Protagonist Transmigration : Its Best If I Became A Villain

Protagonist Transmigration : Its Best If I Became A Villain
Tes Praktik Dewa Kematian (16)


__ADS_3

" Ngomong-ngomong host, dimana anda sekarang ? " Tanya system yang memperhatikan pemandangan sekitar Xue li.


" Tentu saja, aku sedang menjalankan tugasku. Meskipun sekarang hanya berjalan mencari sedikit udara segar. "


biip biip biip,..


Setelah xue li mengatakan niatnya tiba-tiba terdengar suara dari sakunya.


" Apa ini ? benda ini bereaksi? "


Itu adalah benda kecil yang dibuat connie sebagai alat sementara pelacak serpihan ingatannya.


" ?! Benda itu bereaksi? Itu berarti ada pecahan anda di sekitar tempat itu ! Tuan putri ! " Connie bersemangat itu karena benda miliknya berguna untuk tuan putrinya.


" Aku tahu " Xue li mulai mengamati sekitar.


Kemungkinan benda itu melacak adalah dalam radius 20m, tidak akan sulit menemukannya di sekitar. Namun kenyataan berkata lain.


" Tidak ada di sekitarku. Tidak ada apa-apa di sini. Apa alat ini rusak ? " Xue li bertanya pada connie.


" Tidak tidak tidak, alat itu masih berbunyi itu berarti memang kepingan pecahan anda saat ini ada di sekitar anda. "


" Tapi tidak ada apa-apa di sini! "


Hanya satu tempat yang belum xue li selidiki. Mungkinkan di tepi jurang ? Dia mulai berjongkok dan merangkak ke pinggir jurang untuk melihat ada apa di bawah sana.


" Hhmn ? ada sesuatu di tepi jurang "


" Apa itu ? bisakah anda memperlihatkannya ? "


Xue li menyelaraskan kamera menggunakan matanya memaksa layar berfokus pada apa yang dia lihat.


Terlihat sebuah lingkaran hitam berdiameter 3m menempel pada dinding jurang. Xue li dapat memperhatikan lingkaran itu berputar mengikuti pusaran.


" Apa itu ? Apa kepingan ingatan dan kekuatanku benar ada di sana ? " Xue li bertanya.


" Host ! Berdasarkan karakteristiknya..


Kemungkinan itu adalah Dungeon. " System memberikan jalanan.


" Dungeon ? " Xue li mendengar kata-kata yang tidak dapat di mengerti lagi. Kehilangan sejumlah ingatan membuatnya tampak seperti orang bodoh.


' sial sial sial sial. Hanya mendengar namanya aku memiliki firasat lebih buruk kali ini yang akan membawaku. '


" Apa aku harus ke bawah untuk memeriksanya ? " Xue li mulai berdiri. Dia turun seperti sedang menuruni tangga. Setiap langkahnya muncul sebuah pola mantra di kakinya hingga saat ini dia berada tepat di depan pintu dimensi yang system sebut sebagai pintu dungeon.

__ADS_1


" Kalau begitu aku masuk untuk memeriksanya. " Xue li menjulurkan tangan kanannya terlebih dahulu menuju lingkaran hitam.


Bzzztt !!! Sengatan sengatan.. ledakan ' Kbooommm !


Sengatan listrik tiba-tiba keluar dari lingkaran hitam dan tidak lama meledak mendorong xue li untuk jatuh.


' Tidak lagi ... kali ini aku benar-benar akan jatuh ?! '


" Host ?! "


" Apa yang terjadi? kenapa layarnya buram ?! " System dan Connie panik karena tiba-tiba mereka tidak terhubung dengan Xue li.


Xue li mencoba menenangkan dirinya, dia bukan lagi orang yang lemah seperti sebelumnya. Saat ini kepalanya berada di bagian terbawah pada posisi jatuh, dia mulai menyeimbangkan tubuhnya menggerakkan tangannya untuk membuat pijakan.


Dia hanya perlu membuat sebuah pijakan untuk tempat mendaratnya, namun sesuatu yang tidak di inginkan kembali muncul.


Ribuah tangan panjang hitam dari beberapa jembatan mengarah padanya menghancurkan pijakan yang seharusnya dia gunakan untuk landasannya.


" Apa lagi ini ? "


Tangan-tangan itu menggenggam kaki, tangan, tubuh dan bahkan kepala xue li hingga akhirnya dia terkubur di dalam tumpukan tangan hitam panjang itu dan mulai menariknya.


Xue li menyadari, apa sebenarnya tangan-tangan hitam panjang itu yang muncul dari jembatan. Yang menariknya kemungkinan besar itu adalah ruhka. Di dalam tumpukan tangan itu xue li merasa mual. Dia merasa emosinya tidak stabil. Dia marah, dia kesal, dia juga muak. Segala emosi mulai bercampur sambil berusaha untuk keluar dari apa yang menahannya. Sampai saat rukha mulai bersuara.


tap tap tap , suara langkah kaki tiba-tiba terdengar di antara jeritan-jeritan yang memenuhi kepala xue li.


Tiba-tiba seseorang dari luar menarik tangan xue li membantunya untuk keluar dari tumpukan tangan itu di iringi suara gelegar dari petir.


Xue li merasa kepalanya sangat pusing karena dia dipaksa mendengarkan seluruh jeritan yang tidak jelas, dadanya sesak, namun hal itu sudah berkurang. Suara-suara itu telah menghilang setelah suara menggelegar dari petir.


Dia berusaha membuka matanya dan hanya mampu melihat seseorang menggendongnya. Meski pandangannya sedikit kabur, xue li familiar dengan orang itu.


" Darius ? "


Darius menyadari kalau xue li masih setengah sadar kemudian tersenyum.


" Kau tidak salah, ini aku.


Jadi beristirahatlah. "


Suara itu..


Entah mengapa setelah mendengar suara lembut itu, xue li merasa tenang dan kemudian memejamkan matanya untuk beristirahat.


Telinganya masih sangat penging. Mungkin karena itulah dia merasa dia membutuhkan istirahat untuk sekali lagi menenangkan dirinya.

__ADS_1


Anda dapat membayangkan bagaimana rasanya terkubur oleh tangan-tangan misterius yang menarikmu kedalam jurang dan menguburmu berteriak meminta tolong. Suara itu bukan hanya ratusan atau ribuan namun lebih dari ratusan ribu. Xue li mengingat dengan jelas apa yang baru saja dia alami, dia mual karena kepalanya seperti akan pecah mendengarkan semua suara-suara itu. Hanya ada satu suara terakhir yang berhasil ia dengarkan setelah di selamatkan.


" Pergi " Itu adalah suara Darius di ikuti dengan gemuruh petir sekali lagi, dan Xue li akhirnya tertidur pulas.


Tanpa sepengetahuan Xue li, pria itu tersenyum dan mulai membawanya masuk ke dalam portal dungeon di dinding jurang, dan portal dungeon itu pun menghilang bersama dengan dua sosok yang masuk.


#################################


" Heol ? Darius IV ? Apa itu sungguh kamu ? "


Darius kaget mendengar suara seseorang segera setelah dia memasuki dungeon.


Seorang pria berambut coklat kemerahan bermata emas muncul dari sudut gelap.


Di dalam dungeon. Dia tidak pernah menyangka akan melihat orang lain di sini.


" Kenapa kamu bisa ada di sini ? " Darius yang kaget mengeluarkan keterkejutannya.


" Apa yang kau maksud? Justru aku yang ingin tahu mengapa kamu juga bisa ada di sini ? "


Identitas pria itu, dia adalah Lu Xinnian, penerus utama keluarga besar Lu. Keluarga penjaga 9 pillar naga.


" Tunggu tunggu, melihat kamu di sini.


Aku tahu. Kamu pasti datang menyelamatkanku setelah mendengar apa yang terjadi di kediamanku! Pasti begitu ? " Lu xinnian mulai menebak sendirian.


Darius hanya mengabaikannya. Dia yang masih menggendong xue li memperhatikan sekitar tempat itu untuk mencari spot terbaik untuk seseorang berbaring.


Meskipun sedikit gelap, dia berhasil menemukan sebuah batu yang cukup besar untuk seseorang berbaring. Dia langsung menuju batu itu namun melihat seseorang duduk bersandar di samping batu memegang sebuah kecapi besar dari batang pohon.


Pemandangan akan darius menggendong seorang wanita teramat sangat langka. Meski ini bukan pertama kalinya dia melihat ini, rasa penasaran lu xinnian semakin besar sehingga kali ini dia mendekat untuk melihat lebih dekat sosok orang yang begitu di perhatikan darius namun segera terhenti karena muncul daun yang merambat menutupi pandangan lu xinnian.


mendengus.


" Tidak baik mengintip seorang gadis. " Ucap pria yang tadinya duduk bersender.


Pria itu mulai berdiri. Penampilannya mulai terlihat. Pria itu memiliki rambut hijau panjang dan mata hijau yang sebagian kirinya tertutup oleh poni. Dia mengenakan pakaian hijau elegan dan membawa sebuah kecapi yang terlihat kasar karena terbuat dari batang pohon.


" Xinrong gege. Terima kasih telah mengingatkanku. " Lu xinnian masih memiliki senyuman di wajahnya sambil sesekali melirik ke arah sosok yang berbaring di atas batu namun segala usahanya berhasil di halangi.


" Xinrong gege. aku hanya ingin melihat sedikit.


Hanya sedikit boleh bukan ? "


Pria berambut hijau itu hanya mengela napasnya sekali lagi dan menjentikkan jarinya ke kecapi sehingga suara merdu terdengan dari sekali jentikan itu. Hal itu membuat pagar dedaunan yang membatasi pandangan xinnian semakin tebal tidak menyisakan sedikitpun sela untuk mengintip.

__ADS_1


__ADS_2