
Heni Pov
Aku sangat takut, Yudha sangat menakutkan.
Tubuhku bergetar hebat, fobiaku kambuh kembali. Yang ada dipikiranku saat ini hanya takut dan takut.
Flashback
Aku sedang berada ditaman dekat panti asuhan.
Ayah bilang ada urusan dipanti asuhan itu. Dan ayah menyuruhku bermain ditaman bersama-sama anak-anak panti.
Aku mendekati seorang gadis yang sedang menyendiri.
"Hallo namamu siapa?" Tanyaku.
"Aku Vanya, kamu siapa?" Tanya Vanya.
"Aku Heni" Aku tersenyum.
"Kamu sedang ngapain?" Tanyaku lagi.
"Aku..." Dia menunduk dan tidak melanjutkan perkataannya.
"Ayo kita bermain" Ajakku.
"Ayo" Dia tampak bahagia.
Kami bermain hingga tak terasa jika kami sudah sangat jauh dari panti asuhan.
Tiba-tiba saja ada 2 laki-laki dewasa menggunakan pakaian hitam lengkap dengan masker dan kacamata hitam datang menghampiriku.
"Adek mau iku om ngga?" Tanyanya.
"Om ini siapa?" Tanyaku
"Aku teman papa kamu?"
"Aku disuruh menjemput adek"
"Baiklah, tapi Vanya diajak ya om"
"Ok" Aku pun masuk kemobilnya, tapi tanpa sepengetahuanku mereka hanya membawaku.
"HENI JANGAN TINGGALIN AKU" Teriak Vanya sambil berlari mengejar mobil ini.
Aku mendengar suara Vanya dan menoleh kebelakang.
"Lho kok Vanya ditinggal om" Aku melihat melihatnya, dan diapun terjatuh.
__ADS_1
"VANYA!" Teriakku.
"Om berhenti om! Vanya jatuh kasihan dia om"
"DIAM" Teriak laki-laki itu dan aku pun ketakutan.
Jalanan ini tampak asing bagiku.
"Om kita mau kemana?" Tanyaku lirih.
"Kesuatu tempat" Tegasnya.
Tiba-tiba mobilnya berhenti dan ini bukan panti asuhan maupun rumahku.
Laki-laki itu membawaku masuk kedalam sebuah rumah tua yang gelap pengap dan berdebu. Dia mengambil sebuah kursi dan tali.
"DUDUK SINI!" Perintahnya dan akupun menurutinya. Dan dia mengikatku.
"Om kenapa aku diikat?" Tanyaku ketakutan.
"DIAM!" Bentaknya.
"Papa hiks.. hiks.. hiks.. papa, Heni takut pa hiks.. hiks.. hiks.."
"BISA DIAM NGGAK, ATAU KAMU MAU AKU PUKUL"
"Nanti setelah aku ambil jantungmu untuk anakku, aku akan melepaskanmu"
"A..a..apa mak..maksud om?"
"Aku akan membunuhmu sayang" Ucapnya dengan mengeluarkan pisau dari sakunya dan menempelkan pisau itu dipipiku.
Badanku bergetar hebat, karena ketakutan. Tiba-tiba pandanganku menjadi buram dan aku tidak ingat apa-apa lagi
Flasback end
***Heni end
Diaz Pov***
"TOLONG-TOLONG HENI TAKUT PA, PAPA KAK DIAZ HENI TAKUT" Aku mendengar teriakan Heni dari dalam.
Aku langsung masuk kedalam kulihat Heni sedang meringkuk ketakutan, kupeluk tubuhnya untuk menenangkannya.
"Tenang Heni, kakak ada disini" Ucapku.
"Kak Diaz hiks.. hiks.. Heni takut kak hisk.. hiks.."
"Aaaaaaaaaa..." Teriaknya dan kemudian pingsan dipelukanku.
__ADS_1
Nampak Aska sudah berjalan menghampiriku dan Heni.
"Aku akan memeriksanya" Ucapnya.
Selang beberapa menit...
Aska menggelengkan kepalanya. Mungkinkah kabar buruk?
"Adikku kenapa Ka?" Tanyaku.
"Hmm, mungkin adikmu memingat masa lalunya kembali hingga membuat dia ketakutan"
"Bagaimana dengan anaknya?"
"Anaknya baik-baik saja tpi jika Heni seperti ini terus lambat laun akan berakibatkan keguguran"
"Dan dimana Yudha?" Tanyanya.
"Aku tidak tau, tapi aku sudah mencoba menghubunginya namun hpnya tidak aktif" Jawabku.
18 Tahun Kemudian...
"Hani kamu sedang apa?" Tanyaku.
Dia sangat mirip denganmu Heni. Bahkan aku tidak bisa membedakannya.
"Paman, Hani sedang mencoba menelfon papa Arya" Ucapnya.
"Apa kamu ingin menggangu liburanya mereka?" Tanyaku.
"Aku hanya ingin mengatakan kalau aku ingin punya adik laki-laki"
"Paman kapan menikahnya?" Aku terkejut mendengar Hani berkata seperti itu.
"Aku bingung padahal paman dan papa Arya itu tampan dan kaya tapi kenapa paman belum juga menikah sedangkan papa Arya baru saja menikah kemarin"
"Aku akan bilang sama kakek dan nenek untuk menjodohkan paman"
"Tau apa kami soal menikah"
"Paman adikmu saja sudah melahirkan aku, dan sekarang usiaku sudah 17 tahun tapi paman belum juga punya pacar"
"Kamu meledek paman" Dan Heni kamu harus tau jika Hani itu sama usilnya seperti dirimu.
**Bersambung...
Terima kasih untuk like dan komentarnya ya...
Selamat membaca teman-teman☺**.
__ADS_1