Protagonist Transmigration : Its Best If I Became A Villain

Protagonist Transmigration : Its Best If I Became A Villain
Keterkaitan (4)


__ADS_3

" Dengarkan perintahku!



Setelah kalian bersiap di posisi, tunggu komandoku untuk bergerak!



Kita akan mengepung mereka setelah mantra pelindung aktif!. "



Setelah menerima informasi kalau Yang mulia Darius IV berada di kota Shuura, Huang Yun Xi segera menyiapkan tentara nirwana untuk melakukan pengepungan.



' Dengan begini aku bisa memperlihatkan kehebatanku di hadapan yang mulia '



Yun xi yang sepertinya ingin mencari perhatian dari Darius IV.



Saat Huang yun xi memberikan aba-aba, kota Shuura sudah terkepung oleh pasukan nirwana.



Setelah itu pasukan nirwana menggunakan mantra yang di sebut dengan ' Partisi ' untuk memisahkan kaum mortal dengan immortal.



Tentu saja dengan berada di dalam mantra ini immortal tertentu tidak akan dapat mengeluarkan kekuatan penuhnya karena pembatasan.



Higan dono yang tadinya masih duduk dengan santai di bangku penonton berdiri dengan sigap.



' Hei hei ? bukankah ini terlalu cepat ? '



Sepertinya higan dono juga menyadari keterlibatan pihak nirwana.



Beliau tidak menyangka mereka akan bergerak lebih cepat dari rencana. Meskipun lawan hanya beberapa general dan seorang bangsawan, mereka seharusnya tidak gegabah sebelum mengetahui kemampuan pihak lawan.



' Tapi sekarang yang terpenting bukan itu. Prisai ini akan membatasi kekuatan lawan, tapi juga akan membatasi kekuatan system yang sedang bertarung, kalau seperti ini.. '



Saat itu yang ada di pikiran Higan dono adalah membantu System keluar dari pertarungan.



Beliau tidak mengetahui kalau di sudut kota, Connie juga sedang bertarung menghadapi seorang General.



" pembatas kekuatan dan partisi ?



Sepertinya pihak nirwana sudah bergerak.



Tapi mereka melupakanmu? kau juga masi di wilayah batasan.



Apa kau bukan salah satu dari mereka ? "



Cheesey sempat menghentikan pertarungan.



" Sayang sekali, sepertinya bukan.



Kalau begitu aku akan langsung mengakhiri pertarungan ini.



itu karena aku yakin, sebentar lagi mereka akan segera mencapai pusat kota. "



Cheesey mulai melafalkan mantra perkuatan. Aura di sekitarnya mulai berubah, Connie dapat merasakan perbedaan kekuatan yang terlalu besar di antara mereka.



Apa dia akan berakhir di tempat ini?



' Tuan putri ' Connie menggertakkan giginya memikirkan cara untuk menghadapi musuh yang ada di hadapannya.



Dia mulai mengingat kembali apa yang pernah Xue li katakan.



" Connie, kau seharusnya lebih mengenali kekuatanmu sendiri.



Kamu sudah bukan kelinci kecil yang malang. Coba kenali kekuatanmu sendiri.



Kekuatan seperti apa milikmu, kamu pasti dapat lebih mengenalnya dibandingkanku. "



Xue li pernah memberikan nasehat saat Connie merasa takjub memeriksa berkas-berkas laporan mengenai pekerjaan Xue li.



' Benar, aku pernah berpikir



Apakah aku benar-benar berguna untuknya ?



Mengapa dia membawaku?



Apa yang dia harapkan dariku '



Saat itu waktu berjalan dengan sangat lambat.



' Apapun itu, aku ingin memenuhi harapannya,



Hal yang dapat kulakukan



Kekuatan yang harusnya kukenali sendiri selain kekuatan ruang penciptaan. '



" Sepertinya kamu sudah pasrah ?



Kalau begitu terimalah seranganku ini!! "



Aura yang muncul di sekitar Cheesey kini mulai membentuk sosok makhluk baru.



Itu adalah sosok seekor macan yang sangat besar dan di kelilingi oleh aliran listrik yang besar.



Hanya dengan intruksi tangan cheesey makhluk itu langsung bergerak mengarah ke arah connie.



' Apakah ini akhirnya ? '



Connie mulai menutup matanya, pasrah menunggu serangan untuk mengenainya.



Tentu saja dengan luka seperti itu, menghindarpun akan percuma. Tapi apa tindakannya sudah benar ?



Dia merasa kalau dirinya benar-benar sudah tidak berguna.



' Apa kau akan pasrah berakhir seperti ini? '


__ADS_1


' Pengecut '



' Kau tidak pantas mendapatkan perlakuan khusus '



Sekilas setelah connie menutup mata dia mendengarkan suara orang lain.



' Siapa ? '



Connie mulai membuka matanya.



' Apa yang terjadi ? '



Connie kaget saat melihat monster yang tepat berada di hadapannya hampir menghantamnya, telah berhenti bergerak.



Tidak, bukan hanya monster itu, connie memperhatikan sekitarnya. Dia menyadari, waktu telah berhenti. Apa yang terjadi sebenarnya?



' Kalau kau ingin menyerah, lebih baik berikan padaku



Sepertinya akulah yang lebih layak berada di sisi putri '



Suara itu berasal dari belakang connie.



Tidak, bukan



Connie melangkah maju kemudian membalikkan badannya. Dia kehilangan keseimbangan.



" Eh ?! " Connie menyadari tubuhnya sudah tidak dapat mempertahankan posisinya.



Dia melayang ? Dalam kepala connie dia bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi sampai dia melihat kearah sosok yang ada di hadapannya.



Dia melihat dirinya sendiri, tapi..



' Itu



bukan aku. '



Dirinya yang dia lihat berbeda dengan dirinya sendiri. Dia memiliki rambut merah panjang bercahaya bagai api yang membara.



Senyumnya terlihat begitu nakal, matanya berwarna emas memancarkan rasa percaya diri yang membara.



' Dia memang sepertiku, tapi ada yang berbeda. '



Sekejap waktu kembali berjalan. Monster yang tadinya terhenti mulai bergerak dengan kecepatan penuh.



' Oh tidak! Bahaya! ' Connie yang melayang berusaha untuk menghindar, namun...



Tidak ada luka, justru monster itu terus melaju melewati connie. Connie dengan cepat melihat ke arah orang yang seperti dirinya.



Pria itu hanya menggerakkan sedikit tangannya kemudian



" BANGGG!!! "




" Mustahil !! " Chessey yang melihat apa yang baru saja terjadi tidak dapat mempercayai apa yang dia lihat.



Pria yang harusnya menjadi lawan yang kecil, dia merasakan aura yang berbeda dari pria itu.



Aura yang sangat berbahaya, apa yang terjadi dalam waktu secepat itu. Bagaimana bisa dia merasakan kalau dia tidak boleh meremehkan orang dihadapannya.



' Aku harus segera kembali untuk melaporkan hal ini pada tuan Arios '




Tanpa berpikir lebih panjang, Cheesey berbalik dan ingin segera pergi dari tempat itu.



" Heh, permainan baru di mulai dan kau ingin langsung kabur ? "



Pria yang mirip seperti connie mulai tersenyum dan dalam sekejap dia sudah menghilang dan muncul di hadapan Cheesey.



" Slash !!!! "



Mata Cheesey terbelalak saat dia melihat sosok yang tiba-tiba muncul di hadapannya.



' Aku tidak pernah menyangka, aku akan berakhir seperti ini ?!



Di tangan..



orang..



ini.. '



Dalam sekejap mata, kepalanya sudah terpisah dari tubuhnya.



" Darah dari seorang general mist,



memang menjijikan.



Sepertinya kemampuanku juga sudah menurun. "



Pria itu melihat jijik pada darah yang menodai tangannya.



Melihat kejadian yang terjadi di depan matanya membuat jantung connie berdetak dengan sangat cepat.



" Ugghh ..



Bukankah dia sudah menyerah, kenapa dia terus memberontak. "



Pria itu mulai menekan dadanya. Dadanya terasa sakit seperti terbakar.



Di saat bersamaan connie yang melayang merasakan darahnya yang seperti mendidih.


__ADS_1


' Aku tidak tahu siapa dia, mengapa dia bisa berada di tubuhku.



Tetapi satu hal yang pasti



Kembalikan



Kembalikan tubuhku! '



Connie berusaha sekuat tenaga untuk menggapai sosok tersebut.



Setelah mendekat lebih dekat, gambaran sekitar di matanya mulai terlihat buram. Saat itu connie, mulai kehilangan kesadarannya. Mereka berduapun menghilang seperti tertelan sesuatu.



□□□□□□□□□□□□□□□□□□□□□□□



' Tempat ini,



Sepertinya telah terjadi pertarungan yang sangat hebat. '




Yun xi yang baru saja masuk ke dalam kota melalui jalur belakang melihat tempat yang hancur seperti tempat bekas pertarungan hebat.



" Cepat selidiki tempat ini, aku akan pergi ke pusat kota mencari general dan bangsawan mist! "



Yun Xi memerintahkan beberapa prajurit menyelidiki apa yang terjadi di tempat itu dan langsung pergi untuk mencari lebih mendalam dengan pasukan yang tersisa.



Beberapa prajurit yang di perintahkan menyelidiki menemukan mayat seekor monster dan seorang mist yang menyerupai manusia.



Mereka langsung dapat mengetahui hanya dari melihatnya.



' Tipe general mist. '



' Siapa yang telah mengalahkannya ?



Luka itu..



dan juga tempat yang rusak ini.. '



Hanya dengan melihat sekitar mereka dapat mengetahui telah terjadi pertarungan dahsyat antara mist dan orang misterius yang mengalahkannya.



■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■



Yun xi akhirnya dapat merasakan keberadaan musuh, dia mengarah ke coloseum tempat musuh berada.



Setelah dia memasuki wilayah musuh, dia merasakan perasaan lain.



' Aura yang mengerikan. Apa ini kekuatan musuh? Aku harus lebih berhati-hati. '



Dia menyuruh pasukan untuk menjaga jarak, Yun xi memutuskan untuk melihat apa yang sedang terjadi di dalam terlebih dahulu.



Yun xi berhati-hati masuk ke dalam jangkauan musuh. Dia melihat tempat yang sudah hancur berantakan.



Di pinggir tembok arena yang dekat dengannya dia melihat mayat seekor monster berkepala manusia yang besar.



Di sudut lainnya dia melihat seorang wanita bersayap hitam tertimpa bebatuan. Apa dia mati ?



Melihat keduanya yun xi berpikir kalau mereka adalah.



' General mist! '



Yun xi mulai memperhatikan keadaan sekitar. Seorang wanita dewasa terbang sambil menenteng seorang anak kecil berambut putih yang sepertinya sedang tidak sadarkan diri dengan tangan kirinya.



' Mereka immortal ?



Teman atau Musuh ? '



Di pihak lawan seorang pria muda cantik berambut pirang yang sudah babak belur memandang tajam ke arah wanita dewasa yang menenteng seorang anak.



' Pertengkaran keluarga ? '



" Oh, kamu ? " Higan dono menyadari keberadaan orang lain di sekitar dan melihat ke arah Yun xi.



Yun xi menyadari tatapannya dan mulai bersikap lebih waspada.



" Kebetulan sekali.



Tangkap ! "



Higan dono melempar System yang masih dalam keadaan tidak sadarkan diri ke arah Yun Xi.



' Serangan ? Apa yang dia maksud dengan tangkap ?! ' Dengan sigap Yun xi mencoba untuk menangkap anak kecil yang di lempar.



' Ibu yang tidak bertanggung jawab! Kenapa kamu melemparkan seorang anak kecil seperti itu! Kamu ingin mencelakainya ?



Tapi suara itu ?



Suara laki-laki? Dia wanita jadi-jadian ?! '



Dalam hati Yun xi berteriak.



Dia melihat ke arah anak kecil di pangkuannya. Dia juga merasakan kekuatan dari anak ini.



" Sebaiknya kalian segera pergi dari sini.



Aku tidak menjamin kalau kalian terluka karena pertempuran hebat.



Oh, sekalian tolong jaga anak itu sementara. " Higan dono memperingatkan.



Aura yang yun xi rasakan berasal dari orang itu, dia tidak berani mengambil resiko.



Tapi apa dia harus mundur ? Dia masih belum menemukan Darius sama.

__ADS_1



Tapi Yun xi tidak sebodoh itu untuk membahayakan dirinya dan pasukan lebih jauh jadi dia pergi membawa anak itu dan memerintahkan pasukan untuk mundur ke area yang lebih aman.


__ADS_2