
Karena desakan dari Darius akhirnya Xue li menceritakan tentang apa yang terjadi padanya dalam 200 tahun terakhir.
Darius IV dan Higan-dono mendengarkan dengan seksama dan mulai mengerti apa yang terjadi selama 200 tahun terakhir pada pemilik dunia ruang dan waktu. Hal tersebut menjelaskan penyimpangan yang terjadi dalam laporan yang diterima Darius IV. Hal itu juga menjelaskan bagaimana kultivasi system terbentuk.
Setelah menjelaskan hal tersebut akhirnya Xue li berbicara pada pointnya untuk haknya mendapatkan kepingan kekuatan itu.
" Oleh karena ini, aku sangat membutuhkan kepingan ini. Dengan kepingan ini setidaknya aku dapat memulihkan sedikit kultivasiku. " Xue li menunjuk kearah kepingan dalam kotak yang mereka temukan.
Darius IV yang sebelumnya telah menatap Xue li dengan tajam mulai dapat bernapas lega dan mulai menutup matanya. Namun Xue li masih dapat melihat alis dan dahi Darius IV mengerut.
Tidak lama Darius IV membuka matanya kembali dan bertanya.
" Apa kamu dapat membuktikan kalau kepingan ini adalah bagian dari kepingan kekuatanmu ?
Bagaimana jika bukan ?
Kita tidak bisa begitu saja menggunakan benda yang dijatuhkan pihak musuh begitu saja. "
Darius mempertanyakan mengenai bukti kalau kepingan pecahan itu adalah benar milik xue li.
Dalam ingatannya, xue li memang tidak memiliki ingatan mengenai kepingan pecahan, namun dia memiliki ingatan lain dari yang selama ini dia kumpulkan.
" Mari kita pergi.
Aku dapat membuktikannya kalau kita kembali ke dalam dunia ruang dan waktuku. "
Xue li yakin kalau kepingan itu memiliki aura yang sama dengan kepingan ingatan yang dia temukan. Hal itu cukup sebagai bukti.
Tapi ada yang ingin xue li lakukan terlebih dahulu sebelum kembali ke dunia ruang dan waktu. Jadi sebelum kembali Xue li mengajak Darius dan Higan dono pergi ke sekte Jiang yang lokasinya sudah tidak jauh dari tempat mereka berada.
" Nak Xue li, apa kamu menemukan sesuatu yang menarik?
Mengapa kamu membawa kami ke tempat ini ? "
Higan dono bertanya sambil melirik ke arah Xue li yang menumpang pedang terbangnya.
" Itu karena aku memiliki sesuatu hal yang ingin kutunjukkan pada kalian berdua. "
" Artefak langka ? " Higan dono menunjukkan ketertarikannya.
" Umm bisa jadi "
Setelah beberapa saat mereka sampai ke sekte Jiang. Saat ini tempat itu telah menjadi tempat yang cukup kacau. Itu karena sebelum meninggalkan tempat itu situasi sekte di landa kekacauan. Banyak anggota sekte yang sibuk mondar-mandir mengobati yang terluka.
Memanfaatkan kekacauan itu xue li membawa Darius dan Higan dono ke tempat pemandian air panas. Saat tahu kalau xue li membawa mereka ke tempat pemandian Darius mulai mengerutkan dahinya.
Tampak kristal yang tergantung di dahinya bergerak turun. Mencegah kesalah pahaman Xue li segera menjelaskan.
" Tunggu-tunggu, aku benar-benar memiliki sesuatu yang ingin ku tunjukkan pada kalian. "
Xue li masuk ke dalam air dan berjalan ke sekitar tepian tepat di sebrang pintu masuk.
Xue li mulai meraba-raba baru besar yang ada di depannya mencari sesuatu seperti pijakan namun bukan pijakan.
" Aku yakin di sekitar sini. " Xue li mencari sesuatu yang sepertinya adalah tombol tersembunyi dan akhirnya dia menemukannya.
Setelah dia berhasil menekan tombol yang sepertinya sebuah mekanisme, pintu lain muncul.
__ADS_1
Air pemandian mulai terbelah dan muncul sebuah tangga bawah tanah. Benar saja, dugaan Xue li adalah benar.
Dia memiliki feeling karena hal yang sama terjadi dalam gua yang mereka kunjungi sewaktu pengejaran Gremory.
Jadi dia berfikir kalau tempat itu mungkin juga memiliki mekanisme yang sama.
Bagaimana dia menemukannya ? tentu saja itu karena dia pernah mandi di tempat ini. dan di tempat ini juga dia.. sempat melihat suatu pemandangan indah ?
Bukan itu yang menjadi pemicunya. Xue li dapat mendengarkan suatu gema ketika dia berlari keluar. Hal itu bukan karena gema biasa. Gema itu muncul karena kemungkinan ada ruangan kosong tepat di bawah pemandian. Hal itu terbukti sekarang.
" Lihat, "
" Ruang bawah tanah ? " Darius mulai berjalan masuk ke dalam pemandian yang airnya mulai terbelah di ikuti dengan Higan dono.
" Hoho, menarik. Orang yang membangun mekanisme seperti ini pastinya seorang jenius.
Melihat keduanya sudah masuk xue li juga ikut masuk. Mereka berjalan menuruni tangga.
Ternyata tangga itu tidaklah tinggi. Hanya dengan beberapa belas anak tangga mereka sudah mencapat lantai dasar.
" Tempat ini memilki aura yang berbeda. " Darius merasakan aura yang luar biasa di tempat itu.
" Nak darius benar. Tempat ini di penuhi energi kehidupan dan tempat yang bagus untuk berkultivasi.
Apakah sekte jiang sehebat itu ? Aku tidak pernah tahu kalau sekte jiang memiliki tempat seperti ini, tidak dalam sejarah. "
Higan dono berkata yang sebenarnya. Sekte jiang merupakan sekte petarung. Mereka memang berkultivasi untuk menjadi prajurit pedang, tapi apakah mereka menggunakan tempat ini untuk berkultivasi?
Sepertinya tidak. Tempat ini mungkin hanya digunakan beberapa orang. Karena tempat ini hanya memiliki beberapa petak tanah yang tidak mungkin digunakan oleh puluhan atau ratusan orang di sekte.
Xue li mulai memberikan clue. Dia langsung menuju ke arah altar batu bulat tepat di hadapan mereka.
Altar adalah tempat yang biasa digunakan seorang kultivator untuk berkultivasi. Biasanya mereka akan duduk bersila di atas batu yang telah mereka gambar sebuah formasi unik untuk mencegah gangguan dari luar.
Xue li naik ke altar batu tersebut dan mulai duduk bersila bersiap untuk berkonsentrasi.
Saat xue li mulai menutup matanya, Higan dono dan Darius dikejutkan dengan penampakan tepat dihadapan mereka.
Tubuh Xue li mulai bercahaya dan beberapa bambu emas muncul di sekitarnya. Energi positif di sekitar seakan terserap kedalam bambu, dan Xue li mulai menghisap semuanya masuk ke dalam tubuhnya.
Kultivasi jenis apa itu. Apakah mungkin seseorang dapat masuk ke bawah kesadaran secepat itu sesegera setelah mereka menutup matanya.
Yang lebih mengejutkan adalah bambu emas yang muncul di atas altar.
Tidak lama Xue li perlahan membuka matanya. Bambu-bambu emas yang muncul mulai menciut dan menghilang.
" Apa anda melihatnya ? Luar biasa bukan ? "
Higan dono dan Darius IV hanya dapat terdiam.
" Apa anda mengetahui tentang apa yang anda lihat tadi ? "
Xue li meminta pendapat dari orang dihadapannya.
Dengan berat darius IV menutup matanya dan menggelengkan kepalanya.
Dia tidak mengetahui benda apa itu. Lalu Xue li mulai melirik kearah Higan dono.
__ADS_1
Higan dono mulai menyilangkan tangannya di depan dadanya. Ekspresi wajahnya cukup mencurikan seperti dia menyadari sesuatu. Xue li akhirnya menanyakan pada Higan dono.
" Higan dono, apakah kebetulan anda memiliki petunjuk mengenai keganjilan ini ? "
" Hhm., aku tidak dapat mengatakan ini sebuah petunjuk. Tetapi sepertinya aku pernah mendengar desas desus yang beredar di kayangan.
Hal itu mengenai bambu emas yang pernah hilang. "
" Bambu emas ? " Darius IV mulai mengingat sesuatu.
" Ah, apakah mungkin yang anda maksud bambu emas yang itu ? "
" Benar, aku rasa keturunan Darius memiliki beberapa berkas mengenai bambu emas.
Hal itu sudah tidak pernah dibicarakan karena sudah 10.000 tahun lebih lamanya.
Dan yang kudengar, Ibumu, Xue yanli sempat memiliki benda pusaka itu untuk membantunya berkultivasi. " Higan-dono mulai menjelaskan.
" Xue yan li ? Aku pernah mendengar desas desus yang mengatakan pencurian benda pusaka dari kayangan dan alam baka. " Darius mulai melihat kearah Higan.
" Kamu dapat meninggalkan hal seperti itu. Aku tidak tahu kabar apa yang beredar.
Namun aku tahu
Yan er ( xue yan li ) tidak pernah mencurinya. " Higan dono menegaskan.
Mendengarkan perseteruan mereka Xue li benar-benar tidak mengerti. Dia hanya dapat menangkap informasi. Bahwa ibunya, xue yan li pernah memiliki pusaka bambu emas ini untuk membantunya berkultivasi.
Selama ini dia tidak pernah peduli pada siapa orang tuanya. Namun mendengar ucapan kedua orang besar di hadapannya, dia sedikit penasara.
Apakah di kehidupanku yang kulupakan aku pernah mendengar berita ini?
Setelah melakukan perselisihan pendapat, akhirnya Xue li memutuskan untuk membawa altar itu.
Tapi dari pada membawa altar tersebut, Darius menyarankan untuk mengembalikannya ke kayangan, namun Higan dono berpendapat lain untuk menyembunyikannya di tempat yang jauh, keputusan Xue li benar, menyembunyikannya di dunia ruang dan waktu adalah keputusan paling tepat.
Sedikit kesal, namun Darius IV tidak melanjutkan perselisihan mereka dan memutuskan untuk pergi dengan membawa kepingan kekuatan Xue li dan mengatakan kalau dia akan menyelidikinya sendiri lebih lanjut.
Higan dono awalnya ingin menghentikannya karena ada sesuatu yang ingin dia ceritakan pada Darius mengenai apa yang dia ketahui saat pertarungan melawan general mist. Namun dia mengurungkan niatnya.
Higan dono akhirnya membantu Xue li melepaskan Bambu emas yang tertanam di altar.
" Dengan benda pusaka ini, setidaknya kamu dapat berkultivasi dengan cepat.
Benar pendapat Darius, seharusnya kamu memulai kultivasi kembali dibanding mencari kepingan yang telah terpencar yang mungkin berbahaya. "
Mendengar perkataan Higan-dono, Xue li harus menelan pahit. Dia mengetahui memang tidak mudah mencari kepingan kekuatannya. Tapi dia juga tidak dapat meninggalkan mereka begitu saja. Setidaknya kepingan ingatannya.
Xue li tahu ada sesuatu yang sangat berharga dalam ingatannya. Dia tidak dapat melepaskannya begitu saja. Setidaknya sampai dia mengetahui kejadian yang sebenarnya tentang mengapa dia melepaskan ingatan dan kekuatannya begitu saja.
Akhirnya Xue li dan Higan kembali ke dunia dalam ruang dan waktu, dan ketika kembali, System langsung mengejutkannya.
" Host! Akhirnya anda kembali!
Sesuatu yang darurat terjadi! "
__ADS_1