
" Jendral Baek ! Kita berhasil memukul musuh untuk mundur ! "
Laporan dari bawahannya diterima dengan baik oleh Baek ha yang duduk di depan meja dalam tenda darurat.
Dia berniat untuk menghubungi pusat untuk melaporkan berita ini sebelum itu sebuah pesan mendahului, menyuruhnya untuk segera kembali ke pusat.
' Cepat kembali, Pusat alam baka di serang. '
Pesan itu cukup singkat, sehingga baek ha memperkirakan kalau keadaan pusat sedang sangat tidak baik.
Berapa waktu yang dibutuhkan untuk memindahkan seluruh prajurit kepusat menggunakan perangkat teleportasi.
" Perintahkan seluruh prajurit bersiap! Kita akan segera menuju pusat.
Siapkan alat teleportasi segera. Utamakan jendral jendral tertinggi untuk segera di pindahkan ke pusat untuk memberikan dukungan.
Perintahkan sisanya untuk segera menyusul. Ini adalah keadaan darurat! " Perintah Jendral Baek ha di susul dengan tanggapan bawahannya yang segera melaksanakan perintah.
Suara terompet ditiup beberapa kali menandakan untuk para prajurit bawahan bersiap dan berkumpul.
Drap drap drap
Suara kaki prajurit terdengar bersemangat berkumpul di aula perkumpulan dengan segera, mendengarkan instruksi dari pimpinan setiap regu.
Beberapa jendral juga menerima pesan darurat dan sudah berada di tempat teleportasi menunggu kedatangan pemimpin jendral yang akan memimpin mereka.
" Portal sudah siap "
Sesuai dengan perintah, regu pertama yang akan di teleportasi ke pusat adalah para jendral, Baek ha bergabung, dia telah mempersiapkan persenjataannya. Beberapa orang juga sudah mulai melepaskan pedang mereka dari sarung pedangnya untuk bersiap pada situasi tidak terduga, seperti musuh telah mengepung jalur teleportasi atau lainnya.
" Setelah giliran pertama, para pendukung bersiap dan segera teleportasi. " Perintah Baek ha.
Alat teleportasi mulai menyala, ekspresi baek ha dan para jendral lainnya sudah menegang. Mereka harus siap menghadapi musuh apapun yang ada di hadapan mereka segera setelah berteleportasi.
Benar saja, beberapa monster mist telah berlarian ke sana ke mari menyambut mereka yang baru di teleportasi.
Beberapa mantra teleportasi menyala satu persatu. Ada total 7 mantra teleportasi di pusat dan mereka berisi 30-50 prajurit yang di teleportasi masal.
Baek ha menebas monster mist tipe srigala yang mengarahnya.
" Bereskan ! " Perintah Baek ha menunjuk beberapa orang untuk membersihkan jalur teleportasi.
" Baik "
Apa yang di lihat Baek ha sangat memprihatinkan.
Dia seperti melihat neraka. Di mana-mana banyak kerusakan. Tidak sedikit api membakar daerah pemukiman pusat. Seekor srigala berlari ke arah baek ha, namun kali ini api menyelimuti tubuh srigala bersiap untuk membakar segalanya, namun sekali lagi baek ha dengan mudah menebasnya dengan satu kali tebasan. Dia harus segera mencari pusat kerusuhan ini sampai pada akhirnya, dia melihat keributan di kastil enyama dan segera terbang menuju tempat itu.
***
Enyama masih tenang berada di kursi besarnya, dia yakin kalau dukungan akan segera datang. Sampai pada akhirnya, seseorang menghubunginya.
Awalnya Enyama bingung, apa yang membuat orang itu menghubunginya, namun dia segera menyuruh bawahannya menghubungkannya. Orang yang menghubunginya ini mungkin akan dapat membantu situasinya sekarang.
" Kaisar neraka tingkat 2- Miryang.
Ada apa ? Apa yang membuat anda menghubungi saya ? ". Tanya Enyama.
Sosok dalam layar berpenampilan sama, seperti pada rapat petinggi yang di adakan beberapa bulan lalu. Pria itu di tutup sepenuhnya oleh jubah.
" Aku memiliki fragment jiwa Xue yan.
Apa kamu tertarik mendengarkan penawaranku ? " Kata-kata Miryang membuat Enyama cukup tercengang.
" Katakan langsung ke point pentingnya saja.
__ADS_1
Apa maksudmu menawarkan penawaran ? " Enyama kembali bertanya.
Miryang menunjukan sesuatu ke arah layar. Bentuknya menyerupai bola bulu kecil yang bercahaya. Cahayanya terang, dan sesekali meredup mengikuti ritme detak jantung. Melihat hal itu Enyama langsung berdiri mendekati layar. Dia masih tidak percaya kalau ucapan Miryang sungguhan.
' Fragment jiwa xue yan ? Apa itu sungguhan ? '
Tidak ada jaminan yang menjamin kalau itu memang benar fragment jiwa xue yan. Namun apa keuntungan kaisar neraka tingkat 2 untuk berkata bohong ?
" Dari raut wajahmu, sepertinya kamu meragukannya ?.
Sebagai informasi tambahan, fragment ini asli. Aku sudah mencarinya selama sebulan penuh untuk menemukannya setelah dikabarkan kematian xue yan dan kebetulan menemukannya baru-baru ini " Jelas Miryang.
" Apa yang kamu inginkan ? " Tanya enyama.
Mendengar pertanyaan Enyama, Miryang tersenyum. Dia tidak perlu membuang-buang waktu lagi melihat seberapa cepat tanggapan Enyama.
" Aku ingin kamu menghubungi Mist yang bertanggung jawab untuk pertukaran. Atur kembali jadwal bertemu secepatnya.
Aku ingin mengajukan banding " Jawab Miryang.
Mengatur kembali jadwal bertemu? Untuk mengatur kembali kesepakatan ? Jangan bercanda.
Bagaimana Enyama dapat mengaturnya sedangkan saat ini Alam baka pusat sudah berada dalam pertempuran melawan mist.
Tapi dia masih memiliki harapan, mungkin jika dia keluar, dia akan bertemu dengan salah satu general mist dan menyampaikan pesan untuk mengatur kembali pertemuan sekaligus memukul mundur pasukan mist.
" Baik, kapan, dan dimana kamu ingin itu di atur ? "
" Aku akan segera ke tempatmu. Dan seperti yang kubilang, aku ingin kamu mengaturnya
secepat yang kamu bisa. "
Setelah menyerahkan enyama untuk mengatur tempat dan waktu pertemuan miryang langsung mematikan video komunikasinya.
************************************
Tes dewa kematian memasuki tahap terakhir. Seluruh peserta telah berhasil di teleport ke tempat tes dimana mereka akan mulai melakukan proses perburuan point.
Lokasi transportasi dilakukan secara random.
Tempat mereka di teleportasi adalah sebuah pulau, dimana di sana terdapat hutan tropis, gunung berapi, pedesaan bersalju, dan juga gurun pasir mesir. Tempat yang tidak memiliki kemasuk akalan ini merupakan tempat tesnya berlangsung.
Selama waktu cooldown sampai seluruh peserta diperbolehkan meninggalkan tempat teleport terjadi perbincangan diantara para pembimbing dewa kematian.
" Setting macam apa ini ? Lokasi mereka di teleport ... "
" Ini tes gila. Tantangan yang sangat berat untuk tim merah. "
Melihat lokasi teleport dimana titik merah berada dalam kepungan 3 titik putih. Ini merupakan settingan yang di gunakan untuk memojokkan tim merah sekaligus settingan keberuntungan untuk tim pengincar poin.
" Ini tes yang menarik. Sepertinya alasan mereka menyuruh kira memilih satu nama dari anak didik kita adalah untuk ini " Tuan ho tersenyum.
Mo young dan oh haebin hanya dapat ikut tersenyum sambil sedikit merasa tidak dapat berkata-kata, membayangkan tes apa yang sebenarnya pernah mereka lalui.
" Perburuan dimulai ! "
Mendengar aba-aba sudah diperbolehkan bergerak, para peserta tidak menyia-nyiakan sedikit waktupun untuk bergerak.
Dengan kecepatan gerak mereka, satu persatu berhadapan dengan lawan masing masing dan bahkan sudah ada yang mampu mencuri poin dari lawan yang terlebih dahulu di temui ataupun ada orang dari tim merah yang sudah berada dalam kepungan tim putih.
Sistem perburuan poin telah dimulai, mereka mulai mengincar point yang disembunyikan pihak lawan di berbagai macam bagian tubuh buatan mereka.
" Seulgi ah ~ ketemu ~ " Armir menggunakan kemampuan penglihatan dan pendengarannya untuk menemukan lokasi han seul gi dan kawan kawan lainnya.
Saat ini Armir sudah menemukan he an dan ga eun mengajak mereka bekerja sama. Dari pada saling merebut point mengapa tidak bekerja sama untuk merebut poin dari tim lain?
__ADS_1
Setidaknya mereka tidak perlu takut terkepung. Mereka juga dapat bekerja sama dengan baik selama pelatihan juga. Jadi ini merupakan keuntungan dari berlatih bersama.
" Oho, sepertinya seul gi kita mengalami kesulitan.
Dia di kepung 3 orang dari tim putih. Salahnya karena memiliki penampilan mencolok. Apa yang harus kita lakukan sekarang ? "
" ren..
rem.. " Ga eun hanya menyebut nama ren dan rem untuk meminta armir mencari ren dan rem.
" Baik baik senior, kalau aku melihat mereka aku akan langsung informasikan. Jadi? apa yang harus kita lakukan ? " Armir melirik he an.
He an memikirkan untuk memberi keputusan. Selama ini he an dikenal dengan sikap bijaksananya.
" Bagaimana kalau kita ke sana dulu ? tidak ada salahnya mengambil beberapa poin terlebih dahulu bukan ? " He an menjawab.
" Hee,, nggak ah. merepotkan.
Tapi mau bagaimana lagi
Mari kita tunjukkan kebaikan pada bocah gi itu. " ucap armir.
Han seulgi di kejar oleh 3 orang dari tim putih. Melihat dari gerakannya, sepertinya mereka bukan dari tim sama tapi masih menunjukkan sikap pendukungan. Kerja sama mereka tidak buruk.
" Cih sistem penilaian brengsek seperti ini. "
Han seulgi sudah mencoba menyerang mereka agar tidak mendekat, tapi ...
[ Point anda dikurangi 10 ]
Notifikasi tersebut muncul karena menyerang orang dari tim putih.
[ Poin anda dikurang 1 ]
Dan sepertinya setiap bagian tubuh yang di serang memiliki point yang berbeda.
Saat countdown memang muncul notifikasi untuk mendistribusikan point yang dimiliki ke bagian tubuh.
Karena merepotkan, han seulgi menempatkan pointnya hanya pada satu titik. dan itu tepat di jantungnya.
Selama dia bisa lari dan menjaga agar tidak ada yang menyerang jantungnya..
" Wussshh "
Tiba-tiba sebuah panah melesat dengan cepat 0.5 milimeter meleset dari wajah han seul gi dan melesat langsung ke salah satu musuh yang mengejar han seulgi.
[ Anda mendapatkan 10 poin. Poin anda saat ini 85 poin ]
jendela notifikasi muncul di hadapan He an.
" Hmm padahal sudah mengenai kepalanya. Tapi dia hanya menaruh 10 point di kepala ? "
Peraturan permainan nomor 5.1 : Poin tidak akan diperoleh dari lawan yang mati dalam permainan.
" Yah, seharusnya aku mengincar bagian lain terlebih dahulu
Nah sekarang.
Aku tidak akan mengulangi kesalahanku yang barusan lho " He an menatap 2 orang lawan yang mengejar Han Seul gi.
" Mereka ada dua, jadi mengapa tidak membiarkan aku dan ga eun menikmati poin dari mereka ? Setelah itu baru kita habisi tim merah yang di sana bersama ? " Ucap Armir.
" Ren.. , rem .. " Ga eun yang sedari tadi tidak memakan cemilannya seperti biasa hanya menyebut nama ren dan rem berulang kali.
" Senior ga eun , tolong jangan mengurangi tingkat ke kerenanku saat bicara tadi. Aku kan sudah bilang, aku akan membantu senior mencari si kembar itu " Armir menepuk jidatnya.
__ADS_1
Karena merasa tidak mungkin menang dari situasi 4 lawan 2 saat ini, 2 orang dari tim putih langsung pergi mengundurkan diri.