Protagonist Transmigration : Its Best If I Became A Villain

Protagonist Transmigration : Its Best If I Became A Villain
Takdir dari dunia yang saling terhubung (9)


__ADS_3

Sudah beberapa menit berlalu setelah xue li dan dua orang pria hebat di sampingnya mencari mekanisme tersembunyi di dalam goa.


Mereka sudah mengitari bagian dalam goa namun masih belum menemukannya.


Jalan goa itu licin dan sering kali terdapat fosil terumbu karang dan makhluk laut lain yang menghalangi jalan.


Sampai di suatu cabang, mereka bertemu di sebuah jalan goa yang sempit.


" Apa kalian menemukan sesuatu ? "


Higan dono bertanya mengharapkan jawaban.


Baik Xue li dan Darius menggelengkan kepala bergantian, mengisyaratkan kalau mereka tidak menemukannya.


" Apa kalian sudah mencari di jalan sempit ini ? "


Xue li menunjuk ke arah lorong sempit.


Sebelumnya dia sudah berkeliling, namun dia belum melewati jalan sempit itu, Higan dono dan Darius menjawab dengan demikian kalau mereka juga belum menjelajahi lorong sempit yang satu itu.


Tidak ada ruginya mencoba, jadi Xue li mengajak Higan dono dan Darius melewatinya.


Benat saja, lorong itu begitu sempit namun ukurannya pas dimasuki satu orang. Mereka berjalan dengan berbaris dengan Xue li di depan, di susul Darius dan kemudian Higan dono di tempat belakang. Namun setelah berjalan beberapa menit, mereka pada akhirnya menemukan jalan buntu juga.


" Aneh, kita sudah menjelajahi goa ini begitu lama namun belum menemukan tempat persembunyian Gremory "


Xue li yang mulai putus asa menemulan jalan buntu mengungkapkan pendapatnya.


" Sebaiknya kita kembali menjelajah sekali lagi. "


Higan dono yang berada di barisan paling belakang mulai berbalik, namun


" Crack "


Dia terhalang, Pedang besarnya tersangkut di dinding goa membuatnya kesulitan berbalik.


" ... "


" ... "


Higan dono mencoba melepaskan dirinya dari ikatan sarung pedang besar miliknya yang tergantung di punggung lalu membuat tarikan keras mengubah posisi Crimson Sabrenya.


Setelah dia berhasil menarik crimsom sabrenya yang tersangkut, tiba-tiba terdengar suara seperti batu yang bergerak.


Benar saja, sebuah pintu terbuka di belakang mereka membuka sebuah jalan. Ruangan rahasia !



Lorong kecil yang tadinya mereka pikir hanya sebuah jalan buntu, ternyata jalan itu terdapat sebuah pintu rahasia.


Sepertinya keberuntungan berada di pihak mereka. Saat mereka sudah mulai putus asa mencari, Higan dono secara tidak sengaja mengaktifkan mekanisme pintu dan membuka jalan.


Jalan yang tadinya menutup kini terbuka menampakkan anak-anak tangga yang menjulang ke bawah.


Kalau mereka beruntung, mungkin mereka sudah menemukan tempat persembunyian Gremory. Karena ini adalah jalan rahasia menuju markasnya.


Akhirnya Xue li dan kawan-kawan memutuskan untuk berhati-hati menuruni satu demi satu anak tangga. Darius mengajukan diri berjalan di depan Xue li.


Tangga itu mengantarkan mereka ke sebuah pusat cabang lainnya.


Setelah semuanya, pada akhirnya mereka harus menjelajahi semua cabang untuk memeriksa lagi?


Xue li sudah malas berurusan dengan jalan goa yang seperti labirin awalnya ingin mengeluh hendak bertanya


" Apakah sebaiknya berpencar? "


Namun, sebelum Xue li mengucapkannya, Darius tiba-tiba berbalik dan meletakkan jari telunjuknya ke bibir Xue li.

__ADS_1


" Ssstt "


Xue li awalnya kaget dengan Darius yang berbalik, saat itu mereka masi berada di anak tangga, Darius mengisyaratkan mereka untuk mundur beberapa langkah bersembunyi.


Tidak lama seseorang lewat dari salah satu cabang, dia muncul dari cabang tengah. Pria itu menutup dirinya menggunakan jubah hitam, jubah yang sama dengan pria yang pernah Xue li lihat sebelum dia memasuki portal dimensi satu arah.


Xue li mencoba melihat lebih jelas dengan mencondongkan wajahnya.


' Apa dia orang yang sama? '


Darius yang awalnya fokus melihat orang yang lewat sedikit kaget saat menyadari Xue li mulai sedikit menyondongkan wajahnya untuk mengintip.


Saat ini jarak antara wajah mereka hanya tinggal beberapa centimeter.


" Sudah pergi ? "


Xue li berbicara dengan nada sangat pelan setelah melihat orang yang tadi lewat sudah pergi ke cabang lain.


Darius yang masih membatu akhirnya kembali ke kesadarannya, dia menggunakan tangan kanannya mendorong wajah Xue li agar menjauh.


Xue li tidak pernah menyangka kalau Darius akan mendorong wajahnya, apa yang kulakukan salah? Aku hanya ingin sedikit mengintip. Itu saja.


" Host ? "


Tidak lama sebuah suara terdengar pelan.


" System ? Kau sudah sadar? "


Itu adalah suara system yang sejak tadi beristirahat di dalam kalung Darius.


Darius yang menyadari system sudah benar-benar sadar menyentuh kalungnya yang bercahaya dan mengeluarkan system dari dalam kalung.


System muncul di pelukan Xue li dalam bentuk rubah kecil berekor satu. ( Itu karena 8 ekor lainnya masih menjaga formasi array yang terpasang pada orang-orang yang dikendalikan )


" Akhirnya kamu sadar.


Xue li menanyakannya dengan baik.


" Aku akan mencobanya. "


System mulai menejamkan mata, kemudian dia sedikit bercahaya. Ketika dia membuka matanya kembali, mata merahnya yang seperti ruby berubah menjadi putih.


System mulai melompat turun dari pelukan Xue li, dia mulai berjalan sambil menggoyangkan ekornya mengisyaratkan untuk mengikutinya.


Darius kembali mengeluarkan pedang dari kalungnya.


Itu adalah pedang Bing yao. Xue li cukup heran mengapa Darius tidak mengeluarkan pedangnya sejak awal. Dia baru mengeluarkannya dua kali.


Pertama saat menyodorkan pedangnya ke pria berambut coklat tadi dan ini kali kedua dia mengeluarkan pedangnya.


炳耀 : Bing yao yang artinya bright and luminous atau biasa di sebut mingliang sword ( 明亮 )


Pedang Bing yao terkenal dengan keindahan tiada taranya. Pedang itu berwarna biru, mengapa di sebut bercahaya ?


Itu karena biru pedang itu seperti transparant apabila terkena cahaya, mungkin itu karena pedang dua mata ini memiliki 2 element.


Berbeda dengan pedang lain, pedang yang memiliki 2 buah element dalam satu tubuh hanya ada Bing Yao.


Biasanya satu buah senjata hanya mampu memiliki satu element yang cocok, seperti Crimson sabre yang memiliki element Api membuat pedang milik higan dono merah membara.


Bing yao awalnya hanya pedang biasa yang memiliki satu element ( air ). Namun setelah membuat kontrak dengan Darius, pedang itu berevolusi menjadi senjata suci grade SS.


Perubahan pada pedang itu membuat surga berguncang. Bagaimana tidak, keturunan Darius memang luar biasa, namun mereka semua meremehkan Darius ke IV yang tidak mendapatkan kekuatan pendahulunya.


Pendahulu Darius seluruhnya memiliki element terkuat ( petir ), namun Darius IV tidak mendapatkan berkah itu dan malah mendapatkan element air. Hal itu benar-benar menampar wajah garis darah Darius.


Mereka semua akhirnya mengabaikannya, karena menganggap akhirnya garis keturunan Darius jatuh.

__ADS_1


Pada akhirnya garis darah Darius melemah ketitik tidak dapat di harapkan.


Apa yang salah dari terlahir tidak dengan element petir ? Bagaimanapun dia tetaplah Darius.


Setelah darius mendapatkan kontrak dengan Bing Yao yang berevolusi, hal itu menampar keras seluruh wajah pejabat tinggi surga.


Mereka mulai menampar mulut mereka sendiri atas apa yang pernah mereka katakan. Siapa yang menyangka, kalau keturunan Darius terlemah di berkati senjata suci yang sangat sulit di dapatkan kecuali dengan tingjat tertentu ?


*Tingkatan Element pada umumnya dari terlemah sampai terkuat - Bumi , Air , Angin , Api , Petir.


Dalam hal ini Kegelapan masuk ke dalam kategori Tabu sedangkan Cahaya merupakan berkah langka.


" A yao, lama tidak bertemu "


Xue li mulai menyapanya karena saat pertama Darius mengeluarkan Bing yao, dia tidak sempat menyapa.


Setelah Xue li menyapanya, Pedang Bing yao bercahaya dan cahaya itu melesat dengan cepat ke hadapan mereka.


Dari cahaya itu, muncul seorang Pria cantik berambut putih mengenakan pakaian suci berwarna putih dengan tangan kanannya menyentuh dada dan sedikit menunduk memberikan penghormatan.


" Lama tidak berjumpa.


Bing yao, memberi hormat pada tuan putri "


Pria super tampan yang muncul adalah perwujudan dari pedang suci Bing yao. Dia menunjukkan diri hanya untuk menyapa Xue li.


Woaahhh, mataku.


Xue li tidak pernah berhenti berpikir, mengapa ada sosok jiwa pedang setampan dan secerah itu. Memang layak menjadi pedang suci Darius. Mereka berdua memiliki ketampanan diluar nalar.


" Tch, Bing yao "


Darius tiba-tiba memanggil bing yao untuk kembali, dengan cepat bing yao kembali ke tangan Darius dalam wujud pedangnya.


' Tch ? Barusan dia mendecit ? '


Xue li dan Higan yang mendengarkan bunyi ' Tch ' keluar dari mulut seorang Darius.


Sepertinya moodnya sedang tidak bagus.


Setelah mempersiapkan diri akhirnya mereka bertiga pergi mengikuti System yang sedang menunjukkan jalan.


Cahaya, mereka melihat cahaya menandakan sepertinya di ujung sana ada sebuah ruangan. Melihat itu mereka mulai mengurangi kecepatan, bersiaga apabila sesuatu tiba-tiba menyerang.


Mereka akhirnya sampai di tempat persembunyian Gremory.


■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■


Di satu sisi, Kaisar Hwang masih di sibukkan dengan mematahkan mantra yang memperangkap putrinya.


" Mantra ini begitu kuat.


Aku juga baru melihat formasi array seperti ini. "


Kaisar Hwang sudah berusaha melakukan berbagai cara untuk mengeluarkan putrinya tidak dapat berbuat apa-apa lagi.


Sebenarnya siapa yang membuat mantra sekuat ini?


Bukan hanya satu, dia bahkan menambahkan mantra pelindung di dalamnya.


Tidak akan mudah memecahkan rangkaian array itu, jadi kaisar Hwang memutuskan untuk mencari pembuat Array dan menyuruhnya membatalkan formasi yang memperangkap putrinya.


Taoi siapa yang membuatnya ? dan dimana dia ?


Putrinya memang tidak dalam keadaan bahaya, sepertinya telah terjadi sesuatu di sini. Siapapun yang membuat array ini, dia tidak memiliki niatan melukai orang di dalam. Malah sebaliknya, sepertinya dia ingin melindungi orang-orang di dalam melihat ada mantra pelindung yang di pasang juga di sekitar susunan array.


Jadi kaisar Hwang meminta Kapten Zhang untuk menemaninya mencari pembuat mantra itu. Mereka akhirnya pergi menjelajah goa.

__ADS_1



__ADS_2