
Diruang makan, Hani dan Arya menyudahi makannya.
ingin rasanya Arya menggoda Hani namun melihat wajah istrinya itu sedang kelelahan, Arya tidak jadi menggodanya.
"Tidur yang nyenyak ya istriku" Arya berdiri dan mengecup dahi Hani, hal itu bukan lagi hal baru lagi buat mereka berdua karena setiap Hani menginap disini Arya selalu melakukan cium kening seusai selesai makan.
Hani berjalan menuju kamarnya, dia merasa agal takut jika Arya mengikutinya dari belakang.
Sesampai didepan pintu kamar Hani berbalik.
"Paman kita tidak seranjangkan?" Tanya Hani.
Mendengar pertanyaan tersebut Arya mempunyai ide untuk menggoda Hani lagi.
Arya berjalan mendekati Hani dan berhenti tepat didepan Hani. Arya mengangkat satu tangan kepintu dan tangan satunya mengusap bibirnya dengan sexy dihadapan Hani.
"Ayolah sayang, aku sudah mengantuk jangan kamu buat aku menunggu? Kita ini sudah menikah apa salahnya jika kita tidur seranjang?" Tanya Arya dengan tangan yang tadi mengusap bibirnya kini sudah beralih mengusap pipi Hani.
Hani menunduk lalu berbalik dan membuka pintu kamarnya.
__ADS_1
"Ha...ha...ha..." Arya tertawa sontak saja membuat Hani terkejut.
"Pamam menggodaku?" Tanya Hani.
"Kamu lucu sekali sayang"
"Paman"
"Sudah-sudah masuklah, selamat malam semoga mimpi indah istriku" Arya mengacak-acak rambut Hani dan mengecuk kening Hani sebentar.
Arya kemudian meninggalkan Hani yang sedang mematung.
Flashback
"Aku mohon rawatlah dia seperti kamu merawatku selama ini" Moho Heni pada Arya
"Maksud kamu apa Hen?" Tanya Arya
"Sebentar lagi dia akan sadar" Ucap Heni
__ADS_1
"Aku titip Hani padamu Ar, Jika Yudha ingin mengambilnya serahkan saja karena aku yakin jika Yudha tidak akan menyakitinya! Karena aku tau Yudha benar-benar tulus padaku"
"Kamu ngomong apa sih Hen? Bayi itu sudah tidak bernyawa" Ucap Anisa..
"Nggak ma! Hani masih hidup ma"
"Aku sayang sama Hani ma, tolong beri tau Hani jika aku dan Yudha sangat menyayanginya"
Sayup-sayup pandangan Heni menjadi buram dan akhirnya Heni meninggalkan mereka semua.
Tidak lama setelah itu Hani menangis sangat keras.
"OEK... OEK... OEK..." Tangis Hani merubah segalanya.
Flashback end
"Huh... entahlah? Takdir memang kejam" Ucap Arya.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like dan coment ya😉