
" Akhirnya inilah harinya. Tes yang sesungguhnya "
Sembilan calon dewa kematian telah sampai di menara pelatihan yang akan digunakan untuk tes praktik calon dewa kematian.
Sudah selama 2 minggu mereka menjalani latihan gila, akhirnya sekarang tiba waktunya untuk menunjukkan hasil latihan mereka.
Namun sebelum menuju tes sesungguhnya mereka harus pergi untuk memeriksa kondisi tubuh buatan mereka, dan kembali berkumpul di aula pertemuan.
" Ini lebih ramai dari pertama kali. "
" Kau juga berpikir begitu ? "
Pertemuan pertama memang ramai, namun pertemuan kali ini lebih ramai dari sebelumnya.
" Tes tes, A a, check sound. " Terdengar suara dengan alat pengeras dari atas panggung, dan sesekali itu mengeluarkan suata benging yang merusak telinga.
Oh haebin, mo young dan tuan ho mengeluarkan penyumbat telinga untuk menutup telinga mereka. Melihat hal tersebut ashmir memakan headphonenya. Memperhatikan hal tersebut membuat para calon dewa kematian bingung, namun mereka juga melakukan hal yang sama. Meski tidak memiliki alat mendukung mereka menggunakan tangan mereka, namun ada beberapa yang terlambat melakukannya.
" SELAMAT DATANG DI TES PRAKTIK DEWA KEMATIAN YANG KE 1653 !. " Suara teriakan yang sangat keras terdengar dari arah panggung. Itu teriakan yang sangat keras hingga membuat gendang telinga nyaris pecah.
" Yo, kalian pasti para calon dewa kematian yang berhasil lolos sampai di sini untuk mengikuti tes terakhir. Apa kabar kalian semua ? pasti baik kan ? baik kan ?
Hari ini merupakan hari yang sangat baik karena itu kita bisa mengadakan acara ini sekarang. Meskipun kegiatan ini harusnya di lakukan beberapa minggu lalu sih, namun tidak perlu khawatir. Rencana ini tidak akan mudah berubah sampai.. " di setiap akhir kalimat dengingan keras terdengar seolah di sengaja.
' BUUUKKK ' Tiba tiba saja sebuah kursi melayang dengan cepat ke arah panggung menyerang pembicara tepat di kepalanya. Suara benging kembali terdengar karena mic yang terjatuh ke lantai.
" Itulah sebabnya aku sangat menentang orang yang terpilih menjadi pembicara kali ini. " Pria yang melempar kursi itu berjalan ke arah panggung meraih mic yang terjatuh, beberapa boneka putih pergi memopong pembicara sebelumnya turun dari panggung.
" To the point. Kami mengumpulkan kalian semua di sini adalah untuk menjalani tes praktik yang sesungguhnya.
Sebelumnya kami sudah menyuruh para senior untuk memilih satu orang calon dewa kematian untuk menjadi penerus kalian bukan ? Karena hanya ada beberapa yang menyerahkan laporannya, aku yakin kalau kalian masih sangat ragu-ragu dalam memutuskannya. Oleh karena itu, aku sarankan kalian segera menunjuk salah satu dari mereka. Kalau tidak.. " Pria tersebut menunjuk kearah layar.
Di layar tampil 100 nama, dan dari 100 nama, 18 nama telah di beri 30 poin. Apa maksudnya ?
" Yang tampil di layar, itu adalah sistem ranking untuk memilih calon dewa kematian yang lolos. Sebelumnya mungkin ada kesalahpahaman dalam penyampaian pesan.
Sekali lagi ku ingatkan. Hanya 30 orang yang akan lolos pada pemilihan kali ini.
Kalian sudah di ingatkan untuk memilih satu nama untuk menjadi reprentatif setiap kelompok yang akan diberikan 30 poin pertama. namun hanya 8 orang yang menyerahkan laporan akhir. Apa kalian semua meremehkan tugas ini?! Atau mungkin..
Kalian sangat yakin tanpa poin pertama, tim kalian akan lolos dan menjadi dewa kematian ? Sekali lagi aku akan menunggu 5 menit untuk kalian menyerahkan laporan sekarang juga. Sebelum bahan penilaian kali ini di tampilkan ke layar.
Ruang pertemuan mulai ribut.
" Sudah kuduga. Poin pertama ini akan sangat mendukung untuk mereka yang ingin naik ke peringkat. " Tuan ho menghela napas.
" Tapi tuan ho, sistem poin ini? Apakah tes dewa kematian kali ini akan di tentukan dengan perolehan poin ? " tanya mo young.
" Hmm, masih sulit untuk menebak " Tuan ho mengeluarkan ponselnya.
" Apa anda berencana mengirim salah satu nama ? Kalau aku berencana untuk tidak mengirimnya. Aku merasa ada yang aneh dengan settingan kali ini. "
__ADS_1
" Meskipun ingin, tapi aku tidak dapat melakukannya juga. " Mo young datang untuk mewakili Keanne yang masih belum kembali. Meski dia datang sebagai perwakilan, dia tidak memiliki wewenang untuk memilih calon dewa kematian yang akan menerima point awal. Itu artinya tidak ada kesempatan bagi Han ji soo, Ga eun dan rem untuk menerima point awal.
Oh haebin juga memutuskan untuk tidak memberi anggota teamnya poin awal. Sebelum itu dia telah mengkonfirmasikannya ke He an, Ren dan Armir.
" Yah meskipun sedikit sedih, mengikuti tes dari poin zero juga bukan masalah besar "
Beruntung mereka bertiga memahami.
Lalu tuan Ho,
" Aku tidak ingin memulai dari poin zero. Anda harus menentukan siapa yang anda pilih. " Seul gi tidak ingin tuan ho tidak mencatat satu namapun.
" Seul gi, kau ! " Yeol yang sejak awal kesal dengan watak seul gi hanya dapat memandanginya karena chris menahannya.
" Aku, atau salah satu mereka berdua. Anda harus memutuskannya. " Seul gi dengan yakin mengatakannya.
" Hee, sepertinya kau sangat yakin kalau kau yang akan terpilih " Armir menyinggung.
" Tentu saja, apa yang membuat aku tidak lolos? "
Memang selama pelatihan kali ini, di antara para calon dewa kematian yang di latih, seul gi lah yang paling menonjol.
" Baik, lakukan sesukamu " Tuan Ho memutuskan untuk menulis nama seulgi.
Setelah 5 menit berlalu point yang tampil di layar mulai diperbaharui.
Total 36 orang yang di beri poin awal. Itu artinya 26 pembimbing telah memilih calon dewa kematian mereka, dan 10 orang yang telah menerima point awal berasal dari kelas elit dewa kematian.
Tes kekuatan fisik akan diberikan maksimal 5 poin pada setiap kategori.
Tes kebugaran akan diberikan maksimal 3 poin pada setiap kategori.
Tes kelancaran misi akan diberikan 10 point setiap misi yang di selesaikan.
Semua orang terpaku pada layar. Itu adalah tes mandiri. Mereka sebisa mungkin mengingat seluruh tes dan penilaian yang di berikan. Itu merupakan tes yang cukup biasa, namun. Mereka sedikit kecewa karena tidak mendapatkan poin awal. Itu artinya mereka yang mendapatkan poin awal memiliki lebih besar keuntungan dalam tes praktik kali ini, namun pendapat itu hancur setelah melihat tampilan berikutnya pada layar.
" Apa maksudnya ini ? " Mata para hadirin terfokus pada apa yang tampil di layar.
Mereka melihat pembagian team. Team terbagi menjadi 2 bagian, tim merah dan tim putih dengan sebuah judul besar tertulis di atasnya yang mengatakan ' Perburuan poin '
" Seperti yang kalian lihat, ini adalah tema tes praktik dewa kematian kali ini.
Waktunya untuk berburu. Kalian pasti sudah melihat slide sebelumnya tentang bagaimana kalian dapat mengumpulkan poin. Kumpulkan kumpulkan dan kumpulkan sebanyak-banyaknya. Itulah yang harus kalian lakukan pada hari pertama.
Pada hari kedua, kalian dapat mengumpulkan poin dengan berburu. Poin yang harus kalian kumpulkan adalah 100 poin.
30 orang yang mendapatkan 100 poin pertama adalah mereka yang akan lolos dan menjadi dewa kematian.
Kalian pasti sudah menakumulasi perkiraan poin yang bisa kalian dapatkan pada tes hari pertama. Itu benar. Tidak mungkin untuk calon dewa kematian yang tidak memiliki point start up mengumpulkan 100 poin dewa kematian. Bahkan bagi mereka yang mengumpulkan poin start up masih sulit mengumpulkan poin tersebut. Oleh karena itu, event utamanya ada pada hari ke dua. "
Pembicara menjelaskan mengenai sistem penilaian. Tim merah dan tim putih. Untuk mengumpulkan kekurangan poin, mereka akan berburu poin. Tim merah merupakan target berburu. Kedua tim akan di teleport ke suatu map di mana mereka akan bebas berburu poin.
__ADS_1
" Namun hanya satu yang harus kalian ingat. Meskipun tes kali ini adalah perburuan, hanya tim putih yang boleh mengincar poin tim merah. "
Semua pendengar kaget tentang pernyataan itu. Itu artinya tim merah tidak dapat mengincar poin tim putih ? Hanya tim putih yang boleh mengincar poin tim merah? Perburuan satu arah ?
" Untuk mendapatkan poin bagi tim merah, kalian hanya dapat merebutnya dari anggota tim merah kalinnya. Jadi aku menyarankan untuk mengumpulkan 100 poin secepatnya di hari pertama, atau kalian akan kerepotan menghadapi perburuan hari ke dua. " Jelas pembicara.
" Mereka sudah gila, sistem seperti ini? " Mo young berpendapat.
Hal itu benar-benar gila. Mereka dipaksa mencapai 100 poin dalam 24 jam. Kalau tidak, mereka harus mengikuti event perburuan poin satu arah ?
" Haha " Oh haebin hanya bisa tertawa.
Tuan Ho memikirkan hal lain lalu sekilas menatap ke arah Han seul gi.
Dari 9 orang calon dewa kematian yang mereka bina, hanya han seul gi yang masuk ke dalam tim merah.
" Huh, hanya mencapai 100 poin dalam satu hari, apa susahnya. " Ucap han seul gi meremehkan.
" Kau begitu yakin mendapatkan 100 poin dalam satu hari? Kalau tidak kami yang berada di tim putih akan memburumu jika kau sampai gagal " Armir mengejek.
" Coba saja. Hanya 100 poin apa susahnya. " Han seul gi percaya diri. Dia berencana membereskan semua dalam 24 jam.
" Kalau tidak ada lagi pertanyaan, kita akan segera memulai tes praktik ini. " Pembicara mengangkat tangannya, kemudian beberapa cahaya kecil menghampiri setiap kursi yang di duduki calon dewa kematian.
Cahaya itu membawa sebuah jam tangan, beberapa berwarna merah dan beberapa berwarna putih. Para calon dewa kematian lalu menggapainya, dan itu langsung terinstal di pergelangan tangan mereka.
~ Siiiiinnngggg ~
Satu persatu dari mereka menghilang, mereka telah di pindahkan. Sebanyak 100 peserta telah di pindahkan ke ruangan lain. Saat ini mereka semua dapat di lihat melalui layar di aula pertemuan.
Tes praktik dewa kematian baru saja di mulai.
################################
' Bip bip, bip bip, bip bip '
" Alo ? "
Seorang pria yang sedang duduk di sebuah atap gedung yang tinggi menjawab panggilan.
" Dimana kamu sekarang ? Waktunya berkumpul. Kita akan segera menjalankan rencana. " Suara itu terdengar dari ujung telpon.
" Aku tahu " Lalu pria itu langsung menutup telpon itu dan berdiri.
Angin bertiup dengan kencang. Itu wajar karena pria itu berdiri di atap tertinggi yang ada di wilayah itu. Di balik poni panjangnya masih terlihat kalau matanya hanya fokus ke satu arah. Apa yang sedang dilihatnya ?
Gedung pelatihan yang baru dibangun setelah beberapa ratus tahun. Itu merupakan tempat dimana dia akan menjalankan sebuah rencana. Rencana besar, rencana yang sudah sekian lama dia persiapkan. Rencana untuk menarik penguasa alam baka ( En Yama ) keluar dari istananya.
Rencana itu akan segera di jalankan.
__ADS_1