
Perjalanan dari kediaman lama Bardsley menuju kediaman baru memakan waktu kurang lebih dua jam. Kepala dan badanku mulai pegal karena terus dalam posisi dipangku seperti itu.
Setelah sampai dikediaman baru kami langsung disambut oleh beberapa pelayan. Seorang pelayan membuka pintu mobil dan aku memaksa berpindah kursi terlebih dahulu karena posisi yang tidak enak dilihat.
Kemudian aku menunggu Edward keluar dari mobil terlebih dahulu untuk memandu, tetapi saat ku lihat dia hanya terdiam di posisi duduknya pura-pura memejamkan mata.
Dua jam memangku orang dewasa, bagaimana tidak keram?
Kenapa tidak melepaskanku kalau merasa tidak nyaman, dasar siscon!
Kediaman Edward berada di perumahan mewah pusat kota yang bernama 'Luxury'. Perumahan yang terdiri dari hanya 10 kediaman ini merupakan kediaman impian.
Hanya beberapa orang spesial yang dapat menempatinya. Kediaman ini memiliki hampir seluruh fasilitas pribadi dari olahraga sampai ke segala hobby bahkan setiap unit memiliki wilayah untuk hutan dan sungainya sendiri sendiri.
Sesuai namanya, karena kemewahannya harga per unit perumahan mewah ini hampir bisa menjangkau harga jual perusahaan. Kalau di ukur dengan aset keluarga Bardsley, butuh 2 kali lipat atau bahkan 3 kali lipat aset keluarga bardsley untuk mendapatkannya.
Kakak protagonis memang luar biasa.
Kalau di ingat-ingat tentang permintaan carol. Tidak berhubungan dengan kakaknya kan? Saat membaca informasi yang diberikan system, Xue li membaca permintaan carol.
" Aku harap aku tidak pernah bertemu dengannya" Begitu katanya.
Tidak jelas siapa yang dimaksudkan. Kalau dilihat dari hubungan carol yang menjadi tersangkanya ada 2 orang.
Orang pertama orang yang membawaku sekarang, sang kakak. Kalau untuk orang satunya lagi,..
Kami belum bertemu, Carol bertemu dengan orang itu di dalam hutan perumahan ini. Orang yang ditemui carol adalah seorang boss mafia.
Kalau untuk menghindari pertemuan aku hanya perlu menjauhkan diri dari hutan kan? karena itu tempat carol pertama kali bertemu dengannya.
Setidaknya itulah yang Xue li pikirkan. Dengan begitu masalah carol sudah terselesaikan. Masalah yang tersisa tentu saja masalah Liz Faye.
Setelah memikirkan rencana kedepan Xue li mulai menjalankan rencananya. Pertama dia mengatakan kalau dia ingin menjadi artis di bawah perusahaan DB.
" Tidak boleh ! " Edward melarang.
" Eh ? Kenapa? Padahal kakak punya perusahaan yang cocok. "
Tanyaku saat aku mencoba untuk meminta kontrak perusahaan namun di tolak.
Untuk mengikuti audisi, meskipun audisi terbuka untuk umum, Akan lebih baik kalau memiliki backingan dari perusahaan besar.
Memiliki gambaran perusahaan di belakang akan menjadi batu loncatan untuk mendapatkan peran yang kuinginkan. Tanpa background perusahaan akan membuatku memulai dari nol dan bersaing mati-matian dengan audisien lain untuk memperebutkan peran.
Meski backingan perusahaan tidak menjamin aku akan langsung mendapatkan peran itu, setidaknya dengan adanya backing aku lebih terlihat menonjol di mata juri. Itulah kejamnya dunia hiburan. Tanpa backingan dari perusahaan meski kemampuanmu baik , kamu hanya akan di pandang sebagai pemain jalanan.
" Pokoknya tidak boleh. " Edward terus menolak.
Setelah melihat wajah adiknya yang terlihat lesu dia mulai mengontrol dirinya.
" Kalau ingin masuk perusahaan. Aku akan membantu."
Saat Edward mengatakannya wajah Xue li kembali cerah menatap gembira.
" Ada banyak profesi di perusahaan. Aku akan menghubungi connie untuk mempersiapkan profesi yang cocok untukmu.
Selain menjadi artis tentunya !" jelas Edward. Mendengar kata terakhirnya Xue li kembali cemberut.
Melihat adiknya yang seperti ini membuat Edward kebingungan.
" Lagi pula untuk apa menjadi artis. Kehidupan artis tidak mudah, banyak bahaya di sana sini." Edward berpendapat.
' Memangnya aku peduli. Pendapatmu itu tidak berdasar.
Bilang saja kau tidak ingin adikmu yang manis ini jadi dewi para penggemar (menjadi pusat perhatian dan di puja).'
Xue li menggerutu dalam hati. Dia mengubah ekspresinya menjadi wajah sedih dan kecewa dan mengatakan.
" Ada audisi yang ingin ku ikuti. Aku hanya benar-benar ingin mengikuti audisinya.
Dapat peran atau tidak itu urusan belakang. Aku sangat mengagumi pemeran sebelumnya dan sekarang mereka ingin melakukan pembuatan ulang film."
Melihat ekspresi Edward yang sudah mulai terganggu Xue li melanjutkan.
" Kak, sebelumnya aku belum pernah meminta sesuatu darimu.
__ADS_1
Aku benar-benar ingin mengikuti audisi itu.."
Xue li mencoba membuat ekspresi sedih dengan mengeluarkan air mata.
" Kalau perusahaan kakak mendaftarkan namaku pada audisi, aku akan sangat berterima kasih.
Setidaknya untuk satu audisi ini saja. Aku hanya ingin mengambil peran pada film ini." Xue li memohon.
Edward sepertinya lemah pada air mata adiknya. Melihat adiknya sampai menangis dan memohon seperti ini membuat hatinya hancur berkeping-keping.
Kakak seperti apa aku ini. Adikku hanya meminta untuk mendaftarkannya pada audisi. Meskipun adikku sangat manis, untuk seorang pemula kecil kemungkinannya bisa mendapatkan peran yang di inginkan.
Untuk lolos tahap penyisihan saja mungkin akan sulit. Dengan memikirkannya sejenak Edward memutuskan.
" Baiklah.
Tapi hanya satu audisi ini saja.
Kalau nantinya tidak lolos jangan pernah berpikir untuk jadi artis lagi." Ucap Edward mengingatkan.
Mendengar persetujuan Edward Xue li kembali memasang wajah gembira.
' Aku menjadi artis hanya untuk mendapatkan satu peran, untuk apa aku menjadi artis untuk mendapatkan peran yang lain? '.
Melihat wajah senang adiknya Edward merasa keputusannya sudah tepat. Kalau dia menolak, dia tidak akan melihat wajah adiknya yang begitu manis ini.
Memang luar biasa, sosok Edward yang terkenal di publik menjadi sorotan dan dikenal sebagai Suami idaman para wanita sebenarnya hanyalah seseorang dengan penyakit tak tersembuhkannya 'sister complex'.
Pada dunia original, Edward tidak pernah terlihat menjalin hubungan dengan wanita lain. Dimatanya, wanita hanya terlihat seperti para serangga.
Semua kerja kerasnya, semua cintanya, semua yang di lakukan semata-mata hanya untuk adiknya tercinta.
Tipe orang seperti ini, jelas dia akan mati muda dan kalaupun pada dunia originalnya dia masih hidup, mungkin dia akan menjadi perjaka seumur hidupnya.
Rencana awal berjalan dengan lancar. Perusahaan menggunakan namanya untuk mendaftarkan namaku pada audisi, dan hari ini adalah hari dimana audisi berlangsung.
Aku ditemani connie pergi ke tempat audisi yang bertempatkan pada sebuah gedung studio. Sebelumnya aku ingin datang sendiri, namun Edward menyarankan
" Untuk berjaga-jaga dari segala situasi. Bawa connie bersamamu."
Melihat kearah connie, Xue li merasakan sesuatu yang tidak beres.
" Connie, kenapa wajahmu terlihat berseri-seri lebih dari biasanya " Xue li mengatakannya.
" Yahh,, sungguh suatu kehormatan bisa menemani tuan putri ke audisi pertamanya."
Ucapnya sambil tersenyum lebih cerah.
' Tersenyum lebih cerah lagi kamu bisa mencuri perhatian seluruh orang di sini lho, connie.
Lagi pula apa-apaan dengan panggilan tuan putri itu.'
Dalam pikiran Xue li bergumam, tidak lupa untuk tersenyum.
" Ya ampun connie, sudah ku bilang, panggil saja carol " aku mengingatkan.
" Saya mengerti, tuan putri carol "
Memanggil dengan wajah lebih berseri-seri.
' Mengerti dari mananya?! '
Karena lelah mengingatkan connie untuk tidak memanggilnya tuan putri, Xue li menyerah.
Orang ini, tipe orang seperti ini adalah tipe orang yang merepotkan.
Saaaaaaaaangat merepotkan.
Bagaimana orang seperti ini bisa menjadi asisten pribadi Edward.
Connie Saxon tanpa kacamata
Di sisi lain, Edward yang sedang mengerjakan pekerjaannya ditemani Gilbert bersin.
__ADS_1
" Tuan muda, sepertinya anda terkena flu. Apa anda ingin saya menelpon dokter pribadi ? "
Saran dari kepala pelayan Gilbert yang saat ini sedang menjadi asisten pribadi sementara menggantikan connie.
" Tidak perlu, hanya sepertinya ada orang yang sedang membicarakanku. " ucap Edward.
Sepertinya dia memiliki kepekaan yang luar biasa.
" Kalau di ingat-ingat hari ini adalah hari audisi.
Beberapa hari ini carol selalu sibuk mempersiapkan diri untuk audisi.
Connie juga selalu menemaninya. Sepinya,.. " ucap Edward menghela napas.
Beberapa saat dia kembali berbicara.
" Paman Gill, aku ingin beristirahat sebentar.
Apa barang yang ku minta sudah di persiapkan? " Tanyanya.
Gill mengeluarkan beberapa buku besar dan memamerkannya.
" Tentu saja tuan muda. Saya sudah mempersiapkan album foto nona carol yang sudah saya kumpulkan tahun ini.
Saya akan mempersiapkan teh dan beberapa snack terlebih dahulu." Ucap kepala pelayan Gilbert.
Sepertinya tiap tahunnya Edward selalu meminta album foto adiknya yang di ambil diam-diam oleh kepala pelayan gillbert.
Mereka sering mendiskusikan foto-foto carol. Biasanya diskusi dilakukan dengan connie di sampingnya namun kali ini diskusi dilakukan dengan gillbert.
" Haha, foto tahun ini banyak juga.
Lihatlah Gill, adikku sangat manis kan? " ucap Edward membanggakan.
" Hahaha , Benar sekali Tuan muda. " Gilbert yang sependapat.
" Tahun ini banyak yang terjadi.
Hanya mendengar kabar darimu setiap hari tidak cukup untuk membuatku tenang.
Lihat yang ini, yang ini juga.
wah foto ini? diambil saat dia sedang cemberut karena dilarang memelihara kucing?
Lalu foto ini, sedang apa dia?
Keputusanku sudah tepat, membawanya keluar dari keluarga itu.
Saat kau menginformasikan kalau Carol mengurung diri di kamarnya setelah pernikahan si brengsek itu,
sebelumnya aku sudah sangat ingin membawanya keluar dari tempat itu.
Tapi kau menyarankan untuk membuat persiapan matang.
Aku senang karena semua berjalan dengan lancar. "
Pembicaraan mengenai foto Carol berlangsung selama beberapa jam kedepan.
Di sisi lain, audisi carol selesai dan pengumumannya akan diumumkan via telphone atau email.
Audisi hari ini berjalan dengan lancar. Xue li sukses menarik perhatian juri. Xue li yakin 70% kalau dia pasti mendapatkan peran ini.
Ketika mereka ingin pulang, Xue li menunggu connie yang sedang menyiapkan mobil di lobby.
Melihat antrian mobil di depan lobby sepertinya membutuhkan waktu cukup lama untuk connie tiba Xue li menggunakan waktunya untuk duduk di sofa lobby sambil browsing internet melalui smartphonenya.
Ada yang membuatnya sedikit penasaran, jadi dia mencoba mencari informasi tentang pria kedua yang menjadi tersangka sebagai orang yang tidak ingin ditemui oleh carol.
Bisa tinggal di perumahan Luxury, background orang ini tidak bisa dianggap main. Tidak lama sebuah mobil membunyikan klakson. Itu adalah mobil yang connie bawa.
Mengetahui mobil yang connie bawa sudah hampir sampai di depan lobby Xue li membawa tasnya kemudian berjalan ke luar.
Saat di pintu keluar, Xue li menubruk seseorang, dan smartphone yang di bawanya terjatuh.
Orang yang menubruknya meminta maaf dan Xue li meyakinkannya dan dia mengatakan kalau dia baik-baik saja.
__ADS_1
Saat Xue li ingin mengambil smartphone yang terlempar jatuh itu kembali, seseorang sudah terlebih dahulu mengambilkannya.