
☘☘☘☘☘☘☘☘☘
Dokter chandra masih menunggu jawaban dari ibu nya sonia,karena dari tadi beliau diam saja diujung telpon. Sonia juga masih berada disamping dokter chandra karena tangannya masih digenggam oleh dokter itu,membuat sonia kesal.
"apa kami ngak akan merepotkan anda dok?" tanya ibu sonia,padahal dia sudah merasa senang karena rencana nya berhasil walaupun dia tidak melakukan apa pun
"tidak bu,saya malah senang karena raka ada temannya. Apalagi ibu juga sonia ngak perlu bayar uang kontrakan lagi,uang nya bisa disimpan untuk anak sonia" jawab dokter chandra dengan sopan
"kalau ibu terserah sonia aja,karena nanti nya sonia yang akan menjalani nya" ucap ibu sonia dengan lembut
"terima kasih bu,sonia sudah setuju. Saya akan menyuruh orang untuk membantu ibu pindahan sekarang,saya juga akan mengirimkan uang untuk uang kontrakan yang belum dibayar kemarin " jelas dokter chandra membuat sonia terkejut,begitu juga dengan ibu nya
Sonia terkejut,karena bisa-bisa nya dokter chandra mengatakan kalau dia sudah setuju sedangkan ibu nya terkejut karena dia harus sekarang pindah.
"sekarang nak?" tanya ibu sonia dengan nada tak percaya
__ADS_1
"iya bu,lebih cepat lebih baik" jawab dokter chandra dan dia segera mematikan panggilan telponnya setelah mengucapkan salam perpisahan.
Sonia menatap tajam pada dokter chandra saat dia sudah mematikan panggilan ponselnya,dia merasa kesal mendengar ucapan dokter chandra yang seenak nya saja mengatakan kalau dirinya sudah menerima nya.
"kenapa?" tanya dokter chandra tanpa melepaskan tangannya dari tangan sonia
"aku kan belum menerima pekerjaan ini,kenapa kamu seenak nya saja mengatakan pada ibu kalau aku sudah menerima nya?" jawab sonia dengan kesal
cup
Sonia terkejut,dia membulatkan matanya sempurna. Semakin kesini,dokter chandra semakin berani mencium bahkan menyentuh tubuhnya membuat nya semakin kesal.
"anda!!!" bentak sonia dengan ketus
"jika kau berani melawan ucapan ku maka aku akan menutup mulut mu dengan ciuman,atau kau ingin lebih dari ciuman?" ucap dokter chandra dengan santai nya
__ADS_1
Entah kenapa dokter chandra suka sekali mencium atau pun menyentuh tubuh sonia,dia menjadi candu untuk menggoda sonia dan membuat sonia kesal. Suatu hal yang bisa membuatnya tersenyum,dia ingin selalu seperti ini apalagi selama ini dia selalu membayangkan bercinta dengan sonia.
"pa..papa.." teriak raka dari kamar sebelahnya,suara nya terdengar sedang menangis
Sonia menghempaskan tangan dokter chandra,dia berlari menuju kamar sebelah yang ada raka. Entah kenapa dia menyukai raka,mungkin karena sonia merasa kasihan dan ingat dengan dirinya yang ingin membuang bayi didalam perut nya padahal bayi itu ngak bersalah sama sekali.
Raka masih duduk diatas tempat tidur,dia menangis karena mimpi buruk. Sonia yang melihat nya langsung memeluk tubuh raka ,sehingga raka kembali tenang.
Raka menatap wajah sonia dengan air mata yang terus keluar dari mata nya tanpa berhenti ,membuat sonia bingung.
"sudah ....jangan menangis ya?" ucap sonia sambil menghapus air mata dipipi raka
"tante jangan ninggalin laka?laka takut tante diambil oom itu " ucap raka membuat sonia bingung,begitu juga dengan dokter chandra karena saat ini dokter chandra sedang berada didepan pintu kamar raka
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘