Protagonist Transmigration : Its Best If I Became A Villain

Protagonist Transmigration : Its Best If I Became A Villain
Tes Praktik Dewa Kematian (5)


__ADS_3

Setelah tiba di distrik pusat, Xue menyadari kalau beberapa petugas sangat waspada melihat sosok seseorang yang tiba menggunakan lift rusak yang di kenakan penyusup.


Xue li tersenyum, dia mulai melangkah keluar memperlihatkan senyumannya.


" Kep*rat (penyusup) itu. Tidak kusangka dia berhasil melarikan diri dariku. " Bahasa kotor keluar dari mulutnya yang tersenyum mengejek itu.


Mendengar perkataan dari sosok yang keluar itu, beberapa penjaga yang awalnya sangat waspada sedikit menurunkan kewaspadaannya setelah melihat sosok yang keluar dari lift adalah sosok seorang dewa kematian yang cukul terkenal.


" Keanne Baume ? " Seseorang yang berada di belakang barisan utama menyebutkan namanya.


Sepertinya Xue li sedikit terbantu dengan identitas yang dia pinjam kali ini. Itu karena identitas ini cukup terkenal. Hanya dengan menampakkan batang hidungnya, dia dapat di kenali dengan mudah. Yang mungkin karena jenis kelamin, satu-satunya wanita dewa kematian terkenal keanne baune. meskipun sebenarnya dia transgender, namun banyak yang mengenalnya sebagai wanita. Hanya kenyataan itu yang masih sulit xue li terima.


" Keanne baume. Apakah kau melakukan sesuatu? Apa yang terjadi pada penyusup yang memasuki lift ini ? "


" Ah penyusup ? jadi orang itu seorang penyusup? Dia memainkan sedikit trik padaku dan aku memberinya sedikit pelajaran.


Namun tidak kusangka dia mampu melawan dan berhasil melarikan diri. " Xue li membual.


" Melarikan diri kau bilang? Trik apa lagi yang kau mainkan di sini?! " Pria itu lantang berbicara dengan nada marah.


Tidak lama seseorang dari arah gedung pusat berlari sambil berteriak.


" Tuan Ha Joon , petugas distrik D melaporkan melihat sosok hitam keluar dari lift setelah ledakan. " Dia memberikan laporan kepada pria bernama Ha Joon itu.


Setelah menerima laporan, pria bernama Ha joon itu melirik Xue li dengan tajam, memandangnya sebentar dan kemudian pergi.


" Perintahkan seluruh penjaga keamanan yang bertugas untuk memperketat penjagaan.


Dan kalian. Ikut aku ke Distrik D untuk melakukan penggeledahan. " Setelah memberikan perintah pria bernama Ha Joon itu melihat ke arah Xue li lagi kemudian dia melihat ke pinggan Xue li. Sepertinya dia masi meragukan pernyataan xue li, namun xue li hanya membalasnya dengan senyuman mengejek.


Pria yang melihat senyuman mengejek di wajah Xue li ( Keanne baume ) menyadari kalau senyuman itu ditujukan untuknya. Alis di dahinya sedikit berkedut kesal, namun dia hanya harus segera pergi.


Keputusan Xue li untuk menggunakan balon manusia sebagai umpan adalah tepat. Saat Xue li memasukkan jubahnya kedalam lubang spatialnya dia memikirkan cara untuk keluar dari lift. Namun dia berpikir kalau caranya untuk keluar itu yang lebih mencurigakan.


Dia meminta connie membuatkan sesuatu yang menyerupai sosok manusia dan dia juga berharap kalau sosok itu dapat musnah tanpa jejak setelah beberapa saat.


Connie mampu menangkap apa yang xue li minta dan membuatkan balon terbang manusia.


Kemudian Xue li mengambil benda yang dibuat connie dan jubahnya kembali dari lubang spatial. Membuat sedikit ledakan dan menghempaskan balon sosok manusia yang telah ia pakaikan itu, dan seperti yang di rencakan, balon itu terbang dan lebih cepat karena efek ledakan.


" Anda tidak perlu khawatir. Balon itu sudah di lengkapi sihir api, yang akan aktif pada waktu yang telah di tentukan untuk membakar barang bukti. "


" Aku tidak memikirkan hal itu. Saat ini aku sedang mengatur ekspresiku. Lihat. Aku sudah tersenyum dengan baik bukan ? " Xue li memperlihatkan senyuman tulusnya.


" ... Host, senyuman anda.. sedikit..


Ah sungguh hanya sedikit.. aneh ? " System menyambung.


" Apa yang kau katakan system ? ini adalah senyuman terbaik yang bisa ku berikan sekarang dengan sosok ini.

__ADS_1


Kau ingat ? Anne mengatakan. Hanya bersikap seperti primadona. Bukankah senyuman seperti ini sangat cocok ? "


' Tidak, tidak cocok sama sekali.. ' system berpikir.


' Anda akan mengundang beberapa kebencian jika tersenyum pada beberapa orang yang memiliki tingkat sensi tinggi ' Connie berpikir.


" Bagaimanapun anda tidak boleh menggunakan senyuman seperti itu ! Aarrghh " System menyarankan.


" Hu um, saya juga berpikir seperti itu. " Connie mendukung.


" Apa-apaan kalian. Apa yang salah dengan senyumanku. heh


ini adalah senyuman yang ku keluarkan dengan segenap kemampuanku. "


" .... "


" .... "


' kami jamin, sesuatu yang buruk pasti akan terjadi dikarenakan senyuman seperti itu. ' Connie dan system meramalkan masa depan.


Benar saja, senyuman yang xue li perlihatkan seperti sebuah senyuman yang memiliki pemikiran picik, arogan, dan merendahkan. Akan lebih baik menjauhkan diri dari masalah dengan tidak tersenyum seperti itu.



disisi lain di distrik D. Ha joon memerintahkan semua anak buahnya untuk menggeledah setiap sudut kota. Wajahnya terlihat merah karena menahan amarah, saat itu emosinya juga terlihat sangat tidak stabil. Dia melampiaskan kemarahannya pada anak buahnya.


" Kalian semua dengar !


Ingat ! Jangan berhenti sebelum kalian menemukannya!


dengan begitu aku baru memiliki wajah untuk menemui jadi-jadian sialan itu !." Ha joon memerintahkan anak buahnya dengan keras membuat semua bawahannya bergegas karena mereka tahu seperti apa pimpinan mereka saat itu.


" Wanita jadi-jadian sialan itu,


Dia menertawakanku, Dia merendahkanku !


Akan kutunjukkan kalau aku dapat menangkap penyusup yang gagal dia tangkap, dengan begitu aku dapat merendahkannya.


Lihat saja nanti" Gumam Ha Joon menggertak giginya.


######################################################################


" Bagaimana mungkin


Apa aku melihat sesuatu yang salah ? Bagaimana mungkin orang yang ku lihat adalah Xue yan.


Tidak mungkin, itu sesuatu yang mustahil.


Tapi, Aku harus segera memberikan berita ini pada yang mulia.

__ADS_1


Setelah keluar dari hutan ini aku akan meminjam pilar teleportasi dari keluarga Lu " Itulah yang terus dipikirkan oleh Yin nuan setelah berhasil kabur dari pengejaran penjaga surga tingkat 9.


Setelah berhasil keluar dari hutan itu, dia akan dapat melihat sebuah mansion milik keluarga penjaga 9 pillar naga. Setelah dia sampai ke kediaman Tuan Lu, dia juga dapat sedikit beristirahat dan memulihkan tenaganya. Menurut instingnya, dia harus segera melaporkan tentang apa yang dilihatnya pada tuannya secara langsung yang mungkin akan membuat tuannya juga kaget tidak percaya.


########################################


" Apa kau bilang ?! Dasar cucu tidak tahu di untung !


Aku sudah bersusah payah membesarkanmu, dan bahkan aku sendiri yang turun tangan mengajarkan teknik kekang keluarga Lu, sekarang kau bilang kalau kau ingin pergi dari rumah dan menjadi peneliti?! " Seorang kakek tua membawa sebuah balok kayu mengarahkannya ke seseorang yang berada di atas pohon, memeluk batang pohon besar untuk menghindar dari pukulan.


" Aku kan sudah bilang aku tidak ingin belajar teknik kekang, kau sendiri yang mengajariku, kau memaksaku menerima setiap pelajaran sarimu, bukankah itu sudah cukup ?


Aku punya kehidupanku sendiri. Aku sudah menahan diri sejak lama mengikuti semua kemauan kakek lalu lihat! Kakek harus segera menerima kalau teknik keluarga Lu tidak cocok untuk di turunkan padaku! " Pria yang berada di atas pohon membalas.


" Kau !!!


Turun dari situ sekarang ! " Kakek itu mengancam.


" Tidak mau ! Setelah aku turun kakek pasti akan langsung memukulku. Huh, bagaimana mungkin aku mau turun dan menerima pukulanmu itu. " Pria itu tetap tidak ingin turun dari atas pohon besar di ujung jurang.


" kubilang turun! Kalau tidak aku akan menghancurkan pohon itu bersama denganmu, dasar cucu durhaka ! " Ancam tetua Lu.


" Heh, hancurkan ?


Cepat lakukan kalau begitu. Aku sengaja memilih pohon ini karena aku tahu kakek tidak akan menghancurkan pohon berharga milikmu ini. " Pria yang ada di atas pohon adalah Lu Xinnian, pewaris utama keluarga Lu yang terkenal dengan julukan keluarga penjaga 9 pillar naga.


Sepertinya terjadi sedikit pertengkaran antara kakek dan cucu itu yang membuat situasi tidak mengenakkan tersebut.


" Baiklah baiklah, aku berjanji aku tidak akan memukulmu jika kau turun, Tapi dengarkan kakek, sekali ini saja.


Dengarkan kakek, sadarlah kau adalah pewaris utama keluarga Lu, apa yang kau katakan tadi, ingin pergi dan memilih menjadi peneliti ?! Mau di taruh dimana muka keluarga Lu?!


Kau adalah pewaris utama yang akan menggantikan kedudukanku. Turunlah dan mari kita bicarakan. " ucap kakek Lu membujuk.


" Jangan membujukku lagi kek, aku sudah memutuskan akan menjadi ilmuan terkenal, Aku akan menciptakan barang-barang dan mantra spektakuler. Aku akan membuktikan kalau aku bisa, dan masalah penerus, aku tidak pernah bilang menyetujui menjadi penerusmu kek, lagipula cucumu bukan hanya aku.


Kau masih memiliki banyak cucu yang dapat kau latih menjadi penerusmu. Pilihanmu bukan hanya aku. " Ucap Lu xinnian.


" Anak kurang ajar ini !!! Penerusku hanya satu dan kamu seorang! Cepat turun atau aku akan "


" DUArrRrRrRRr !!! "


Sebelum melanjutkan kata-katanya terdengar suara ledakan besar.


Lu xinnian yang kaget secara refleks langsung memeluk erat batang pohon tempat dia berdiri.


" Kakek berbohong, kau bilang kau tidak akan memukulku ! Apa kau berniat menghancurkanku bersama pohon berhargamu ini? Kau mau membunuhku setelah aku menolak menjadi penerus ?! " Lu xinnian merengek sambil menutup matanya.


" Cucu bodoh, itu bukan aku,

__ADS_1


Sadarlah ! " Ucap tetua Lu menunjuk langsung ke arah sumber suara yang terdengar cukup jauh dari balik pohon.


__ADS_2