Protagonist Transmigration : Its Best If I Became A Villain

Protagonist Transmigration : Its Best If I Became A Villain
(Ekstra) Hutan bambu, Gunung Jiang (6)


__ADS_3

" Yi su, bawa tuan hong dan xiao an keluar dari hutan ! Aku akan mengalihkan perhatian makhluk ini selama mungkin. "


Jian yi fan yang dalam situasi bertarung berteriak memerintahkan jian yi su untuk segera membimbing hong man yang setengah sadar dan yi an keluar dari hutan itu.


Dia mempercayai yi fan oleh karena itu yi su segera melaksanakan perintahnya untuk membawa hong man dan yi an keluar dari situasi berbahaya itu.


Jian yi su memopong hong man yang masih setengah sadar di bantu dengan jian yi an yang memopong tubuh hong man di bahu kirinya dengan seksama mengikuti arah gerak jian yi su. Namun hal tidak terduga muncul tepat di hadapan mereka.


Rupanya tidak hanya satu, makhluk dengan jenis yang sama muncul ke permukaan secara bergantian. Hal itu membuat jian yi su tidak dapat berkata-kata.


Saat makhluk yang muncul di hadapan mereka mulai mendekat menunjukkan taring-taring besarnya, Jian yi fan menyadari situasi yang lainnya. Dengan cepat dia meneriakkan nama yi su dan bergegas menghampiri mereka untuk melindungi.


" GRAUUK ! "


Mengorbankan lengan kiri dan bahunya, Jian yi fan membuat perisai dengan tubuhnya sendiri, tidak membiarkan siapapun terluka.


Jian yi su yang tadinya tidak bergerak sedikitpun karena ketakutan mulai kaget melihat pemandangan di hadapannya.


" YI FAN!! " Yi su berteriak melihat keadaan yi fan yang bahu dan lengan kirinya terterkam seekor cacing raksasa bergigi tajam.


Mendengar teriakan yi su, jian yi fan menahan sakitnya dan menggunakan tangan kanannya menusuk kearah kepala cacing tersebut hingga cacing raksasa mundur melepaskan mangsanya.


Setelah melepaskan mangsanya tentu saja cacing tersebut masih tidak rela melepaskan mangsa yang telah susah payah dia dapatkan, cacing raksasa itu mundur untung mengambil ancang-ancang dan bersiap kembali menerjang namun mencium bau darah yang ada si mulut cacing raksasa, cacing raksasa lainnya mendekat dan menyerang cacing yang menyerang jian yi fan seakan mereka berebut makanan.


Di sisi lain jian yi su merangkul tubuh jian yi fan dan menggunakan teknik pengobatannya untuk menghentikan pendarahan dengan menekan beberapa titik vital.


Jian yi an tidak dapat melihat apa yang terjadi, namun dia tahu sesuatu tidak beres. Itu karena dia merasakan wajahnya seprti terciprat cairan hangan yang baunya seperti bau darah.


Jian yi an yang masih merangkul tubuh hong man menggunakan tangan satunya untuk merasakan sesuatu yang membasahi wajahnya. Dia ingin bertanya apa yang terjadi tapi itu hanyalah pertanyaan bodoh, bahkan dia yang buta seharusnya dapat membedakan bau darah dengan bau lainnya. Jadi dia mencoba menenangkan diri dan tidak panik dan mencoba membuat beberapa mantra perlindungan kecil di sekitar mereka.


Saat itu para cacing raksasa saling bertarung satu sama lainnya seperti ingin memperebutkan makanan. Karena itulah jian yi su memiliki waktu untuk membantu memulihkan kondisi jian yi fan yang terluka parah. Mereka tidak memiliki waktu banyak untuk di sia-siakan. Mereka juga tidak dapat mengambil resiko diam-diam pergi karena meski sedang bertarung monster monster itu tidak melengahkan sedikitpun perhatian mereka pada calon mangsanya.


Pertama-tama jian yisu mengeluarkan beberapa taring taring yang menancap pada lengan dan bahu jian yi fan menggunakan pisau kecilnya. Setelah berhasil melepaskan beberapa taring yang menancap pada tubuh yi fan, yi su membaringkan tubuh yi fan di tanah dan berdiri.


Yi su membalikkan tubuhnya ke arah yi an yang masih menggunakan teknik perlindungan. Karena pertarungan beberapa hantaman batu dan bahkan tubuh cacing tidak terelakkan. Kalau bukan karena jian yi an yang membuat pelindung mungkin mereka sudah hancur karena hantaman itu.


Dengan memejamkan mata, jian yi an terus membuat perlindungan tanpa henti selama proses pengobatan yi fan.


Teknik itu adalah teknik yang diajarkan yi fan padanya. Jian yi an tidak pernah diajarkan teknik bertarung, hanya teknik berlindung selama beberapa tahun terakhir.


Melihat jian yi an yang berkonsentrasi, jian yi su menyentug wajah jian yi an dengan lembut sambil berkata.


" Xiao an.

__ADS_1


Adalah suatu berkah aku dapat melihat kembali dirimu sampai sekarang.


Aku ingin selalu menemanimu, tapi takdir berkata lain.


Jika aku pergi, tolong dengarkan yi fan seperti kamu mendengarkanku.


Jangan bertindak gegabah apabila berhadapan dengan apa yang tidak dapat kamu tangani.


Berjanjilah untuk selalu mendenyarkan kata-kata yi fan.


Aku menitipkan kekuatanku padamu. "


Setelah membelai wajah jian yi an, yi su mulai membacakan sebuah mantra. Jian yi an tidak dapat berkonsentrasi mencerna yang dikatakan jian yi su padanya. Wajahnya pucat, dia ingin mendengar kata-kata yi su namun dengan keadaannya yang sekarang sedang menstabilkan pelindung dia tidak dapat mendengarnya.


Dalam hati jian yi an, dia bertanya tanya. Apa yang dikatakan kak yi su padaku? aku tidak dapat mendengar beberapa bagian dengan jelas. Jian yi an harus menstabilkan pelindung yang ia buat untuk melindungi mereka semua.


Jian yi su selesai membacakan mantra. Tiba-tiba sebuah bola cahaya keluar dari tubuhnya.


Dia menggunakan kedua tangannya untuk meraih bola cahaya di hadapannya dan mulai menyodorkannya ke kening jiang yi an. Bola cahaya itu mulai meresap kedalam kening jian yi an.


" Sudah tidak apa-apa. Kamu sudah dapat berhenti. "


Saat jian yi su mengatakan hal itu, jian yi fan mendengarnya. Dia yang belum pulih sepenuhnya memaksakan diri untuk bergerak. Beruntung dia masih memiliki tangan kanan yang dia gunakan untuk memopang berat tubuhnya.


" Yisu, kamu?! " Jian yi fan kaget melihat sosok wanita tersebut.


Wanita itu adalah Qi yisu dengan wujud aslinya. Qi yisu adalah istri dari Fan ruolan ( jian yi fan ). Dia merupakan seorang kultivator yang naik ke surga immortal bersama dengan partner kultivasinya Fan ruolan dan memiliki julukan dewi farmasi karena kemampuannya yang terkenal dalam pengobatan.


Mendengar suara jian yi fan, Qi yisu berbalik.


" Fan."


Dia mendekati jian yi fan dan menatap dengan lembut wajah jian yi fan, membelainya dan mulai mendekati bibir kecilnya untuk memberikan sebuah kecupan perpiaahan.


" Tidak, yi su. Jangan lakukan !! "


Jian yi fan mulai panik seakan dia mengetahui kalau qi yisu akan meninggalkannya. Namun, dengan sigap jari telunjuk yisu menempel di bibir indah jian yi fan untuk membuatnya membisu.


Qi yisu kembali membelai wajah jian yi fan yang kali ini matanya mulai basah begitu juga mata jian yi fan yang melihat tajam ke arah qi yisu seakan dia menentang keputuaan qi yisu.


" Terima kasih


Terima kasih karena telah memilihku diantara jutaan wanita.

__ADS_1


Terima kasih juga


Terima kasih karena telah bersamaku baik dalam suka maupun dalam duka


dan Terima kasih


Karena telah membuatku merasakan menjadi seorang ibu


Aku sungguh berterimakasih juga, setelah semuanya berkatmu aku dapat melihat anak kita yang tumbuh. "


Mendengar sepatah demi patah kata-kata yang keluar dari mulut Qi yisu, jian yi fan terus menggelengkan kepalanya seolah dia tidak mau mendengar kata-kata Qi yisu lebih lanjut.


Dia merasa berat berbicara karena berusaha menahan air matanya yang sudah meluap.


" Maaf


Maaf karena aku menyembunyikan sesuatu darimu.


Maaf, karena aku tidak bisa menemanimu melihat dan melindungi anak kita lagi.


Maaf "


Dengan berat hati Qi yisu mulai memejamkan matanya dan hal itu membuatnya meneteskan air mata. Dia kemudian menekan beberapa titik vital jian yi fan untuk membuatnya tidak dapat bergerak.


Jian yi su mulai berdiri dan berjalan maju ke arah monster raksasa yang telah mematung karena waktu berhenti. Dia berdiri tepat di tengah keganasan monster itu lalu tiba-tiba sebuah lubang hitam raksasa muncul tepat di bawah kaki Qi yisu yang besarnya mampu menelan seluruh monster di sekitarnya.


Jian yi su kembali membuka matanya lagi, kali ini dia tidak perlu melihat sekitar itu karena dia yakin dia sudah membuat area yang paling tepat untuk menempatkan lubang hitam itu.


Dia menatap kearah jian yi an yang mematung, kemudian kembali menatap jian yi fan yang tidak dapat bergerak.


Qi yisu tersenyum. Itulah kata-kata terakhirnya di ucapkan


" Selamat tinggal "


Setelah kata-kata selamat tinggal Qi yisu di ucapkan, waktu kembali berjalan. Secepat kilat monster yang tadinya bertarung terjatuh ke dalam lubang hitam bersama dengan Qi yisu.


Saat daun pohon yang jatuh telah mencapai tanah, hutan yang tadinya di kelilingi cacing raksasa kini hanya tinggal bekas-bekas pertarungan.


Jian yi fan akhirnya lepas dari mantra pengikatnya dan langsung bergegas berbalik berharap apa yang terjadi bukanlah kenyataan. Tapi apa yang dia dapatkan?


Qi yisu telah tiada dan tidak akan pernah dapat berenkarnasi kembali. Sia mengorbankan dirinya terjatuh kedalam dimensi tanpa ruang dan waktu membawa serta monster raksasa tersebut.


Jian yi fan yang sudah 70% pulih hanya dapat berlutut dan dengan gila menggali tanah di hadapannya berharap apa yang terjadi bukanlah kenyataan. Dia tidak ingin percaya kalau istrinya Qi yisu, mengorbankan dirinya sendiri. Dia ingin mengulang waktu tapi apalah daya, dia tidak memiliki kuasa melakukanya.

__ADS_1


Qi yisu, telah dihapuskan dari dunia ini. Untuk selamanya sampai ketitik tidak ada yang tersisa. Sampai pada titik tidak dapat berenkarnasi. Hanya mereka yang terikat kontrak yang masih akan mengingatnya.


__ADS_2