
Setelah melakukan reservasi penginapan, Oh Haebin menyuruh tiga juniornya menunggu di lobby. Ada yang harus dia bicarakan pada Mo young karena dia mengingat sesuatu yang aneh ketika dia membuka koper miliknya.
Dia menemukan sebuah ponsel di kopernya, dan jelas ponsel itu adalah miliknya. Lalu yang dia gunakan barusan ?
" Mo young, kau yakin menemukan ini di asrama ? " Haebin memastikan sekali lagi dan mo young mengangguk.
" Ini memang mirip, tapi sangat jelas kalau ini bukan milikku. " Haebin menunjukkan ponsel miliknya yang asli.
Mo young kaget mendengarnya. Ponsel itu memiliki model yang sama seperti milik haebin, jadi dia berpikir kalau itu memang miliknya.
" Aku yakin kalau itu milikmu karena sebelumnya seseorang menelpon dan mengabarkan tentang menara pelatihan. Persiapannya akan selesai dalam 2 minggu. Aku bahkan mencatatnya.
Coba kau lihat panggilan masuk pada ponsel itu. " Mo young menyuruh haebin membuka log panggilan. Namun aneh, tidak ada panggilan masuk dan keluar pada ponsel itu.
" Tidak mungkin. Aku sangat yakin aku menerimanya. " Mo young yang kebingungan.
Tidak ada satupun log panggilan dan pesan masuk ke ponsel itu. Namun mo young yakin kalau dia menerima panggilan itu.
" Kapan kau menerima panggilan itu ? "
" Tidak lama. Sekitar jam makan siang. " Mo young menjawab dengan sigap.
Kemudian haebin kembali mengintrogasi mo young dengan pertanyaan lebih mendetail. Seseorang ( pria ) menelpon ke nomor ini dan mengabarkan perbaikan menara pelatihan. Dia kembali menanyakan apakah dia sudah menanyakan ponsel ini pada eun jae dan mo young menjawab belum. Itu karena kalau dia menunjukkannya Eun jae pasti akan menggunakan segala cara mencari perhatian oh haebin, jadi dia memilih untuk menyimpannya sendiri.
Oh haebin menekan nomor ponsel miliknya untuk menghubungi tuan ho.
Tidak lama panggilan tersambung.
" Nak haebin, ada apa ? "
" Tuan ho, apakah seseorang menghubungi anda dan mengabarkan tentang perbaikan menara pelatihan ? " Tanya haebin to the point.
" Perbaikan ? tidak. aku tidak mendengar informasi itu. Apa kau sudah mendapat kabar mengenai itu ? " tuan Ho kembali bertanya namun oh haebin segera menutup panggilan dan berusaha menghubungi senior lain namun mendapat jawaban yang sama.
- Tidak ada kabar mengenai kapan menara pelatihan akan selesai di perbaiki -
Mo young yang melihat haebin berusaha mengkonfirmasi informasi merasa bersalah. Seharusnya dia bertanya dengan siapa dia bicara, atau mencatat nomor yang menghubunginya kalau dia tahu akan jadi seperti ini.
Kemudian dia mengingat kalau panggilan itu memang sedikit aneh. Dia tidak menyebut nama oh haebin dalam panggilan dan langsung ke inti pembicaraan.
' Menara pelatihan, akan selesai dalam dua minggu. '
Hanya itu, namun mo young menyimpulkan panggilan itu adalah panggilan yang di tujukan untuk Haebin mendengar kata pelatihan.
" Kalau begitu mungkin eun jae mengetahui sesuatu.
Aku akan menanyakannya nanti " ucap Haebin dan pamit undur diri karena haebin telah berencana mengantar para junior ke villa yang telah mereka pesan.
Setelah turun ke lobby, haebin mendapati para junior telah berkumpul kembali. Namun setelah menghitung yang berkumpul hanya 8 orang. Jadi haebin menanyakan kemana yang satu lagi dan menanyakan kemana para senior mereka.
" Han seul gi, entah pergi kemana dia kami tidak tahu. Tapi senior sedang mencarinya karena kami kehilangan kontak. " Jelas han ji soo.
Belum lama Haebin menghubungi tuan ho, haebin pikir tuan ho bersama dengan para junior, namun ternyata tidak. Seorang anggota dari timnya hilang tentu saja dia akan mencarinya. Namun bukankah senior satunya senggang kalau seperti itu? Bagaimana bisa mereka membiarkan para junior seperti ini?
Haebin tidak habis pikir lagi, apalah ini tindakan yang benar untuk seorang senior pembimbing?. Mau bagaimana lagi, sepertinya haebin sendiri yang akan mengantar mereka ke tempat inap.
__ADS_1
Haebin berencana pergi bersama tuan Ho karena kebetulan villa tempat ini cukup jauh untuk di tempuh.
" Kalau begitu aku hanya perlu mengirimkan pesan pada tuan Ho alamat villa tempat kita akan menginap. "
##################################
" Apa bisa bicara empat mata denganku sebentar ? " Eun jae mencengkram baru kanan Seul gi dengan tangan kirinya bermaksud menghentikannya.
" Apa yang kau katakan barusan tentang Mo young itu sungguhan ? " Meskipun sepertinya dia sudang mendengarnya dengan jelas, namun Eun jae masih ingin lebih memastikannya.
Namun ketika seul gi ingin membuka mulut seseorang memanggilnya dari belakang.
" Rupanya kau di sini. Han! seul! gi! yo!. " Itu adalah suara Xue li( Keanne ) yang kesal karena akhirnya menemukan anak bermasalah satu itu.
" Yo, apa yang kau lakukan di sini ? Tidak meninggalkan kontak sewaktu-waktu di perlukan ? " Ucapnya sinis.
Lalu xue li melihat seseorang mencengkram bahu seul gi.
" Apa yang kalian sedang lakukan ? "
Eun jae bergegas melepaskan cengkramannya. Bekas cengkramannya terlihat dari kerutan jas yang di kenakan seul gi, lalu seul gi hanya menepuk bahunya merapikan bekas kerutan itu.
" Tidak ada. " Seul gi menjawab dan langsung pergi melewati xue li dan meninggalkan eun jae.
" Mengabaikan senior pembimbingmu begitu saja tanpa memberikan penjelasan apapun ? " Xue li sedikit tercengang tentang bagaimana cueknya anak pembawa masalah itu. Dia dengan berani mengabaikan seorang senior pembimbing.
Dengan cepat xue li menarik kerah lehernya, karena tarikan itu seul gi kaget terjatuh.
" Apa yang kau lakukan ? dasar sinting ! Lepaskan aku! " Seul gi marah. Meski dia cukup tinggi dan besar dia cukup kaget dengan kekuatan keanne. Dia berhasil menariknya hanya dengan satu kali tarikan.
" Kau... !
Tidak lama xue li berhasil bertemu dengan tuan ho tidak jauh dari tempat xue li menemukan han seul gi.
" Ah di sini di sini, anda berhasil menemukannya ternyata.
Tapi.. Apa yang terjadi. Apa dia melakukan kesalahan ? " Tuan ho cemas melihat han seul gi yang berada di seret xue li dengan kerah jas yang di tarik.
Sebelumnya han seul gi terus memberontak, tapi pada akhirny dia menyerah karena percuma saja melawan, dia tidak berdaya melawan kekuatan monster keanne. Jadi dia menyesuaikan diri untuk mencari posisi duduk yang nyaman ketika di seret.
" Dia melakukan kesalahan, dan sangat besar.
Aku tidak tahu bagaimana bocah arogan seperti ini bisa lolos tes penyisihan, tapi sepertinya aku harus memberikannya pelajara n agar dia bisa bersikap lebih sopan pada seniornya. " Ucap xue li.
Mendengar ucapan xue li pelipis han seul gi berkedut.
" Jangan bicara omong kosong, bagaimanapun aku adalah seorang keturunan bangsawan dewa kematian, beraninya kamu memperlakukanku seperti ini!. Aku akan melaporkannya atas tindakan kekerasan! " Seul gi akhirnya memberontak, dia mencoba menepis tangan yang dari tadi menariknya, namun tidak berhasil, lawannya begitu kuat.
" Anda lihat sendiri bagaimana ucapan dia. Coret langsung saja dari list bagaimanapun caranya. Anda akan sangat kesulitan kalau anda memutuskan jadi pembimbingnya. " Hasut xue li.
" Sudah sudah, saya mohon tolong lepaskan dia. Sepertinya sudah cukup sampai di sini, kita harus segera pergi ke villa yang telah nak haebin pesan.
Dia mengirimkanku alamat tempat penginapan barusan dan meminta kita untuk pergi ke sana. " Ucap tuan ho menunjukkan pesan itu pada xue li.
__ADS_1
Xue li akhirnya melepaskan kerah han seul gi dan meraih ponsel tuan ho untuk melihat pesan tersebut.
Han seul gi yang akhirnya terbebas langsung berdiri dan mengepak-kepak pakaiannya untuk menyingkirkan debu yang menempel sambil berpikir kalau dia pasti akan membalas perlakuan burus keanne nanti. Lalu penasaran dengan pesan yang dilihat pembimbingnya jadi dia mengintip sedikit.
" Apa ini ? alamat ini.. bukankah.. " Han seul gi kaget melihat alamat pada pesan itu.
" Kenapa memilih penginapan sejauh itu. Memangnya ada apa di sana ? Ada hal menarik sampai kita harus pergi ke dekat jembatan alam baka ? " han seul gi mengoceh masih sambil menepuk nepuk pakaiannya.
" Itu benar, sepertinya ini ide nak haebin. Meski jauh namun kita masih bisa pergi kesana dengan warp yang ada di sebelah lift alam baka. Kalau tidak berangkat sekarang, kita akan terlalu malam sampai di sana, dan jika kita tidak sampai sebelum tengah malam, akan cukup merepotkan untuk di lewati. " Ucap tuan ho.
Pada akhirnya mereka pergi untuk menuju ke jembatan alam baka distrik D. Seperti perkataan tuan Ho, akan lebih baik kalau kita bisa sampai di sana sebelum tengah malam.
Sedangkan di tempat Oh haebin berada.
" Senior oh, apa kita masih belum sampai juga? Sebenarnya sejauh apa tempat penginapannya ? " Tanya yeol.
" Hhmm perjalanan kita masih sangat jauh, apa kalian sudah lelah ?
Kalian harus bisa bertahan! Sebagai calon dewa kematian kalian harus bisa melewati ini semua. "
Sejak mereka di suruh untuk pergi berbelanja untuk bahan persediaan, mereka tidak tahu kalau perjalanan akan seberat itu. Awalnya mereka hanya kalau belanjaan yang mereka beli adalah untuk persediaan memasak. Tapi dugaan mereka ternyata salah. Senior Oh sebenarnya menyuruh mereka untuk membeli persedian bertahan di gurun pasir.
Sudah sekitar 5 jam lebih mereka berada di tengah gurun pasir. Di sekeliling mereka hanya terlihat pasir yang tidak terlihat ujungnya. Mereka jadi meragukan apakah benar di tempat seperti itu terdapat penginapan?
Hal yang lebih kritis adalah, persediaan air mereka hampir habis karena dari tadi mereka meminum air di tengah padang pasir itu. Apakah tesnya sudah di mulai???.
##################################
Tuan ho, xue li dan han seul gi pergi ke pusat alam baka. Rupanya tepat di depan lift alam baka ada sebuah eskalator yang menuju ke bawah. Tempat itu adalah tempat yang biasa mereka sebut dengan station kereta bawah tanah.
" Apa tempat ini sebelumnya ada ? Aku tidak menyadarinya. " Ucap xue li yang melihat-lihat sekeliling.
" ahaha tentu saja, setiap distrik memiliki tempat seperti ini.
Kalau tidak ada moda transportasi, akan sulit untuk kami para dewa kematian berpergian di satu distrik, apalagi jembatan alam baka tempat yang cukup jauh. Memerlukan waktu 2 jam untuk sampai ke sana dengan menggunakan kereta. " Jelas tuan ho.
Merekapun menaiki kereta dan berangkat menuju jembatan alam baka distrik D. Hanya dalam waktu 10 menit mereka sudah berada di luar kota pusat distrik D dan saat ini mereka sedang melewati gurun pasir.
Di atas gurun pasir kereta tersebut sedikit memperlambat kecepatannya, dan saat itu xue li seperti melihat sebuah rombongan di tengah gurun pasir.
" Hhmm ? "
" Ada apa ? " Tuan ho penasaran melihat xue li yang bereaksi pada sesuatu.
" Tidak, sepertinya aku melihat sebuah rombongan di tengah gurun pasir. " Jelas Xue li.
Tuan ho yang duduk di samping xue li melihat ke arah jendela untuk melihat apa yang di lihat xue li.
" Hhmm, mungkin anda salah lihat. Sangat jarang orang yang berada di gurun pasir ini. Itu karena gurun pasir ini sudah tidak pernah di gunakan sejak lama. Saat ini kami menggunakan kereta sebagai moda transportasi. " Ucap tuan ho.
" Oh, jadi sebelumnya gurun pasir di sini memiliki fungsi ? "
Lalu tuan ho kembali menjelaskan bahwa dahulu memang benar kalau gurun pasir ini menjadi tempat ujian bagi pada dewa kematian dan bahkan ujian untuk para jiwa malang yang bersih kukuh tinggal di distrik ini.
Dulunya tempat ini sangat ramai. Bahkan menjadi jalur transportasi utama para penduduk distrik, namun karena tempat ini sangat luas dan ujian gurun pasir sangatlah berat, jadi mereka memutuskan untuk mencari alternatif lain sebagai penggantinya.
__ADS_1
" Selain berat tempat ini juga cukup berbahaya. Apa lagi pada malam hari. tempat yang cukup merepotkan seperti ini memang sudah sebaiknya di tutup. " Jelas tuan ho.
" Humph, bahkan lokasi yang kalian tuju juga merepotkan " ucap han seul gi kesal.