Protagonist Transmigration : Its Best If I Became A Villain

Protagonist Transmigration : Its Best If I Became A Villain
Takdir dari dunia yang saling terhubung (5)


__ADS_3

sebuah goa yang memiliki lorong besar terlihat di dekat portal. Goa itu ditumbuhi beberapa karang yang menempel pada sisi sisinya.



" Berhati-hatilah. Tempat ini sedikit licin " Peringat Higan dono.



" Uwahh !! " Lu xinnian hampir terpeleset padahal baru saja di peringatkan.



Tempat itu begitu gelap, Yun xi membuat sumber cahaya dengan mantra api di tangannya untuk membantu penglihatan.



Sebagai seorang kultivator, melihat dalam kegelapan memang bukanlah sebuah masalah. Namun akan lebih baik menggunakan sumber cahaya untuk membantu penglihatan mereka dibanding dengan mengaktifkan penglihatan malam.



Mereka berjalan menjelajahi goa. Tempat itu dipenuhi dengan benda-benda mengkilap. Suara ombak juga terdengar menggema di dalam.



Semakin jauh ke dalam, suasana dalam goa juga semakin tenang. Hanya terdengar suara tetesan air. Tidak lama menjelajah, mereka sampai pada sebuah percabangan.



Di hadapan mereka, mereka menemukan 3 jalan berbeda.



" Lebih baik kita berpencar " Yun xi menyarankan.



Memang hanya dengan berpencar, mereka akan lebih cepat menemukan keberadaan Yang mulia Darius dan kawan-kawan. Tapi,



Mereka tidak akan tahu bahaya apa yang ada di depan sana jadi Higan dono menyarankan untuk tetap berkelompok.



Hal itu juga yang diharapkan oleh Lu xinnian, dengan begitu mereka tidak perlu khawatir terhadap serangan lawan. Jadi mereka akhirnya memutuskan untuk tetap bersama dan memilih satu jalan.



Mereka melanjutkan kembali perjalanan setelah mendapat kesepakatan jalan mana yang akan mereka lalui.



" Semakin ke dalam, semakin gelap. Aku juga merasakan sesuatu yang membuatku merinding



Kita tidak akan terkubur lautan kan ?" Lu xinnian menyampaikan pendapatnya setelah dia melihat semakin banyak tetesan air yang jatuh dari atap goa.



Saat lu xinnian sedang memperhatikan sekitar, tiba-tiba dia menubruk seseorang yang ada di depannya.



" ... maaf Yang mulia higan. " Dia meminta maaf karena telah menubruk Higan dono.



" Kita. tidak bisa melewati jalan ini. Putar balik " Higan dono memberitahukan.



Itu karena jalan itu terendam air laut. Tidak mungkin kan kalau mereka melewati jalan banjir seperti itu. Tidak mungkin juga kalau Xue li dan Darius berada di jalan itu.



Saat ingin berbalik, tiba-tiba saja terjadi gempa besar yang mengakibatkan goa mengalami reruntuhan.



Tidak sempat meninggalkan tempat itu, higan dono menggunakan mantra pelindung untuk melindungi mereka bertiga dari reruntuhan. Hanya saja, mereka tidak menduga kalau ternyata peristiwa lain terjadi.



Ombak besar datang menghantam mereka dari kedalaman goa. Hal itu tidak dapat di hindari. Karena hantaman itu, mereka terbawa ke permukaan laut.



" To.. tolong.. aku tidak bisa.. ! " Lu xinnian yang hampir tenggelam.



Yun xi yang melihat Lu xinnian yang hampir tenggelam akhirnya dengan terpaksa membantunya naik ke permukaan air dengan cambuknya.



" Higan dono, dimana dia ? " Yun xi memperhatikan sekitar namun tidak menemukan keberadaan Higan, sepertinya mereka terpisah.



" Fuahhh xi xi, terima kasih telah menolongku. Tolong pegang dengan erat ! " Lu xinnian yang akhirnya berhasil di tarik ke permukaan dan mulai bergantung pada Yun xi.



Saat mencari sesuatu yang dapat membantunya mengambang tidak sengaja dia menyentuh sesuatu yang harusnya tidak dia sentuh.



" Ka.. ka .. kamu !!! "



" Eh ?! "



" MATILAH !!! "



" PLAKKKK !!!!! "



Yun xi yang menyadari Lu xinnian memegang dadanya benar-benar naik darah dan dengan cepat dia melepaskan diri dan menampar Lu xinnian dengan keras.



Bekas tamparan menempel pada pipi Lu xinnian, segera setelah yun xi menamparnya dia terdiam melihat yun xi yang pergi meninggalkannya menggunakan sihir terbang.



" ... "



' bukan waktunya untuk melamun ! '



" Ahh to.. tolong !



aku benar.. benar.. tidak bisa..


be.. re.. nang .. "



" blub blub blub blub "



Beruntung tidak lama sebuah benda mengapung dari dasar laut ke permukaan membawa serta Lu xinnian.



Tidak, itu bukan benda. Itu adalah mayat seseorang yang berhasil mengapung.



Melihat seorang mayat membawanya ke permukaan membuat Lu xinnian histeris dan berusaha berenang ke tepi pantai karena dia mengira mayat itu adalah mayat hidup.

__ADS_1



Dia berenang dengan sekuat tenaga ke tepi pantai, namun mayat itu masih mengikutinya dengan kecepatan yang sama.



" Tiiidaaaaakkkkkkk jangan dekati aku



jangan ikuti aku



pergiiiii !!!!"



Pasukan burung api yang melihat seseorang berteriak di tepi pantai akhirnya pergi untuk melihat.



Di tempat itu mereka melihat Lu xinnian histeris sambil menyeret-nyeret tubuh seseorang.



Tidak, bukan menyeret. Mayat itu hanya tersangkut di pakaian Lu xinnian yang histeris.



Zhang beiwen yang menyaksikan kejadian itupun akhirnya mendekati Lu xinnian untuk membantunya melepaskan mayat yang terdangkut itu.



" ... ? " Lu xinnian yang menyadari mayat itu tidak mengikutinya lagi akhirnya bisa sedikit tenang.



Tapi setelah dia mengetahui kebenaran bahwa apa yang terjadi dilihat oleh banyak orang, itu juga membuatnya sangat malu hingga ingin menggali sebuah lubang dan menguburkan wajahnya di sana.



" Ehem ehem



Tuan Lu, kami akan menganggap kalau kami tidak melihat apapun "



Zhang Beiwen mencoba menghibur Lu xinnian yang mentalnya sudah sangat jatuh. Mendengar kata-kata Zhang Beiwen, Lu xinnian sedikit lega, tapi rasa malunya tidak dapat hilang begitu saja.



Bagaimana bisa seorang dewa, takut pada sebuah mayat yang hanya tersangkut di pakaiannya. Membuatnya begitu histeris dan sampai di lihat banyak orang?



■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■



Di sisi lain, Xue li, Darius, dan System masih berada dalam gelembung yang mengapung permukaan laut mendengarkan permintaan Jian yi fan.



" Apa yang kamu maksud dengan menghubungi Higan dono agar dia segera pergi ke dunia ini?



Dan bagaimana kamu bisa mengetahui identitas asliku? " Xue li bertanya pada jian yi fan.



" Bukankah sudah jelas.



Dia memiliki sesuatu yang harus dia katakan pada pak tua.



Pak tua, terlibat dalam kekacauan ini.




Darius berbicara panjang, dan dia mengarahkan kalimat terakhirnya untuk Higan dono yang muncul menghampiri dengan berjalan di atas permukaan laut.



" ... "



Sepertinya gempa besar tadi terjadi, karena naga biru yang di keluarkan Darius. Untuk mencari jalan keluar, darius kesulitan karena tempat itu dipenuhi dengan benang-benang halus berbahaya. Jadi dia memanggil naga biru untuk membantunya membuka jalan keluar.



" Fan Ruolan sahabatku,



aku sudah di sini " Higan dono menghampiri.



" Tuan, apakah itu benar anda ? " Jian yi fan bertanya dengan lemas.



" Benar, Ini aku " Higan masih berjalan mendekat.



" Syukurlah,



masih sempat " Jian yi fan sedikit lega.



Saat ini jian yi fan sudah menyadari kondisi tubuhnya sendiri, dia tidak akan bisa bertahan lama. Terlalu banyak luka dalam maupun luar diterimanya. Oleh karena itu dia langsung menuju point pentingnya.



" Tuan higan, apakah perjanjian itu masih berlaku ? kalau memang iya, tolong lakukan sekarang.



Aku tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi.



Tolong selamatkan yi an dan berikan mataku untuknya " Jian yi fan berbicara.



' Perjanjian ? perjanjian apa ? ' Xue li yang masih diam mendengarkan



" Tentu saja wahai sahabatku. Aku tidak melupakan sesuatu yang sudah kujanjikan. " Higan dono yang sudah mendekat hanya berdiri.



Higan dono kemudian menggerakkan satu tangannya mencoba mengarahkan tangannya ke kepala jian yi fan, namun terhenti karena Darius mencegahnya dengan sarung pedang putihnya.



" Hentikan,



kalau kau berhenti di sini, kau masih bisa kembali " Darius memperingatkan.



" Aku tidak akan kembali, ini adalah sesuatu yang harus kulakukan. "


__ADS_1


" Omong kosong! Kau hanya memikirkan egomu sendiri.



Kalau kau tetap melakukannya, pihak surga tidak akan membiarkanmu begitu saja ! " Darius memperingatkannya lagi.



" Berbeda dengan pendahulumu.



Pihak surga tidak dapat menyentuhku begitu saja.



Hukuman terberat yang akan ku terima mungkin hanya pengasingan " Higan dono mengatakannya dengan percaya diri.



" Kau tidak mengetahuinya



bagaimana kau bisa begitu yakin ?!



Hukuman dari menyalahi takdir langit sangatlah berat.



Apa kau pikir aku juga akan diam saja ? " Darius memperingatkannya lagi.



" Aku adalah orang yang membunuh pendahulumu "



" Aku tahu itu "



" Apa kau percaya? aku bisa membunuhmu di sini untuk membungkammu ? " Higan dono mengancam.



" ?! Higan dono, apa yang kau maksud ?! Membunuh keturunan darius tanpa perintah langit adalah dosa besar! " Xue li mencoba menyesuaikan diri dengan percakapan.



" Aku tahu itu, dengan membunuhku kasus ini tidak akan terangkat.



tapi aku juga tahu, Pak tua sepertimu tidak akan melakukannya " Darius mengatakannya dengan yakin.



" Kalau kau tahu itu menyingkir!



Masih ada sesuatu yang harus kulakukan untuk terakhir kalinya.



Setelah itu seterah, mau melaporkanku atau tidak, itu keputusanmu " Higan dono bersikeras.



Pedang yang tadinya menghalangi jalannya dia singkirkan dengan tangannya.



Higan dono yang sudah masuk ke dalam gelembung akhirnya duduk jongkok meletakkan tangannya di wajah jian yi fan.



" Fan ruolan sahabatku. Aku bertanya untuk terakhir kalinya.



Apa kau yakin ? " Higan dono menunggu jawaban jian yi fan.



Jian yi fan mengangguk dan mengatakan " Sekali lagi, mohon kerja samanya. "



Mendengar jawaban itu, Higan dono mulai mengalirkan energi spiritual ke telapak tangannya sambil membacakan mantra.



Setelah mantra selesai di bacakan, telapak tangan Higan dono bersinar, lalu kedua bola mata yang tadinya tertanam di kepala jian yi fan kini melayang di telapak tangan Higan.



Setelah itu, tubuh jian yi fan sedikit demi sedikit mulai berubah menjadi pasir, dimulai dari kaki, tangan, tubuhnya dan sampai ke kepalanya.



" Terima kasih..



Karena telah menepati janjimu,..



wahai sahabatku..



Higan .. " Jian yi fan mengatakan kalimat terakhirnya dan tubuh yang tadinya berada di dekapan Xue li akhirnya menghilang menjadi debu.



" Apa yang sebenarnya terjadi? " Xue li yang masih terdiam melihat yang terjadi.



" Apa yang anda lakukan sebenarnya? " Dia menatap Higan berharap diberikan penjelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi.



" Fan Ruolan. Dia adalah salah satu dari ratusan immortal yang gugur pada perang melawan Mist 2000 tahun yang lalu. " Darius mencoba untuk menjelaskan.




" 2000 tahun lalu? Apa dia seorang teman yang pernah anda ceritakan?!



Bukankah anda pernah bilang, kalau jiwanya terpencar ? " Xue li mencoba mengingat kembali hal yang diceritakan Higan ketika pertama kali memberikan tugas pergi ke dunia yang telah di tinggalkan padanya.



" Jiwanya tidak terpencar. Kebenaran yang sebenarnya, dia menutupinya. " Darius menatap tajam pada higan dono seakan mengatakan.



' Apa kau ingin aku yang menjelaskan atau kau sendiri ?



Ada hal yang masih ingin kuketahui juga '



" Itu cerita lama. Akan memakan waktu lama untuk menceritakannya. Untuk saat ini yang harus dilakukan adalah menyelamatkan nak Yi an dari tangan Gremory. Aku yakin mereka tidak jauh dari tempat ini. " Higan dono mengalihkan pembicaraan.



Bagaimanapun yang Higan dono katakan adalah benar. Yi an, dia masih belum di temukan.



" Aku sudah membuat tanda pada tubuhnya, kalian berdua, ikuti aku ! " Xue li menarik system yang dari tadi hanya duduk diam memperhatikan dan menyuruh Darius dan higan mengikutinya, masuk ke dalam lubang penghubung.

__ADS_1


__ADS_2