinya Yang mulia Darius IV pergi ke arah pusat kota. "
" Pusat kota ? "
Ini pertama kalinya Yun xi berada di dunia ini. Awalnya dia sudah membaca sedikit laporan. Sebagai putri dari kaisar surga tingkat 5, Yun xi sebenarnya adalah Jendral perang yang cukup terkenal.
Siapa yang bilang kalau wanita-wanita yang tinggal di nirvana tidak dapat berbuat apa-apa. Pada kenyataannya para wanita-wanita itu penuh dengan bakat.
Di pusat kota, waktu untuk eksekusi semakin dekat. Seorang pria yang tadinya pingsan akhirnya bangun.
" Sudah berakhir.. hidupku.. sudah... " Dia terus bergumam membuat system terpaksa harus membuka matanya karena merasa terganggu.
" aku tidak bersalah.. tidak ada yang ku lakukan .. aku tidak bersalah .. aku tidak melakukan apapun "
Pria itu terus bergumam, akhirnya system kehilangan kesabarannya.
" Apa kau tidak bisa diam ?! "
' Kalau kau terus berisik, aku tidak dapat berkonsentrasi penuh untuk mengekstrak energi spiritual di sekitarku. '
System akhirnya menutup mata kembali untuk berkonsentrasi, namun sepertinya pria yang dia tegur tidak benar-benar mendengarkan.
" Duh !!
Aku sudah tidak tahan lagi ! " System mulai kehilangan ketenangannya.
" Sebenarnya apa yang terjadi padamu? kenapa kau begitu pesimis ? Memang hidupmu terancam ? Kenapa kau tidak bisa diam?! "
" ... " Pria yang tadinya tidak mendengarkan akhirnya terdiam sebentar masih dalam keadaan ketakutan.
" Sekarang giliran kutanya, kau malah diam ?! "
Entah apa yang merasuki system saat itu. Dia masih dalam mood yang tidak baik sejak masuk ke kota shuura. Dia tidak menyukai perlakuan yang dilakukan orang-orang padanya, jadi dia melampiaskan emosinya dengan berkultivasi namun sekarang?
' Apa tidak ada sesuatu yang membuatku senang? Suasana hatiku sudah buruk ! dan dia malah semakin memperburuknya ? '
" Hei tuan ?
nona ?
panggilan apa yang harus kugunakan ya?
ah apa sajalah ! "
System ingin menanyakan lebih terperinci mengenai keadaan di luar sana, ingin menanyakan secara terperinci mengenai kota ini. Tapi sebelum system ingin mengatakan pertanyaannya, pria tersebut terlebih dahulu meresponnya.
" Kau pasti...
orang baru di tempat ini.
Dan lagi, kau di tempatkan di kelas F yang sama dengan kami, cepat atau lambat...
Mereka pasti akan menyingkirkanmu juga. Mereka akan memberikan tubuhmu untuk menjadi santapan para monster itu. "
Pria tersebut mengatakan dengan jelas meskipun suaranya sedikit bergetar.
" Apa yang kamu maksud ? santapan ? monster ? monster apa ? "
Sejak awal mereka sampai di dunia ini, mereka masih belum menemui satu monsterpun. Bagaimana system bisa tahu apa yang di takutkan pria itu ?
Setelah mencoba menenangkan diri, pria tersebut akhirnya menceritakan mengenai dia dan pacarnya yang datang dari jauh untuk mencari perlindungan di kota Shuura.
Beberapa tahun lalu, tiba-tiba dunia diguncang gempa yang hebat, beberapa desa dan kota mengalami dampak yang cukup besar.
Kebanyakan dari tempat-tempat yang hancur sudah tidak dapat digunakan sebagai tempat tinggal yang layak.
Sejak kehancuran itu, orang-orang mulai kerjasama untuk membangun kembali desa dan kota yang hancur. Sampai pada suatu hari,..
" Mo.. monster !! Gyaahhh "
Monster-monster mulai bermunculan dari retakan-retakan yang terbentuk akibat guncangan dahsyat.
Mereka bermunculan dan mulai memburu para warga desa.
" Semua orang di babat habis ? " System memotong cerita.
" Tidak, tidak semua.
Itu karena monster-monster itu hanya muncul di saat matahari terbenam. Mereka memiliki kelemahan. Mereka semua takut pada cahaya. "
" Jadi maksudmu, banyak yang selamat saat pembantaian itu ? "
" Tidak juga, masalahnya berawal dari sana. Anehnya monster-monster itu kebanyakan mengincar para pria.
Seakan-akan mereka diperintahkan seperti itu. "
" Apa ada yang aneh ? "
" Sangat aneh, beberapa bulan setelah penyerangan, hanya segelintir orang yang selamat dengan bersembunyi.
Monster-monster itu tidak mencari mereka yang bersembunyi seakan akan mereka sengaja.
dan beberapa bulan setelahnya tersebar kabar angin yang mengatakan, kota Shuura sangatlah aman. Jadi beberapa gerombolan mulai pergi menuju kota shuura. Namun hanya segelintir orang yang berhasil sampai. "
Pria itu mulai mengingat perjuangannya bersama dengan pemuda pemudi lainnya untuk mencapai kota Shuura.
__ADS_1
Banyak rintangan yang telah mereka hadapi, hanya saja, setelah mereka sampai di depan gerbang.
" Hanya gadis-gadis yang boleh masuk ! "
Kami semua sama sekali tidak mengetahui kalau mereka yang boleh masuk hanyalah wanita-wanita yang berhasil melewati gerbang ujian.
" Tidak ada harapan lagi untuk laki-laki. Karena hal itu, aku terpaksa menyuruh kekasihku untuk masuk terlebih dahulu dan pria yang tidak dapat masuk pergi mencari tempat berlindung yang aman. "
" Lalu bagaimana kamu dapat berakhir di kota Shuura ? "
Mendengar perkataan system, pria itu mulai mengingat kembali, dia menyesali keputusannya.
Kalau saja, sejak awal dia tidak bersikeras berunding, kejadiannya tidak akan seperti itu.
Untuk masuk ke kota shuura, mereka melenyapkan kebanggaan mereka sebagai laki-laki dan menjadi budak.
" Itu karena, kota dimana hanya ada perempuan, apa kamu berpikir para perempuan dapat melakukan segalanya sendiri? "
Sejak perempuan-perempuan dari desa datang ke kota shuura, banyak keributan yang terjadi karena tidak ada pria.
" Apa kamu pernah melihat pelayan jadi-jadian di pusat perkotaan ? Makhluk yang di sebut dengan servant. "
" Tidak, makhluk jadi-jadian ? " ' Aku sama sekali tidak mengetahui apapun di luar sana. Itu karena sejak datang kesini aku langsung berakhir di tempat ini.
" Mereka adalah makhluk bukan manusia namun menyerupai manusia. kita hanya dapat melihat bayangan seperti manusia, melayani para wanita. "
Sebelumnya tidak ada sistem kasta di kota ini. Sampai pada akhirnya terjadi keributan, jadi mereka menggolongkan para gadis kedalam beberapa kelas.
Kelas A sampai dengan E. Mereka membuat sistem kelas untuk saling melayani.
Tapi karena mereka tidak dapat mengerjakan pekerjaan berat, jadi nona Suzan menemui kami yang bersikeras untuk di izinkan masuk ke kota saat matahari terbit sampai terbenam.
Dia mengatakan, kalau kami akan di izinkan masuk. Tapi bukan sebagai penduduk namun sebagai budak.
Mendengar cerita pemuda itu, sekarang system tahu kenapa dia berada di sini.
' Ingin menjadikanku budak? Punya nyali juga mereka ! '
" Lalu, apa yang kalian kerjakan di kota ini ? Melayani gadis-gadis itu ? "
Saat system menanyakan pekerjaan yang dilakukan para budak di kota ini, pemuda itu hanya menggeleng.
" Kami semua dipekerjakan di sebuah pertambangan "
' Pertambangan ? '
" Setidaknya sampai berlaku aturan, kalau wanita yang mencapai kelas tertentu bisa memilih budak. Itu yang dilakukan oleh kekasihku. Dia bekerja keras untuk menarik perhatian tuan rumah untuk membawaku keluar dari pertambangan. "
" Orang yang mencapai kelas tertentu ? Kelas A ?! " System terkejut mendengarnya.
' Kalau orang dari kelas A dapat memilih budak, itu artinya ..
Higan dono dan Connie pasti akan segera membawaku keluar '
Itu karena tuan rumah tidak akan membiarkan laki-laki berada di kotanya dengan bebas.
Itu karena setiap minggunya, setidaknya satu orang budak yang di pilih, akan menjadi bahan hiburan tuan rumah. "
" Itulah sebabnya. Apa kamu bisa membantuku? setidaknya saat aku tidak ada nanti, aku ingin menyampaikan pesanku pada kekasihku.
Dia bernama Feng wanli, kau bisa mencarinya di kelas A
Aku ingin meminta tolong sampaikan pesanku padanya
Saat aku sudah tidak ada nanti...
Ini semua bukan kesalahannya.. "
Pria itu mulai menyampaikan pesan terakhirnya.
" Apa itu kewajibanku? Lakukan sendiri !
Sampaikan padanya sendiri! " System tidak ingin membantunya, tapi ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. Pertambangan ?
" Tapi baiklah, aku akan membantumu menyampaikannya
Tapi aku ingin tahu, pertambangan apa yang kamu maksud ? dan ada dimana ? "
" ... "
" Kenapa diam ? "
" Tidak, hanya saja aku tidak tahu dimana letaknya, itu karena kami masuk melalui pintu yang berada di coloseum. "
' Pintu dimensi ? '
" Dan yang kami tambang, kami hanya menambang batu sebesar kepala, lalu membukanya satu persatu. Seperti batu permata? tapi mereka memiliki warna yang berbeda-beda
Kebanyakan dari mereka berwarna oranye atau merah. "
" Ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan pertambangan. Dengarkan pesanku. aku ingin kau membantuku menyampaikannya ! "
" Ya, ya, ya aku ingat
aku hanya perlu mencari wanita bernama feng xianli dan menyampaikan pesan kematianmu? "
" Feng wanli! " Pria itu masih memiliki tenaga untuk membentak.
" Syukurlah, sepertinya aku sudah dapat menerima hari kematianku. Aku bersyukur dapat bicara dengan orang lain. Dengan begini tidak ada lagi yang akan kusesali. "
" ... " System merasa merinding mendengar kata-katanya.
Tidak tahu sebenarnya apa yang akan mereka lakukan pada pria itu.
" Jadi kamu yakin dengan sangat kalau kamu akan mati hari ini ? Kenapa ?
__ADS_1
Kamu hanya mengatakan setiap minggu tuan rumah akan memilih seorang budak untuk menjadi bahan hiburan "
" ...
Nona / Tuan .. Anda memang benar-benar positif thinking "
Pria tersebut menghela napas.
" Mereka yang terpilih pasti akan berakhir menjadi santapan para monster itu.
Sebagai budak terpilih, untuk mendapatkan kebebasan, kami harus mengalahkan monster yang akan di lepas di coloseum "
" Menurutmu apa lagi yang bisa kulakukan ? Tidak mungkin aku dapat mengalahkan monster itu.
Aku pasti akan berakhir sama seperti budak-budak terpilih sebelumnya.
Berakhir, menjadi santapan. " Pria tersebut menjelaskan sambil tertawa.
' ...
Sepertinya dia sudah mulai gila '
" Kau hanya perlu mengalahkan monster itu ? apa yang akan didapat setelah mengalahkannya ? Lagi pula apa kalian tidak dapat menolak ? " System bertanya.
" Kalau saja bisa menolak. Bagaimanapun, kami hanya dijadikan sebagai hiburan untuk tuan rumah. "
" Kalau begitu .. "
System mulai beranjak dari tempat tidur menuju jeruji pemisah.
Setelah sampai di jeruji tiba-tiba
" Pooofffffhhh " Asap keluar entah dari mana.
" Apa yang terjadi ?! " Pria tersebut kaget melihat gumpalan asap yang muncul entah dari mana.
Dia memfokuskan penglihatannya ke arah gumpalan asap tersebut. Setelah asap mulai menghilang dia mengedipkan mata mencari sosok yang harusnya berada di jeruji sebelah.
" Apa yang terjadi ? kemana dia ? " Pria tersebut melihat setiap sudut ruangan namun dia tetap tidak dapat menemukan sosok yang dia ajak bicara.
" Apa yang kau lihat ? Aku ada di sini! di bawah! " suara seseorang terdengar dari arah bawah.
Pria tersebut melihat kearah sumber suara. Betapa kagetnya dia saat melihat seekor rubah putih kecil bercorak hitam berada di hadapannya.
Rubah itu tersenyum dan mengatakan
" Aku akan membantumu. "
Setelah itu system dalam wujud rubahnya melompat dari satu titik ke titik lain mengelilingi pria tersebut.
Dalam sekejap pria tersebut sudah berada di dalam jeruji sebelah.
" Wujud ini ?! " Dia menyadari perubahan wujudnya.
Dia berubah menjadi orang yang dia ajak bicara.
" Jangan berbicara. Bagaimanapun itu hanya ilusi semata. Mereka akan segera tahu kalau kamu bersuara. "
System yang tadinya masih seekor rubah kini sudah berubah menjadi wujud pria itu. Ditambah lagi,.. Suara itu sama persis dengan milik sang pria.
Dia mulai memborgol tangannya sendiri dan menjadikan posisi seperti pria itu.
Tidak lama suara beberapa penjaga memasuki gerbang utama kemudian menuju jeruji tempat system berada. System berpura-pura menutup matanya.
" Hei! Bangun! Sudah waktunya ! "
Penjaga itu memaksa system bangun dan mulai melepas rantai pengikat borgol dan menggiring system keluar.
Agar tidak dicurigai, system berakting mengemis-ngemis untuk di lepaskan seperti yang dilakukan pria itu sebelumnya.
Pria yang masih berada dalam ilusi wujud Xue li hanya melihat dengan cemas, tidak tahu apa yang baru saja dia lihat. Apakah itu kenyataan? ataukah hanya mimpi ?
■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■
Di dunia lain,
Xue li yang menyamar sebagai Wen Li di sibukkan dengan pertarungan melawan beberapa mist tipe naga.
Semakin ke utara, entah mengapa semakin sulit untuk menyembunyikan diri dari kawanan naga itu.
Bukankah sebaiknya mereka mundur ?
Jian yi fan berdiri di atas pedang terbangnya sambil membacakan mantra.
Setelah beberapa saat membacakan mantra, sebuah simbol yin yang yang sangat besar muncul di atas mereka.
" Tuan Wen ! " Jian yi fan mengisyaratkan Xue li.
Dengan cepat Xue li menutup dan membuka kipasnya lalu menggunakan kekuatan tanah untuk membuat sebuah tiang tinggi menuju ke arah dimana jian yi fan terbang dan melompat ke pedangnya.
Saat jian yi fan merasakan orang yang ada di belakangnya, dia mulai membaca mantra peluncuran terakhir.
" Teknik 1000 pedang, pedang halilintar ! "
Jian yi fan membaca mantra sambil menempelkan jarinya yang berdarah ke sebuah kertas mantra.
Mantra telah aktif, Simbol yin yang besar yang berada di atas kepala mereka mulai berputar lambat dan pedang mulai turun menghantam tanah dengan kecepatan halilintar.
Berkat mantra itu, setidaknya beberapa naga terkalahkan, dan jian yi fan segera pergi di saat naga tidak pulih.
Xue li kembali menutup kipasnya, mereka berdua melesat dengan cepat menuju pertambangan utara mengunakan pedang terbang.
Jian yi fan mengetahui mengapa tuan wen tidak ingin menaiki pedang terbang, itu karena fisiknya lemah. Hal itu terlihat saat pertarungan melawan para naga itu.
Memang dia kuat dalam hal kekuatan spiritual, namun dia lemah dalam hal kecepatan dan menggunakan fisik.
Selama terbang di atas pedang, Jian yi fan membuat sebuah pelindung tipis untuk melindungi xue li. Xue li yang menyadari itu merasa malu atas perhatian yang diberikan jian yi fan.
__ADS_1