
+5
+5
+5
+5
+5
Suara pemberitahuan pendapatan poin terus terdengar dari jam tangan milik 5 orang calon dewa kematian, Christ, Armir , ji soo, he an, dan yeol.
Mereka berlima memutuskan untuk membuat tim melakukan perburuan monster.
" Kali ini poinnya hanya 25 dan harus di bagi ber lima. Apakah tidak ada monster lain yang memiliki poin lebih tinggi ? Kalau seperti ini cukup sulit menaikkan poin ke 100 di hari pertama. " Yeol melihat perolehan poin yang dia dapatkan.
Mereka telah melakukan tes yang hanya dapat mereka lakukan sekali seperti tes ketahanan tubuh dan kebugaran. Kemudian melanjutkan dengan quest berburu monster yang memiliki poin tak tercantum di layar sebelumnya.
Saat ini poin rata-rata mereka adalah 55. Mereka harus mendapatkan 45 poin lagi untuk dapat lulus tes.
" Mustahil mencari 45 poin lagi hanya dalam waktu kurang dari 4 jam. Kecuali kalau kita bisa mengalahkan monster itu sendirian. " ucap ji soo.
" Mengalahkan itu sendirian ? Kau gila. Menghabiskan waktu satu jam lebih hanya untuk mengalahkan satu. Itu pun kita melakukannya ber 5 " Armir membalas.
" Bukankah seharusnya kita menjalankan misi seperti yang dilakukan Ga eun, ren dan rem ?
Setidaknya kita akan mendapatkan 10 poin per misi. " Saran Christ.
" Aku mendengar menjalani misi lebih sulit dibanding berburu monster. " He an merespon.
" Lebih sulit? dari mana kamu mendengarnya ? " Tanya Armir namun He an tidak dapat menjawab.
Mungkin sejak awal mereka harusnya melakukan misi dibanding melakukan perburuan seperti ini. Tapi mereka juga tidak menyesalinya, karena dengan melakukan ini mereka akan memiliki kesempatan melatih untuk perburuan besok meskipun jenis perburuannya berbeda.
30 menit sebelum hari pertama berakhir.
" Selamat kepada ##### telah berhasil mengumpulkan 100 poin. " Suara pengumuman mengumumkan sudah ada satu orang yang berhasil mengumpulkan 100 poin di hari pertama.
" Bukan han seul gi ? Hah, sepertinya dia juga tidak akan mampu mengumpulkan 100 poin di hari pertama. " ejek Armir karena melihat waktu hitungan mundur tersisa kurang dari 30 menit.
" Aku akan coba menghubungi Ga eun " Han ji soo menggunakan jam tangannya untuk menghubungi Ga eun.
" Halo? ada apa ? " Ga eun menjawab. Saat ini dia masih menjalankan misi bersama dengan ren, rem, dan seul gi.
" Ga eun, berapa poin yang telah kamu kumpulkan ? Apa kamu berhasil ? "
" Hhmm, sepertinya tidak mungkin untuk hari ini. Namun seul gi hampir mengumpulkan 10 poin terakhirnya. Kami masih dalam misi saat ini. " Ga eun tersenyum pasrah.
" Dia hampir mengumpulkan 100 poin ? itu berarti poin mu... "
" Benar poinku, ren dan rem adalah 60 poin, han seul gi sudah mendapat 90 poin. Kami cukup beruntung karena menemukan misi berantai "
__ADS_1
" Hoi, bukan waktunya untuk berbincang, cepat kalau tidak ingin tertinggal. " bentak han seul gi.
" Maaf teman-teman, ini misi terakhir yang harus kami lakukan. Kami tidak memiliki banyak waktu. sampai jumpa lagi " ga eun memutus panggilan.
" Benarkah Ini tempatnya ? "
" Kurasa begitu ? Kita hanya perlu bertemu kepala desa ini untuk melaporkan misi sukses. "
Han seul gi akhirnya hampir tiba di garis akhir. Dia akan segera mencapai 100 poin. Dia melihat seorang pria tua berjalan untuk menyambut mereka.
" Selamat datang pahlawan. Selamat datang di desa Harris. " Sambutannya.
" Oi, kau kepala desanya? "
" Hhmm, Iya itu benar "
" Kami berhasil memberantas goblin yang meresahkan desa ini. Segera beri kami reward " Ucap han seulgi menunjukkan bukti misi.
" Ohhhhh saya telah mendengarnya dari teman saya di desa Pavis... Kalian berhasil melakukannya dalam perjalanan? Kalian memang pahlawan " kepala desa tersenyum.
' Selamat anda mendapatkan 10 poin dari misi membebaskan desa Harris dari goblin '
Mereka menerima notifikasi penambahan poin. Hal itu membuat wajah mereka cerah sebelum, muncul satu notifikasi lain dari jam tangan han seul gi.
' Poin anda di kurangi 1 karena sikap anda kepada kepala desa. Poin anda saat ini 99 poin. '
" Kalau begitu saya telah menyiapkan sambutan untuk para pahlawan, silahkan nikmati " Kepala desa mempersilahkan pahlawan untuk menikmati pesta penyambutan.
" Hoi! Apa maksudmu mengurangi satu poinku ?! "
" Ehhhh ??? Ada apa? apa yang terjadi ?" Ga eun panik karena seul gi tiba tiba berteriak, ren dan rem mulai ketakutan di belakang ga eun.
Sebelum dia dapat mengancam kepala desa lebih jauh waktu mundur pada jam telah menginjak angka 0 dan mereka langsung di teleportasi kembali ke tempat duduk masing-masing.
~ siiiiiinnnggggggggg ~
################################
" Selamat karena telah berhasil lolos di hari pertama " Ucapan selamat keluar dari mulut tuan Ho, mo young dan oh haebin saat para calon dewa kematian tiba di kursi masing-masing.
" Hah ? apa ? ? "
" Han seulgi. Dia berhasil mengumpulkan 100 poin ? " ucap Tuan ho dengan bangga.
" Aku! tidak! berhasil! " han seulgi, karena sangat kesal dia tidak ingin berbicara lebar hanya memberikan penekanan di setiap kata-katanya untuk mengungkapkan kekesalannya.
Skor pada layar terupdate. Mata mereka terfokus pada poin yang didapatkan han seulgi.
99 poin ?
" Aku ingin mengajukan protes ! " ucap han seulgi.
__ADS_1
" Eh ? bukankah misi terakhir kita berhasil? kenapa kamu mendapat poin ganjil ? " Ga eun melihat ke arah seulgi dan kembali melihat ke layar. Dia tidak bisa percaya pada apa yang dia lihat. Mereka melakukan misi bersama.
Armir, ji soo, he an, christ dan yeol masing-masing memperoleh 75 poin.
ren, rem dan ga eun memperoleh 70 poin.
" Kalian berhasil mengumpulkan banyak poin. " Ga eun kagum melihat poin rekannya. Mereka tidak berbeda jauh.
" Kami beruntung, itu karena di 5 jam terakhir kami menemukan boss monster dan langsung memperoleh 20 poin. " yeol bangga.
" Kalau tidak ada larangan untuk tim merah memburu monster aku pasti akan mendapatkan 100 poin lebih cepat. " Keluh Seulgi.
" Pokoknya tuan ho, anda harus memperjuangkan hak saya. Mereka mengurangi poin saya begitu saja. Saya butuh keadilan! " Han seulgi mendesak tuan ho untuk membantunya melakukan protes.
" Hee " Mo young hanya dapat menahan tawa.
" Sepertinya tidak mungkin. Pengurangan poin mungkin sudah di atur dalam penilaian juga " Jelas Haebin.
Puk puk puk,
" Rekan, bersiaplah menjadi target perburuan kami, kamu tidak akan keberatan bukan ? " Armir mengejek sambil menepuk bahu seul gi.
" Kita akan merubah rencana " Haebin menyarankan untuk menyusun rencana dalam perburuan poin hari kedua.
Mereka memiliki setidaknya 3 jam hingga tes berikutnya. Mereka harus mematangkan rencana mereka terlebih dahulu.
#################################
10.000 tahun lalu, Alam baka.
" Baek ha, kamu datang ? "
" Hormat Yang mulia, Saya datang memenuhi panggilan anda "
Saat ini, seorang pria bernama Baek Ha, sedang menghadap Kaisar alam baka, Enyama ( nama jabatan ).
" Kamu boleh berdiri. Dihadapanku seperti ini, bukan seperti dirimu.
Bangun, ada yang ingin aku tanyakan. Sebelum itu, bagaimana kondisimu? baik kan ? Kamu telah lama berjuang di garis depan selama perang melawan mist. Kamu adalah orang yang paling berjasa bagi alam baka. Kamu adalah penyelamat. " Segala pujian keluar dari mulut Enyama kepada master baek ( Baek ha ).
" Ngomong-ngomong yang mulia, perang masih belum berakhir, mengapa anda tiba-tiba saja menarik pasukan kembali ? " Master baek mengungkapkan rasa penasarannya.
" Itulah salah satu sebab kenapa aku memanggilmu ke sini. Aku ingin meminta pendapatmu sebagai orang yang begitu banyak berjasa untuk keselarasan alam baka.
Seseorang dari bangsa mist menghubungiku. Kami telah melakukan kontak untuk melakukan perundingan " Enyama mempersilahkan Baek ha duduk dan menyuruh pelayan dan penjaga pergi keluar ruangan.
" Mereka menghubungi anda ? untuk apa mereka melakukan itu ? "
" Ceritanya panjang, aku di sini memanggilmu untuk mendiskusikan mengenai hal itu. " En yama memejamkan matanya mencoba menyusun apa saja yang ingin dia katakan sebelum mengatakannya.
Itu adalah pembicaraan yang sensitif setelah peperangan melawan mist yang sudah berlangsung ribuan tahun. Sekarang dia ingin mengingat pendapat rekan yang dia percaya mengenai proposal perjanjian yang di ajukan oleh bangsa mist.
__ADS_1