Protagonist Transmigration : Its Best If I Became A Villain

Protagonist Transmigration : Its Best If I Became A Villain
Tes Praktik Dewa Kematian (14)


__ADS_3

Suasana di penginapan cukup mencekam saat xue li tiba untuk ikut menyambut.


" Siapa dia ? Bukan Oh haebin ? "


Suaranya sedikit kecewa karena xue li juga berpikir bahwa Oh haebin telah tiba namun apa yang dia lihat bukan orang yang dia duga.


Dia pernah melihat pria yang ada di belakang, itu adalah pria yang dia lihat bersama Seol gi tempo hari, jadi dia hanya mengabaikannya lalu melihat ke arah pria satu lagi yang tidak familiar.


Ekspresi Mo young yang tadinya kesal melihat eun jae perlahan memucat. Dia mulai berjalan ke arah eun jae dan mulai bersembunyi di belakangnya.


" No.. nona Keanne.


Saya tidak tahu kalau anda juga ada di sini " ucap Mo young patah-patah.


" Oh, apa kebetulan aku mengenalmu ? " Senyum xue li membalas perkataan mo young.


Melihat senyuman keanne mo young lebih bersembunyi ke belakang eun jae. Eun jae dapat merasakan tubuh mo young yang sedikit bergetar.


" Apa apaan ini, apa yang kau lakukan hey ! " Eun jae merasa tidak nyaman karena di jadikan prisai oleh mo young.


Dia familiar namun juga tidak familiar dengan orang yang ada di hadapannya. Eun jae hanya bisa sedikit tersenyum dalam canggung sambil berusaha melepaskan diri sebagai prisai mo young.


' Apa yang di lakukannya ? Mengapa dia seperti itu, apa keanne melakukan sesuatu yang tidak baik padanya ? '


Xue li hanya mampu menyimpulkan hal itu kemudian pergi keluar untuk menikmati udara segar pagi itu.


Setelah Xue li pergi mo young mulai bergumam.


" Kenapa dia bisa ada di sini ? kenapa ? kenapa wanita monster itu ada di sini? jangan bilang ... "


" .... kalau itu tuan muda mo sepertinya anda sudah sangat mengenali nona Baume dengan baik.


Beliau ke sini untuk melakukan pelatihan bersama " Jelas Tuan Ho melihat gumaman mo young.


" Apa ?! " kebingungan mo young terjawab.


" Tuan ho, maaf! Tolong katakan pada Haebin aku tidak dapat membantunya "

__ADS_1


" Click *suara pintu terbuka membuat jiwa mo young berteriak mengira orang yang paling di takutinya kembali.


" Apa ? kenapa kalian semua di depan ? "


Orang yang membuka pintu adalah Oh haebin.


" Hiks, haebin ah !!! " Mo young langsung berlari ke arah oh haebin namun eun jae mencegahnya dengan menarik kerahnya.


" Haebin, mo young bilang dia dan aku akan dengan senang hati membantu dalam pelatihan 3hari ke depan. Jadi mohon kerja samanya " Jelas Eun jae.


" Apa yang kau bilang ?! aku baru saja ingin .. "


" jadi begitu, syukurlah. Aku cukup kaget melihat kamu berdua di sini. Kupikir kamu tidak akan membantu aku bahkan tidak membayangkan kalau eun jae juga akan membantu " ucap Oh haebin lega.


Mo young baru ingin menolak tawaran membantu haebin karena alasan pribadi namun eun jae sudah mengatakan terlebih dahulu kalau mereka akan membantu sulit untuk mengatakannya sekarang begitu melihat wajah oh haebin yang merasa lega. Dia tidak akan bisa mengatakan tidak dapat membantu lagi sekarang. Ini semua berkat Eun jae.


' Eun jae brengsek. Dia sengaja melakukannya ! ' Kebencian mo young pada eun jae terus meningkat.


Sedangkan Xue li yang baru keluar berpapasan dengan Haebin dan hanya melewatinya setelah saling bersapa ringan.


" Kau sudah datang? "


Setelah itu Haebin melanjutkan berjalan ke villa dan Xue li melanjutkan berjalan ke arah haebin tiba tadi. Itu adalah jalan setapak kecil di depan villa.


" Hhmn .. " Dia sedikit menyipitkan matanya melihat pemandangan yang ada di depan matanya setelah itu maju untuk lebih mendekat.


Xue li berjongkok untuk mengambil sebuah ranting yang ada di tanah kemudian menyodorkan ranting ke seseorang yang tergeletak tak bertenaga di depannya.


" Ooiiiii , apa kalian masih baik baik saja ? apa kalian masih hidup ? " Xue li mencolek tubuh orang di hadapannya dengan ranting dan mulai tersenyum.


" Sepertinya oh haebin tidak mudah pada kalian semua "


Kemudian Seul gi yang baru tiba di villa setelah menjalankan tugas mencari kayu bakar oleh Xue li kembali.


" Apa apaan ini? ada apa dengan tumpukan mayat ini ? " Seul gi yang baru kembali membawa beberapa tumpuk kayu bakar juga kaget.


" Jangan sembarangan bicara. Mereka masih hidup lho. Bantu mereka ke kamar mereka untuk beristirahat. " Perintah Seul gi.

__ADS_1


Seul gi hanya mengerutkan dahinya sebelum meletakkan kayu bakar di tanah.


Sejak tiba seul gi sudah mengalami ujian yang membuatnya kehilangan kesabaran. Saat naik gunung tuan Ho membuat 3 sosok macan untuk membawa mereka ke puncak, namun nenek tua picik itu menyuruh tuan Ho menyingkirkan satu dan menyuruh Seul gi naik dengan usahanya sendiri.


Untungnya seul gi cukup terlatih, hanya melalui hutan gunung bukan masalah besar, namun setelah sampai ke villa, dia di suruh melakukan banyak pekerjaan rumah. Membersihkan villa, mencuci baju, menyiapkan bahan makanan, menimpa air, memotong kayu bakar dan bahkan mencari kayu bakar pekerjaan yang baru saja selesai dia kerjakan. Tapi melihat rekan seperjuangannya yang kelihatan sangat compang camping seperti baru melalui penderitaan besar, dia berpikir sepertinya bukan hanya dia yang menderita. Jadi dia menuruti perkataan nenek tua pirang itu membantu mereka ke kamar mereka masing-masing.


Xue li sedikit menuruni gunung melewati jalur setapak dan berhenti ketika dia melihat ke jalur lain yang menuju ke atas. Dia pernal melihat jalur setapak ini namun tidak melaluinya karena jalur ini tertutup oleh ilalang setinggi pinggang.


Dia memasukin jalur setapak yang penuh rintangan untuk pergi lebih ke atas gunung, sampai pada akhirnya dia menemukan jalan buntu. Itu adalah jurang yang curam. Di bawah sana dia hanya dapat melihat sebuah jembatan yang tertutup oleh kabut halus.


" Jembatan penyebrangan antara dunia dan akhirat. Jadi itu terlihat seperti itu. "


Pikiran Xue li tentang jembatan penyebrangan biasa tidak dapat sedikitpun menggambarkan apa yang dia lihat.


Apa itu di sebut jembatan ? itu terlihat seperti labirin. Labirin jembatan lebih tepatnya. Jembatan-jembatan itu tidak hanya satu melainkan ratusan bahkan ribuan, dia melihat jembatan jembatan itu hampir di seluruh jurang, ada yang berdekatan, bahkan ada yang berjauhan. Jembatan itu terputus putus dan beberapa dari mereka sudah rapuh dan tidak layak di gunakan, beberapa dari mereka juga ada yang hanya tinggal seutas tali ataupun dan beberapa juga ada yang terbuat dari besi baja. Bagaimana mereka bisa melewati jembatan bergerak dan bahkan tidak utuh ?.


Kemudian Xue li melihat jauh ke bawah, karena kabut yang sangat tebal dia menggunakan kekuatan penerawangannya. Dia hanya dapat melihat sebuah sungai yang aneh. Memiliki arus tenang dan juga memiliki arus deras padahal masih merupakan sungai satu jalur. Bahkan beberapa memiliki pusaran air besar dan pusaran air kecil, batu-batu curam juga terlihat di sana. Xue li memiliki sedikit pengetahuan mengenai apa yang dia lihat, Sungai Gjoll atau Hubur atau Vaitarna atau yang lebih terkenal dengan sungai Styx / Sanzu rivers.


Melihat jauh ke dalamnya seperti merasa tubuh Xue li akan tertarik ke dasar jurang kalau dia terus memperhatikannya. Itu seperti pepatah, jika kamu melihat ke jurang , maka jurang itu juga akan melihatmu, itu membuat xue li tidak nyaman untuk terus melihat ke dasar jurang meski dia tahu kalau itu hanyalah aliran sungai.


Dia menghentikan niatannya untuk mengamati lebih jauh, saat ingin berbalik dia mendengar suara denting lalu dia melihat ke arah gerang yang bercahaya kemerahan. Itu adalah alat komunikasi.


" Host ! Hisss akhirnya anda mengangkat panggilan ini " Terlihat wajah system memenuhi layar.


Sejak di distrik D Xue li tidak dapat menghubungi system, namun di sini akhirnya dia dapat terhubung. Apa yang terjadi ? apakah ini karena saat ini dia berada di perbatasan dunia ?


Xue li mengerutkan dahinya sebelum merespon ke layar dengan senyumannya.


" Apa ada sesuatu kesalahan pada sistem ? Mengapa aku tidak dapat menghubungi kalian sebelum ini ? "


Xue li mulai memfokuskan pada permasalahan yang sebelumnya terjadi padanya sebelum membicarakan tentang pokok masalahnya.


" Ngomong-ngomong, dimana kalian sekarang ? Itu terlihat terang " Tanya Xue li setelah memperhatikan lebih jelas apa yang ada di layar.


Sebelumnya xue li tidak memperhatikan jelas karena wajah system menutupi keseluruhan layar. Namun setelah system mundur, dia dapat melihat connie berdiri bersamanya. Tapi tempat dia berdiri cukup berbeda dari yang biasa dia lihat.


" Dunia dalam system ? Apakah kau bisa menjelaskan mengapa tempat itu jadi sangat berbeda ? "

__ADS_1


" Ah tentang ini. Izinkan saya menjelaskan " Connie menjawab.


__ADS_2