Rahasia Cinta

Rahasia Cinta
Rahasia Cinta 26


__ADS_3

Author pov


5 Hari menjelang pernikahan...


Hani merutukki keputusannya yang ingin menikahi Arya.


Hani terus memikirkannya.


"Aishhh,, bukankah aku sudah gila hanya karena aku cemburu melihat kak Stevan pacaran sama Angel hingga mengambil keputusan yang tidak masuk akal seperti ini" gerutunya.


"Hani, Arya itu seumuran dengan mama kamu" Gerutunya lagi.


"Ok, ini hanya untuk membuat kak Stevan cemburu, aku yakin om Arya nggak mungkin ngapa-ngapain aku"


"Kamu lagi ngapain kak?" Tanya Angel yang tiba-tiba datang.


"Nggak ngapa-ngapain kok, kamu kesini sendiri?" Tanya Hani.


"Iya dong kak, bukan nya hari ini kita akan cari baju buat kakak?" Tanya Angel.


"Benarkah?" Tanya Hani bingung.


"Iya kak, pernikahan kakak tinggal 5 hari lagi"


"APA?" Hani terkejut, dia benar-benar lupa jika sebentar lgi akan menikah.


"Oka ayo kita berangkat" Ajakku.

__ADS_1


"Kakak mau berangkat pakai baju tidur?" Tanya Angel.


Hanipun menatap dirinya.


"Ok aku mandi dulu ya"


"Ha...ha...ha..., kakak grogi ya?"


Hani tak menjawabnya dan langsung kekamar mandi.


Dikantor.


Yudha datang kekantor Arya untuk memastikan, apakah semuanya sudah siap?


Tanpa mengetuk Yudha langsung membuka dan berjalan menuju meja kerja Arya dan duduk dikursi depan Arya.


"Aish, jangan panggil aku begitu"


"Apa aku salah?"


"Arya, sekali lagi kamu memanggilku calon mertua, aku akan membatalka pernikahan mu dengan putriku"


"Baik-baik"


"Bagaimana persiapannya?"


"Sudah beres tinggal hari jum'at nanti kita berangkat ke KUA"

__ADS_1


"Aku mau berpesan padamu?"


"Apa?"


"Jangan menghamili putriku"


"Lalu untuk apa aku menikahinya jika aku tidak boleh menghamilinya"


"Arya, umur putriku itu masih 18 tahun"


"Emangnya kenapa?"


"Aku ingin dia melanjutkan kuliah dulu jika sudah lulus baru kamu boleh menghamilinya"


"Yudha, aku itu sudah tidak muda lagi, emang sih wajahku masih terlihat muda, tapi jika aku menunggu anakmu lulus kuliah, bukankah itu berarti usiaku sudah hampir 50 tahun"


"Jika tidak mau ceraikan saja"


"Apa kamu mau anakmu akan jadi janda diusia muda?"


"Tenang saja aku tidak akan menyentuhnya kecuali dia sendiri yang mengatakan jika dia sudah siap"


"Ok, aku pegang perkataanmu"


"Iya, sana pergi aku mau menyelesaikan pekerjaanku"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2