
Suatu hari, di puncak Gunung Jiang. Saat itu umur Jian yi an sudah mencapai 14 tahun. Umur itu adalah umur yang pas bagi seseorang untuk mulai berkultivasi.
Jian yi an duduk di teras bangunan utama sambil mendengarkan dengan seksama suara hiruk pikuk dari mereka yang sedang melakukan latihan pagi.
Dia sangat ingin berlatih seperti mereka, hanya saja, apa orang buta sepertinya dapat berlatih dengan baik? Jangankan bela diri, saat ini yang Jian yi an dapat lakukan hanya berjalan di tuntun oleh sebuah batang bambu.
" Yi an, apa kau sudah lama menunggu? "
Jian yi fan datang dari arah dalam bangunan. Mendengar suara yang tidak asing baginya, jian yi an langsung berdiri dan menunjukkan wajah tersenyumnya seakan-akan dia tidak pernah sedih mendengarkan orang yang begitu bersemangat latihan pagi.
Pagi ini, seorang pelayan datang ke gubuk bambu dan menginformasikan Jian yi fan untuk segera menghadap ketua sekte.
Sepertinya ketua sekte mendapatkan informasi tentang penyerangan yang dilakukan oleh monster di sebuah desa dekat dari tempat mereka tinggal. Kemunculan monster itu sangatlah meresahkan, jadi kepala sekte memerintahkan Jian yi fan turun gunung dan membereskan sedikit kekacauan.
Monster-monster yang berbahaya, seharusnya tidak akan mampu melewati border, hanya yang kecil yang mampu masuk melalui celah-celah. Jadi mengutus Jian yi fan untuk melakukan sedikit pembersihan adalah metode terbaik.
Selain dia mampu bekerja dengan cepat dan efisien, Jian yi fan juga terkenal sangat bijak. Dia mampu mengetahui apa yang harus dilakukan dan tidak harus dilakukan apabila menemui musuh yang tidak terduga.
Kali ini, Jian yi an sangat ingin mengikuti ekspedisi itu, jadi tanpa ragu dia langsung berkata.
" Kakak ketiga, izinkan aku ikut denganmu kali ini. "
Jian yi fan membuat ekspresi yang serius. Sudah 14 tahun, selama itu dia tidak pernah di izinkan turun gunung. Kali ini dia juga ingin mendapatkan pengalaman seperti apa diluar sana. Dia ingin mendengar sendiri apa yang ada di luar sana. Jadi dia meminta Jian yi fan untuk mengikutsertakannya.
" Apa kamu yakin kamu mau ikut? "
Jian yi fan ingin memastikan kata-kata adiknya.
' Sudah kuduga, meskipun kakak ketiga begitu baik, dia tidak akan mengizinkanku ikut ke dalam rombongan mereka. Kalaupun aku ikut, aku hanya akan menjadi penghambat '
Melihat ekspresi adiknya yang memikirkan sesuatu akhirnya Jian yi fan berkata,
" Baiklah, aku akan membawamu turun gunung dalam ekspedisi kali ini "
__ADS_1
Jian yi fan tahu, jian yi an membutuhkan hiburan. Meskipun tidak seperti lima tahun lalu yang membuat jian yi an terasing seorang diri di gubuk bambu, Jian yi fan mengetahui, berada di sekte tidak akan membuatnya berkembang. Dia ingin membawa jian yi fan keluar melihat dunia yang saat ini dia tempati. Jadi, dia memutuskan untuk membawanya turun gunung.
Akan tetapi hal yang dipikirkan ternyata tidaklah sama dengan apa yang dipikirkan anggota lain di dalam tim. Mereka menolak untuk membawa tuan muda yi an. Siapa yang tidak pernah mendengar rumor tentangnya?
Jadi seluruh anggota gusar, kalau tuan muda Yi fan tetap bersikeras membawanya turun bersama dalam ekspedisi kali ini. Mereka lebih memilih membatalkan rencana ekspedisi mereka.
" Kalian semua tenang !
Aku akan mengatakannya sekali lagi.
Aku akan membawa adikku turun gunung dalam ekspedisi ini.
Siapapun yang keberatan, kalian boleh meninggalkan tempat ini "
Jian yi fan memberikan komando. Benar saja, sebagian besar dari mereka sangat ketakutan akan mala petaka yang di bawa jian yi an. Mereka tidak ingin mengambil resiko kehilangan nyawa mereka dalam ekspedisi kali ini. Satu persatu anggota tim meninggalkan tempat itu.
Sampai pada akhirnya hanya 4 orang yang tetap tinggal. Mereka adalah Jian yi fan, Jian yi an, Jian yi su dan satu orang anggota sekte lainnya.
" Tuan, siapa namamu? "
Pemuda itu seperti berada di usia 15 tahun yang baru saja memulai proses kultivasinya, memiliki rambut coklat yang di ikat dengan model ekor kuda. Mengenakan pakaian sekte jiang yang pada lengan bajunya terlipat sampai ke bahu. Pada tangan kirinya melingkar sebuah perban yang membalut lengannya. Pria itu memberikan salam hormat sambil tersenyum.
Sepertinya kali itu adalah pertama kalinya dia mengikuti ekspedisi.Hanya satu kata yang ada di benak Jian yi fan.
' Pemuda ini sangat berani. Mungkin kelak dia dapat berteman dengan baik dengan yi an '
Namun penilaian mengenai pemuda itu segera hancur setelah mereka sampai ke lokasi tujuan.
Entah mengapa, dengan keberadaan Hong man yang begitu berisik selalu mengajak bicara Jian yi an sangatlah mengganggu.
" Woah, jadi kamu tuan muda ke-5 yang sering di gosipkan itu?
Woah aku tidak menyangka kamu memiliki penampilan yang oke.
__ADS_1
Apa yang selalu kamu lakukan di sekte ?
Apa yang selalu kamu makan setiap hari ?
Sampai dimana tingkat kultivasimu ?
Apa kau memiliki sesuatu yang tidak kau sukai ? "
Selama diperjalanan, pemuda itu terus mengoceh menanyakan ini itu tanpa henti. Jian yi an kadang meresponnya dan terkadang hanya tersenyum mendengar pertanyaan hong man. Itu pertama kalinya jian yi fan melihat yi an tersenyum selain karenanya dan yi su. Mungkin membiarkannya untuk kali ini bukanlah masalah besar.
Setelah melakukan perjalanan selama beberapa jam dengan berkuda, mereka menemukan banyak rintangan. Rumor mengenai kesialan Jian yi an bukan hanya desas desus semata. Namun semua rintangan itu dilewati oleh Jian yi fan dengan mudah.
Hong man yang berada di sekitar jian yi an tidak luput dari mala petaka. Dia banyak menerima luka, tetapi dia tidak pernah mempermasalahkannya malah bersikap seperti biasa kalau itu adalah keadaan buruknya dan terkadang dia juga melemparkan candaan konyolnya.
" Lagi ? Kesialan menimpaku, apa kesialan jatuh cinta padaku? Apa aku begitu tampan sehingga mereka tidak ingin membiarkanku pergi? "
Hong man mengeluh, dia duduk meninggalkan pedangnya di sampingnya sambil memeriksa luka yang dia terima.
Beruntung mereka bersama dengan Jian yi su. Jian yi su tersenyum dan mengatakan,
" Tuan muda memang tampan oleh karena itu mereka selalu berusaha mendekatimu. Izinkan saya melihat lukanya "
Kemampuan jian yi su memang luar biasa, hanya dengan memeriksa luka yang di miliki hong man dan mengucapkan beberapa mantra, luka yang di terima hong mang langsung sembuh.
Jian yi su sudah sering meminta hong man menunjukkan luka yang di perbannya, dia penasaran kenapa hong man selalu terlihat memperban lengan kirinya menggunakan perban. Tapi hong man menolak seakan dia ingin menutupi sesuatu.
" Yang ini tidak apa-apa. Aku hanya mengenakannya agar terlihat keren.
Bagaimana nona yi su? Saya sudah terlihat lebih keren bukan dengan semua perban ini? "
Hong man malah mengalihkan pembicaraan. Sebenarnya Jian yi fan juga penasaran melihat lengan kiri Hong man yang di perban. Tapi apa boleh buat, pemiliknya tidak berkenan memperlihatkannya. Apa yang dapat ia perbuat?
__ADS_1
Jian yi an yang mendengar seluruh percakapan dan seluruh keributan yang terjadi selama perjalanan membuatnya merasa bersalah. Tetapi, Jian yi fan mendekatinya dan menjelaskan apa yang terjadi bukan kesalahannya. Akhirnya merekapun sampai ke sebuah desa yang menjadi tujuan ekspedisi mereka.