
" Setelah mendengarkan cara perekrutan dewa kematian bukankah cara seperti ini sedikit aneh ?
Secara langsung mereka menyuruh dewa kematian mengangkat satu orang murid " Ucap Xue li kepada tuan Ho.
Setelah berhadapan dengan pria bernama Ha joon, xue li langsung pergi ke ruang pertemuan. Dia adalah orang yang tiba paling awal dan memutuskan duduk di tempat yang menarik perhatian ( tempat duduk depan samping tangga ).
" Anne bilang hanya bersikap seperti primadona, tempat duduk depan akan menarik perhatian "
Benar saja beberapa dewa kematian senior yang datang langsung melihat ke arah sosok mencolok. Beberapa dari mereka berbisik, ada yang ingin menyapa namun ragu, dan ada juga beberapa yang terus melihat ke arah xue li.
Memberikan sedikit fans service, xue li mengubah posisi duduknya dan berbalik ke belakang memperlihatkan senyuman menggodanya.
" .... "
semuanya terdiam.
' Bagaimana ini, apa aku melakukan sesuatu yang tidak disukainya ? '
' Apa yang terjadi, apa dia mendengarkan pembicaraan kami tadi ? '
' Aku tidak melqkukan apapun, apa tidak sengaja aku menyinggungnya? '
' Gawat, apa itu karena aku tidak menyapanya duluan ? '
Tiba-tiba semua yang hadir di buatnya tegang.
" Lihat senyumanku bahkan membuat mereka sampai tidak dapat berkata-kata. " pikir Xue li.
Saat Xue li ingin berbalik melihat kembali ke panggung, seseorang yang baru masuk tiba-tiba menghampiri dan menyapa. Xue li mengenali orang ini. Dia sudah diberikan beberapa informasi dan orang ini adalah tuan Ho yang akan membantunya.
" Anda datang terlambat ? " Setelah berdiri, Xue li mempersilahkan tuan ho duduk di sampingnya. Namun dia sedikit penasaran dengan orang yang datang bersama tuan Ho.
" Yahh , hari ini benar-benar hari yang buruk, kebetulan lift sedang tidak beroperasi. Oleh karena itu aku sedikit terlambat. " Jelas tuan ho.
" Bagaimana bisa tidak beroperasi, anda menghancurkan lift alam baka. " Bisik tuan Ho.
Melihat Xue li yang kelihatan penasaran, tuan Ho memperkenalkan Oh Haebin dan menjelaskan kalau Oh Haebin adalah penerus master Baek.
' Siapa lagi master baek ini?! '
" Ah master baek yang itu ?
Aku baru pertama kali mendengar master baek mengangkan seorang penerus. " Xue li asal bicara seolah dia mengenal master Baek dengan baik.
Setelah itu mereka akhirnya berbincang-bincang dan beberapa kali mereka juga berbisik-bisik ke telinga lawan bicaranya.
Tidak lama akhirnya pertemuan di mulai dan hasil dari pertemuan,..
" Mereka memang mengatakan kalau setiap senior akan diberikan tugas melatih 3 orang kandidat dan akan meloloskan satu orang dari kandidat tersebut.
Tapi aku tidak pernah berpikir kalau sistem pembagian benar-benar menggunakan sistem undian seperti ini ? " Xue li yang berdiri di depan barisan para calon dewa kematian.
" ....
Aku mendengar kabar kalau sebenarnya mereka telah merencanakan menggunakan gedung simulasi khusus untuk ujian praktik kali ini.
Namun karena ulah seseorang yang membuat gedung simulasi hancur ...
Jadi mereka merencanakan tes ini secara mendadak. "
" Jadi anda menyalahkan saya ? "
" Tidak tidak, bukan begitu "
" Siapa yang tahu kalau gedung yang kumasuki adalah gedung simulasi. Itu kelihatan seperti gedung diplomatik.
Selain itu aku bukannya sengaja ke sana. System salah memperkirakan lokasi transmisi. Itu kesalahannya bukan kesalahanku.
Lagi pula sejak kapan ada gedung seperti itu, aku tidak pernah mendengarnya. " Nada bicara xue li sedikit kesal dan tidak sopan.
" Itu karena gedung itu baru dibuat beberapa ratus tahun yang lalu. Seharusnya hari ini adalah hari pertama gedung itu akan di operasikan .. " Tuan ho berhenti bicara setelah melihat wajah kesal xue li yang dalam wujud anne seolah dia berkata.
' Jadi ! Semua ! itu ! kesalahanku ?! hah ?! ' Wajah yang tidak ingin di salahkan.
###############################
Masing masing senior dewa kematian diberikan nomor. Dan satu persatu calon dewa kematian maju ke depan untuk mengambil kertas undian.
" Kalau begitu, kalian semua pasti sudah mengambil kertas dan mendapatkan nomor.
Silahkan kalian cocokkan nomor kalian dengan nomor senior dewa kematian yang ada di depan kalian.
Mereka adalah senior yang akan menguji kalian dan memilih kalian menjadi dewa kematian. " Ucap pemandu.
Setelah itu seluruh calon dewa kematian mulai mencari senior yang memiliki nomor yang sama dengan mereka.
Saat ini sihadapan xue li sudah ada 3 orang kandidat dewa kematian. Mereka bertiga kelihatan lebih tegang dari kandidat lain. Itu karena saat ini mereka bertiga berada di hadapan seorang wanita dewa kematian yang dari tadi memasang wajah kesal.
Tuan ho yang berada di samping xue li yang hanya di pisahkan beberapa langkah melihat ke arah xue li.
__ADS_1
" Gawat, apa aku juga secara tidak sengaja menyinggungnya ?
Aku hanya mengatakan tentang gedung simulasi. Mulutku yang kotor ini, kenapa kamu harus mengeluarkan kata-kata yang menyinggungnya ?. " Teriakan hati Tuan ho.
" Tuan ho, sepertinya yang lain sudah mulai bergerak ke distrik masing-masing. Kalau begitu saya juga pamit ingin membawa kandidat didikanku ke distrikku. " Ucap Oh Haebin, pamit kepada Tuan Ho.
" Hah ? kenapa mereka pergi ke distrik masing-masih ? " Tuan ho yang baru kembali pada sensenya.
" Sepertinya akan lebih leluasa melakukan pelatihan di distrik masing-masing.
Tes pelatihannya juga bebas, kalau membawa mereka langsung untuk kerja lapangan kita jadi dapat memiliki gambaran seperti apa mereka dan dapat memutuskan siapa yang lolos. " Oh Haebin menjelaskan.
Rupanya bukan hanya Oh haebin yang berpikir seperti itu. Beberapa senior dewa kematian sudah membuat rencananya masing-masing dan membawa kandidat masing-masing.
Setidaknya tuan Ho sudah melakukan beberapa tes wawancara untuk kandidat yang berada di bawah naungannya sementara itu, Xue li yang masih memasang wajah kesal masih tidak berbicara sedikitpun pada kandidat kandidatnya.
Sejak tadi tuan Ho sudah memperhatikan Xue li tidak bicara pada mereka sekalipun, bahkan menanyakan nama-nama merekapun tidak. Mungkin itu yang membuat kandidat dewa kematian miliknya keringat dingin karena ketegangan yang diberikan.
" Nona pemilik du, ah maksudku
Nona Baume. " Tuan Ho memutuskan untuk mengajak Xue li berbicara.
Xue li yang mendengar tuan ho berbicara melihat ke arah tuan ho.
" Apa anda sudah memiliki rencana tes apa yang akan anda berikan sebagai bahan pertimbangan ? " Tanya Tuan ho.
" Tes haha, untuk apa aku bersusah payah. Biarkan mereka bertarung dan aku hanya perlu melihat siapa yang menjadi pemenang. " Ucap Xue li.
" Pertarungan seperti itu sedikit.. "
' Tidak bertanggung jawab ' pikir tuan ho dan Oh haebin.
Mendengar jawaban xue li 3 kandidat miliknya semakin keringat dingin.
" Oh, apa aku tidak boleh menggunakan sistem seleksi seperti itu ?
bukankah cara yang di lakukan bebas ? " xue li bertanya.
" Memang benar caranya bebas, akan tetapi mereka hanyalah calon dewa kematian yang baru hanya lulus pada tes tertulis.
Membuat mereka bertarung sepertinya tidak baik.
Seleksi ini bukan seperti ring tinju ataupun pertarungan jalanan dengan menentukan yang terkuat. " Jelas tuan Ho.
" Kalau begitu suruh mereka suit. Yang menang yang akan menjadi dewa kematian. " Ucap Xue li.
' Uwaahh , tamat sudah kandidatnya. sudah tidak ada harapan lagi. ' Pikir tuan ho dan oh haebin. Sepertinya mereka benar-benar memiliki kecocokan.
" Lalu apa anda memiliki ide lain ? Bukankah aku hanya perlu memilih satu dari 3 orang ini ? Tidak peduli apapun, aku hanya perlu memilih satu dari mereka, mengapa harus repot-repot. " Ucap Xue li.
' Memang benar anda harus perlu memilih, tapi jika memilih asal-asalan yang akan menjadi penanggung jawabnya nanti bukanlah anda melainkan keanne. ' pikir tuan ho. Tuan ho tidak dapat membiarkan hal seperti ini, jadi dia harus berbicara dengan baik pada Xue li.
" Anu, apakah tidak sebaiknya melakukan beberapa wawancara ? Bagaimanapun kandkdat yang terpilih akan menjadi tanggung jawab anda.
Kalau ada sesuatu yang salah.. " Oh Haebin berusaha menengahi.
" Oh, kau ingin mengatakan sesuatu. " Xue li memperlihatkan senyumannya lagi.
" Menjadi tanggung jawabku ? Siapa peduli ? "
Xue li mulai memperhatikan 3 orang kandidat miliknya.
" Sejak tadi aku telah memberikan mereka kesempatan.
Tapi tidak satupun dari mereka yang berbicara. Kalau begitu ini giliranku untuk memilih mereka bukan ? "
Mendengar ucapan Xue li tuan Ho berpikir untuk menghentikannya. Dia tahu tidak ada sesuatu yang bagus membiarkan pemilik dunia spatial memilih jadi dia memotong ucapan Xue li.
" Sudah-sudah. Bagaimana kalau kita mengikuti nak haebin ke distriknya. Kalau tidak salah nak haebin bertugas di divisi investigasi benar ?.
Mungkin di sana anda akan menemukan sesuatu untuk diajarkan. Selain itu anda juga dapat melihat mereka bekerja lapangan sebagai bahan penilaian. " Tuan ho mendengarkan kata-kata Haebin.
" Eh ? kenapa harus di distrik saya ?! " Haebin kaget.
" Nak haebin, bisakah kamu memberikan saya sedikit bantuan ? " bisik tuan Ho.
Haebin mengerti apa yang dikatakan Tuan Ho. Dengan kata lain.
Beliau melemparkan tanggung jawab beliau pada Oh haebin. Mungkin seperti itulah rasanya.
" Tapi, tugas di divisiku tidaklah banyak. "
" Tidak apa tidak apa. hanya membawa tambahan orang untuk belajar dan mungkin mereka juga akan menjadi rekan kita kedepannya. " Ucap tuan ho meyakinkan.
" Tapi,.. " Oh haebin ingin menolak tapi melihat wajah tuan ho yang begitu ingin minta pertolongan. Ini adalah pertama kalinya, tuan ho meminta bantuannya.
Dulu dia sudah sering membantunya. Mungin ini saatnya dia membalas budi ?
" Tunggu dulu.
__ADS_1
Kenapa harus pergi ke distrik ? Kenapa tidak ke tempatmu tuan ho ? " Xue li bertanya sedikit tidak setuju.
Tuan ho terdiam sejenak dan mulai menghampiri xue li untuk membisikkan sesuatu.
" Apa anda lupa kalau anda membawa seorang anak laki-laki hiduo ke distrikku ?
Aku tidak ingin membuat langkah salah. dan bahkan aku sendiri tidak kembali ke distrikku.
Meskipun masih calon dewa kematian, mereka memiliki kepekaan terhadap manusia bertubuh yin. " ucap Tuan ho.
Hal itu membuat Xue li teringat dan membenarkan hal itu. Alasan mengapa xue li dapat membaur di tempat itu karena Xue li memiliki tuh yin dan yang murni.
Ide tuan Ho juga tidak buruk, jadi Xue li memutuskan untuk mengikuti rencana tuan Ho. Merekapun pergi ke distrik Oh Haebin.
################################
Distrik D.
" Cepat cari ke sana. tim bantuan 1 geledah kesana, dan tim bantuan 2 geledah ke sana. Mereka yang di luar tim bantu tim 1 dan 2. " Ucap Ha Joon memerintahkan.
Sudah beberapa jam mereka melakukan penggeledahan, namun tidak mendapatkan hasil. Hal itu membuat Ha Joon semakin kesal.
" Penyusup ini begitu pintar bersembunyi.
apakah dia tidak lagi berada di distrik ini?
Tidak, itu tidak mungkin. Aku harus menangkapnya secepatnya. "
" Tuan Ha joon, kami menerima laporan dari penduduk setempat, ada yang melihat seorang nenek-nenek membawa benda mencurigakan yang di tutupi jubah hitam. " Sebuah laporan.
" Jubah hitam ? apa kau yakin dengan laporan itu ? "
" Begitulah isi laporannya "
" Mungkin jubah itu adalah jubah milik penyusup ? cari nenek itu cepat dan introgasi dia. "
" Baik ! "
sementara itu di atas sebuah jembatan penyebrangan
" Nenek seo ja ?
Benda apa yang nenek pegang itu ? " Seseorang di atas tangga penyebrangan menyapa seorang nenek yang sedang senang memainkan sebuah benda yang di lilitkan dengan jubah hitam.
" Oh, pak petugas ? ehehe
lihat ini
Ini adalah kiriman dari kakek. Mungkin ini pertanda nenek akan segera bertemu dengan kakek.
Kakek begitu romantis menerbangkan benda seromantis ini. " ucap nenek seoja cengengesan.
" Benarkah ?
Apa anda benar-benar ingin bertemu dengan kakek ? " Ucap pria itu tersenyum sambil berjalan mendekati.
" Petugas ini bicara apa ? Tentu saja ingin. nenek sudah menunggu kakek begitu lama bagaimana mungkin nenek tidak ing.. " Ucap nenek seoja yang tadinya masih bermain dengan bundelan miliknya tiba-tiba berhenti saat melihat petugas yang dikenalinya semakin mendekat.
" Kalau sebegitu inginnya, mau ku bantu bertemu dengan kakek? " tersenyum.
Mata nenek seoja membesar seakan melihat sesuatu yang sangat mengerikan. Bagaimana mungkin dia tidak mengenali orang yang ada di hadapannya itu.
Dia mengenalinya, bahkan sebelum mengenalnya sebagai seorang petugas.
" Ja.. ja.. jangan.. " tangan nenek seoja gemetar hingga membuat bundelan yang di pegangnya jatuh.
Pria itu mulai menggerakkan tangan kanannya. bergerak menuju ke leher nenek seoja dan.
" BURN " Tiba-tiba api menjalar dengan cepat dari bundelan membakar bundelan dan nenek seoja. Api yang mendadak itu membuat pria itu kaget dan langsung menarik tangannya kembali dan sedikit mundur.
" Hah, apa-apaan itu ? Api suci kirin ? " Api itu membakar habis tubuh menek seoja dan buntelan.
" Apa yang terjadi ? " Beberapa petugas lain yang melihat nyala api mencurigakan langsung pergi ke lokasi.
Saat itu memang sedang sepi, karena penggeledahan semua orang di larang untuk keluar dan menetap di lokasi masing-masing. Nyala api mencolok itu menarik perhatian petugas yang sedang mencari penyusup.
" Ahh, aku benar-benar tidak suka ini. " Pria itu berbicara sendiri.
" Apa yang kamu lakukan di sini ?! Cahaya apa tadi ?!
dan siapa kamu ?! Jawab ?! " Tegas petugas.
Pria itu tersenyum dan dengan cepat.
" Wuzzzhhhh " dengan cepat dia menghabisi beberapa petugas yang mengepungnya tanpa suara.
" Khuhuhuhuhu. Lagi-lagi kau melakukan sesuatu yang tidak diperlukan ? " Suara satu orang lagi terdengar dari arah belakangnya.
__ADS_1
" Apa itu kamu? mask dealer ? "
" Benar, mask dealer di sini dan siap melayani. " Dari arah suara itu muncul seorang pierot berpakaian bangsawan.