Protagonist Transmigration : Its Best If I Became A Villain

Protagonist Transmigration : Its Best If I Became A Villain
ARC 2 - Dewa kematian - Berperang


__ADS_3

'SLASH'


Han seul gi yang memusatkan kekuatannya pada tangannya untuk memblokir pedang panjang dari lawan memaksanya mundur.


' Shuuuuut '


Anak panah mengenai bahu lawan. Armir berlari menggunakan kecepatan lari mengeluarkan dua bilah pisau yang dia sembunyikan di lengannya, dan lawan berhasil di lumpuhkan.


Sekejap tubuh lawan meledak mengeluarkan asap putih. Point perburuan di terima untuk mereka yang berhasil memberikan pukulan.


Han seulgi cukup kesal karena baik he an dan armir tidak membiarkannya mencetak 11 point terakhir.


Mereka dengan sengaja mengganggu han seulgi mencetak point dengan mengganggunya saat menyerang musuh. Padahal cukup sulit menemukan lawan dari tim merah. Sementara saat ini point he an dan armir hampir mendekati syarat kelulusan.


Han seulgi benar-benar ingin menghajar mereka. Namun jika dia melakukannya, pointnya akan semakin menipis dan akan lebih sulit mencari orang dari tim merah untuk di kalahkan. Dia hanya perlu mengalahkan satu orang untuk mendapatkan point terakhirnya.


" Terima kasih kerja kerasnya " Ucap Armir menyemangati.


Namun tiba-tiba saja seseorang menerpa dari arah belakang dengan kecepatan penuh.


" Armir, awas !! belakangmu ! " He an yang melihat gerakan mencurigakan langsung berteriak.


Untungnya Armir bisa langsung menghindarinya, namun orang tersebut langsung berbelok menerjang ke arah Ga Eun.


Ga eun menghentikannya dengan kedua tangannya yang mengeras seperti baja. He an langsung menarik busurnya dan menghempaskan anak panah ke pria itu, hanya saja pria itu berhasil mematahkan anak panah sebelum mengenainya dan juga mendorong keras tubuh Ga eun hingga terpental ke pohon besar.


Han seulgi tidak membuang waktu untuk mengarahkan pedangnya ke arah pria bertudung kuning tersebut. He an melompat dari satu dahan ke dahan lain untuk mencari posisi yang bagus untuk menembak.


' Ctak ! ' Suara goresan terdengar nyaring karena pertemuan antara pedang dan sesuatu yang keras di balik hoodie.


Armir yang tidak kalah mengambil kesempatan melemparkan dua bilah pedang ke arah lengan baju jubah kuning. Itu meleset namun berhasil merusak pakaiannya dan menunjukkan bagian tangan lawan yang menggenggam pisau panjang yang menempel di lengan. Tidak, lengannya adalah pisau itu sendiri.


" Siapa dia ?! " Saat memperhatikan kondisi tubuh lawan, mereka langsung mengetahui bahwa dia pastilah bukan calon dewa kematian.


" Kau bisa merusak pakaianku haha, aku tidak tahu bahwa ada calon dewa kematian yang bisa sedikit menghiburku ? " Ucapnya.


Pria itu membuka hoodie kepalanya lalu merobek lengan baju satunya.


Pria itu memiliki 8 mata berwarna hitam dan rambut hijau dikuncir. Wajahnya sedikit bengkak di bagian mulut. Tapi itu tidak tampak seperti wajah manusia.


' Mist ?! '


Para calon dewa kematian telah melalui ujian tertulis sebelumnya. Tentu saja mereka mengetahui apa itu mist. Tapi Mist yang dihadapan mereka memiliki figur yang menyerupai bentuk sempurna. Itu pastilah mist berperingkat. Tapi kenapa mereka bisa ada di sini ?

__ADS_1


He an mendecakkan lidah dia melompat ke arah ga eun sambil melemparkan bom asap.


Seharusnya rekannya yang lain tahu apa yang harus di lakukan. Tentu saja mereka harus melarikan diri.


He an dan armir membantu ga eun pergi, han seulgi membuka peluang untuk kabur dengan merubuhkan beberapa pohon ke arah mist general. Mereka berpencar menjadi dua kelompok. Armir, he an dan ga eun ke selatan sedangkan seulgi ke barat.


" Jadi kalian memutuskan untuk bermain kejar-kejaran ? Siapa yang akan ku tangkap duluan ? " Pria itu memotong beberapa pohon besar seakan itu bukan apa-apa dan mengambil ancang-ancang pergi ke arah han seulgi.


" Tch " Han seulgi yang melihat pria itu melesat kearahnya dengan kecepatan penuh berhenti dan memasang kuda-kuda menghentikannya.


Pedang saling bertabrakan dengan keras hapir membuat seulgi terdorong mundur. Dia menendang kaki lawan untuk mendapatkan daya dia melompat melewati pria itu masih dengan pedang yang bertabrakan lalu menggunakan daya dorong pistol untuk terbang menjauh.


Anak panah melesat dari arah selatan dan mengenai bahu lawan. Hal itu memberi kesempatan untuk seulgi kabur ke arah selatan mengikuti jejak lainnya.


Pria itu tersenyum. Dia menarik panah yang ada di bahunya kemudian tubuhnya membengkak. Itu bukan lagi tubuh manusia. Itu adalah tubuh monster.


Tubuhnya menghijau seperti rambutnya. Empat tangan pedang lain keluar dari tubuhnya. Itu adalah perubahan yang membuat seul gi bergidik. Mereka harus segera melarikan diri dari lokasi. Tapi apakah mereka bisa melakukannya ?


Pria itu memasang kuda-kuda kembali seperti saat dia melesat sebelumnya, namun kali ini pahanya membengkak urat-urat terlihat jelas karena membesar.


" Tidak, kalau dia melesat seperti tadi !! " Armir memperingati.


Seulgi berlari zigzag sambil memotong pohon di arah yang dia lewati berharap itu mampu sedikit menahannya.


Namun tentu saja hal itu percuma karena begitu pria itu melesat dengan kecepatan penuh, tidak ada yang mampu menahannya. Itu menabrak pohon membuat pohon hancur terbelah. Pria itu dengan gila menggerakkan keenam tangan pedangnya dan melesat dengan cepat ke arah han seulgi.


Kali ini serangan pria itu akan langsung mencabik tubuhnya, namun seseorang datang menarik kerah seulgi dan melemparkannya ke belakang dan menghalau serangan dengan sabit dewa kematiannya.


Han seulgi yang terhempas segera mengeluarkan pistolnya dan membidik ke arah monster itu. Monster itu terpukul mundur.


" Tuan muda "


Han seulgi yang mengetahui siapa orang membantunya memanggilnya.


Orang yang ada di hadapannya adalah Mo young. Salah satu dewa kematian elit.


" Apa kalian baik-baik saja ? Jangan khawatir. Pasukan elit sudah tiba di lokasi." Ucap Mo young.


Beberapa orang berpakaian serba hitam muncul kembali di hadapan mereka.


####


Perlu waktu 20 menit untuk para dewa kematian tiba di lokasi ujian. Itu karena seseorang telah merusak alat transportasi mereka. Beruntung mereka segera menemukan adanya keganjalan dari tes kali ini. Meski sudah ada beberapa orang yang menjadi korban namun mereka akan memastikan mereka akan merebut kembali jiwa para calon dewa kematian yang mereka ambil.

__ADS_1


Di sisi lainnya Clasus juga terkepung. Dia tidak menyangka kalau dewa kematian akan bertindak sesigap itu.


" Para dewa kematian benar-benar bekerja keras ya ? Padahal belum satu jam kami di sini tapi kalian sudah ada di sini " Ucap Clasus.


Tuan ho langsung turun ke lapangan setelah mendengar ada yang tidak beres di lokasi ujian.


" Maaf saja, tapi aku akan menghentikanmu cukup sampai di sini " ucap tuan ho menghisap batang rokok dan mengeluarkan asap kelabu teknik yang pernah dia gunakan saat membuat bentuk macan putih untuk menaiki gunung. Namun kali ini berbeda, dia membakar korek dan melemparkannya ke arah asap hingga itu terbakar dan membentuk wujud macan api.


" Heh, menghentikanku ? Coba saja kalau bisa ! " Clasus mengeluarkan sebuah tongkat pendek dan mulai membacakan mantra.


" Aku memanggilmu, Ragnar " ucapnya dan lingkaran sihir muncul di hadapannya. Monster setinggi 10 meter keluar dari lingkaran. Itu adalah mantra pemanggil tingkat tinggi.


Monster itu adalah ksatria hitam. Setelah seluruh tubuhnya berhasil terangkat, clasus terbang ke samping monster yang dia summon. Dia melihat ke arah lawannya seakan melihat ke arah serangga kecil yang siap untuk di injak.


Tuan Ho yang melihat kehadiran ksatria hitam juga tidak hanya diam. Dia menambah jumlah pasukannya dan membakarnya membuatnya menjadi segerombol macan putih api yang siap menerkam mangsa di hadapannya. Namun tentu saja itu memiliki ukuran yang jauh berbeda dari monster di hadapannya.


Clasus kembali mengangkat tongkatnya dan lingkaran sihir muncul di kedua tangan ksatria hitam. Sebuah pedang dan prisai muncul di tangan ksatria hitam.


Ksatria hitam memang besar, namun itu tidak membuatnya menjadi lelet. Saat segerombolan macan putih api menyerangnya dia dengan sigap menggerakkan prisainya untuk menghadapi gerombolan macan hingga membuat mereka terhempas lalu segera menurunkan pedangnya mengarahkannya ke para dewa kematian di bawah dan itu berhasil di hindari.


Serangan kedua dari ksatria hitam tidak melukai siapapun, namun itu merusak area luas karena kekuatannya.


Seekor macan api yang belum maju akhirnya maju dan langsung menargetkan clasus yang terbang di samping ksatria hitam. Dia melompat dan melompat memanfaatkan tubuh ksatria hitam dan akhirnya tiba di hadapan clasus. Clasus hanya tertawa mengatakan bahwa itu sia-sia. Dia menekankan mantra di hadapannya membuat penghalang yang mencegah datangnya macan api tersebut. Namun macan itu segera berubah menjadi asap.


" Kamu terlalu meremehkan dewa kematian anak muda " Sebagai gantinya tuan Ho yang menggantikan posisi macan api setelah asap tervaporisasi.


Tuan ho telah mengeluarkan sabit dewa kematiannya dan langsung menyerang prisai milik Clasus. Karena tabrakan dengan sabit dewa kematian yang dapat memotong apapun dia terbang lebih tinggi untuk menghindari serangan setelah prisai tidak mampu bertahan.


Tuan ho yang kehilangan pijakan menggunakan macan putih untuk bertukar tempat.


" Bukankah itu curang ? Kamu tahu dewa kematian tidak memiliki sayap tapi kamu terbang setinggi itu ? " Ujar tuan Ho.


" Tidak ada aturan dalam pertarungan. Siapa yang kuatlah yang akan menang ! Ragnar ! " Perintah clasus kepada Ragnar untuk menghabisi musuh-musuhnya.


" Graaooo!!! " Ragnar mulai menyerang secara membabi buta.


Seseorang mengeluarkan pistol dan membidik ke arah Clasus namun itu sia-sia. Clasus terbang terlalu tinggi untuk dapat di jangkau oleh bidikan pistol.


" Jangan melawan. Kalian pergilah untuk mengumpulkan calon dewa kematian yang tersisa. " Perintah tuan ho.


" Baik " Merekapun mematuhinya dan langsung berpencar.


" Hah apa kalian akan melarikan diri ?! Sungguh tindakan pengecut. " Ejek Clasus.

__ADS_1


" Yah, mau bagaimana. Kemampuanku akan melukai mereka jika mereka tetap di sini " Ucap Tuan Ho.


" Kau terlalu banyak bicara " Clasus memberikan lebih banyak kekuatan ke ksatria hitam. Kali ini itu mulai mengamuk dan menjadi lebih agresif.


__ADS_2