
Saat ini Higan dono merupakan buronan baik kayangan maupun alam baka. Bahkan dia juga terancam terkena hukuman karena telah melanggar tabu.
Lalu orang yang menjadi buronan itu saat ini sedikit mabuk masih menikmati alkohol yang di siapkan connie sambil berbaring?
Bukan hanya itu, pria terhormat, Yang mulia Darius IV juga masih berada di sana menemani.
Namun bukan itu yang terpenting sekarang.
Xue li hanya meninggalkan mereka beberapa hari untuk menyerap kekuatan dari kepingan yang dia dapatkan. Dia tidak menyangka kalau sampai sekarang mereka masih ada di tempat itu dan lagi mereka bersantai seperti itu. Benar benar..
" Jadi, apa yang menyebabkan kalian berdua tidak pergi ? " Xue li berusaha menanyakannya dengan sopan. Bagaimanapun orang yang ada dihadapannya merupakan petinggi.
" Nak xue li memang pandai bercanda. Tentu saja aku di sini untuk bersembunyi "
Itulah yang dikatakan higan.
" Ngomong-ngomong Tuan Darius yang terhormat.
Saya yakin anda sangat sibuk. Apa anda yakin akan menghabiskan waktu di sini ? " Meski dia tersenyum namun masih terlihat sedikit kedutan di alis dan bibir xue li.
" Kamu benar, "
Darius yang tadinya duduk di hadapan Higan dono mulai berdiri.
Dia mulai berjalan ke arah Xue li dan berhenti tepat di hadapannya. Sejenak dia terdiam, lalu sedikit mengamati tubuh Xue li dari atas ke bawah.
" A.. apa ? " Xue li yang merasa sedikit risih.
" Tidak, sepertinya kau baik-baik saja.
Kalau begitu aku permisi. " Darius menjadi sedikit lega melihat keadaan Xue li yang baik-baik saja setelah menyerap kekuatan dari kepingan akhirnya pamit untuk kembali.
Setelah sosok Darius tidak terlihat higan dono tiba-tiba berbicara.
" Dia mencemaskanmu "
" Hah ? " xue li yang mendengarnya langsung melihat ke arah suara.
" Ya ampun bocah itu. Aku sudah bilang tidak apa meninggalkanmu karena aku di sini.
Tapi bocah itu bersikeras tinggal di sini setidaknya sampai nak xue li keluar dari pengasingan dan melihat apakah kamu berhasil menyerap kekuatanmu kembali. " Higan berbicara masih dalam posisi berbaring miring.
" Apa anda mabuk ? Anda mengatakan sesuatu yang aneh.
Tentu saja tidak ada yang perlu di cemaskan.
Aku tidak akan semudah itu memasuki hati iblis. Sebagian besar tentunya karena anting cermin ini. " Xue li hanya dapat menghela napas melihat orang yang ada di hadapannya.
" Selain itu, bagaimana keadaannya ? Masih belum siuman ? " Xue li mulai menanyakan keadaan Jian yi an.
" Ah, mungkin dia baru akan siuman sekitar 100 tahun lagi. "
Mendengar perkataan Higan-dono Xue li kaget.
" 100 tahun ?! "
" Benar, 100 tahun. Aku merasa sedikit tidak enak, tetapi setelah semua menampungnya sedikit lebih lama tidak masalah bukan ? "
Mendengar perkataan Higan yang seenaknya, Xue li tidak dapat menahan diri lagi.
" Lakukan sesuatu ! Apa kamu berencara bersembunyi di sini selama itu ?! " Xue li melangkah maju ke arah meja.
" Dan lagi, sebenarnya sudah berapa banyak anda minum ? Higan dono, tidak mungkin anda bisa bersembunyi di sini selama itu.
Dan untuk Jian yi an, apa tidak ada jalan lain selain menunggunya bangun dalam 100 tahun? " Xue li menatap Higan dan melihat berapa botol minuman yang berserakan di balik meja.
Mendengar ucapan Xue li Higan dono yang tadinya masih ingin minum menghentikan tangannya. Dia kemudian menurunkan gelasnya.
" Bersembunyi di sini selama 100 tahun.
Itu ide yang bagus "
Mendengar kata-kata Higan Xue li kembali menggedor meja dan meneriakkan nama Higan dono.
" Higan dono! " berharap perkataan Higan itu tidaklah serius.
" Yah kalaupun aku bisa melakukannya.
Tenang saja, aku di sini hanya sampai situasi sedikit tenang. Dan lagi..
Adalah hal yang mustahil bersembunyi dari kejaran kayangan meski aku di tempat seperti ini.
Nak Xue li bisa bernapas lega. " Ucapnya pasrah.
" Untuk jian yi an, aku tidak dapat melakukan banyak. Sudah 2000 tahun dia terus dan terus berenkarnasi dan telah mengalami banyak kejadian setelah itu.
Gremory sialan itu, dia menggunakan akar mimpi untuk membuatnya mengingat kejadian kejadian selama mereka berenkarnasi. Apa yang sebenarnya dia pikirkan. " Higan dono menjelaskan.
" Akar mimpi ? apa itu? sebuah mantra ? " Xue li baru pertama mendengar ucapan itu.
" Intinya, Gremory memaksanya mengingat kejadian-kejadian yang mereka alami.
Aku tidak tahu apa yang dia rencanakan. Apakah dia ingin membuatnya mengingat perasaan mereka atau apa. "
__ADS_1
Xue li mulai sedikit paham hal yang dimaksud oleh Higan dono.
Akar mimpi, itu adalah mantra untuk membuat seseorang mengingat ingatan selama hidupnya. Bukan hanya ingatan di satu dunia, namun seluruh ingatan saat dia terlahir kembali dan kembali.
Pasti akan berat untuk mengingat seluruh kejadian ketika dia berenkarnasi dari roda renkarnasi petaka. Dia telah mengalami itu selama 2000 tahun lamanya.
" Ngomong-ngomong nak Xue li.
Sebenarnya ada yang sedikit mengganggu pikiranku.
Apa aku boleh menanyakan sesuatu ? " Higan dono mulai berganti posisi ke posisi duduk bersila.
" Tentang apa ?
Aku tidak tahu apa yang ingin anda tanyakan sehingga menganggu pikiran anda.
Tapi dari pada sedikit mengganggu aku lebih berharap hal itu akan mengganggu anda banyak. ahaha " Xue li sedikit tersenyum saat membayangkan kalau Higan dono terganggu oleh sesuatu karenanya. Dia merasa hal itu tidak buruk.
" Yah, pikiran orang tua ini sudah banyak dipenuhi masalah. Apa nak Xue li tega menambah beban orang tua ini? "
" Cih.
Apa yang anda ingin tanyakan.
Aku tidak keberatan menjawabnya selama anda memberikan timbal balik yang setimpal. "
' Uwaah sifatnya yang ini. Benar-benar mirip. ' Higan dono sedikit teringat pada seseorang.
" Bukan pertanyaan sulit. Aku tidak keberatan memberikan Chameleon kepadamu. " Higan memberikan penawaran.
" Ara, apa aku salah mengingat ? bukankah anda memberikan benda ini. sebagai imbalan karena telah menyelesaikan perkerjaan. "
" Oh ya , apakah aku pernah mengatakan demikian. Kalau begitu bagaimana dengan kipas 4 elemen ? " Higan dono mencoba mengingat sesuatu.
Tentu saja Higan dono tidak pernah memberikan Chameleon kepada Xue li. Dia hanya meminjamkannya.
" Bagaimana ya.. kipas 4 elemen memang sangat berguna, tapi akan percuma karena kipas tersebut sangat boros. "
" Itu karena kamu tidak mengendalikan pengeluarannya dengan baik. Dan lagi aku tidak menawarkan untuk memberikanmu kipas 4 elemen. tetapi aku ingin meminta bayaran untuk biaya sewa.
Selain itu, apakah nak xue li lupa kalau kamu masih memiliki hutang yg lain.
Kalau tidak salah 1000 batu spirit ? ah aku juga memberikan diskon 50% jadi 500 batu spirit. selain itu untuk biaya pinjam si ge yaosu 20 batu spirit perhari dan kamu menggunakannya untuk 22 hari. total semuanya menjadi 940 baru spirit. " Higan dono menghitungnya dengan rinci.
" Gahh Higan dono!
Tidak, bukan
Apa yang mengganggu pikiran anda ? " Xue li yang mendengar perincian Higan-dono langsung duduk di hadapannya dengan memasang senyuman.
" Nak xue li memang hebat, tidak melupakan profesionalismenya. Kalau begitu sebagai timbal balik aku tidak keberatan mencatat ini sebagai hutang. "
" Ehh ?! Tolong di hapus !! " Xue li panik.
" Ahahah, aku hanya bercanda. Aku akan melewatkan yang satu ini. Selain itu, barang pusaka yang kamu kenakan.
Itu memang sengaja di buat sebagai hadiah " ungkap higan-dono.
" Hadiah ?
untukku ? "
" Haha, nak xue li pandai sekali bercanda. Tentu saja bukan.
Itu adalah hadiah yang dibuat hanya untuk ibumu. "
" Ibuku ? "
" Dan lagi yang ingin kutanyakan menyangkut hal ini. "
Melihat ekspresi Higan dono yang mulai serius Xue li juga menempatkan diri dalam ekspresi yang tepat.
" Nak xue li mengatakan kalau kamu kehilangan kekuatan dan ingatanmu 200 tahun yang lalu? "
" ya, itu benar "
" Mungkin ini hanya spekulasiku semata. Apakah..
Sebenarnya kamu tidak mengingatku dan Darius IV ? " Higan dono bertanya.
" Itu benar, sebelumnya saya memang tidak mengingat anda.
Tetapi anda datang di waktu yang tepat setelah saya mendapat sedikit ingatan tentang anda, jadi saya mengetahui kalau itu adalah anda.
Selain itu, untuk darius IV.. " Xue li ingin melanjutkan namun Higan dono menyuruhnya untuk berhenti.
" Aku mengerti. Lalu pertanyaan sebenarnya.
Sampai sejauh mana ingatan anda kembali ? " Higan dono akhirnya mengeluarkan pertanyaan yang sebenarnya.
Xue li sedikit kaget mendengar pertanyaan Higan. Sesekali dia ingin membuka mulut namun mengurungkan niatnya untuk berbicara.
Bukan karena dia ingin menjawabnya, tapi dia bingung bagaimana dia harus menjawabnya.
__ADS_1
" Sepertinya melihat ekspresimu yang seperti itu, Nak xue li. Kamu masih belum banyak mengingat hal terpenting. Apakah System membantumu? "
" Anda benar. "
' Kalau bukan karna bantuan dari system, aku tidak akan bisa bertahan sampai sekarang.
Selama 200 tahun aku mencari kepingan ingatanku. Namun apa yang kutemukan tidak lebih dari 2% pengalamanku selama 10.000 tahun.
Bahkan kepingan pecahan yang kutemukan juga.. ' Hal itu yang ada di pikiran Xue li.
" Sebelumnya saat aku berbicara denganmu mengenai ibumu.
Kamu begitu emosi hingga mengatakan ' aku tidak ada hubungannya dengan orang itu ' dan tidak ingin mendengarkan sampai selesai.
Tetapi sebelum ini aku sedikit mengungkit hal itu, kamu tidak bereaksi sama. " Higan dono menjelaskan.
" Apa aku memang seperti itu sebelumnya ? " Xue li sedikit kaget karena tiba-tiba Higan dono mengungkit masa lalunya.
" Ya, kamu selalu seperti itu saat aku mengungkit masalah ibumu. " Higan dono mengiyakan.
" Bukan hanya itu, bahkan kamu sering meluapkan kekesalanmu saat orang-orang menilaimu karena cerita tentang ibumu.
Ahaha, saat itu kamu benar-benar gadis yang sangat egois dan tempramen. Pencari masalah juga. " Higan dono menceritakan masa lalu sambil meminum alkohol yang dia pegang.
Xue li sedikit dapat membayangkan cerita Higan dono mengingat beberapa kepingan ingatan yang berhasil ia dapatkan.
" Higan dono, sudah cukup.
Anda membuatku sedikit malu.
Selain itu, mengapa membicarakan masa lalu. Sepertinya anda sudah sangat mabuk. " Xue li memperingatkan.
" Nak xue li, apakah kamu bersedia mendengar sedikit ceritaku.
Menyangkut ibumu. " Higan dono menawarkan diri.
Xue li tidak tahu kalau dahulu dia tidak menyukai orang lain berbicara padanya tentang Ibunya. Dia jadi sedikit penasaran, apa yang membuatnya seperti itu. Tapi satu hal yang pasti.
" Maaf,
sepertinya aku akan memilih tidak ingin mendengarkan cerita anda " Xue li dengan tegas mengatakannya.
Dia sebenarnya sangat ingin mendengarkannya, tapi dia tidak ingin mendengarkannya dari cerita orang lain. Dia ingin mengingatnya sendiri. Semua yang dia ketahui tentang ibunya. Kenapa dia bersikap seperti itu. Hanya ingatannya yang dapat menjelaskan semuanya.
Higan dino sedikit tersenyum melihat Xue li yang tersenyum di hadapannya.
" Itulah kenapa aku berfikir kalian sangat mirip.
Yah, itu sudah jelas.
Karena kalian terikat dengan darah. " Higan dono meminum tegukan terakhir dari gelasnya.
Setelah itu dia meletakkan gelas ke meja dan mulai beranjak.
" Sepertinya sudah waktunya. Aku juga akan pergi " Dia berdiri.
" Anda ingin pergi ? " Xue li kaget melihat keputusan Higan dono yang begitu tiba-tiba.
" Benar, tidak mungkin aku terus berada di sini.
Selain itu aku juga tidak ingin mengganggu aktivitas nak Xue li.
Bukankah kamu harus pergi untuk mengumpulkan kepingan lainnya ? " Higan dono berbicara sambil berjalan menuju pintu keluar masih dalam keadaan sempoyongan.
" Higan dono, anda masih mabuk.
Saya tidak keberatan membiarkan anda bersembunyi sementara di sini. " Xue li ikut beranjak ketika Higan dono menuju pintu.
" Selain itu, jika anda ingin pergi saya dapat membuatkan pintu ke tempat yang anda inginkan. " Xue li sedikit mencegah saat Higan dono sudah menggenggam gagang pintu.
" Tidak perlu. Sesekali baik untuk berjalan jalan di luar " Lalu dia membuka pintunya dan ' wusss '. Aura dingin salju mulai merambat masuk.
" Aku melupakan kalau tempat ini sudah menjadi salju abadi.
Nah tidak ada salahnya berjalan di salju dingin sambil menghilangkan mabuk.
Kalau begitu nak xue li. Aku akan menitipkan Jian yi an padamu.
Sampai jumpa lagi, yah, kalau aku berhasil keluar hidup-hidup." Ucap Higan, memberikan salam perpisahan dan keluar lalu menutup pintu.
##############################
Di luar hanya terlihat putihnya salju.
Bukan hanya itu, pohon dan danau membeku.
Higan dono berhenti sejenak di tepi danau melihat sekeliling. Dia menemukan sebuah perahu kecil yang ikut membeku di pinggir danau.
" Benar-benar merindukan, perahu ini..
Padahal dahulu sering digunakan untuk menikmati keindahan danau. " Higan dono bergumam sendiri.
" Sepertinya kali ini aku benar-benar harus jalan kaki. " Kemudian dia melangkah ke atas danau dan pergi melalui danau yang membeku.
__ADS_1