Rahasia Cinta

Rahasia Cinta
Rahasia Cinta 3


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, namun Arya terlihat tak secerah hari ini. Sejak kejadian kemarin dia terlihat murung.


Flashback...


Dirumah sakit, terlihat beberapa orang nampak cemas disana.


"Arya, tolong kamu belikan kami minuman dan makanan" Suruh Sarah.


"Baik ma" Arya berdiri dan berjalan meninggalkan rumah sakit.


Sarah berjalan mendekati Diaz, dan duduk disampingnya.


"Diaz, bisakah kamu menelpon orang tuamu untuk memindahkan Heni ke Wonogiri untuk tinggal bersama neneknya?" Tanya Sarah.


"Maksud tanten apa?" Tanya Diaz tak mengerti.


"Dulu waktu adikmu lahir, mamamu dan aku sepakat untuk menjodohkan Arya dengan adikmu" Ucap Sarah.


"Terus apa hubungannya dengan tante menyuruh Heni pindah ke wonogiri?" Lagi-lagi Diaz bingung.


"Kamu barusan lihat bukan, pertengkaran antara Arya dan Heni" Arya menganggukkan kepalanya.


"Sepertinya Arya belum mengerti jika dia sangat mencintai Heni, jadi tante ingin memisahkan mereka untuk sementara waktu agar mereka tau jika yang mereka rasakan saat ini itu adalah cinya yang sesungguhnya"


"Apa itu tidak keterlaluan tan, mereka sudah bersama sejak kecil? Dan Tante ingin memisahkan mereka?" Tanya Diaz.


"Justru itu yang membuat mereka tidak sadar dengan cinta, apalagi Arya sekarang sudah mempunyai pacar" Sarah mencoba meyakinkan Diaz.


"Baiklah tan, nanti Diaz akan menghubungi mama"


Flashback End...


Sarah yang terus memperhatikan Arya yang telihat tidak mood.


"Cepat dimakan, nanti keburu siang" Suruh Sarah yang membuat Arya terdiam.

__ADS_1


"Oh iya mama lupa, Heni akan pindah ke wonogiri hari ini! Jadi kamu tak perlu menunggunya lagi"


"APA?" Teriak Arya.


"Mengapa dia pergi ma, apa karena aku menyakitinya" Lirih Arya namun masih bisa didengar oleh Sarah dan Wisnu.


"Bukan, melainkan mamanya menyuruhnya untuk menemani neneknya di wonogiri" Wisnu angkat bicara.


"Aku berangkat dulu ma, pa" Tak lupa Arya bersalaman dengan Sarah dan Wisnu sebelum berangkat.


"Assalammualaikum wr wb" Pamit Arya.


"Wallaikumsalam wr wb" Jawab Sarah dan Wisnu dengan serentak.


"Apa ini tidak keterlaluan ma?" Tanya Wisnu.


"Tidak pa, tenang saja dan kita lihat saja nanti" senyum Sarah.


Dikelas Arya masih terus melamun, hingga Shinta yang sedari tadi disampingnya tidak digubris sama sekali.


"Sayang, apa kamu sakit?" Shinta menempelkan punggung tangannya ke keninh Arya.


"ARYA" Teriak Shinta.


"Ada apa? tidak perlu sampai berteriakkan?" Ucap Arya dengan malas.


"Kamu ini kenapa? Dari tadi melamun terus?" Shinta mulai kesal.


"Aku hanya memikirkan Heni" Jawab Arya dengan santai.


"Heni lagi heni lagi, apa sedikitpun aku tidak ada di pikiranmu dan hatimu? Shinta memanyunkan mulutnya.


"Apa kamu cemburu?" Tanya Arya dengan tersenyum melihat tingkah kekasihnya.


"Tentu saja, aku disini tapi pikiranmu terus ke gadis lain" Arya yang mendengar itu sontak langsung menggenggam tangan Shinta.

__ADS_1


"Sayang, yang ada di hatiku ini hanya kamu seorang, sedangkan Heni itu ada dipikiranku saat ini karena dia pindah ke wonogiri! Aku hanya mengkhawatirkan dirinya karena aku tidak lagi bisa menjaganya" Arya mengecup tangan Shinta.


"Apa itu benar?" Tanya Shinta.


"Tentu saja, dan akan selalu seperti itu! Aku hanya menyayangi dia sebagai adikku saja" Arya melepaskan genggaman tangannya dan memeluk Shinta untuk meredakan rasa cemburu yang sedang melanda Shinta.


Sudah beberapa minggu Heni pindah ke wonogiri, dia masih terlihat sangat canggung dengan suasana disini.


Susi terus memperhatikannya, karena sikap cucunya itu berbeda dengan dulu yang selalu ceria namun kini menjadi sering melamun dan murung.


Pria tampan yang tidak kalah tampannya dengan Arya datang mendekati Heni, dia adalah Yudha Setiawan. Dia begitu senang dia melihat tingkah heni yang sedang dilanda kegalauan.


"Hei gadis manis" Sapa Yudha dan itu membuyarkan lamunan Heni.


"Kamu ngapain kesini" Ketus Heni.


"Aku kesini karena aku ingin melihat wajah manismu" Gombal Yudha, dari awal bertemu dengan Heni. Yudha sudah jatuh cinta padanya.


"Modus"


"Tidak gadis manis, bagaimana kalau aku mengajakmu jalan-jalan?" Tanya Yudha.


"Aku tak mau kemana-mana Yud" Tolak Heni.


"Ayolah gadis manis" Ajak Yudha.


"Nenek, aku ingin membawa cucumu yang manis ini jalan-jalan boleh?" Tanya Yudha kepada Susi.


"Ajaklah main" Jawab Susi.


"Ayo kita berangkat" Yudha menggenggam tangan Heni dan menariknya kearah mobilnya untuk jalan-jalan.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman semua sudah mau membaca novelku😄.

__ADS_1


Like jika teman-teman suka dengan novelku, dan koment untuk menilai novelku ya.


Selamat membaca.


__ADS_2