Rahasia Cinta

Rahasia Cinta
Menepati Janji


__ADS_3

Sarah menunggu Kiara yang sedang diperiksa dokter, Sarah benar benar khawatir dan takut. ia takut terjadi sesuatu pada Kiara, Sarah juga memikirkan keadaan Revan.


"Bagaimana keadaan Revan, Zeedan dan Tasya? apa mereka baik baik saja? apa mereka berhasil membela diri dari perampok itu? Aku memang bodoh seharusnya tadi aku berteriak minta tolong, supaya ada yang menolong mereka.Tadi aku tidak memikirkan itu, aku hanya fokus untuk membawa Kiara kerumah sakit." Pikiran Sarah bercabang cabang.


Saat Sarah sedang khawatir Zeedan dan Tasya datang. Zeedan menangkat tubuh Revan, Sarah dibuat terkejut saat melihat baju Revan berlumuran darah.


"Zeedan, apa yang terjadi? Revan kenapa?"


Tubuh Sarah serasa lemas tak bertenaga, kepalanya tiba tiba mulai pusing, ia tidak percaya Revan dan Kiara akan masuk rumah sakit secara bersamaan.


"Tadi aku hampir saja celaka tapi Revan menyelamatkanku." Cerita Zeedan.


"Apa?" Sarah menutup mulutnya dengan satu tangan ia tidak bisa menahan tangisnya.


Tasya segera memanggil dokter, setelah itu dokter dan beberapa orang suster membawa Revan keruang UGD.


"Zeedan, apa kamu puas? ini kan yang kamu inginkan? kamu ingin adik adikku mati!" Sarah terisak.


"Kalau aku ingin adik adikmu mati, aku tidak akan membawa mereka kesini." Zeedan membantah kata kata Sarah.


"Tapi semua ini gara gara kamu Zeedan! karena kamu mereka celaka." Sarah menangis tersedu sedu.


Zeedan melangkah medekati Sarah, ia merasa kasihan melihat Sarah. untuk mengibur hati Sarah yang sedih, Zeedan lalu memeluk Sarah.


"Zeedan, bagaimana ini? bagaimana kalau Revan dan Kiara tidak selamat?" Sarah masih menangis.


"Tenanglah, jangan khawatir. aku yakin Revan dan Kiara bisa diselamatkan." Zeedan menepuk nepuk punggung Sarah.


Tasya membulatkan matanya, melihat Zeedan memeluk Sarah sungguh membuat hatinya seperti terbakar.


Beberapa saat kemudian,


Dokter dan beberapa orang suster yang memeriksa Kiara datang, mereka baru saja keluar dari ruangan tempat Kiara diperiksa.


"Dokter bagaimana keadaan adik saya?" Tanya Sarah.


"Karena anda datang tepat waktu, adik anda bisa diselamatkan." Dokter itu memberikan kabar bahagia.


"Syukurlah!" Sarah menarik nafas lega.


Mendengar kata kata dokter itu Zeedan dan Tasya juga merasa lega. mereka tersenyum bahagia.


"Dokter, apa boleh saya masuk kedalam?" Tanya Sarah penuh harap.


"Boleh, tapi agar tidak menggangu istirahat pasien. kalian masuk secara bergantian." Dokter menjelaskan lalu ia pergi meninggalkan tempat itu.


"Sarah masuklah! kita menunggu disini saja." ujar Zeedan.


Sarah masuk keruangan Kiara. Zeedan dan Tasya kemudian duduk dikursi rumah sakit untuk menunggu.


Tidak terlalu lama menunggu, Dokter dan beberapa orang suster akhirnya keluar dari ruang UGD. mereka telah selesai memeriksa dan mengobati luka Revan.

__ADS_1


"Dokter bagaimana keadaan teman Saya." Tanya Tasya saat melihat mereka keluar dari ruang UGD.


"lukanya tidak terlalu dalam kita sudah menjahit dan mengobatinya, sekarang tinggal menunggu proses penyembuhan." Dokter menjelaskan.


Untuk kedua kalinya Zeedan dan Tasya menarik nafas lega, dokter lalu mengatakan Revan perlu banyak istirahat dan saat itu Revan sedang tertidur .


"Sayang, apa kamu lapar?" Tanya Zeedan


Tasya sedikit salah tingkah saat Zeedan memanggilnya sayang.


"Ayo, kita makan." Zeedan mengajak Tasya.


Zeedan meminta Tasya untuk menunggu ditaman rumah sakit, ia lalu pergi membeli makanan, setelah membeli makanan Zeedan kembali ketaman rumah sakit.


Zeedan baru ingin membuka makanan yang ia beli, saat mereka ingin makan tiba tiba hujan gerimis, Zeedan dan Tasya berlari kecil menuju mobil. agar tidak kehujanan mereka berteduh didalam mobil.


"Zeedan, Apa makanan kita basah?" Tanya Tasya.


"Cuma paper bagnya yang basah." Zeedan mengeluarkan tempat makanan dari paperbag yang sedikit basah karena terkena air hujan.


Tasya sangat senang saat melihat Zeedan membuka tempat makanan. walaupun didalam tempat makanan itu hanya ada udang dan cap cay Tasya merasa senang, karena udang memang makanan kesukaan Tasya.


"Wah.. Zeedan kamu beli udang?" Tasya mengambil sendok yang sudah ada didalam tempat makanan.


"Kamu suka?" Zeedan tersenyum.


"Iya, ayo kita makan." Tasya mulai menikmati makanannya.


Tasya makan dengan lahap tetapi ia menghentikan makannya saat ia mendengar kata kata manis Zeedan, Tasya bahkan jadi terbatuk batuk karena Zeedan menyentuh kepalanya.


"Pelan, pelan." Zeedan memberikan minum untuk Tasya.


Tasya meminum minuman yang diberikan Zeedan.


"Zeedan sejak tadi kamu bicara terus, apa kamu tidak makan?" Tanya Tasya.


"Tidak, melihat wajahmu saja sudah membuat aku kenyang." Zeedan merayu Tasya.


"Gombal" Tasya tersipu malu.


"Sayang" Zeedan memanggil Tasya dengan suara lembut.


Tasya tidak menjawab, ia kembali meneruskan makannya.


"Apa kamu ingat janjiku?" Zeedan menatap Tasya.


Tentu saja aku ingat! Kamu berjanji akan menikahiku. Batin Tasya


"Janji yang mana?" Tasya pura pura lupa.


"Janji aku akan membawa kamu pergi, lalu kita akan menikah." Zeedan mengingatkan Tasya.

__ADS_1


Lagi lagi Tasya terbatuk kali ini Tasya sedikit tersedak, karena minuman yang tadi diberikan Zeedan masih ia pegang Tasya bisa dengan cepat meminumnya


"Zeedan, kenapa kamu mengganggu aku makan? kalau kamu tidak mau makan, diam saja.Jangan bicara terus!" Tasya cemberut.


Tasya kemudian menyingkirkan tempat makanan yang ada dipangkuannya, ia meletakannya tempat makanan itu disamping ia duduk.


"Aku kan cuma Tanya. Tasya, aku mau menepati janjiku." ujar Zeedan.


"Maksud mu?" Tanya Tasya.


"Aku akan menikahimu."


Jawaban Zeedan membuat Tasya senang.


"Kamu, serius?" Tasya seakan tidak percaya.


"Iya sayang, aku serius." Zeedan memeluk Tasya.


Zeedan aku tidak percaya akhirnya kamu akan menikahiku. tidak, tidak! Aku tidak boleh senang dulu, sampai Zeedan benar benar sudah menikahiku. Suara hati Tasya berbicara.


"Zeedan, kenapa tiba tiba kamu ingin menepati janjimu?" Tasya ingin tahu.


"Karena aku sudah tidak ingin balas dendam lagi."


Zeedan mengambil tempat makanan yang ada disamping Tasya, ia membuka tempat makanan itu kemudian ia makan. Tasya hanya makan sedikit jadi masih ada makanan yang tersisa ditempat makanan itu.


"Zeedan, memang seharusnya kamu tidak balas dendam." ucap Tasya


"Kenapa?" Zeedan menghentikan makannya.


"Karena Alikha masih hidup." Tasya terlihat santai, berbeda dengan Zeedan yang terkejut dan mulai tegang.


"Sudah aku bilang, perempuan yang kamu lihat itu bukan Alikha." Zeedan kesal.


"Zeedan aku punya bukti." Tasya mengambil ponsel yang ada disaku celananya.


Tasya membuka galeri yang ada diponselnya kemudian ia mencari fotonya bersama Alikha.


"Ini, lihatlah!" Tasya memberikan Ponselnya pada Zeedan.


Zeedan sangat terkejut, melihat foto Tasya bersama Alikha. tangan Zeedan gemetar, dadanya terasa sesak, matanya berkaca kaca. Zeedan tidak percaya bahwa ternyata Alikha masih hidup.


"Zeedan, benarkan? perempuan yang ada difoto itu adalah Alikha." Tasya menegaskan.


"Bagaimana kamu bisa berfoto dengan Alikha." Zeedan mengembalikan ponsel Tasya.


"Aku dan Alikha menginap dihotel yang sama"


...----------------...


Terima kasih buat yang sudah baca novel saya. Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah, supaya saya tambah semangat. follow aku juga ya😊

__ADS_1


__ADS_2