
Distrik D.
" Ka.. kamu?!
Kenapa kamu bisa ada di sini?! " Teriak Ha joon saat melihat Xue li yang baru tiba di Distrik D.
" Hah? Apa urusannya denganmu?
Selain itu, Berisik sekali.
Apa kamu memang selalu berisik seperti ini? " Xue li membalas setelah dia menyadari kalau orang yang pria itu ajak bicara adalah dirinya.
Dia mulai berpikir,
' apa-apaan orang ini? Sejak awal sepertinya dia tidak menyukaiku. Meskipun aku sudah bersusah payah memberikan senyuman terbaikku di awal tadi. Sepertinya orang ini tidak memiliki hubungan baik dengan anne. '
" Jangan bilang kau ke sini untuk merebut pekerjaanku menangkap penyusup?!
Hahaha, Dengar! Cepat atau lambat aku pasti akan segera menangkap penyusup itu!
Jadi tidak ada gunanya kau terus di sini! Pergilah ! " Teriak Ha joon.
Xue li tidak ingin mendengarkan celotehanya lagi jadi dia mengabaikannya dan langsung pergi dari depan lift, menyuruh Oh Haebin menunjukkan jalan.
Untuk apa dia menangkap penyusup? Penyusup itu adalah dirinya sendiri. Apa dia harus menangkap dirinya sendiri ? Hah bodoh sekali.
Sedangkan tuan Ho yang mendengar perkataan Ha joon menggelengkan kepalanya karena kasihan. Pekerjaan Ha joon kali ini benar-benar adalah pekerjaan yang sia-sia.
" Ngomong-ngomong, Tuan Ho.
Apakah anda yakin ingin melakukan tes lapangan di tempatku?
Divisi investigasi tempatku tidak memiliki banyak pekerjaan. Kalau anda mau saya dapat meminta rekan saya menunjukkan beberapa pekerjaan lapangan mereka. " Ucap Haebin.
" Oh? kerja lapangan yang di maksud pekerjaan mencabut nyawa?
Itu ide yang bagus. " Ucap tuan Ho.
" Tuan ho apa anda mengajak saya bercanda ? Mereka masih belum memiliki lisensi dewa kematian bagaimana mereka dapat mencabut nyawa?
Maksudku adalah aku akan meminta rekanku memperlihatkan pekerjaan mereka. " Jelas Haebin.
Haebin berencana meminta bantuan eun jae dan mo yong yang sedang bertugas mengajak para kandidat untuk menunjukkan pekerjaan yang dilakukan seorang dewa kematian.
Mereka tidak akan menolak bukan ? anggap saja ini sebagai ganti rugi atas kerugianku semalam.
Akhirnya haebinpun mengajak xue li, tuan ho dan 9 kandidat langsung ke kantor divisinya.
Sesampainya di kantor divisi.
" Oh, haebin.
Bukankah hari ini anda mengambil cuti ? " Sapa seseorang di kantor. Pria itu pria besar mengenakan pakaian security lengkap.
" Hari ini aku bertugas menjadi senior pembimbing.
Karena suatu alasan aku membawa mereka ke sini untuk belajar sesuatu tentang menjadi dewa kematian. " Jawab oh haebin.
" Begitu ya.
Kau bekerja dengan keras. " memberikan jempol.
" Ngomong-ngomong, apakah anda melihat Eun jae dan Mo yong dari divisiku ? " Tanya Haebin.
__ADS_1
" Hhmm, sepertinya aku melihat mereka naik ke atas belum lama ini. " Jawab petugas itu.
" Kalau memang begitu baguslah. Itu artinya mereka belum berangkat bekerja.
Kalau begitu bisakan anda buatkan tanda pengenal sementara untuk para tamuku?. " Ucap haebin meminta dibuatkan tanda pengenal sementara.
" Ah, anda ingin mengajak mereka masuk? tentu saja tentu saja bisa.
Mereka hanya perlu menempelkan tanda pengenal mereka di sini. " Petugas itu memperlihatkan sebuah alat scan yang tertempel di dinding samping meja.
' Tanda pengenal ? ' Xue li yang mendengarkan percakapan itu.
Haebin pun menyuruh para calon dewa kematian menempelkan kartu identitas mereka ke mesin scan. Satu persatu dari mereka mulai menempelkan kartu identitas masing-masing. Hanya tinggal Tuan Ho dan Xue li yang belum menempelkannya. Sebagian dari mereka yang telah menempelkan kartu identitas mereka mendapatkan sebuah tanda pengenal bertali yang mereka kalungkan ke leher.
Saat tuan ho ingin maju untuk menempelkan kartu identitasnya, xue li menarik tangan tuan ho dan membawanya sedikit menjauh untuk membisikkan.
" Tuan ho, aku tidak memiliki kartu identitas.
Anne tidak memberikannya padaku. "
Mendengar kata-kata xue li, tuan ho sedikit kaget.
" Bagaimana bisa ? Lalu bagaimana anda bisa masuk ke alam baka ? pintu alam baka mewajibkan pemeriksaan identitas lengkap. "
" Itu karena aku masuk menggunakan pintu belakang ( pintu dimensi spatial ) " Jawab xue li.
" Tanpa kartu identitas anda tidak akan di izinkan masuk bahkan ke tempat penginapan sekalipun.
Kalau sudah seperti ini sepertinya anda harus meminta bantuan pada komandan Ha joon. Beliau memiliki wewenang izin akses seluruh alam baka. Anda dapat meminta padanya identitas sementara. Anda hanya perlu mengatakan anda menghilangkannya. " Ucap tuan Ho.
" Komandan Ha joon ? siapa lagi itu ? "
" Bukankah anda bertemu dengannya tadi di depan lift ? "
" Ah, pria yang berisik itu ?
Maksudku anne. " Jelas Xue li.
Hanya dia yang memungkinkan. Kalau tidak anda dapat pergi ke distrik sembilan untuk mengurus kartu identitas anda. Tetapi kemungkinan untuk penyamaran anda terbongkar akan sangat tinggi.
Ingat kalau anda datang tidak melewati pintu depan. " Saran tuan Ho.
Mendengar saran dari tuan Ho, xue li sedikit merasa jengkel. Siapa yang tahu kalau sistem keamanan di alam baka sudah secanggih itu?
" Baiklah. " Xue li tersenyum.
" Kalau begitu aku hanya perlu pergi dari sini dan menyelesaikan urusanku di sini secepatnya.
Untuk apa aku repot-repot mengurus para calon dewa kematian. Aku juga memiliki tujuanku sendiri di sini. " Xue li melampiaskan amarahnya dengan kata-kata kesalnya.
Mendengar celotehan Xue li, tuan ho memiliki firasat buruk. Firasatnya mengatakan, dia harus melakukan sesuatu pada situasi buruk ini. Dia memahami betul apa konsekuensi yang harus di terima jika membuat sang pemilik dunia ruang dan waktu kesal. Tapi apa yang dapat dia lakukan pada situasi seperti ini ?.
" Ahahaha, sebelumnya saya hanya memberikan beberapa saran. Maaf jika itu menyinggung anda. Kalau begitu.. " Tuan ho menelan ludah.
" Saya akan membantu anda mendapatkan izin sementara dari komandan Ha joon. " Sahut seseorang dari belakang.
Begitu kagetnya Xue li dan tuan ho ketika mendengar suara seseorang datang menghampiri mereka. Ucapan itu keluar dari mulut seorang Oh Haebin. Apa dia mendengarkan percakapan xue li dan tuan ho ?!
" Maaf kalau saya ikut campur. Sepertinya anda memiliki sedikit kesulitan jadi saya.. " Sebelum oh haebin melanjutkan ucapannya, seseorang tiba-tiba berlari masuk ke dalam gedung.
Orang yang bergegas masuk ke dalam gedung itu tidak lain dan tidak bukan adalah Ha Joon. Wajahnya terlihat begitu panik dan langsung menghampiri ke pria yang bertugas dan mencengkram kerah lehernya.
" TUNJUKKAN PADAKU RUANG PENGAWASAN DISTRIK INI!
__ADS_1
ANTARKAN AKU SEKARANG!! "
Ha joon yang tergesa-gesa berteriak pada petugas itu meminta untuk di tunjukkan ruang pengawasan. Wajahnya terlihat penuh amarah.
" Tuan Ha joon ? Apa terjadi sesuatu ? " Oh Haebin mencoba menanyakan situasi namun Ha joon tidak menjawab dan segera bergegas mengikuti petugas keamanan yang bertugas.
Tentu saja pasti ada sesuatu hal yang tidak beres, namun apa itu Xue li tidak dapat menebaknya. Apa ini mengenai penyusupannya ?
Tanpa berpikir panjang, Xue li mengambil kartu identitas milik tuan Ho dan langsung menempelkannya ke mesin scan dan mengambil tanda pengenal sementara untuk masuk ke dalam.
Tuan ho yang awalnya ingin menghentikan mengingat 9 calon dewa kematian yang sudah menunggu di lobby dalam.
" Anu... bagaimana dengan tes kami ? " Seorang calon dewa kematian melihat rombongan orang yang bergegas adalah senior mereka.
" Aku akan serahkan pada tuan Ho. kalian bisa menemukannya di luar. Beliau terjebak di luar. " Ucap Xue li mengarahkan.
" Mohon maaf karena ada situasi mendesak. Saya berharap kalian dapat menunggu di sini. " Ucap Oh haebin.
" Bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan ? "
" Entahlah. Apa tes dewa kematian selalu seperti ini ? "
Setelah sampai di ruang pengawasan, Ha joon langsung meminta izin akses kristal pengawas.
" Apa terjadi sesuatu ? " Xue li bertanya
" Ini bukan urusanmu. " balasan kecut dari Ha joon.
Setelah beberapa saat melihat tampilan rekaman bila kristal, Xue li mulai mengerti apa yang sedang terjadi.
Beberapa orang dari tim Ha Joon tewas saat sedang melakukan penggeledahan. Namun kristal pengawas tidak mampu menampilkan sosok pelakunya. Sebagian tayangan rusak. Seharusnya kristal pengawas tidak mungkin menampilkan tayangan rusak seperti ini kecuali..
' pelakunya memiliki energi cukup kuat untuk memanipulasi kristal pengawas. '
" Penyusup sialan itu. Aku bersumpah aku akan menangkapnya. " Amarah Ha joon menggedor meja.
Memang ada yang aneh atas kejadian ini. Bagaimana bisa kristal pengawas menampilkan gambar rusak seperti itu ?
" Tuan Ha joon, izinkan saya memeriksa kristal pengawas sekali lagi. " Oh Haebin meminta izin.
" Apa yang mau kamu lakukan ? bukankah kamu sudah melihatnya dengan jelas ? Penyusup itu memanipulasi kristal pengawas. " Bentak Ha joon.
" Izinkan saya membantu memeriksakannya sekali lagi. Mungkin ada beberapa petunjuk yang akan kita temukan jika melihatnya sekali lagi. " Tegas Haebin.
Haebin menayangkan tampilan seluruh kristal pengawas yang kemungkinan merekamkan kejadian itu. Pertama kali melihat, mereka sama sekali tidak dapat melihat sosok pelaku karena kerusakan sinyal. Mereka baru dapat melihat kejadian saat banyak petugas keamanan yang terbunuh dalam sekejap.
" Cahaya apa itu ?
Apa yang terjadi ? Siapa kamu ?! " Setelah kata-kata itu tiba-tiba saja mereka sudah jatuh, tewas.
Kristal pengawas yang merekam dengan jelas tempat pelaku tidak dapat di akses. Ini benar-benar kejahatan yang sempurna.
Haebin tidak ingin menyerah. Dia mulai memperbesar tampilan si sekitar kejadian. Xue li juga ikut membantu memperhatikan. Melihat dengan seksama setiap sudut sudut yang terekam kristal pengawas.
" Tunggu dulu. Hentikan percepat. " Xue li menyadari sesuatu dan Haebinpun menuruti perintah Xue li untuk menghentikan video.
" Anak muda, bisa kamu perbesar bagian kiri rekaman kristal pengawas yang ini ? " Xue li memerintahkan dan Haebinpun menuruti perintahnya.
Ha Joon tertarik mendengar perintah xue li ikut memperhatikan rekaman yang diperbesar .
" Ada seseorang yang terbakar di dekat pelaku.
Kita dapat melihat pantulannya di sisi ini. Selain itu. Di balik kobaran api. Kemungkinan satu dari kedua orang itu adalah pelakunya. " Xue li menjelaskan.
__ADS_1
Oh haebin memperbesar dan memperbesar rekaman dari pantulan api. Benar saja. Meskipun blur, mereka masih dapat membedakan sosok manusia yang terpantul. Ada 2 orang di lokasi kejadian.
Siapa pelakunya dari kedua orang itu ?