
Yudha POV
Baru saja aku keluar dari kamar mandi, ku lihat Heni masih tidur dengan pulasnya. Aku berjalan mendekatinya dan duduk ditepi ranjang.
Tanganku ku arahkan ke pipi Heni yang masih tertidur, ku elus pelan pipinya.
'Maaf' Batinku, ku cium keningnya dan berjalan kearah lemari untuk mengambil baju.
Dikantor...
Pekerjaanku begitu menumpuk karena untuk sementara pekerjaan Arya diserahkan padaku.
Kupijat keningku yang begitu terasa pusing dengan semua pekerjaan ini.
"Drtt... drtt... drtt..." Hpku berbunyi, kulihat siapa yang menghubungi dilayar.
"Vanya?" Lirihku lalu mengangkatnya.
"Hallo, ada apa sayang?" Tanyaku.
"Aku rindu kamu sayang" Aku tersenyum mendengar kata rindu dari Vanya.
"Aku juga merindukanmu sayang"
"Kapan kamu bisa membebaskan aku dari rumah sakit ini?" ucapnya terdengar sedih.
"Nanti setelah kamu sehat sayang"
"Tapi apa perlu kamu menikah dengan cewek itu hanya demi uang untuk mengobatiku?"
"Sayang! Aku lakuin ini semua hanya demi kamu"
"Aku nggak butuh hiks... semua ini hiks... yang aku butuhin itu cuma kamu Yudha" Tangisnya, jujur aku nggak tega mendengar dia menangis.
"Kamu harus sembuh, jika kamu sembuh aku janji akan langsung menceraikan Heni"
"Bagaimana hiks... hiks... hiks... jika aku tidak sembuh? hiks... hiks... his..."
__ADS_1
"Jangan pernah kamu bicara seperti itu sayang, aku yakin kamu akan sembuh"
"Aku bener-bener janji akan menikahimu setelah kamu sembuh"
"Aku hanya hiks... butuh kamu hiks... hiks..., cukup kamu hisk... temani aku hisk... disaat-sata seperti ini aja, aku sudah bahagia Yudha" Ya Allah aku benar-benar nggat tega mendengar tangisnya Vanya.
Kututup telpon dari Vanya.
"Maaf Vanya! Maaf karena aku belum bisa membahagiakan kamu"
Yudha End
Author POV
Heni menatap dirinya dicermin, dia mengembangkan senyumannya karena berhasil mencintai Yudha, tapi Heni belum bisa move on dari Arya.
Perasaannya masih bimbang.
Heni mencoba menghubungi Diaz.
"Tut... tut... tut..."
"Jemput aku kak, aku mau kekantor"
"Nggak boleh sayang, suamimu barus sibuk nggak boleh diganggu dulu"
"Kakak"
"Baiklah"
Dikantor
Heni berlari menuju ruangan kerha Yudha, dia membuka pintu dan berlari kearah Yudha.
Heni memeluk Yudha dengan kencang, dan Yudha hanya tersenyum melihat Heni telah datang.
"Aku rindu kamu sayang" Rengek Heni.
__ADS_1
"Semakin hari kamu semakin manja ya sayang" Ucap Yudha..
"Yang penting manjanya sama kamu" Cueknya.
"Sayang, bisakah kamu lepas pelukanmu dan duduk dipangkuanku" Suruh Yudha.
"Baiklah" Heni lalu mengubah posisisnya.
Heni hanya melihat bagaimana seriusnya Yudha saat bekerja.
Bosan itulah yang dirasakan oleh Heni. Sampai-sampai dia tertidur dipangkuan Yudha.
Yudha yang tau jika Heni tertidur dipangkuannya pun lalu memindahkan Tubuh Heni ke kamar istirahatnya.
Sebenarnya Yudha sudah jatuh cinta dengan Heni. Namun karena janjinya dengan Vanya, Yudha mengelaknya. Dan dengan kukuh Yudha meyakinkan hatinya jika dia hanya mencintai Vanya.
Saat keluar dari kamar Yudha terkejut melihat Diaz yang sudah duduk diatas meja.
"Kak Diaz, ada apa?" Tanya Yudha dan Diaz pun menoleh.
"Maafkan Heni, karena sudah merepotkanmu"
"Tidak apa-apa kak, aku kan sudah berjanji akan menerima dia karena aku mencintainyal
"Maaf karena aku sudah tidak mempercayaimu"
"Iya kak"
"Tadi Ayah menelponku, tolong jaga Heni baik-baik"
"Siap kak"
Bersambung...
Terima kasih teman-teman atas like dan komennya.
Jangan lupa like dan komen ya
__ADS_1
Selamat membaca🙂.