Rahasia Cinta

Rahasia Cinta
Rahasia Cinta 10


__ADS_3

Pagi ini Heni sedang memasak didapur, karena dia tidak tau makanan kesukaannya Yudha jadi dia hanya memasak nasi goreng untuk sarapan pagi.


Dirasa sudah siap Heni kembali kekamar untuk membangunkan Yudha.


Heni memasuki kamar dan melihat Yudha begitu tenang saat tidur membuatnya tidak tega untuk membangunkannya.


Heni duduk disamping sisi ranjang, dan mengelus kepala Yudha. Dia tersenyum dan ingin mencium bibir Yudha namun ketika bibir Heni hampir bersentuhan tiba-tiba Yudha membuka matanya.


Sontak saja Heni terkejut dan spontan menjauhkan wajahnya. Dan terjadilah kecanggungan disana.


Yudha tersenyum melihat tingkah Heni yang takut kepadanya. Dia merubah posisinya menjadi duduk.


"Apa kamu mau mencuri ciumanku?" Tanya Yudha.


"Tidak" Elak Heni.


"Terus tadi kamu ngapain?"


"Aku hanya ingin membangunkanmu sayang"


"Tapi mengapa seperti ini" Yudha mendekatkan wajahnya ke wajah Heni.


"Maaf" Heni meminta maaf.


"Lagi-lagi minta maaf" Kesal Yudha lalu menjauhkan wajahnya dan berdiri untuk bergegas mandi.


'Ayah, mama Heni takut" Batin Heni mencoba menahannya.


Heni turun kebawah dan menunggu Yudha dimeja makan.


Beberapa menit kemudian, Yudha pun keluar dari kamar. Heni berjalan mendekati Yudha.


"Sayang, ayo sarapan bersama" Ajak Heni.


"Aku sarapan dikantor saja, nanti ada meeting sayang" Tolak Yudha.


"Apa kamu takut makananku tidak enak?" Tanya Heni yang terlihat sedih.


"Baiklah, aku akan makan" Yudha terpaksa menuruti kemauan Heni.

__ADS_1


"Tidak perlu, nanti kamu terlambat" Heni murung, lalu menggapai tangan Yudha dan mencium punggung tangan Yudha.


Yudha pun langsung pergi ke kantor.


'Kamu sudah berubah Yudha' Batin Heni.


------


Yudha menaruh tas dimeja kerjanya, dan dia duduk dikursi mejanya. Pikirannya hanya tertuju pada sikap Heni. Yang semakin hari semakin manja.


Pintu ruangan Yudha terbuka, dan Yudha melihat agar tau siapa yang datang.


"Ada apa Kak Diaz kemari?" Tanya Yudha.


"Aku ingin kasih tau aja kalau Heni itu tidak bisa dikasari, dimarahi, dicuekki, ditolak" Kata Diaz sambil duduk dihadapan Yudha.


"Yudha aku dan keluarga sudah mempercayakan adikku padamu, sejak awal kamu juga sudah bersikap baik padanya, tapi mengapa tiba-tiba kamu mengacuhkannya?" Tanya Diaz.


"Apa dia menghubungi kakak?" Yudha berbalik bertanya.


"Iya tadi dia menghubungiku katanya kamu tidak peduli dengannya" Kata Diaz sinis.


"Tenang dulu kak, aku tidak mengacuhkan dia, aku hanya sibuk dengan pekerjaanku kak"


"Sesibuk apa kamu? Ingat jika Heni kenapa-napa aku tidak akan segan-segan membawa Heni pergi, dari awal aku sudah tidak bisa mempercayaimu Yudha" Diaz meninggalkan Yudha.


"HENI" Geram Yudhe dengan mengempalkan tangannya.


-----


Aku termenung mengingat masa-masa indah bersama Arya. Aku rasa aku sudah salah menolak Arya.


'Arya aku menyesal sudah menikah dengan Yudha, aku merindukan kamu, aku takut disini terus-terusan sendiri' Batinku.


Aku pergi kekantor Arya, karena hanya dia yang bisa aku ajak curhat.


Aku membuka ruangan kerja Arya, dan Ku lihat ternyata kosong. Dan aku pun keluar tanpa sengaja aku bertatapan dengan Yudha.


"Kamu ngapain kesini sayang?" Tanya Yudha geram dan menyeretku ke ruangannya.

__ADS_1


Yudha mendudukanku di pangkuanya.


"Kenapa kamu ke ruangannya Arya?" Tanya Yudha.


"Aku hanya ingin menemuinya, tapi ternyata dia tidak ada" Jawabku.


"Apa kamu ingin mengatakan pada Arya jika aku mengacuhkanmu dan berencana ingin kembali paa Arya?"


"Tidak, bukan seperti itu"


"Lalu apa? bukannya kamu tadi menghubungi kak Diaz?" Sepertinya Yudha marah padaku.


"Maaf"


"Maaf lagi, aku sudah muak dengan kata maafmu itu sayang" Geramnya.


"Maaf sayang, tapi aku tidak bermaksud seperti itu"


"Yudha apa kamu tidak mencintaiku?" Tanyaku takut.


"Jika aku tidak mencintaimu mengapa aku menikahimu" Jawab Yudha yang terlihat seperti menahan marah.


"Kenapa kamu berubah?" Tanyaku lagi.


"Aku tidak berubah sayang, aku hanya sedang sibuk mengumpulkan uang untuk biaya persalinanmu nanti, untuk membiayai anak-anak kita nanti" Aku mencium bibir Yudha sekilas dan Yudhapun menghentikan perkataannya.


"Terima kasih sayang" Ucapku bahagia.


"Kamu sudah berani menggodaku ya" Ucap Yudha.


"Aku tidak berani sayang"


"Nanti malam aku mau minta hakku" Bisiknya yang membuatku merinding.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman atas Like dan komennya😊.


Den terima kasih karena sudah dengan setia membaca ceritakku ini.

__ADS_1


Selamat membaca.


__ADS_2