
Syuuuu~ Suara pasir di tengah gurun.
" Akhirnya.. Apakah akhirnya kita sampai di tempat tujuan ?... "
" Apa apaan gurun pasir ini ?! "
" Kita,.. apakah kita berhasil keluar hidup-hidup ? "
" Kupikir aku benar-benar akan mati "
" A.. air "
" Aku , aku sudah tidak kuat lagi. Butuh makanan untuk mengisi energi "
" Ga eun !! "
" Ga eun Oppa !! " tangis ren dan rem.
Petugas gerbang yang bertugas menjaga gerbang desa tidak dapat menutup mulut mereka setelah mengkonfirmasi bahwa orang orang yang mereka lihat adalah sungguhan.
" Hei, apa kalian baik baik saja ?! " salah satu dari penjaga mengkonfirmasi keadaan mereka.
" Mereka baik-baik saja. Terima kasih telah mengkhawatirkan " ucap Oh haebin menengahi.
' What the hell!!! dari mana anda melihat bahwa kami baik baik saja ?! ' umpatan semua orang.
Mereka tidak pernah menduga akan memakan waktu semalaman untuk sampai ke gerbang desa ini. Mereka mengejar senior mereka seperti orang gila, menghindari para monster-monster yang sangat banyak di luar sana dan telah kehilangan tenaga mereka karena kelelahan dan kelaparan.
" Selamat datang di desa perbatasan distrik D. Untuk proses lebih lanjut kalian harus mengisi formulir berikut ini agar bisa masuk ke desa. " Petugas membimbing oh haebin untuk menyelesaikan proses administrasi masuk ke desa.
Para calon dewa kematian lainnya sudah tidak dapat bergerak lagi karena kelelahan dan kelaparan, namun berusaha untuk tetap bangkit dan mengikuti senior Oh berharap di dalam sana mereka akan menemukan sebuah warung yang menjual makanan dan minuman.
" Ini gila! benar-benar gila! baru pertama kali aku melihat tempat seperti itu di alam baka meskipun ini kali keduaku mengikuti tes dewa kematian " komentar han ji soo.
" Ini juga bukan pertama kali aku mencoba tes dan baru sekali ini mendapat pelatihan seperti ini " He an membalas.
" Ehh, jadi kalian sudah pernah mengikuti tes dewa kematian ? seperti apa tes yang di jalankan ? " Christ penasaran.
" ... "
" ... "
" kenapa terdiam ? " Christ bertanya setelah memperhatikan ekspresi han ji soo dan he an.
" sudah seribu tahun berlalu jadi aku kurang mengingat dengan jelas. Itu karena setiap tahun tes nya berubah jadi mungkin tidak ada gunanya menceritakannya sekarang " jelas he an.
" tapi bukannya bukan karena sudah lama, namun sepertinya beberapa ingatan kita mengenai ujian terhapus setelah gagal dalam ujian " komemtar han ji soo.
" terhapus ? dan wow seribu tahun ? aku tidak percaya, jadi kalian sudah berumur segitu ? " Yeol bergabung dengan obrolan.
" Hehe, aku rasa umur di tempat seperti ini tidak menjadi permasalahannya. Apakah kamu baru mengikuti ujian tahun ini ? kamu pasti sedikit terkejut " he an membalas.
" Bukan sedikit , tapi banyak. Meski lulus dalam ujian tertulis aku tidak tahu kalau ujian praktik akan seberat ini. Ngomong-ngomong ujian ini sudah berjalan sejak kita di sini kan ? " Yeol berpendapat.
" Hhmm kalau di pikir-pikir memang masuk akal ujian sudah di mulai sekarang melihat tindakan senior Oh.
__ADS_1
Apa beliau sudah menilai tindakan kita selama melewati gurun ? Kalau begitu kita harus lebih menonjolkan diri ? " Pendapat he an.
" Ehhh tapi ada satu orang yang masih tidak ada bersama kita. Apakah dia di diskualifikasi ? " Tanya yeol.
" Bukannya bagus kalau dia di diskualifikasi, itu artinya saingan berkurang satu. Enaknya~ Good for you " Komentar Armir.
ujian telah di mulai. Setidaknya Itulah apa yang para calon dewa kematian pikirkan tentang apa yang telah mereka alami sekarang.
Saat ini mereka ber delapan telah memasuki gerbang desa perbatasan.
He an , Ren dan Armir yang termasuk kedalam kelompok Oh Haebin.
Han ji soo, Ga eun dan Rem yang masuk ke dalam kelompok Keanne.
Lalu Yeol dan Christ yang termasuk kelompok Tuan Ho.
Setelah beristirahat dan makan beberapa makanan yang tersedia di toko klontong, Oh haebin kembali mengumpulkan mereka untuk melanjutkan perjalanan.
" Yang benar saja. Setelah melewati gurun apa kita juga harus mendaki gunung ? " Yeol yang mematung melihat seberapa tingginya gunung yang harus mereka daki untuk sampai ke tempat tujuan.
" Kalau begitu aku akan menunggu kalian di atas. " Ucap Oh haebin meninggalkan 8 calon dewa kematian di kaki gunung.
################################
Di sisi lain di atas gunung.
" Ngomong-ngomong Nak Haebin lama juga ya. Apa terjadi sesuatu di perjalanan ? " Ucap tuan Ho.
Namun tidak lama terdengar suara sambutan dari kepala penginapan mengucapkan selamat datang kepada tamu.
' Dia terlalu aktif, padahal semakin lama mereka sampai semakin bagus dengan begitu aku akan lebih bebas dan fokus mencari petunjuk tentang keberadaan kepingan ingatanku. ' Xue li memikirkannya sambil meminum susu hangat yang dia pesan.
Itu masih pagi, susu hangat memang yang terbaik.
" Hhmm ? "
Xue li melihat ke sekeliling dan menemukan seorang pria sedang duduk di kursi belakangnya sambil membaca koran.
Sepertinya xue li merasa sedang di perhatikan, taoi dia tidak yakin kalau orang yang memperhatikannya adalah orang yang sedang membaca koran.
Saat ini dia sedang berada di ruang bersantai villa. Itu adalah tempat umum jadi wajar kalau dia merasa seperti ada seseorang yang melihatnya.
Lihatlah dia, dia adalah satu-satunya wanita tercantik yang ada di sana, bagaimana mungkin dia tidak menjadi terkenal. Xue li beranjak dari sofa kemudian mengibaskan rambutnya.
" Ppffftt "
" Hah ? "
Xue li melihat pria yang duduk di sofa sambil membaca koran itu, bahunya sedikit naik dan bergetar. Dia menahan tawa. Itulah yang dipikirkan xue li.
Apa dia membaca sesuatu yang lucu dari koran yang dibacanya ? dan Xue li pun memutuskan untuk tidak menghiraukannya.
" Astaga, aku tidak bisa berhenti berpikir, bagaimana dia masih bisa senarsis itu setelah kehilangan kepingan ingatan dan kekuatannya. "
Pria yang membaca koran tersebut mulai melepaskan korannya, meletakkannya ke atas meja samping sofa.
__ADS_1
Pria itu memiliki rambut hitam pekat dan memakai kacamata. Di balik kacamata transparantnya terlihat mata silver yang begitu indah mendukung senyumannya.
" Aku mengharapkan sesuatu yang besar darimu, Xue li. " Dan kemudian menghilang tanpa jejak.
Saat ini Xue li masih belum mengetahui tentang keberadaan sosok pria misterius tersebut. Dia memang merasakan seseorang memperhatikannya namun tidak merasakan aura berbahaya dari orang itu jadi dia membiarkannya berpikir kalau dia hanyalah seorang penggemar.
Saat itu juga tuan Ho telah sampai ke meja resepsionis bermaksud bertemu dengan Oh Haebin yang di tunggunya namun ternyata dia salah, dan malah bertemu dengan seseorang yang diluar dugaan.
" Tuan muda Mo ? "
" Tuan Ho ? Ini sungguh kebetulan. Saya tidak tahu anda berada di sini juga. " Mo yong menyapa tuan Ho dengan sopan dan membungkuk.
Melihat Mo young yang membungkuk membuat tuan Ho juga membungkuk menyapa.
" Saya juga tidak menyangka mengapa anda ke sini ? "
" Ah, aku mendapat permintaan dari sahabatku untuk membantunya dalam pembinaan calon dewa kematian.
Apa yang anda lakukan di sini ? " Mo young bertanya.
" Ah, tahun ini aku ditugaskan menjadi pembimbing calon dewa kematian, dan akan melakukan pelatihan di tempat ini. " Jawab tuan ho.
" Wah sungguh kebetulan. Kalau begitu, apakah anda mengenak teman saya Oh Haebin ? Aku tidak dapat menghubunginya. "
" Teman yang anda maksud adalah Oh haebin ? Kalau begitu anda adalah teman yang dimaksudkan membantu pelatihan kali ini ? Sungguh kebetulan.
Tapi untuk menginformasikan, Oh Haebin masih belum sampai ke sini bersama dengan para calon dewa kematian. Saya mengira kalau yang datang adalah beliau, namun ternyata bukan. "
" Hhmm ? " Muncul pertanyaan di mana oh haebin sekarang di balik senyuman mo young.
Tring tring tring ~ Suara kumpulan lonceng kecing terdengar menandakan seseorang masuk ke penginapan
" Selamat datang "
" ?! "
" Kau ?! "
" Kau ? Bagaimana kau bisa ada di sini?! Kau membuntutiku ?! " Tanya mo young.
" Hah ?! Siapa yang membuntuti siapa ?! "
Eun Jae baru saja tiba di penginapan bertemu dengan mo young.
################################
' Pagi ini Mo young aneh. Dia pasti menjembunyikan sesuatu dariku. ' Pikir Eun Jae melihat wajar cemerlang Mo young setelah membereskan diri.
Mo young dan Eun jae adalah rekan satu kamar, jadi Eun jae tahu kalau mulai hari ini hingga 3 hari ke depan, Mo young telah mengambil cuti. Dia penasaran apa yang akan di lakukan mo young di belakangnya jadi Eun jae memutuskan untuk mengambil cuti pada hari yang sama.
" Aku tahu itu, dia pasti menyembunyikan sesuatu. Apa yang membuatnya sesenang itu hingga bersenandung ?! " Pikir Eun jae.
Dia mengingat ucapan pria berambut hitam yang dia temui kemarin. Dia juga mendengar sesuatu yang pertama kali dia dengan tentang identitas Mo young namun Eun jae tidak dapat mempercayainya.
Apa benar yang dikatakan pria itu ? Jadi Eun jae memutuskan untuk membuntuti Mo young dan berakhir di sebuah penginapan atas gunung dekat dengan perbatasan.
__ADS_1