Rahasia Cinta

Rahasia Cinta
Rahasia Cinta 1


__ADS_3

Aku terbiasa bangun pagi, maka dari itu setiap pagi aku selalu menyempatkan diri untuk olah raga bersama kakakku dia bernama Adiesta Diaz Febrian, panggil saja Diaz. Dan perkenalkan namaku Febriana Heni Puspita bisa dipanggil Heni. Aku masih sekolah kelas 3 SMA, di SMA Harapan Bangsa.


Hari ini aku diantar kak Diaz pergi ke rumah sahabatku dengan menggunakan mobilnya.


"Nanti kakak ada urusan mungkin sampai tengah malam, untuk sementara kamu dirumah Arya dulu nanti aku akan menjemputmu" Ucap Diaz.


"Ok kak"


Sampai dirumah Arya, aku langsung berlari kearah kamar sahabatku itu. Dan seperti biasa juga aku selalu membangunkan sahabatku karena dia sangat malas bangun pagi.


"Arya bangun" aku menggoyangkan tubuhnya, namun Arya tak kunjung bangun.


"Arya cepat bangun" aku menarik selimutnya dan menggoyangkan sedikit keras tubuhnya, karena dia belum bangun juga, aku berjalan kearah kamar mandi untuk mengambil segayung air, dan menyiramkannya.


"1...2...3... "Byur(suara air)" Kebakaran tolong kebakaran" teriakku.


"Mana yang kebakaran, ha dimana" teriak histeris Arya yang kaget karena aku guyur.


"Ha...ha...ha..." Tawaku melihat tingkah Arya.


"APA INI ULAMU?" Marah Arya.


"Maaf arya, ini sudah siang nanti kita terlambat"


"Keluarlah aku mau mandi" akupun keluar dari kamarnya.


Selang beberapa menit kemudian aku melihat Arya keluar dari kamarnya dengan pakaian yang sudah rapi dan tak kalah lagi wajah tampannya itu semakin bertambah disetiap harinya.


"Kamu sudah selesai?" Tanyaku.


"Iya, ayo berangkat"


"Ar, kamu tidak mau sarapan terlebih dahulu?"


"Tidak nanti aku akan makan dikantin sekolah saja"


"Tapi Ar, nanti kamu bisa sakit" akupun memegang tangannya.

__ADS_1


"Terserah kamu saja Ar" lanjutku lalu melepaskan tangannya.


------


Namaku Arya Jingga Gading Pangestu, biasa dipanggil Arya. Heni adalah sahabat dekatku, dan dia sudah aku anggap seperti adikku sendiri.


Aku merasa bersalah karena sudah membentaknya tadi, tapi mau bagaimana lagi dia sendiri yang sangat keterlaluan. Pagi-pagi sudah menyiramiku.


Sampai disekolah, ku parkir mobilku dipakiran paling pojok dekat kelas.


"Kamu langsung saja ke kelas, aku mau ke kantin" suruhku padanya, yang sedari tadi diam tak bersuara, mungkin dia merasa bersalah padaku.


"Ya" Diapun langsung keluar dari mobilku dan berjalan kearah kelas


'Apa dia marah?' batinku.


Dikantin...


Aku pun duduk ditempat yang kosong.


"Siap bos" ucap bu Minah.


------


Dikelas aku masih merenungkan sikap Arya tadi.


'Mengapa Arya berubah, biasanya dia selalu mendengarkan nasihatku, tapi mengapa tadi dia' batinku.


"Kamu kenapa Heni?" Tanya Diva teman sebangkuku yang mengagetkanku dari lamunan.


"Aku bingung Va"


"Bingung kenapa Hen?"


"Aku bingunh dengan sikap Arya akhir-akhir ini, aku merasa dia sudah berubah Va"


"Mungkin itu hanya halusinasimu saja Hen"

__ADS_1


"Mungkin kau benar Va"


"Hen apa aku tidak salah lihat?"


"Maksudmu?"


"Itu lihat, bukankah itu Arya, mengapa dia bersama Shinta?"


"Benarkah" akupun langsung menoleh kearah yang ditunjuk Diva.


'Astaga' batinku, aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang aku lihat, Arya berjalan dengan memegang pundak Shinta.


'Apa yang sebenarnya terjadi, apa mereka berdua pacaran, tidak! itu tidak mungkin' Batinku.


"Hen, kamu tidak apa-apakan?" Tanya Diva khawatir.


"Aku tidak apa-apa Va"


Skip ___


Beberapa hari kemudian...


Hari terasa hampa selah tau jika Arya dan Shinta benar-benar pacaran, apalagi Mama Sarah sangat menyukai Shinta, bahkan bisa dikatakan Mama Sarah sudah tak perhatian lagi padaku. Sudah beberapa hari aku tidak kerumah Arya.


"Hen, kamu kenapa?" Tanya kak Diaz.


"Aku tidak apa-apa kak"


"Kamu mau ikut ke rumah Arya tidak?"


"Ikut kak" Kataku, karena aku ingin bertemu dengan Mama Sarah.


Bersambung...


Hai teman-teman, aku penulis baru disini. Tolong bantuanya ya, jika ada yang salah tolong saya dikasih tau karena saya baru tahap belajar.


Like jika suka dengan ceritaku, dan komen untuk memberiku penilaian.😊

__ADS_1


__ADS_2