Protagonist Transmigration : Its Best If I Became A Villain

Protagonist Transmigration : Its Best If I Became A Villain
Rapat petinggi


__ADS_3

Saat Xue li kembali ke dunia ruang dan waktu miliknya, tiba-tiba system muncul mengejutkannya memperingatkan sesuatu yang darurat terjadi. Hal itu membuat xue li sedikit panik dan membuatnya langsung meminta penjelasan pada system.


" Apa yang terjadi ?! "


" Host! Gawat! Jian yi fan.. dia "


" Apa yang terjadi pada anak itu ?! " Mendengar system menyebut nama jian yi Higan dono yang berada di belakang xue li juga mulai panik.


Mereka akhirnya masuk ke dalam kediaman dan langsung menemukan sebuah kasur yang tidak jauh dari pintu masuk.


Seperti biasa, tempat itu di penuhi dengan benda-benda melayang.


" Apa yang terjadi dengannya? " Xue li dan higan dono bertanya pada connie yang merawat jian yi an.


Wajah connie terlihat seperti orang yang kaget, karena tiba-tiba kedua orang besar di hadapannya bertanya padanya mengenai kondisi pria cantik yang dia rawat.


" Hah ? " dengan cepat connie merespon karena bingung.


" System apa yang terjadi ? sesuatu yang gawat apa yang terjadi? " Xue li panik karena dia melihat kondisi jian yi an yang masih belum sadarkan diri.


Sementara itu Higan-dono langsung pergi untuk memeriksa. Dia duduk di pinggiran tempat tidur dan memeriksa kondisi Jian yi an dengan energi spiritualnya. Tidak lama dia berkata.


" Dia tidak apa-apa. Hanya sedikit mengalami shock. "


Mendengar perkataan Higan dono, Xue li sedikit lega kemudian menatap tajam pada system.


" Kurang ajar! Apa yang sebenarnya ingin kamu katakan mengenai hal darurat tadi ?! " Xue li memukul kepala System yang dalam bentuk anak kecilnya.


" Ehhh ???! Host, aku hanya ingin menginformasikan tentang Jian yi fan. " System membalas.


Rupanya Xue li salah mendengar nama Jian yi fan dengan jian yi an. Sampai membuat keributan seperti itu. Hal itu membuatnya sedikit malu.


" Apa yang ingin kamu informasikan sampai sepenting itu ? " Xue li bertanya pada system.


Melihat majikannya yang masih berdiri, connie mengeluarkan sebuah sofa dan meja. Lalu mempersilahkan tuannya untuk duduk kemudian menyiapkan teh dan beberapa cemilan.


" Terima kasih " Xue li mengucapkan terima kasih pada connie melihat seberapa pekanya pelayan kecilnya itu.


" Jadi ?


hal penting apa yang ingin kamu sampaikan ? " Xue li menyilangkan kakinya dan sedikit bersender ke pinggiran sofa sambil memegang secangkir teh yang di hidangkan.


' Entah kenapa aku berfikir host sedang dalam mood yang tidak baik. Apa aku melakukan kesalahan ? ' Pikir system.


Kemudian system akhirnya menjelaskan mengenai informasi yang dia temukan mengenai pasangan Fan ruolan dan Fairy yi su.


" Ah, bukankah hal itu sudah di jelaskan higan dono? " Xue li membalas.


" Host bukan itu yang jadi masalahnya. Jiwa Fan ruolan dan Fairy yi su sudah lama terpencar. Bukankah aneh kalau mereka kembali ? " System menjelaskan point pentingnya.


" Kamu sedikit benar. Tapi kalau soal itu, bukankah kita memiliki Higan dono yang dapat menjelaskan semuanya ?


Apa pendapatmu, higan dono.


Bagaimana kalau sekarang kamu menceritakannya? " Ucap Xue li yang mulai melirik Higan dono yang masih duduk di pinggiran tempat tidur tempat Jian yi an berbaring.


" Ahaha, bukankah nak xue li terlalu terburu-buru ? " Higan dono menjawabnya dengan sedikit tawa.


" Higan dono " Xue li mulai mengubah ekspresinya menjadi sedikit lebih serius.


Xue li tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi dia memiliki perasaan kalau ada hal besar yang selama ini ditutupi Higan.


Mengenai permintaannya, mengapa harus di saat seperti itu? Apakah kebetulan seperti itu bisa terjadi.


Sejak awal Higan telah memberikan cerita palsu. Sesuatu yang tidak beres juga telah dirasakan oleh Darius IV. Lalu mengenai pembicaraan tentang hal itu dengan Darius IV sebelumnya mengenai hukuman. Sebenarnya apa yang terjadi sehingga membuat situasi menjadi serumit itu?


Hukuman dari melanggar peraturan kayangan ? Huh , Apa yang sebenarnya telah dilakukan Higan dono?.


Melihat ekspresi Xue li yang berubah serius, Higan juga menghilangkan sedikit senyumannya dan mulai berekspresi lebih serius. Sepertinya dia siap untuk menceritakan situasinya sekarang.


################################


Di tempat lain.


Suasana tempat itu begitu gelap. Di sebuah ruangan terbuka berukuran sedang, sebuah meja bundar besar yang di lengkapi dengan 12 kursi memutar, sebuah pertemuan diadakan.


Ruangan itu di penuhi dengan ukiran-ukiran yang menyeramkan dan hanya di terangi dengan sebuah lilin. Cahaya redup kemerahan menerangi sebagian ruangan dari arah balkon terbuka.


Dari kedua belas kursi tersebut, hanya ada 5 orang yang telah menempati kursinya. Satu orang terlihat masih berdiri di balkon melihat keindahan bulan merah dan satu orang lagi berputar untuk menuangkan anggur kedalam cangkir setiap orang yang duduk.


Suasana masih begitu hening sampai salah satu orang yang duduk di kursi berbicara.

__ADS_1


" Cih, keturunan Darius memang luar biasa.


Beraninya dia kembali setelah membunuh salah satu sub class bangsawan Timotty. "


Satu orang pria besar yang duduk berbicara karena kesal.


" Bukan hanya itu.


Kudengar dia menjatuhkan benda misinya? Ahahahaa benar-benar alasan yang menarik.


Hei, apa ada dari kalian yang dapat menjelaskan bagaimana bocah tengik ini bisa berakhir dalam kelompok kita? " Satu orang lagi menjawab dan tertawa.


" Diamlah Erd!


Bocah memanggil bocah ? humph


apa kau begitu ingin membuat kami tertawa ?! " satu suara lagi berbicara.


Orang yang bernama Erd memang terlihat seperti anak laki-laki berusia 6 tahun. Sedangkan satu orang lagi yang memotong tidak lain dan tidak bukan adalah Megrit yang merupakan ayah dari Gremory.


" Megr! Aku tahu kau sedang dalam mood yang baik atas kepulangan putrimu.


Tapi masalah ini menyangkut hal lain.


Membunuh subclass bangsawan dan menghilangkan barang misi. Untuk itu lah kita berkumpul di sini untuk mendiskusikannya.


Seorang pria berwajah gagak hitam mencoba mengarahkan pembicaraan sebenarnya dari pertemuan itu. Dan satu orang yang memiliki perban kotor melilit penuh di mulutnya sedikit mengangguk.


Erd yang tadinya ingin membalas perkataan Megrit akhirnya kesal. Dia tidak ingin melanjutkan adu mulut dan mengisi kekosongan mulutnya dengan tiga buah permen lolipop.


Sejenak suasana menjadi hening. Beberapa dari mereka mulai melirik ke arah seorang pria yang masih berdiri melihat keindahan bulan merah mengharapkan pria itu mau berbicara tentang jalannya pertemuan.


Namun tidak satupun dari mereka yang ingin mendekati dan berbicara dengan pria itu.


Namun setelah beberapa saat akhirnya pria itu berbicara sediri.


" Ahh, indahnya pemandangan bulan merah di tempat ini. "


Pria itu berbicara untuk pemandangan yang dia lihat. Mendengar ucapannya tidak ada satu orang pun di ruangan yang berbicara. Mereka semua mulai menelan ludah masing-masing.


" Jadi, sudah sampai dimana pembicaraannya ? "


Melihatnya membuat semua orang merinding. Pria itu memiliki aura yang luar biasa mengerikan. Dia adalah Lutz pimpinan sementara bangsa mist.


" Tidak ada yang menjawab?


Hei katakan, Apa kalian ingin meninggalkanku lagi ? " Lutz mulai berjalan ke arah kursinya untuk duduk.


" Beltran " Lutz menyebut nama seseorang.


" Yes my lord ? " Pria gagak yang bernama Beltran menjawab dengan sigap.


" Ahaha tidak perlu setegang itu, aku hanya ingin memanggil nama. " Pria bernama Lutz.


" Cashmir "


Seseorang dengan perban kotor di mulutnya terdengar menggertakkan gigi mennyatakan kalau dia hadir di pertemuan.


" Megrit. "


" Oh " sambil menyilangkan tangannya.


" Erd "


" Ya , ya ~ aku di sini " Erd menjawab sambil mengangkat satu tangannya masih dalam keadaan mulut di penuhi 3 buah permen lolipop.


" dan Barboon "


" Um. "


Setelah memanggil semua nama yang ada dalam pertemuan pria bernama Lutz mulai menarik napasnya.


" Untuk memudahkan. Mari kita putuskan seperti biasanya.


Melepaskan atau Menyingkirkan Ber ( Darius III ) "


Semua orang yang berada dalam pertemuan merinding dibuatnya.


" Nah sekarang siapa yang ingin menyingkirkannya ? "


Erd dan Barboon mengangkat tangannya.

__ADS_1


" Sekarang siapa yang berpikir untuk membiarkannya. "


Megrit, Cashmir, dan Beltran mengangkat tangan mereka.


" Yosh, kalau begitu sudah diputuskan, akan membiarkannya kah. " Lutz bersiap berdiri.


" Tunggu dulu!. Kalau suaranya di hitung dengan Timotty maka akan seri ! " Barbon tidak menerima hasil keputusan dan langsung berdiri sambil memukul meja.


" Barboon benar, apakah seperti ini jalan keluar yang baik? Kita belum mendengar keputusan dari 6 petinggi lain. " Erd berbicara sambil mengeluarkan beberapa permen lolipop yang dia hisap.


" Apa mereka hadir ? " Lutz membalas ke pokok intinya.


Semua orang yang berada di ruangan tersrbut mulai melihat satu sama lainnya.


" Mereka tidak hadir, bukankah membuktikan mereka tidak peduli denga hasil keputusan dalam pertemuan ini? " Megrit membalas.


" Mergit kau !


Kau benar-benar ingin menantangku? " Erd merasa tersinggung.


" Aku hanya mengatakan kenyataannya " Mergit membalas.


" Kalian berdua, jika ingin melanjutkan silahkan keluar ! " Barboon melerai dengan menggedor meja.


" Memang benar mereka tidak datang, tapi aku yakin keputusan Timotty adalah tidak akan membiarkan bocah keturunan Darius itu ! " Barboon memperjelas.


" Hai, hai,.. Kalau begitu aku akan memilih untuk membiarkannya " Suara seseorang tiba-tiba saja terdengar entah dari mana.


Erd melihat permen yang di pegangnya dan salah satunya ada yang memiliki mulut.


" Ehhh!! " Erd langsung melemparkan permen yang di milikinya dan 'Poff' asap keluar dari permen kemudian permen itu berubah menjadi sebuah kotak yang tiba-tiba keluar sebuah kepala yang di lengkapi dengan per panjang sebagai leher membuat semua orang dalam ruangan kaget kecuali Lutz.


" Hentikan candaan menjijikanmu itu,


Mask dealer " Lutz yang masih duduk dengan santai di kursinya menebak ulah siapa kekacauan itu.


" Khuhuhuhuhu, tidak lucu?. "


Seorang pria dengan pakaian joker dan topeng tiba-tiba keluar dari balik kursi lutz.


Dia kemudian menggerakkan tangannya dan kotak kotak kejutan yang tergeletak dilantai berubah menjadi sebuah topi dan kemudian di tarik melayang kearahnya.


Pria itu adalah 'Mask dealer'


" Hey, Lutz


benar-benar tidak seru melihat wajahmu yang mulai datar seperti itu. " Ucap mask dealer menggoda Lutz.


" Apa kau menginginkan untuk mati ? " Lutz membalas.


" Oh, seraaammmnya " Mask dealer masih mengeluarkan suara seperti menahan tawa.


" Kalau begitu aku ingin mengeluarkan suaraku untuk mendukung membiarkan Darius III " Mask dealer mengemukakan pendapatnya.


" Kalau begitu skor akhirnya menjadi 4 - 3.


Rapat selesai, silahkan kembali ke tempat masing-masing " Lutz mengumumkan hasil rapat.


Meski tidak puas, Erd dan Barboon tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Erd yang kesal hanya dapat melotot ke arah mask dealer.


" Benar-benar orang yang lebih menjijikan " Dia menggumamkan sesuatu dan langsung pergi.


Akhirnya Empat orang sisanya juga memutuskan untuk kembali ke tempat masing-masing. Mereka juga sebenarnya masih sedikit kesal dengan candaan mask dealer.


" Apa yang sebenarnya ingin kau lakukan di tempat ini ? " Lutz mulai bertanya pada mask dealer setelah semua orang pergi.


" Hee, tidak ada,


apakah salah sesekali mengikuti rapat ? "


" ohya ? tidak biasanya orang sepertimu...


Tidak, bukan begitu.


Apa kau membawa informasi menarik ? " Lutz melirik ke mask dealer yang baru saja duduk di kursinya. Dia mengangkat tangannya untuk memberitahu pelayan untuk menuangkan anggur.


Setelah anggur terisi dia mengangkat gelas kaca itu dan menggoyang-goyangkanya mengikuti arah putaran.


" Coba tebak ? "


Cahaya bulan yang tadinya menerangi ruangan itu kini mulai sirna tertelan awan gelap. Cuaca berubah ekstrim pertanda badai akan segera menerpa.

__ADS_1


__ADS_2