
Sudah beberapa waktu berlalud ari setelah Tuan Ho dan wanita dewa kematian berbincang. Oh haebin memperhatikan dengan seksama di bangku belakang mereka dan sesekali mendengarkan percakapan mereka. Itu adalah percakapan terhadap rekan yang memang sudah sangat lama tidak bertemu.
Sesekali Oh Haebin juga tertarik pada beberapa dewa kematian yang baru tiba di ruangan. Dia melirik kea rah pintu melihat siapa-siapa saja dari mereka yang melewati pintu.
Mereka semua yang akan memberikan pelatihan pada calon dewa kematian. Seperti yang terlihat, rata-rata senior yang hadir di sana merupakan dewa kematian yang cukup terkenal. Masing-masing dari mereka memiliki alat dewa kematian pribadi yang terlihat tergantung di pinggang mereka.
Oh Haebin mulai merasa ragu apakah dia harus mulai mengenakan alatnya. Tidak seperti mereka yang hadir di ruangan saat itu, alat yang digunakan haebin masih alat umum dewa kematian. Sebuah pistol dan borgol beserta dengan beberapa peluru hitam adalah apa yang dimilikinya sekarang.
Bukan karena Haebin tidak memiliki alat dewa kematian pribadinya. Dia memiliki sabitnya sendiri, namun dia tidak ingin menjadi pusat perhatian saat tidak membawa satu, itu karena sabitnya telah bergabung dengan darah dan tubuhnya. Sabit dewa kematian legendaris yang menandakan penerrus dewa kematian legendaris. Tentu saja dia ingin sekecil mungkin menarik perhatian orang lain.
“ Oh, kau menggunakan pistol? “ Saat haebin sedang menyiapkan senjatanya, wanita yang tadinya berbicara dengan tuan Ho melihat.
“ Ah, ini.. “ Oh Haebin yang tidak tahu harus menjawab apa sedikit menyembunyikan pistolnya.
“Tidak perlu sungkan berbicara informal padaku. Jadi kamu menggunakan pistol untuk senjata keduamu? Aku baru melihat dewa kematian selain aku yang menggunakan dua senjata. “ Ucap wanita itu.
Sepertinya wanita sedikit salah paham, namun Oh haebin hanya memberikan senyuman atas sanjungan wanita itu, kemudian menyangkutkan alat-alat tersebut ke pinggangnya. Satu di kanan dan satu di kiri, kemudian dia menutuk koper yang sudah Korong itu dan koper itu menciut karena telah kosong, Koper itu telah menjadi sebuah gantungan kunci yang kemudian di sangkutkan juga bersamaan dengan borgolnya.
Setelah Oh Haebin selesai dengan persiapannya, dia tidak menyangka dia menyelesaikannya dengan pas. Seorang pemandu naik ke atas podium mengenakan pakaian boneka capybara untuk memberikan penjelasan mengenai pelatihan kali ini.
“ Rekan-rekan semua, terima kasih karena telah hadir dan ikut perpartisipasi pada pelatihan dewa kematian tahun ini “ Ucapnya.
“ Seperti yang kalian semua ketahui, Pelatihan dewa kematian ini diadakan setiap 1000 tahun.
Namun pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan beberapa perubahan yang akan mulai diterapkan pada pelatihan kali ini.”
Mendengar ucapan pemandu, beberapa orang yang dari awal sudah menyadari ada yang berbeda dengan pelatihan tahun ini tersenyum karena telah menebak dengan baik. Namun mereka hanya dapat menerka-nerka seperti apa perubahan yang terjadi tahun ini.
“ Pelatihan kali ini dihadiri oleh 30 orang senior yang akan menjadi pemandu serta juri penilai untuk tes praktik calon dewa kematian tahun ini.
Dewa kematian yang akan di loloskan dalam pelatihan tahun ini adalah 30 orang. Kami sangat mengharapkan bantuan dari anda sekalian dalam proses eliminasi. “
Mendengar ucapan pemandu, beberapa orang mulai membuat keributan. Mereka saling berbisik mengungkapkan pemikiran mereka. Mereka bertanya-tanya apa yang terjadi pada pelatihan kali ini.
“ Apakah maksudnya kita akan melakukan proses eliminasi peserta? “
“ Aku juga tidak tahu, kalau dilihat dari jumlah peserta yang hadir di lapangan depan. Kau melihatnya juga kan? Jumlahnya sangat banyak. “
__ADS_1
“ Jadi mereka ingin mengatakan kalau tesnya belum berakhir? Kita akan menjadi pembimbing sekaligus juri penilai dalam pelatihan tahun ini? “
“ Bukankah seharusnya para calon dewa kematian di sini adalah calon yang telah lulus tes dan mendapatkan persetujuan dari King Enyama? “
Beberapa saat ruang pertemuan ramai dengan bisikan. Pemandu mulai mengambil alih situasi guna menentramkan jalannya pertemuan.
Pemandu mulai menjelaskan tahapan-tahapan proses eliminasi. Calon dewa kematian akan dibagi menjadi beberapa group. Satu group akan dibimbing oleh satu orang dewa kematian senior. Satu dewa kematian senior nantinya akan memilih satu calon dewa kematian yang berhak lolos.
Dengan kata lain, anda lah yang akan memilih 30 calon dewa kematian setiap group. “
Setelah beberapa saat menjelaskan, terdengar ucapan cukup mengejutkan dari pemandu.
“ Mengenai cara eliminasi atau seleksi, kami akan menyerahkan semua pada kalian. Dengan kata lain
Kami hanya akan menunggu laporan akhir dari kalian tentang siapa yang lolos dalam tes yang kalian berikan. Mereka yang lolos akan berada langsung di bawah tanggung jawab kalian dan menjadi anak didik kalian “
Mendengarkan penjelasan pemandu, sontak membuat para hadirin ribut. Itu artinya dewa kematian senior itu sendiri yang akan memilih calon dewa kematian yang akan mereka bimbing.
Jika seperti itu, kita tidak dapat meremehkan tugas ini. Secara mereka yang kita loloskan akan menjadi tanggung jawab kita sebagai dewa kematian yang merekomendasikan mereka. Namun system ini juga akan membuat mereka yang lolos lebih berhati-hati dan tidak sembarangan memilih dewa kematian baru.
######################################################################################
Alam baka? “ Xue li yang dikejutkan dengan jawabn connie.
“ Benar, karena untuk 3 hari sangatlah tidak mungkin, namun kalau pergi kea lam baka.. “ Connie yang ingin meneruskan.
“ Ah, Host , Connie benar.
Itu karena waktu di alam baka berjalan dengan sangat lambat.
1 hati di tempat ini sama dengan 1 minggu di alam baka. Mungkin itu yang dimaksud connie. “ System memotong.
“ Hmm, jadi begitu. Tapi bagaimana kita dapat pergi ke sana ? Kau tahu itu kan?
Alam baka bukanlah tempat biasa yang dapat di masuki seenaknya. “ Xue li bertanya.
“ Untuk itulah kita membutuhkan bantuan benda ini. “ Connie mempersembahkan computer ajaib.
__ADS_1
Komputer canggih yang selalu berada di ruang spatial milik Xue li memiliki informasi penting pada setiap dunia.
“ Ah, jadi maksudmu, kita akan menggunakan identitas yang ada pada computer ini ? “ Xue li yang mulai paham arah pembicaraannya.
Connie mengatakan, kalau dia dapat mencari identitas yang paling cocok untuk pekerjaan kali ini. Dengan bantuan computer canggih, connie mendapatkan beberapa identitas dari alam baka dan menemukan peran yang paling cocok untuk ekspedisi kali ini.
“ Karena tujuan pergi kea lam baka adalah untuk mencari kumpulan kepingan, Itu artinya identitas yang paling sesuai adalah mereka yang memiliki hak akses penuh d alam baka.
Aku menemukan 3 identitas yang cocok untuk ekspedisi ini. Tuan putri, apakah anda mau melihat dan memilihnya sendiri ? “ Connie bertanya.
“ Tidak perlu, aku percaya dengan keputusanmu. “ Ucap Xue li menyerahkan semua persiapan pada connie.
“ Kalau begitu saya akan segera mengubungi pemilik identitas untuk meminta persetujuan menggunakan identitas.
Tidak berselang lama, connie selesai mengubungi pemilik identitas tersebut.
“ Sudah beres ? “ Xue li yang dari tadi mengamati dari jauh melihat connie yang sepertinya telah siap dengan semua persiapannya.
“ Tuan putri, apakah seseorang dapat mengirim paket ke tempat ini dengan cepat ? “ Tanya connie.
“ Tentu saja bisa, semua benda yang di kirim dari luar ke tempat ini akan masuk ke kotak surat di sana.” Xue li menunjuk ke sebuah lubang dimensi yang diatasnya tertulis ‘ Kiriman ‘.
System segera menyadari dan pergi untuk masuk ke tempat itu dan kembali.
“ Host, seseorang mengirimkan paket “ Ucap system membawa sebuah kotak hitam.
“ Barangnya sudah sampai? Cepat sekali.
Pemilik identitas menyetujui peminjaman identitas, namun beliau juga memberikan beberapa syarat.
Banda yang barusan di kirim adalah benda milik pemilik identitas yang mungkin akan membantu saat penyamaran.” Connie menerima paket dari system dan membukanya.
Di dalamnya terdapat beberapa peralatan.
“ Dua buah tongkat lipat? Selain itu benda ini…
Sebenarnya identitas siapa yang kamu pinjam connie?” Xue li bertanya.
__ADS_1
“ Seorang dewa kematian “ Connie tersenyum atas pekerjaan baiknya.
“ … “ Xue li tidak dapat berkata-kata melihat seberapa cepatnya connie menyesuaikan diri dalam keadaan seperti ini.